Rachel selalu bermimpi buruk yaitu mimpi ia sedang di penggal dihadapan ratusan orang gaunnya penuh bercak darah. Rasa kekecewaan, rasa kesedihan, dan rasa kebencian menjadi satu.
Tetapi Rachel merupakan seorang gadis mahasiswa. Rachel selalu keheranan kenapa dia selalu bermimpi seperti itu apalagi tempat itu seperti jaman dahulu bukan jama sekarang yang terdapat mobil, pesawat dan gedung pencakar langit.
Suatu hari dia terbangun tetapi terlihat tampak nyata bangunan dengan penuh artefak pada jaman Eropa dulu. Rachel tiba-tiba teringat semua dia tidak bermimpi buruk tetapi itu merupakan hal yang benar-benar nyata dikehidupannya duhulu. Nama ia yang asli adalah Daisy yaitu seorang ratu di kerajaan Trayvon tetapi digulingkan dengan cara keji, licik dan difitnah. Seluruh keluarganya satu-persatu di penggal oleh raja yang bodoh dan seorang perempuan yang ingin menjadi ratu.
Dia memutuskan untuk membalas dendam, tidak akan membiarkan dia perempuan licik menjadi ratu dan melindungi keluarga yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana Flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berburu 2
Melihat Viscountess Annette terkena panah di punggungnya semuanya terlihat histeris.
"Yaa Tuhan.. DOKTER.. CEPAT PANGGIL DOKTER..", ucap Yang Mulia Raja berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Viscountess Annette. Yang Mulia Ratu pun mengikuti Yang Mulia Raja tepat di belakangnya.
"Wanita ituu.. 'menunjuk' yang melakukannya", Teriak seorang Prajurit.
"TANGKAAAP", Teriak prajurit yang lain. Seluruh prajurit dan orang yang menonton berlari untuk menangkap seorang wanita yang kabur ketika panahnya menancap di punggung Viscountess Annette.
Wanita itu tidak bisa lari karena di kepung oleh para penonton. Ia kebingungan kepalanya menengok kanan dan kiri melihat apakah ada celah untuk ia kabur.
Para Perajurit dengan cepat menangkap wanita itu. Kedua tangan wanita itu di pegang perajurit di sisi tangan kanan dan kiri. Wanita itu di seret oleh perajurit untuk menghadap Yang Mulia Raja.
Sedangkan Viscountess Anette berada di atas tandu di bawa kedalam tenda selanjutnya akan di periksa oleh Dokter. Suara tangisan sangat keras mengiringi Viscountess Annette yang di bawa tandu ternyata seorang yang menangis itu ibu dari Viscountess Annette. Tentu saja ibu mana yang tidak menangis melihat anaknya terluka.
Daisy melihat kejadian tersebut langsung berdiri dari tempat duduknya. Daisy sangat terkejut sampai ia membungkam mulutnya nya sendiri. Firasat buruknya benar terjadi.
Wanita yang di tangkap oleh perajurit langsung di seret di hadapan Yang Mulia Raja dalam keadaan berlutut dan di kedua tangannya di pegang erat oleh para Perajurit. Yang Mulia Raja mata nya menyorot wanita itu sangat tajam.
"Angkat kepala mu", ucap Yang Mulia Raja.
"Ampuni aku Yang Mulia", lirih wanita itu.
"ANGKAT", lantang Yang Mulia Raja. Wanita tersebut di dongakkan kepalanya oleh perajurit. Air matanya mengalir deras, mulutnya kelu dan badannya gemetar.
"Kenapa kau melakukan itu? kau tau kan kalau dia Regina yang berarti Calon Ratu kelak.. berani-beraninya KAU", ucap Yang Mulia Raja menahan emosinya.
"A..ampuni aku Yang Mulia saya di suruh oleh se.. seseorang", ucap wanita itu terbata-bata.
"Siapa? kalau kamu berkata jujur nyawa mu selamat kalau kau bohong.. maka nyawa mu hilang", ucap Yang Mulia Raja menantap wanita tersebut.
Badan wanita tersebut gemetar dalam keadaan gemetar dia menengokkan kepalanya dengan pelan ke arah kanan matanya menyoroti pria yang berjaket dan menggunakan topi. Setelah menengok wanita itu kembali menatap Raja.
"Ampuni aku Yang Mulia.. saya tidak bersalah.. saya tidak bersalah..", ucap wanita itu.
Yang Mulia Raja itu melihat kearah pria yang di tunjuk oleh wanita itu.
"Yang Mulia bagaimana mungkin.. Saya berani melakukan perencanaan pembunuhan langsung di hadapan Yang Mulia Raja. Mungkin wanita itu sakit hati karena dia seorang Baroness karena tidak bisa ikut ke dalam seleksi calon Ratu", ucap pria berjaket panjangda bertopi tersebut.
" Benar juga kata mu.. SERET DIA KE PENJARA", ucap Yang Mulia Raja dan membelakangi berjalan kembali ke tempat duduknya meninggalkan wanita tersebut yang masih berlutut.
Perajurit itu menyeret wanita itu keluar dari arena tersebut dan akan di masukkan ke dalam penjara.
"YANG MULIA DIA BERBOHONG.. BOHONG.. YANG MULIAAAA", Teriak wanita tersebut air matanya mengalir deras, badannya berontak, dan terus berteriak minta pengampunan.
Tidak lama kemudian dari kejauhan para pria bangsawan yang mengikuti perlombaan berlari menunggangi kuda. Sudah 3 jam berlalu mereka waktu berburu selesai.
Mereka turun dari kudanya dan menghadap Yang Mulia Raja tapi Yang Mulia Raja sedang merasa cemas, kedua tangannya mengusap mukanya ia takut Viscountess Annette tidak terselematkan.
"Ayah ada apa? sepertinya semua orang disini Sibuk mengobrol satu sama lain.. tidak memperhatikan kita yang datang??", ucap Putra Mahkota kepada Yang Mulia Raja.
Yang Mulia Raja hanya menatap Putra Mahkota dan melihat ke arah depan Yang Mulia Raja melihat Marquez Herry membawa 4 ekor rusa yang memang paling banyak yang dibawa oleh Marquez Herry.
"Sepertinya yang menenangkan perlombaan berburu yaitu Marquess Herry.. tenang saja hadiah akan di kirim kediaman anda.. Saya pamit dulu seperti nya badan saya tidak enak", uca Yang Mulia Raja.
Herry membungkukkan badannya. Semua orang yang ada di arena memberi hormat kepada Yang Mulia Raja dan Ratu yang beranjak keluar dari arena dan menuju kereta kudanya.
Telinga Putra Mahkota sedang dibisikkan oleh Perajurit.
"APA? LADY ANNETTE TERKENA PANAH!!", ucap lantang Putra Mahkota dan langsung berlari menuju ke tempat Viscountess Annette berada bersama dengan perajurit.
Sehingga terdengar jelas. Pria bangsawan yang baru datang terkejut mendengarnya.
Herry mendengar itu langsung mencari adiknya ia khawatir jika adiknya juga terluka.
"Daisy.. kamu tidak papa?", ucap Herry memegang tangan Daisy.
Daisy menganggukkan kepalanya. "Tidak papa", ucap Daisy tersenyum. Herry menghela napasnya. Ia mulai tenang adiknya aman.
Seluruh para penonton dan para bangsawan mereka meninggalkan arena.
***
Lima hari berlalu sejak kejadian tersebut. Viscountess Annette masih dalam keadaan kritis walaupun pengobatan berjalan lancar.
Karena kejadian tersebut Viscountess Annette dengan terpaksa gagal dari seleksi calon Ratu yang tinggal beberapa hari.
"Nona.. kasihan sekali Viscountess Annette", ucap Amber. Daisy dan Amber sedang berada di kamarmya.
"Iya ternyata dia yang menjadi target Barbara", ucap Daisy.
"Nona apa kita bisa mengungkapkannya kalau itu rencana Lady Barbara", ucap Amber.
"Susah Amber kita tidak bisa gegabah apalagi dia memiliki orang-orang yang bisa melakukan apapun yang melindungi dia.. Kalau kita gegabah pasti target selanjutnya adalah aku", ucap Daisy.
"Nona harus lebih berhati-hati", ucap Amber.
"Iyah kita harus lebih berhati-hati", ucap Daisy sambil merebahkan diri di atas kasurnya.
drak..drak..
Suara langkah kaki orang yang banyak membuat Daisy terbangun. Amber pun terbangun.
"Nona??", ucap Amber.
"Apa yang terjadi??", ucap Daisy.
Terdengar dari jauh suara teriak.
"Yang Mulia.. Yang Mulia sumpah saya tidak melakukannya .. YANG MULIAAA"
Daisy bergegas keluar dari kamarnya bersama dengan Amber menuju tempat kejadian. Seluruh orang sudah berkumpul para Pelayan Istana dan Yang Mulia Ratu.
"Kenapa Yang Mulia Ratu malam-malam berada disini?", ucap Daisy.
Suara teriak tersebut semakin terdengar.
"Yang Mulia saya tidak mencuri Tiara Yang Mulia Ratu.. Demi Tuhan.. Yang Muliaaa", teriak Countess Marseille sedang memohon ampun dan berlutut di hapadan Yang Mulia Ratu.
"Ya ampun.. nona ini kenapa lagi??", bisik Amber kepada Daisy.
"Ini buktinya Tiara Yang Mulia Ratu berada di lemari mu", ucapa Pelayan Istana.
"KALAU KAMU INGIN MENJADI RATU tidak begini caranya", ucap Kepala Pelayan Istana.
"Lady Moana saya tidak melakukannya sungguh", ucap Countess Marseille.
"Dari mana kamu tadi?", ucap Yang Mulia Ratu.
"Saya keluar mengambil baju saya yang dikirim oleh pelayan dari Rumah saya..", ucap Countess Marseille.
"BOHONG YANG MULIAAA ..aku lihat sendiri dia masuk keruangan Yang Mulia Ratu", ucap Pelayan Istana ia menatap Yang Mulia Ratu agar ucapannya dipercaya oleh Yang Mulia Ratu.
(Terimakasih sudah mampir dan membaca "Chance Of the Queen's life" 😊 jangan lupa like yaa..)
Bonuss Senyuman dari Merquess Herry kakaknya Daisy agar tidak terlalu tegang..😀
buat otor semangat jg ya😘
mantap Thor
semangat up dan jaga kesehatan kakak
mari kita saling mendung kak
Mantap Thor.
Lanjutkan
Semangat