NovelToon NovelToon
SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Guntur Abimanyu, seorang CEO muda yang hampir berumur 30 tahun dipaksa untuk menikah tapi tidak ingin menikah.

"JIKA AKU MENIKAH HANYA UNTUK MENGHASILKAN ANAK, AKU BISA LAKUKAN SEKALI TEMBAK KEPADA WANITA MANAPUN! JADI TIDAK PERLU MENIKAH" serunya kepada kakek serta ayah ibunya.

Rustam sang kakek yang memegang kendali perusahaan ingin cucu laki laki satu satunya ini segera menikah. Begitupun Randi dan Ela, orang tua Guntur juga ingin segera menikahkan putra sulungnya itu.

"Baiklah kalau begitu, buktikan kemampuan menembak benihmu kepada wanita yang kakek dan orang tuamu pilih" ucap sang kakek.

"OKE SIAPA TAKUT!!" seru Guntur menerima tantangan.

Tapi ternyata takdir berkata lain, setelah kesepakatan ini dibuat, Guntur bertemu dengan wanita yang meninggalkannya dengan cinta terdalam.

Jadi siapa yang menang dalam taruhan keluarga ini? Apakah wanita yang kembali datang atau wanita yang dipilihkan kakek serta orang tuanya, mampu membuat Guntur membuktikan keperkasaannya? Baca novel ini dan dukung terus yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINGSAN DI DEPAN KLIEN

Pekerjaan Ratih dan Gina untuk memasarkan panel surya sukses dalam 3 minggu ini berhasil menjual 95 ribu panel surya. Kurang 5 ribu panel surya lagi yang harus dijual oleh Ratih untuk memenuhi misi kakek Rustam Abimanyu.

Dalam 3 minggu ini sudah terjadi sesuatu hal besar yaitu Yulanda dinikahkan dengan Faris karena kehamilannya diketahui oleh keluarga Argomuro. Meskipun ternyata amarah besar dari keluarga itu, mereka tidak tega untuk menyakiti calon nyawa yang mengalir darah keluarga sendiri.

Guntur bernafas lega karena ibunya, Ela, tidak bisa menjodohkan nya dengan putri keluarga Argomuro itu.

"Aku gak menduga putri keluarga kaya dan terkenal seperti keluarga Argomuro tidak bisa mendidik putrinya untuk menjaga diri" omelnya sendiri pada sang suami alias Randi Abimanyu.

Mereka kini sedang bersantai di halaman belakang rumah mereka. Kakek Rustam sedang ke perusahaan bersama Guntur untuk meeting dan menghadiri pernikahan Yulanda Faris.

Sebenarnya Ela diundang namun enggan untuk datang. Randi hanya ikut keputusan sang istri.

"Mami gak usah ngomong gitu, anak kita juga udah otw hamilin anak orang lain. Kita sebagai orang tua juga gak bisa didik anak laki laki dong" kompor Randi.

"Ih papi, kok optimis banget bakal jadi anak tuh benih? Cuma sekali coba mana bisa? Kita aja nyoba setahun kan baru dapet Guntur" ujar Ela.

"Ya mana tau. Guntur aja optimis positif tuh isi perut Ratih. Udahlah mami, anak muda gak bisa dilarang laranb gak jelas begini. Pilihan Guntur itu udah yang terbaik buat dia" ucap Randi.

"Tapi loh Ratih itu wanita gak berkelas, miskin, dan papi tau keluarganya seperti apa? Bapak sama kakak laki lakinya itu tukang judi" sahut Ela dengan meluap luap.

"Yakan bapak sama kakak laki lakinya, bukan Ratihnya. Papi juga tau kalau Ratih di Jakarta ini sama ibunya. Jangan kira papi diem aja ya buat cari tau keluarga serta kehidupan Ratih. Papi udah cari tau semuanya" jelas Randi membuat Ela terkejut.

"Papi juga nyari info tentang wanita itu?" tanya Ela tak percaya.

"Ya iyalah, calon mantu" jawab santai Randi sambil menyeruput tehnya.

"Papi selalu aja bela Ratih. Apa istimewanya dia sih?" kesal Ela.

"Istimewa nya dia adalah mampu membuat putra kita jatuh cinta. Aku senang anak kita menemukan tujuan hidupnya" sahut Randi.

"Bener bener ya papi gak mikirin hati mami. Ratih ratih terus yang dibela" rajuk Ela.

"Gak bela Ratih, cuma mami itu yang selalu mikir jelek soal dia. Ayolah kasih kesempatan dia jadi wanita baik. Lagipula seminggu lagi misinya selesai dan sekarang udah 95ribu panel surya yang bisa dijual, siap siap aja 5ribu lagi habis itu jadi mantu kita tuh Ratih" goda Randi.

Makin cemberut lah Ela.

"Huh, semuanya membela dan mendukung dia. Aku sendiri ya mana bisa menang lawan kalian" ucapnya menyerah sambil menyeruput minumannya.

"Hahahhahaa akhirnya istriku luluh juga" sahut Randi.

"Bukan luluh ya tapi rasional. Kalaupun mereka nikah pun, aku belum tentu menerima wanita itu jadi mantuku" ujar Ela.

"Meskipun ngasih kita cucu?" pancing Randi.

"Kalau gak mirip Guntur, aku gak mau nerima anak mereka" ucap Ela.

Makin keraslah tertawa Randi.

"Hahahahhaa aduh sayang, kamu ini yaaa bikin aku tertawa pagi pagi" ujarnya.

"Hiks..apanya yang lucu, kamu aja yang receh, Mas" ucap Ela.

Keduanya pun lanjut ngobrol yang lain.

Di tempat lain, lebih tepatnya di wilayah Sulawesi, kini Ratih dan Gina datang ke perusahaan customer. PT Sulawesi Bersama memberikan penawaran untuk 10ribu panel surya. Ya senanglah Ratih, jika dirinya akan berhasil menyelesaikan misi sebelum satu bulan, lebih dari target lagi.

Tapi saat ditengah tengah meeting, Ratih yang sedang presentasi mendadak pusing dan pingsan.

Semua orang panik, termasuk CEO perusahaannya yang bernama Kino.

"Ayo bawa Bu Ratih ke mobilku, aku akan bawa ke rumah sakit" ucapnya.

"Kalian selesaikan saja dealingnya ini dengan Bu Gina" lanjutnya membuat Gina tak bisa ikut mengantar Ratih dan melanjutkan meeting dealing dengan anak buah Kino lainnya.

Terlihat Kino seperti orang bukan asli Indonesia, dari wajah serta namanya Kino Putra Yasimana, ada keturunan Jepangnya. Dia tampan dan tinggi.

Sesampainya di rumah sakit, Kino menggendong Ratih dan menjadi sorotan orang orang disana.

"Wah ganteng banget!"

"Siapa dia ya?"

"Wah beruntung sekali wanita itu digendong pangeran tampan?"

"Pria idamanku. Siapa ya?"

Banyak omongan yang terdengar di UGD memuji keberadaan Kino hingga Ratih diberikan kepada perawat dengan diletakkan di brankar.

Berdiri di luar bilik pemeriksaan saja, Kino menjadi incaran pandangan para wanita termasuk perawat serta dokter muda.

Setelah beberapa saat menunggu, Kino dipersilahkan masuk. Ratih sudah siuman.

"Anda suaminya?" tanya si dokter to the point.

"Bukan dok, saya teman kerjanya" jawab Kino lebih dahulu karena Ratih terlihat akan menjawab juga.

"Oh baik kalau begitu, mohon tunggu diluar saja ya" ucap dokter.

Kino menurut.

Didalam bilik pemeriksaan, Ratih diberikan diagnosa dari dokter.

"Sepertinya anda sedang mengandung, bu" ucap dokter tersebut.

"Ha..hamil?" tanya Ratih tak percaya.

"Benar. Tapi lebih baiknya dipastikan di dokter kandungannya ya agar bisa melihat kondisi secara menyeluruh" jawab dokter.

"Baik, dok. Terima kasih" ujar Ratih.

"Akan saya resepkan vitamin saja, bisa ditebus di apotik" ucap dokter dan Ratih tersenyum lalu mengucapkan terima kasih lagi.

Dokter keluar diikuti oleh perawatnya.

Kedua tangan Ratih terangkat ia letakkan di perutnya.

"Benih Mas Guntur benar benar tumbuh disini" batinnya.

Kino masuk saat melihat dokter dan perawat sudah keluar bilik pemeriksaan.

"Anda gapapa Bu Ratih?" tanya Kino.

"Gapapa, Pak Kino. Mohon maaf saya merepotkan dan mengganggu acara meeting kita" jawab Ratih dengan raut wajah penyesalan.

"It's okay. Barusan saya mendapatkan panggilan dari asisten saya bahwa meeting selesai dengan dealing 10 ribu panel surya dikirim bulan depan" ujar Kino.

Raut wajah Ratih langsung sumringah.

"Kata dokter kamu kenapa?" tanya Kino penasaran.

Ratih terlihat bingung menjawab dan Kino menyadari hal itu.

"Oh saya mengerti. Tidak perlu dijawab, yang penting anda kembali sehat, sudah melegakan untuk saya" ucap Kino lagi yang pintar membaca situasi.

"Terima kasih atas pengertiannya, Pak Kino. Wanita yang akan menjadi istri anda akan beruntung" puji Ratih.

"Sebenarnya, sejak saya tadi melihat anda masuk ke ruang meeting, saya berharapnya anda yang bisa menjadi wanita beruntung itu, ternyata anda sudah ada yang punya" ujar Kino terus terang.

Blush!

Mendadak Ratih tersipu malu.

"Ah bercandaa, jangan diambil hati ya Bu Ratih" lanjut Kino.

Ratih hanya bisa senyum getir saja.

"Yasudah, saya urus administrasinya dulu. Beristirahat lah disini" ucap Kino.

"Tidak perlu, Pak Kino. Biar saya saja yang mengurusnya, habis ini saya sudah boleh keluar kok. Anda bisa kembali ke perusahaan dan nanti saya akan menyusul menggunakan taxi" minta Ratih.

Jelas Kino menolak.

"Tidak perlu sungkan. Selama rekan kerja saya berada disini dari luar kota ataupun luar pulau, sudah tanggung jawab saya untuk memberikan fasilitas terbaik. Tunggu saja disini" paksa CEO Sulawesi Bersama ini.

Ratih tak bisa berkata apa apa. Tubuhnya masih lemas dan belum mendapatkan lampu hijau untuk turun brankar. Kini ada nyawa baru yang harus ia jaga juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!