NovelToon NovelToon
Di Jodohin Sama Santri

Di Jodohin Sama Santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Romansa
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Celina adalah ratu clubbing yang hidupnya cuma soal hura-hura, alkohol, dan gonta-ganti cowok sesuka hati. Baginya, pakaian seksi adalah seragam wajib untuk menaklukkan malam. Dia nggak butuh aturan, apalagi komitmen.

Muak melihat kelakuan Celina yang makin liar, sang Mama akhirnya memberikan ultimatum keras: Menikah dengan seorang santri pilihan Mama, atau angkat kaki dari rumah tanpa sepeser pun uang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Dua bulan berlalu pasca momen ta'aruf Raka dan Athira telah selesai. Proses taaruf antara Raka dan Athira berjalan dengan lancar. Raka yang tadinya buta soal hukum agama, mendadak jadi santri paling rajin yang bolak-balik nanya ke Zuhair soal banyak ilmu agama. Sementara Athira, perlahan tapi pasti, mulai memantapkan hatinya untuk menutup rambut panjangnya demi menjadi istri bagi Raka.

Kini, hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Besok pagi, aula besar pesantren akan menjadi saksi janji suci mereka, dilanjutkan dengan acara resepsi besar-besaran.

Malam menjelang akad nikah, suasana di ndalem benar-benar sibuk lalu-lalang orang menyiapkan dekor dan lainnya. Karena ini adalah pernikahan putri seorang Syekh besar sekaligus santri bimbingan khusus Abi, persiapannya tidak main-main. Panggung pelaminan bernuansa putih-emas sudah berdiri megah di aula, lengkap dengan hiasan bunga melati segar yang aromanya semerbak sampai ke koridor asrama.

Keluarga besar Raka dari Jakarta sudah datang dan menginap di penginapan khusus yayasan. Bahkan, Bunda Siska dan Ayah (orang tua Celina) juga sudah hadir sejak sore tadi untuk ikut membantu panitia. Sementara itu, Reno yang proses ta'arufnya dengan Adiba berjalan lebih santai dan penuh kehati-hatian, malam ini bertugas menjadi seksi sibuk yang mengoordinasi para santri untuk menata kursi tamu.

Di salah satu sudut kamar pengantin laki-laki, Raka sedang duduk bersila di karpet sambil memegangi selembar kertas berisi teks ijab kabul. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin sebesar biji jagung terus menetes dari pelipisnya.

"Gus... sumpah, Gus. Tangan gue gemeteran beneran ini. Lebih parah daripada pas gue disuruh hafalan Al-Baqarah kemarin," adu Raka begitu melihat Zuhair masuk ke dalam kamar untuk mengecek kondisinya.

Zuhair yang malam itu memakai baju koko putih polos tanpa peci, tersenyum tenang lalu duduk di samping Raka. Ia menepuk pundak sahabat istrinya itu dengan mantap. "Tarik napas, Raka. Dua bulan ini kamu sudah cukup belajar banyak. Niatkan karena Allah untuk menjaga Athira. Insya Allah lisanmu akan dimudahkan besok pagi."

"Tapi kalau gue belibet gimana, Gus?" cerocos Raka panik, membuat Zuhair terkekeh rendah.

Sementara itu, di kamar ndalem utama, Celina sedang menemani Athira. Kamar itu penuh dengan tumpukan kebaya, gaun putih, dan kotak-kotak hantaran. Celina yang malam itu hanya memakai daster rumahan longgar—setelah lelah seharian membantu Ummi di dapur—duduk di samping Athira yang sedang perawatan untuk persiapan besok.

"Cel... jujur, aku deg-degan banget," bisik Athira, jemarinya yang lentik saling bertautan erat. "Raka... dia beneran sudah siap, kan? Dia nggak bakal kabur kan besok pagi?"

Celina langsung tertawa ngakak sampai memegangi perutnya. "Hahahaha! Kabur? Yang ada dia takut lo yang kabur! Lo tahu nggak, dua bulan ini tiap malem dia tuh hobi banget ngaji keras-keras di pojok masjid sampai suaranya serak, cuma biar hafalannya lancar di depan bokap lo. Dia tuh dulu playboy di Jakarta yang udah kena pawang, jadi tenang aja."

Athira tersenyum malu-malu, rona merah langsung menghiasi pipinya yang putih bersih. "Terima kasih ya, Cel. Selama dua bulan ini kamu banyak bantu aku paham sifat konyolnya Raka."

"Santai aja, dia udah kayak sodara gue sendiri kok meskipun tu anak kadang otaknya rada gestrek," sahut Celina santai.

Pukul sebelas malam, ruangan mulai sepi. Athira sudah diminta Ummi untuk segera tidur agar besok wajahnya terlihat segar. Celina pun pamit untuk kembali ke kamar pribadinya bersama Zuhair.

Begitu melangkah masuk ke dalam kamar, Celina langsung mengunci pintu. Ia mendapati Zuhair sudah berbaring di atas kasur sambil membaca sebuah kitab kecil di bawah temaram lampu tidur.

"Capek banget, Gus..." keluh Celina sambil menjatuhkan tubuhnya di samping Zuhair, menyurukkan kepalanya di dada bidang suaminya.

Zuhair meletakkan kitabnya ke meja nakas, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Celina, menarik tubuh istrinya agar semakin merapat. "Sama, Sayang. Besok kita harus bangun lebih subuh karena Raka pasti butuh dukungan mental supaya ga tegang banget."

Celina mendongak, menatap rahang tegas Zuhair dari dekat. "Nggak nyangka ya, si kadal Raka besok udah sah jadi suami orang. Berarti setelah besok, pesantren bakal sepi lagi karena para santri langsung masuk libur ajaran baru, kan?"

Zuhair menatap mata Celina dengan pandangan yang tiba-tiba berubah menjadi lebih dalam dan gelap, memancarkan gairah yang selama beberapa hari ini tertahan karena kesibukan mengurus pernikahan Raka.

"Iya," bisik Zuhair, suaranya mendadak berubah menjadi serak dan rendah di keheningan malam. Tangannya yang semula hanya memeluk pinggang Celina, kini mulai merayap naik ke dalam daster tipis yang dikenakan istrinya, meraba kulit mulus Celina dengan sentuhan yang menuntut. "Besok semua orang akan fokus pada pengantin baru... tapi malam ini, fokus saya cuma tertuju pada kamu, Celina."

Celina menahan napas saat merasakan sentuhan hangat tangan Zuhair mulai meraup dadanya yang kencang, memicu kembali debaran panas yang selalu berhasil dibakar oleh suaminya. "Gus... besok lo harus bangun pagi..." rintih Celina lemah, namun tangannya justru semakin erat mencengkeram bahu Zuhair.

"Saya punya energi lebih dari cukup untuk malam ini," gumam Zuhair sebelum akhirnya membungkam bibir Celina dengan ciuman yang dalam, mengabaikan ketegangan acara besok demi menuntaskan rindu pada istrinya sendiri di dalam kamar yang terkunci rapat.

1
Ulfa 168
seru lanjut thor
Veronicacake: aaaaa maacie udah baca yaaaa, jan lupa like komennya yahhhh! aku update tiap hari kok ka💕💕
total 1 replies
ChaManda
😭😭
Veronicacake: kak😭😭
total 1 replies
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di ceritaku kak🤭😇
Anonim
SUKAAAA, GA TAMPLATE NARASINYAAAA! SEMANGAT THOR DI TUNGGU UDATE💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!