Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: KEBANGKITAN SANG NAGA HITAM
Suasana di arena menjadi mencekam. Aura yang dipancarkan Long Ao setelah bertransformasi begitu ganas dan panas, seolah-olah sebuah gunung berapi siap meledak kapan saja. Tubuhnya membesar, otot-ototnya menonjol keras, dan matanya berubah menjadi merah darah. Tato naga di punggungnya seolah hidup dan bergerak mengikuti aliran energinya.
"HAHAHA! Rasakanlah! Ini adalah kekuatan sejati dari garis darah keluarga kami! Teknik Transformasi Naga Iblis! Dengan ini, aku bisa melawan bahkan orang di level di atasku!" teriak Long Ao. Ia mengangkat pedang emasnya yang kini diselimuti api ungu. "Raymond! Kau pikir dengan sedikit trik dan pil ajaib kau bisa mengalahkanku? Kau salah besar! Aku adalah putra surga, sedangkan kau hanyalah tikus yang bersembunyi di lubang!"
Long Ao melompat tinggi ke udara. Energi di sekitarnya berputar kencang membentuk pusaran badai.
JURUS PAMUNGKAS: PEDANG NAGA YANG MEMAKAN MATAHARI!
Ia mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah dengan seluruh tenaga yang ia miliki. Sebuah tebasan energi raksasa seukuran rumah, berbentuk kepala naga raksasa, meluncur turun menghantam Raymond! Udara di depannya terbelah, tanah retak, dan debu beterbangan ke mana-mana. Kekuatan serangan ini cukup untuk menghancurkan seluruh bangunan di dalam akademi sekalipun!
Penonton menahan napas. Beberapa yang duduk di depan bahkan sudah menutup mata, mengira Raymond akan hancur berkeping-keping.
"MATILAH!!" teriak Long Ao penuh kemarahan dan kesombongan.
Namun, di bawah bayang-bayang kematian itu, Raymond tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Wajahnya justru tenang, terlalu tenang. Ia bisa merasakan bahwa teknik lawannya memang kuat, sangat kuat. Tapi ada satu kekurangan fatal.
"Terlalu berisik, dan terlalu boros energi," bisik Raymond pelan.
"Nak, ini saatnya. Jangan tahan lagi. Tunjukkan pada mereka apa itu kekuatan sejati Darah Naga Kuno! Lepas segelnya!" perintah Zhuo Yi dengan semangat berkobar.
"Baik, Kakek!"
Raymond perlahan menutup matanya. Ia tidak mengangkat pedangnya untuk bertahan. Sebaliknya, ia meletakkan tangannya di dada, tepat di atas jantungnya.
"Darah Naga... bangunlah!"
DUG... DUG... DUG...
Suara detak jantung yang sangat keras terdengar bukan hanya di telinga Raymond, tapi melayang hingga ke seluruh stadion! Seperti genderang perang kuno yang dibunyikan ribuan tahun lalu.
Tiba-tiba...
ROAAAAARRR!!!
Suara auman naga yang sangat nyaring dan menggetarkan jiwa terdengar menggema di langit. Aura yang tadinya merah menyala dari tubuh Raymond tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat diselingi garis-garis emas!
Cahaya hitam itu meledak keluar!
Di punggung Raymond, bayangan siluet seekor naga raksasa dengan sisik hitam dan tanduk emas muncul samar-samar di belakangnya. Matanya yang tadinya hitam pekat kini berubah menjadi vertikal seperti mata ular naga, bersinar dengan cahaya keemasan yang menakutkan.
Tubuhnya tidak membesar seperti Long Ao, tapi setiap inci ototnya terdefinisi sempurna, padat dan memancarkan kekuatan yang padat layaknya logam tua.
MODE: NAGA HITAM TERBANGUN!
Kekuatannya melonjak drastis dari Alam Asal Level 1 langsung menembus ke Alam Asal Level 3 Puncak! Bahkan tekanan energinya terasa lebih berat dan kuno dibandingkan Long Ao!
"APA?!" Long Ao yang sedang di udara terbelalak kaget. Aura Raymond membuatnya merasa dingin, seolah ia bukan lagi berhadapan dengan manusia, tapi dengan dewa pembunuh purba! "GIMANA BISA?! ENERGINYA LEBIH KUAT DARIPADAKU?!"
Tebasan energi raksasa milik Long Ao akhirnya mendarat tepat di atas kepala Raymond.
BOOOOOOMMMMM!!!
Ledakan dahsyat terjadi! Asap hitam dan debu menutupi seluruh area pertandingan. Tidak ada yang bisa melihat apa-apa.
"Berhasil! Tuan Muda Long Ao menang!" teriak pengikutnya.
"Tunggu! Lihat itu!" teriak seseorang.
Perlahan, asap dan debu itu tersapu oleh angin kencang yang muncul entah dari mana.
Di tengah kawah besar yang terbentuk akibat ledakan tadi, Raymond berdiri tegak. Ia hanya mengangkat tangan kirinya santai. Sebuah perisai berbentuk kepala naga kecil terbentuk dari energi murni di depannya. Serangan mematikan tadi... tidak bisa membuatnya mundur bahkan satu inci pun! Tidak ada goresan sedikitpun di tubuhnya!
"Kau sudah selesai?" suara Raymond bergema, dingin dan datar namun terdengar jelas di setiap sudut arena. "Kalau sudah... giliranku."
Raymond mengangkat Pedang Bayangan Naga-nya. Bilah pedang hitam itu bersinar terang, seolah bersorak melihat tuannya melepaskan kekuatan penuh.
"Long Ao, kau bicara soal teknik naga? Kau bicara soal garis darah? Dengarkan baik-baik..."
Raymond melangkah maju. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar.
"Yang kau punya hanyalah tiruan murahan. Sedangkan aku... adalah rajanya!"
WUSH!
Raymond menghilang. Kecepatannya sekarang melebihi batas suara! Long Ao bahkan tidak sempat mengedipkan mata.
"Di belakangmu!" teriak Zhuo Yi.
Long Ao panik dan segera memutar tubuhnya mengangkat pedang untuk bertahan.
TRANGGGGG!!!
Pedang Hitam bertemu Pedang Emas.
Namun kali ini, hasilnya berbeda.
KRAAKK!!
Pedang emas buatan terbaik yang dimiliki Long Ao... retak! Lalu pecah berkeping-keping! Hancur oleh kekuatan murni yang tak tertandingi!
"AAAAHHH!!" Guncangan keras membuat lengan Long Ao terasa remuk. Ia terlempar mundur teratur, darah memuncrat dari mulutnya.
Ia jatuh tersungkur di tanah, menatap Raymond yang berjalan mendekat perlahan dengan tatapan membunuh.
"Kau... kau monster... kau bukan manusia..." Long Ao gemetar ketakutan. Kesombongannya lenyap seketika digantikan oleh teror murni.
"Aku tidak mau membunuhmu di sini," Raymond berhenti tepat di depannya, menancapkan pedangnya ke tanah. "Tapi ingat ini. Jangan pernah menginjak orang lain hanya karena kau merasa hebat. Karena suatu hari, kau bisa saja berhadapan dengan seseorang yang jauh berada di atas alam mu."
Raymond mengangkat kakinya, lalu...
BUK!
Ia menendang dada Long Ao dengan tenaga terukur.
Long Ao terbang melintasi arena, keluar dari batas pertandingan, dan jatuh pingsan di luar garis.
"Pemenangnya... RAYMOND DAN KELAS F!!!" teriak wasit dengan suara bergetar, hampir tidak percaya.