Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.
Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23: RAJA BINATANG DAN PUSAR ENERGI KUNO
Kereta kencana yang ditarik oleh sembilan ekor Burung Vermilion melesat cepat di atas hamparan awan. Kecepatannya luar biasa, mampu menempuh ribuan kilometer dalam sehari. Namun, di dalam kereta yang nyaman dan mewah itu, suasana terasa sedikit tegang.
Chen Si membuka matanya. Cahaya emas samar berkedip di pupil matanya.
"Sudah cukup lama mengintai. Keluar atau aku yang datang mencarimu?" bisik Chen Si pelan, namun suaranya terdengar jelas hingga ke luar kereta.
Leng Tian dan Murong Zhan yang sedang duduk menunduk langsung kaget.
"Yang Mulia? Ada musuh?" tanya Leng Tian cepat, tangannya sudah siap menggenggam gagang pedangnya yang baru diperbaiki.
"Bukan manusia biasa," jawab Chen Si singkat. "Binatang buas level tinggi. Dan jumlahnya... tidak sedikit."
Serangan dari Langit dan Bumi
Belum habis kalimat Chen Si, tiba-tiba!
ROAARRR!!!
Auman mengerikan terdengar dari segala arah!
Langit di depan mereka tiba-tiba menjadi gelap gulita. Ribuan ekor Burung Besi berukuran besar dengan paruh tajam seperti baja menyerbu dari atas! Sementara itu, dari dalam hutan di bawah, melompat puluhan ekor Harimau Roha bertaring emas yang tingginya mencapai tiga meter!
"Gawat! Itu Kawanan Raja Binatang dari Hutan Ribu Tahun!" jerit Murong Zhan pucat. "Mereka pemakan daging manusia! Dan pemimpinnya pasti level Kaisar!"
WUSH WUSH WUSH!!
Ribuan angin tajam dari sayap burung-burung itu menyerang kereta! Serangan itu cukup kuat untuk merobek besi tebal!
Namun...
DING DING DING!!
Saat serangan itu menyentuh lapisan pelindung emas tipis di sekitar kereta, mereka hancur menjadi debu! Kereta Chen Si terus melaju tanpa berkurang kecepatannya sedikitpun, seolah tidak ada yang menghalangi!
"Terlalu lemah!" ejek Chen Si dari dalam. "Kalian cuma pengganggu kecil!"
Kemunculan Raja Harimau
Tiba-tiba, sebuah bayangan raksasa melompat dari tanah menembus awan!
Itu adalah seekor Harimau Putih raksasa dengan garis-garis emas di tubuhnya. Matanya merah menyala, dan aura yang dipancarkannya setara Kaisar Surgawi Tengah!
"MANUSIA SOMBONG! INI WILAYAH KU! BERANI KAU MELEWATI DENGAN KERETA MEWAH BEGINI! SERAHKAN SEMUA HARTA DAN DIRI KALIAN SEBAGAI MAKANAN KU!"
Suara Harimau Putih itu bergema seperti guntur. Ia mengayunkan cakar raksasanya, menciptakan gelombang energi seukuran danau yang menghantam kereta Chen Si!
BOOMMM!!!
Ledakan besar terjadi, asap dan debu menutupi pandangan.
Para binatang buas lain tertawa puas. "Hahaha! Tembok pelindungnya pasti hancur! Raja Harimau terlalu kuat!"
Namun...
Saat asap menghilang, kereta itu masih utuh! Bahkan tidak ada goresan sedikitpun!
Pintu kereta terbuka perlahan. Chen Si melangkah keluar, berdiri di atap kereta sambil memasukkan tangan ke saku celananya.
"Binatang buas yang banyak omong," kata Chen Si malas. "Kau mengganggu tidurku. Hukumannya mati."
Dominasi Mutlak
"Berani meremehkan Raja Harimau Putih Aku?!" Si Harimau marah besar. "Mati kau!!"
Ia menyerang lagi, kali ini menggunakan seluruh kekuatannya. Tubuhnya bersinar terang, berubah menjadi energi murni yang membentuk harimau raksasa setinggi seribu meter!
"TEKNIK TERAKHIR: BANJIR ENERGI HARIMAU!"
Gelombang energi itu menutupi langit, siap menghancurkan segalanya!
Chen Si menghela napas. Ia tidak mau main-main lagi.
"Mata Naga: Pandangan Kebenaran!"
SREET!
Dua sinar emas menembus keluar dari mata Chen Si!
TRANG!!!
Serangan raksasa si Harimau itu terbelah dua tepat di tengah! Energi itu terpisah ke kiri dan ke kanan, menghantam gunung di kejauhan hingga meledak, tapi tidak menyentuh Chen Si sedikitpun!
Wajah Harimau Putih berubah ketakutan. Ia bisa merasakan bahwa pemuda di depannya ini... adalah predator alami mereka!
"Kau... kau..."
"Kau punya dua pilihan," kata Chen Si dingin. "Satu, jadi tunggangan dan pengawal pribadiku sampai ke Ibu Kota. Dua, kubunuh sekarang, lalu kupakai kulitmu jadi karpet."
Tekanan membunuh Chen Si meledak keluar. Si Harimau raksasa itu langsung gemetar hebat, tubuhnya mengecil kembali menjadi ukuran normal, lalu jatuh berlutut di udara!
"Hamba... Hamba mau jadi pengawal! Jangan bunuh hamba, Dewa Agung!"
Pusar Energi Rahasia
Dengan adanya Raja Harimau Putih sebagai pengawal depan, perjalanan menjadi jauh lebih lancar. Binatang buas lain yang melihat tuannya tunduk, langsung lari ketakutan jauh-jauh.
Beberapa hari kemudian.
Saat melewati sebuah lembah yang tertutup kabung tebal, Chen Si tiba-tiba mengerutkan kening.
"Berhenti!" perintahnya.
Kereta langsung berhenti di udara.
"Ada apa, Yang Mulia?" tanya Leng Tian.
Chen Si menunjuk ke bawah ke arah lembah yang gelap itu. "Kalian tidak merasakannya? Ada aliran energi yang sangat murni dan kuno dari bawah sana. Rasanya... seperti sisa-sisa energi dari zaman purba."
Mata Chen Si berbinar. "Dan baunya... ada campuran aroma herbal langka! Sepertinya ada peninggalan kuno atau gua harta di bawah sana!"
Menuruni Lembah Terlarang
Mereka semua turun ke tanah. Kabung di lembah itu sangat tebal, bahkan penglihatan spiritual level Raja pun sulit menembusnya. Namun bagi Chen Si, ini tidak ada apa-apanya.
"Api Roh: Terang Benderang!"
Sebuah bola api biru muncul di tangan Chen Si, menerangi jalan setengah kilometer di depan mereka.
"Berjalan mengikuti jejak kakiku. Jangan sentuh apa pun sembarangan," perintah Chen Si.
Mereka berjalan menyusuri lereng curam. Semakin ke bawah, udara semakin panas dan padat dengan energi. Tanah di sini berwarna hitam pekat, dan tumbuh-tumbuhannya berwarna merah darah.
Tiba-tiba, Raja Harimau Putih berhenti dan menggeram rendah.
"Tuan... Hamba merasakan ada sesuatu yang sangat kuat tidur di sana. Hamba merasa takut..."
Chen Si tersenyum. "Justru itu yang kita cari."
Di depan mereka, di dasar lembah, terdapat sebuah bangunan reruntuhan yang sangat besar! Bukan terbuat dari batu biasa, tapi dari kristal ungu yang sudah tertutup lumut zaman. Di tengah reruntuhan itu, ada sebuah pilar tinggi yang memancarkan cahaya lembut.
"Itu... Itu Pusar Bumi!" jerit Murong Zhan tak percaya. "Legenda mengatakan bahwa di tempat ini terkunci energi alam semesta yang tak habis-habis! Dan di sana... lihat itu!"
Di sekitar pilar itu, tumbuh ratusan tanaman obat! Ada yang berwarna perak, ada yang berbentuk naga kecil, dan ada yang mengeluarkan suara nyanyian!
"Itu Ginseng Umur 100.000 Tahun! Itu Jamur Cahaya Surgawi! Bahkan ada Akar Naga Ungu!" Chen Si hampir tidak bisa menahan kegembiraannya. "Dengan bahan-bahan ini, aku bisa membuat Pil Transendensi! Cukup untuk membuatku langsung melompat ke level Kaisar Puncak!"
Penjaga Reruntuhan
Namun, saat Chen Si hendak melangkah mendekati tanaman-tanaman itu, tiba-tiba tanah bergetar hebat!
GRRRRR...
Dari dalam reruntuhan bangunan, keluar sebuah sosok raksasa yang terbuat dari batu dan tanah. Tingginya puluhan meter, memiliki empat tangan dan kepala banteng!
Itu adalah Golem Tanah Suci, penjaga yang diciptakan ribuan tahun lalu!
"PENYUSUP... JANGAN MENYENTUH... WARISAN... DEWA..."
Suaranya berat dan bergema, seperti datang dari bawah tanah. Golem itu mengangkat tongkat raksasanya, siap menghancurkan siapa saja yang mendekat!
Leng Tian dan yang lain siap bertarung, tapi Chen Si mengangkat tangan menghentikan mereka.
"Kalian mundur. Ini bukan pertarungan kekuatan. Ini adalah ujian kuno."
Chen Si melangkah maju sendirian menghadapi monster batu setinggi gedung itu.
"Penjaga tua... Aku bukan pencuri. Aku adalah pewaris Darah Naga. Aku datang untuk mengambil apa yang memang seharusnya menjadi milikku."
Chen Si mengeluarkan liontin keluarga dari dadanya. Liontin itu bersinar terang emas!
Saat cahaya liontin itu menyentuh tubuh Golem Batu...
KRAK... KRAK...
Retakan muncul di tubuh batu itu. Mata merah Golem itu perlahan berubah menjadi emas.
"Di... Deteksi... Darah... Sah..."
Golem raksasa itu perlahan berlutut! Tongkatnya jatuh ke tanah menimbulkan debu tebal!
"Silakan... Tuan... Warisan... milikmu..."