NovelToon NovelToon
Pewaris Tubuh Suci Legendaris

Pewaris Tubuh Suci Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Roh Supernatural
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Pewaris Tubuh Suci Legendaris adalah novel fantasi kultivasi yang mengikuti perjalanan Shou Wei, seorang pemuda yang sejak kecil dianggap biasa, lemah, dan tidak menonjol, tetapi ternyata menyimpan rahasia besar dalam tubuhnya. Di balik kehidupannya yang penuh penindasan dan kehilangan, tersimpan benih kekuatan langka yang perlahan membawanya ke jalan berbahaya: jalan warisan kuno, formasi legendaris, tubuh naga, dan konflik antar dunia.

Cerita ini menyuguhkan banyak tempat skala dunia: sekte-sekte manusia, negeri demon, pulau-pulau melayang, kerajaan asing, hingga dunia lain yang memiliki teknologi, formasi, dan kekuatan jauh melampaui bayangan manusia biasa. Pertarungan yang dihadapinya bukan lagi sekadar soal hidup dan mati, melainkan soal masa depan banyak dunia.

Perpaduan cerita antara kultivasi, pertarungan, formasi, warisan kuno, intrik politik, dunia demon, perjalanan lintas dunia, dan rahasia takdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Kantong Kulit

Saat mereka tiba di Lanhe City, matahari sudah condong.

Lan Xue menunggu di ruang dalam rumah lelang.

Ia mendengarkan laporan tanpa menyela.

Han Lu berbicara singkat.

Qiao Sen menambahkan detail teknis.

Ming Yue hanya memberi bagian yang perlu.

Lan Xue mendengarkan semuanya dengan wajah tenang, hampir terlalu tenang.

Ketika laporan selesai, matanya jatuh ke Shou Wei.

“Kau kalah,” katanya.

Tidak ada upaya menghibur.

Tidak ada pembungkus kata.

“Ya,” jawab Shou Wei.

“Bagus.”

Han Lu menoleh sedikit.

Bahkan Qiao Sen mengangkat alis tipis.

Lan Xue melanjutkan dengan nada sama datarnya, “Lebih baik kau tahu rasa kalah sekarang, saat masih bisa pulang hidup-hidup, daripada nanti saat sudah terlalu sombong untuk diselamatkan.”

Kalimat itu masuk lebih dalam daripada luka di dadanya.

Lan Xue menatapnya lebih lama. “Hari ini kau melihat dengan mata sendiri batas antara bakat dan kekuatan. Simpan baik-baik rasa itu.”

Shou Wei tidak menunduk.

Ia menerimanya utuh.

Lan Xue lalu berkata lagi, lebih rendah, “Aku bisa memberimu kitab, tempat tinggal, modal, dan bayangan. Tapi aku tidak bisa menggantikan kultivasimu. Itu tetap harus kau bangun sendiri.”

Ruangan sunyi.

Shou Wei merasakan sesuatu mengeras di dalam dirinya.

Bukan amarah.

Bukan dendam.

Tapi tekad yang lebih berat.

Ia telah melihat rahasia sungai tua.

Ia telah melihat Wei Kuan bergerak lebih cepat.

Ia telah merasakan sendiri pukulan yang membuat tubuhnya sadar betapa kecilnya dirinya.

Dan sekarang ia tahu dengan pasti:

kalau ingin berhenti menjadi orang yang diselamatkan, ia harus menjadi orang yang cukup kuat untuk menyelamatkan jalannya sendiri.

Lan Xue akhirnya memalingkan tatapan. “Pergi rawat lukamu. Besok kau tetap bekerja. Tapi mulai malam ini, porsi kultivasimu digandakan. Kalau perlu bahan qi air, minta pada Qin Mo. Aku izinkan.”

Itu bukan kelembutan.

Itu investasi.

Tapi malam itu, untuk pertama kalinya, Shou Wei merasakan bahwa kekalahan ini mungkin lebih berharga daripada kemenangan kecil di Stone Reed Town.

Karena kini rasa kurang itu tidak lagi samar.

Ia nyata.

Ia tajam.

Ia hidup di tulang dan dadanya.

Dan rasa itu akan memastikan satu hal:

Shou Wei tidak akan pernah puas hanya jadi bocah yang punya mata bagus untuk formasi.

Ia akan memaksa dirinya naik lebih tinggi.

Lebih giat.

Lebih keras.

Lebih cepat.

Dan ada satu hal yang aneh di sungai, sesuatu yang memanggilnya, seperti suatu tanda.

Dua minggu berlalu seperti api kecil yang terus dijaga agar tidak padam.

Sejak kekalahan di Broken Reed Bend, hidup Shou Wei di Courtyard Seven berubah menjadi sesuatu yang lebih keras dan lebih teratur. Pagi ia bekerja untuk paviliun timur: memilah broken plates, menilai utility scraps, dan sesekali membantu Qin Mo memeriksa barang-barang kecil yang terlalu merepotkan bagi penilai senior. Siang ia tidur singkat atau membantu Han Lu memeriksa barang sungai yang belum berani dilepas ke pasar terbuka. Malam sepenuhnya milik kitab kuno, latihan formasi, dan kultivasi.

Lan Xue menepati janjinya.

Pelat latihan tingkat rendah datang tepat waktu.

Batu roh atribut air dikirim dalam jumlah kecil tapi stabil.

Bahkan satu baskom batu dingin qi-air diletakkan di ruang kerjanya untuk membantu pernapasan malam.

Ia juga menepati ancamannya.

Tidak ada kelonggaran.

Tidak ada pujian berlebihan.

Tidak ada rasa aman palsu.

Setiap tiga hari, Qin Mo datang dan hanya menanyakan satu hal:

“Hasil?”

Kalau hasilnya nyata, bahan baru datang.

Kalau hasilnya mandek, tatapan lelaki itu jadi lebih dingin.

Shou Wei tidak keberatan.

Dalam dua minggu itu, ia membuka lebih banyak simbol dari kitab kuno.

Masih lambat.

Masih setengah tebakan.

Tapi cukup untuk membuat satu lompatan besar.

Awalnya ia hanya berhasil membuat:

kabut pengabur lebih stabil,mark penahan lembap yang lebih tahan qi liar,dan satu soft-sound array kecil yang cukup bagus untuk laci atau peti halus.Semua itu laku.

Semua itu berguna.

Tapi tidak cukup untuk memuaskan Lan Xue atau rumah lelang dalam jangka panjang.

Lalu, pada malam kedelapan, ia menemukan satu diagram yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat.

Bukan formasi besar.

Bukan formasi tempur.

Melainkan pola berlapis yang digambar pada wadah lentur—bukan pelat logam atau kayu kaku.

Awalnya ia tidak mengerti.

Namun setelah membandingkannya dengan simbol-simbol baru yang berhasil ia pecahkan, ia sadar bahwa inti diagram itu bukan untuk menyembunyikan benda, melainkan melipat ruang kecil di dalam batas material tertentu.

Bukan storage ring sejati.

Bukan artefak ruang tingkat tinggi.

Tapi sesuatu di tengah:

partial storage pouch.

Shou Wei membaca ulang halaman itu sampai hampir fajar.

Lalu ia gagal dua hari penuh.

Kulit biasa tidak mampu menahan simpul ruang.

Qi terlalu liar akan membuat pola runtuh.

Salah satu simpul bahkan meledak kecil dan membakar ujung meja rendahnya.

Namun justru karena itu, saat keberhasilan pertama datang, ia langsung tahu nilainya tidak kecil.

Ia menggunakan dua lembar kulit beast air yang dibeli Qin Mo dari gudang lama rumah lelang. Kulit itu cukup lentur, cukup tahan qi air, dan tidak terlalu keras untuk diukir dengan jalur halus. Pada kedua sisi bagian dalam, ia menggambar pola setengah lingkar yang saling mengunci, lalu menyatukannya di bagian mulut kantong dengan tiga node lipat ruang yang hampir tak terlihat.

Aktivasi pertama membuat seluruh kantong mengkerut dan mati.

Aktivasi kedua membuat ruang di dalamnya terbuka... lalu runtuh sepersekian napas kemudian.

Baru pada percobaan ketiga, dengan bantuan simbol stabilkan dari kitab kuno dan satu jalur melingkar tambahan yang ia modifikasi sendiri, ruang tipis di dalam kantong itu bertahan.

Kecil.

Sangat kecil.

Namun nyata.

Kantong yang dari luar hanya cukup memuat dua kepalan tangan, di dalamnya bisa menampung beberapa gulung kain, tiga botol obat, sebilah belati pendek, dan beberapa batu roh tanpa merobek bentuk luarnya.

Shou Wei menatap kantong itu sampai lama sekali.

Lalu membuat yang kedua.

Yang pertama kecil.

Yang kedua sedikit lebih luas.

Keduanya bukan storage treasures kelas tinggi.

Tapi cukup untuk membuat Qin Mo yang biasanya nyaris tak bereaksi, benar-benar mengangkat kepala penuh saat melihatnya.

“Dari kitab?” tanyanya.

“Sebagian.”

Qin Mo memeriksa jahitan, simpul, dan aliran qi pada kantong pertama cukup lama. Lalu untuk pertama kalinya, ia tidak menyembunyikan nada kagum di suaranya.

“Kalau ini dilelang dengan benar,” katanya, “Lanhe City akan mulai menyebut namamu.”

Shou Wei tidak merasa senang.

Ia justru merasa dingin.

Semakin tinggi nilai barang, semakin pendek jarak antara keberuntungan dan bencana.

Namun kali ini, ia memang tidak punya pilihan selain naik.

Qin Mo membawa kedua kantong itu ke Lan Xue malam itu juga.

Dan keesokan paginya, seluruh rumah lelang bergerak sedikit lebih cepat dari biasanya.

1
Muhammad Arsyad
ini...kapan saktinya...lama amat🤭🤭
Simon Semprul
nie cerita pendekar apa misterii si thor /Gosh/
Daryus Effendi
ada b.ingrisnya jadi gak enak bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!