NovelToon NovelToon
A Shining Smile

A Shining Smile

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:90.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Cellina Army

Bulan yang baru pulang dari Australia harus mendapatkan sebuah tugas yang sangat berat yaitu untuk mengubah dan memperhatikan anak dari teman Ibu-nya yang tak lain adalah Revan Armanio.

Sedangkan, Revan Armanio lelaki yang sangat dingin dan kaku apalagi cuek membuat Bulan harus mau tidak mau berusaha untuk mengubahnya kembali ke sikap yang dulu Revan punya. Bulan berjanji akan mengubah sikap Revan dan Revan menyetujuinya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya, ikuti terus ya❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellina Army, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Antara senang dan percaya atau tidak, ini sungguh berita besar bagi mereka semua. Bagaimana tidak mereka yang cemas dan sedih saat beberapa jam lalu jika pasien dikatakan sudah meninggal dan sekarang sebuah keajaiban datang dengan begitu cepat.

"Revan, ulangi ucapan kamu!" ucap Vera sedikit membentak.

Revan menghela nafas panjang, "Bulan, sudah sadar dan sekarang dia masih istirahat sebelum sadar sepenuhnya nanti," jawaban Revan membuat Vera langsung mengusap air matanya yang sedari tadi menetes.

Sungguh saat ini ia ingin sekali bersujud syukur telah memberikan umur panjang buat putri tercintanya, "Makasih, engkau sudah memberikan nafas kembali buat anak ku!" ujar Vera dengan bersujud.

Mira juga ikut bahagia dengan mendapatkan kabar yang seperti itu, "Revan, kamu jangan bercanda! Ini bukan mimpi bukan!?" tanya Mira yang masih belum percaya.

Arjuna terdiam bukan karena tidak suka atau lainnya, dia sungguh kesal dengan adanya Revan yang selalu ada di samping Bulan padahal daritadi ia minta izin agar diperbolehkan masuk menemani Bulan tapi malah Revan yang diizinkan.

"Iya Ma, tadi saat waktu beberapa detik ingin melepaskan semua alat medis di badan Bulan tiba-tiba mesin elektrokradiograf berbunyi jika detak jantung Bulan kembali seperti semula,"

Entah harus apa yang akan di ucapkan lagi, Revan melirik kearah Arjuna yang sedari tadi hanya berdiri dan menatap tajam kearahnya, Revan tahu sejak tadi Arjuna ingin menemui Bulan tapi hasilnya sama saja karena Dokter menyarankan lebih baik Revan yang masuk di timbang Arjuna.

05.00 WIB

Dalam kamar Revan yang masih sedikit petang karena matahari yang belum muncul untuk bersinar, Jam alarm yang dipasang di ponselnya berdering dan berbunyi nyaring membuat Revan mau tak mau harus meraba ponselnya yang kini entah ada dimana, dengan masih mata terpejam akhirnya ia membuka matanya yang masih setengah belum sadar.

Ia mendesah pelan gara-gara suara alarm yang membangunkan tidur nyenyaknya, saat sudah tak berbunyi ia kembali merebahkan tubuhnya tapi dengan tak tahu salah alarm itu berbunyi lagi, "Tahu gak sih ini masih malam!" ucap Revan dengan tangan yang meraba-raba mencari ponsel.

Ponsel yang tak tahu itu dimana akhirnya ketemu dan ternyata ada di di dalam saku celananya sendiri, "Sial, ternyata sudah pagi!" gumam Revan dengan mengucek matanya yang masih ngantuk.

Saat tahu sudah pagi ia langsung loncat dan lari terbirit-birit menuju kamar mandi, bahwasanya ia sangatlah lupa jika hari ini harus ke RS dan harus mengikuti ulangan IPS di pagi harinya.

Revan setiap harinya selalu bangun siang dan harus kalian tahu jika seorang Revan yang tampan dan mempesona itu setiap sekolah tak pernah yang namanya mandi, banyak alasan yang ia buat mulai bangun siang, air yang dingin dan lain sebagainya.

Selesai mandi Revan mengobrak-abrik lemari pakaiannya untuk mencari seragam sekolah, saat sudah rapi semua tak lupa juga Revan mengecek tasnya ulang agar nanti tidak ada yang ketinggalan.

Saat menuruni anak tangga Revan menggeplak kepalanya sendiri sampai mengaduh kesakitan, "Kan ada lift ngapain naik turun tangga!?" ucapnya sendiri dan langsung lari.

"Revan!" teriak Mira saat melihat anaknya lari dengan sepatu yang sebelahnya salah.

Sekali lagi ingin ku teriak, "Apalagi sih, Ma?" ucap Revan dengan kesal.

"Kamu mau kemana sepagi ini? Terus kamu lupa hari ini hari apa?" tanya Mira dengan tersenyum geli.

Revan yang masih belum mengerti hanya mengerutkan keningnya, "Apaan sih, Ma? Duh, Revan bisa telat nanti!" ujar Revan dengan kembali berjalan menuju pintu.

"Hari Senin masa pakai sepatu futsal?" kata Mira dengan nada mengejek agar Revan mengerti.

Dengan sekejap Revan menundukkan kepalanya dan sangat terkejut ia lari ke atas lagi dengan cepat, "Dasar, anak muda sudah lupa!" gumam Mira dengan terkekeh geli.

Saat di kamar Revan menuju tempat penyimpanan sepatu jika tadi ia langsung berangkat palingan sampai sekolah ia masuk ruang guru gara-gara salah pake sepatu doang.

Saat mau berangkat ia menyempatkan melirik sekilas jam pada dinding, "Aduh, telat dong ini!" gerutu Revan sambil lari lagi.

Mira yang menyiapkan sarapan pagi melihat Revan terburu-buru ia ingin bertanya tapi urung sudah, karena Revan berlari cepat.

Arjuna yang sudah siap akan ke kantor menuju ruang makan dan bertanya, "Ma, sepi banget?" tanyanya pada Mira.

Mira menengok ke arah dinding saat itu jam menunjukkan pukul 06.30 WIB, "Papa masih siap-siap, terus Revan juga baru berangkat," jawab Mira dengan lembut.

Arjuna seketika menghembuskan nafas secara kasar, "Tumben, tuh anak berangkat sepagi ini?"

Mira duduk disebelah Arjuna yang sedang meneguk susu, "Arjuna, Revan sepertinya sudah mulai berubah sedikit. Apa mungkin dia sudah merubah dirinya karena, Bulan?" tanya Mira dengan pelan.

"Mana Arjuna tahu, Ma!" jawab Arjuna dengan nada kesal.

"Wah, pagi-pagi sudah siap saja," ujar Heri sambil duduk.

Mira berdiri dan mengambil sepotong roti untuk suaminya itu, "Pa, Revan sudah ada perubahannya." ucapan sang istri membuat Heri harus tersenyum palsu.

Arjuna yang sudah muak mendengar perkataan Mamanya itu langsung menyambar jas kantornya, "Ma, Pa, Arjun berangkat dulu!" pamit Arjuna dengan mengecup singkat pipi Mira.

"Arjuna, kok gak dihabiskan!?" teriak Mira tapi tak digubris oleh Arjuna.

Dalam Mobil

Revan yang terjebak macet harus menggerutu tidak jelas, pasalnya ia yang sudah berusaha bangun pagi tapi tetap saja kena macet dan terlambat.

Ia mengambil ponselnya dalam tas dan mengetikkan pesan kepada Derrick, saat selesai Revan mengendarai mobilnya lewat jalan pintas agar cepat sampai di Rumah Sakit.

"Sial, udah terbit aja nih matahari!" kata Revan dengan lari ke dalam Rumah Sakit.

Dalam larinya ia harus menggerutu tidak jelas dan sampailah di depan ruang VIP tempat dimana Bulan di rawat, "Assalamualaikum, maaf Tante!" ucap Revan dengan menyalimi tangan Vera.

Vera tersenyum dan mengangguk, "Gak apa, kamu udah sarapan?" tanya Vera pada Revan yang kini sedang duduk dengan nafas ngos-ngosan.

"Belum, tadi Revan buru-buru banget!" jawab Revan dengan nada sedikit serak gara-gara lari tadi.

Vera bangkit dan mengambil tasnya, "Van, tolong tungguin Bulan bentar saja, ya! Tante, mau keluar cari angin!"

Revan hanya mengangguk dan Vera pun pergi keluar dengan menghembuskan nafas lega. Vera senang jika Revan bisa datang ke rumah sakit di pagi ini padahal ia harus ke sekolah tapi masih mau datang, Vera sungguh berharap jika Revan adalah seseorang yang bisa membuat Bulan sadar sepenuhnya walaupun Revan bukan Tuhan. Tapi, kehadiran Revan saat itu bisa membuat Bulan kembali ke dunia.

Jangan lupa like:)

1
Li Permana
Bagus ceritanya! Semangat ya!
Li Permana
Semangat kak!
Lidia Tikla
ayo author, semangat, lanjuy
ZasNov
Like mendarat lagi ya Kakak.. 😍
Semoga sehat, bahagia dan sukses selalu ya..
Semangaaaaattt... ❤❤❤❤❤
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like lagi kak😘

asisten dadakan hadir

mampir yuk..

semangat selalu💪
mei_resta
Izin promote thor...

Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Machan
always like
LINA
like 💛 semangat up thor 💪 saling mendukung 🙂
Lenkzher Thea
Lanjut up, 👍like hadi
Ara🌙🌻
lanjut kk
ILS
Lanjut thor, semangat. Ditunggu up nya 🔥
Pow
Halo kak 👋
Dukunganku untuk jari-jari yang lelah menulis & apresiasi untuk ide yang telah tertuang 🙌💐
Nia jeje
next semangat
Eda Sally
Lanjut say😍
Dewi
semangat kakak❤️
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
4 like mendarat kak, salam dari Jacob and Alesha: Mafia Acted, semangat 😊
Mutie Cutie
memang harus sabar Revan.. jangan gegabah.
Thrye
semangat kak,,,
like untukmu 😉😉
ditunggu feedbacknya kak 😉
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
semangat up
Alisya Putri
makin seruh ceritanya, semangat up nya Thor 👍😄💪

a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!