Tak ada orang baik
Yang tak punya masa lalu
Dan tiada orang jahat
Yang tak punya masa depan
Lihatlah yang kelam dari sudut pandang benderang
Niscaya pelita hatimu tak akan temaram..
Seperti itu lah aku memandang Ariana...
Tidak peduli ia seorang simpanan sekalipun
-Krisna-
****
Aku tidak berharap dia mencintaiku, aku hanyalah seorang wanita simpanan. aku tidak suci dan tidak pantas untuk aktivis sepertinya. Aku tidak ingin ia berada di dalam hidupku yang rumit, tapi sebaliknya pria itu semakin mendekatiku. Bahkan disaat dia tahu aku adalah seorang pelacur, dia tetap mendekatiku.
"Aku mencintaimu, tapi aku tidak pantas untukmu." Ariana Putri
Created: 2 October 2017
Finished: 7 Februari 2019
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Ariana membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah ruangan putih. Dirinya masih hidup, bukannya dia seharusnya mati. Ariana memejamkan matanya, ia merasa tak ada gunanya lagi untuk hidup. Siapa yang menyelamatkannya? Batin Ariana berbisik. Apakah Krisna yang menyelamatkannya?
Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Krisna. Ia tak menemukan pria itu, hatinya sedikit kecewa. Di hati kecilnya ia ingin pria itu ada disini sambil menggenggam tangannya. Ia merindukan pria itu.
Baru saja Ariana akan memejamkan matanya, suara langkah kaki mendekatinya. Ariana terdiam melihat Krisna berjalan ke arahnya. Namun reaksi Krisna yang seperti tidak senang melihatnya, membuat nyalinya ciut. Ia gugup saat pria itu menatapnya tajam. Apa pria itu membencinya? Apa pria itu sudah tidak mencintainya lagi?
Tidak ada lagi tatapan cinta. Tak ada lagi kelembutan dari pria itu. Ariana sesak merasakan itu, rasanya hidupnya sudah tak ada artinya lagi.
Krisna berdiri di samping ranjangnya. Matanya terus menatapnya tapi tak ada satupun ucapan yang keluar dari sana. Terasa hening tanpa ada suara. Ariana tidak berani menyapanya, ia diam.
Krisna berbalik ingin beranjak pergi. Saat itulah Arian memberanikan diri menggapai kemeja Krisna, ia menariknya mendekat membuat langkah Krisna berhenti.
"Jangan pergi." Ujar Ariana lirih, suaranya masih terasa serak. Ia menangis mengharapkan pria itu tidak pergi.
Krisna langsung mencium tangan Ariana. "Jangan lakukan itu lagi." Krisna tidak bisa menyembunyikan marahnya.
"Kamu tahu aku marah! Aku tidak suka! Dan aku akan membenci kamu jika mencoba untuk meninggalkan aku dengan cara apapun."
"Aku tidak pernah bisa membayangkan jika aku harus kehilangan kamu. Jika aku harus hidup tanpa kamu. Bisakah kamu merasakannya? Atau kamu yang selama ini tidak pernah mencintaiku?" Ariana menggeleng, ia sangat mencintai Krisna pria yang memberikan cahaya di hidupnya yang gelap. Pria yang berusaha menuntunnya menuju cahaya.
"Kamu tahu bukan bunuh diri itu dosa. Dan bisa-bisanya kamu mengerjakan dosa yang akan membuat kamu di benci Allah. Apakah kamu sudah siap menghadap Tuhan dengan membawa dosa. Aku tidak bisa membayangkan itu, membayangkan wanita yang aku cintai dibenci Tuhannya. Kamu tahu hidup itu luka, meskipun kamu pikir hidupku bahagia tapi aku tak akan pernah bahagia jika aku melihat orang yang aku cintai terluka. Maka aku juga akan ikut terluka." Ujar Krisna sedih, ia berharap Ariana menyadari kata-katanya. Ia ingin Ariana berubah menjadi lebih baik.
"Kau hanya perlu percaya padaku. Ariana." Krisna hanya perlu Ariana mempercayainya.
"Aku akan selalu melindungi, apapun caranya. Kamu bisa mempercayaikukan?" Ariana mengangguk tak yakin tapi melihat wajah Krisna yang sungguh-sungguh menumbuhkan sedikit rasa percayanya.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi." Ujar Krisna mencoba menenangkan Ariana Ia ingin melindungi gadis ini dengan sekuat tenaga. Tidak peduli apapun yang terjadi. Ia akan berusaha melakukan itu demi gadis ini. Ariana adalah anugrah terindah yang pernah tuhan berikan pada nya dan dia tidak akan membiarkan air mata mengalir pada gadis ini.
"Ibu," ujar Ariana.
"Aku sudah mengurus pemakamannya. Kita bisa menemuinya jika kamu sudah sembuh. Kita akan kepemakamannya bersama."
"Love you.." ujar Ariana.
Krisna tersenyum mendengar itu, ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya lagi. Karena Ariana sudah berada di sampingnya. Gadis yang ia cintai.
terbawa suasana.. memang benar, menikah karena surga Allah.. itu rasa nya beda, walau pahit di jlni, tp kita bisa pasrah..
terserah bagaimana Allah menjadikan kita seperti apa..
lanjut dong tor