Warung sate milik Pak Parmin selalu ramai pengunjung, setiap yang makan di sini selalu saja kembali karena ketagihan akan rasa nya.
namun semakin ramai maka semakin banyak juga yang menyebarkan kabar tidak sedap, konon kata nya mereka pakai pesugihan sehingga dagangan laris manis.
pesugihan apa yang mereka anut?
Apa kah mereka memang memiliki pesugihan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Kedatangan Ratu dan pangeran
Saat sedang berbincang dengan Davin untuk meminta serigala putih melawan pria yang mencium Seruni, malah sekarang kedatangan pula Arya dan juga Purnama. mereka mau membicarakan sesuatu pasti nya sehingga Arka agak kaget juga, tadi saat menghubungi Ayah nya sama sekali tidak bilang kalau mau kesini juga malah tiba tiba datang.
Arya dan Davin sudah berteman lama dan mereka sudah saling kenal satu sama lain tanpa ada yang di sembunyikan lagi, semua ya berkat kasus nya Nana dahulu karena Davin mantan kekasih Nana. lebih tepat nya orang yang pernah melamar Nana namun di tolak, karena kembang desa satu itu banyak sekali tingkah nya.
"Kok Ayah juga kesini?" Arka menyambut Arya yang baru datang.
"Lah memang nya kenapa kalau kami datang, tidak suka kau?" tanya Purnama balik.
"Ih galak nya, kan cuma tanya saja kok langsung sewot." Arka memeluk Mama ular dengan gaya manja.
"Mantu Mama apa kabar?" Purnama mengelus kepala Bintari yang duduk anteng.
"Baik alhamdulilah, Ma! Mama sehat juga to?" Bintari mencium tangan Purnama.
Purnama mengangguk dan duduk di depan Davin, tuan rumah agak ketar ketir ini karena kedatangan tamu dengan jumlah agak banyak begini. entah apa maksud mereka semua datang kerumah nya, datang secara mendadak dan istri nya juga sedang tidak ada di rumah.
Takut kalau tiba tiba di hajar dengan Purnama dan juga Arya, sudah hapal pokok nya Davin dengan sifat kedua nya itu yang selalu saja ada gebrakan setiap saat. kalau tidak ada gebrakan maka bukan siluman ular nama nya, jadi memang harus hati hati agar tidak kena amuk.
Davin sudah pernah merasakan di banting sehingga dia tidak mau macam macam lagi, memang menatap saja sudah bisa membuat orang ketakutan melihat Purnama. namun di balik itu semua ada sikap baik nya, dia selalu lembut dan ramah pada orang yang cocok dengan hati nya yang random sekali ini.
"Aku duduk bawah saja, kalian ngobrol lah ya." ketua serigala mau minggat ini karena merasakan sesuatu.
"Duduk dan dengarkan apa kata ku!" Purnama menatap nya tajam.
"Ah ada perlu dengan ku ternyata, santai saja aku tidak kemana mana." Ketua tersenyum menampakan gigi taring nya.
Plaaaak.
"Tidak usah sok menampakan taring, kau pikir kami takut dengan taring mu itu!" Arya menampar kepala berbulu.
Musuh bebuyutan ini karena Arya pun gemas kadang kala melihat ketua yang sama sekali tidak pernah ada adil nya apa bila ada masalah, kalau pun di minta tolong dia akan maju paling belakang karena nyali nya yang tidak ada. kerja favorit dia ya cuma tidur saja, membuat kesal hati siapa pun.
"Kalau goblok itu bisa di lihat dari sorot mata nya, memang susah sekali orang bodoh ini." celetuk Purnama.
"Jangan menambah nambahi, aku biar pun begini ketua loh." sergah serigala putih.
"Apa yang kau banggakan dari ketua itu? kau tidak berguna!" kesal Davin ngamuk juga.
"Eh jangan durhaka, aku warisan Kakung mu." serigala putih menatap Davin.
Yang di tatap rasa sudah mau naik tensi karena kesal sekali dengan kelakuan Kodam satu ini, sebab dia memang tidak pernah ada guna nya. selalu saja membuat masalah, bisa membuat tapi tidak bisa menyelesaikan dengan baik karena sudah keburu mau tidur saja kerjaan nya.
"Aku datang kau meminta mu melawan seorang anjing." jelas Purnama.
"Mama ada masalah dengan Anjing juga?" Arka agak kaget ini.
"Soal pesugihan nya Pak Min itu, dugaan kami ada Asu baung di dalam nya." jawab Purnama.
"Apa! Asu baung?" Arka juga sangat kaget karena dia tau.
"Asu baung ini apa laki laki, Ma?" Seruni membuka suara.
"Bisa jadi laki laki dan ada juga yang wanita, seperti kita lah manusia." jawab Purnama.
"Kami datang kesini karena Seruni di ganggu dengan laki laki yang dugaan kami adalah anjing, dia sangat tinggi dan cukup tampan." jelas Arka.
Arya dan Purnama tentu nya sama sama kaget karena sekarang malah Seruni juga di ganggu oleh iblis itu, walau belum pasti juga kalau itu Asu baung yang mencium Seruni. tapi dugaan Arka memang dia adalah anjing atau serigala, sebab dia hewan ini agak brutal apa bila mendekati wanita.
"Mata nya kuning, Ma! bila bukan anjing maka dia serigala." tegas Seruni.
"Bawa Seruni menuju klan mu, Putih!" suruh Purnama langsung.
"Mau apa di klan ku?" tanya putih pula karena tidak paham.
"Seperti nya kau harus di banting dulu ya biar bisa berpikir jernih." Purnama sudah bangkit berdiri.
"Seruni, ayo kita menuju istana ku." ajak Serigala putih pada merpati putih yang cantik ini.
Harus ada ancaman dulu baru dia bisa berpikir jernih, kalau tidak maka dia hanya akan melongo saja. Kendal yang sejak tadi ikut hanya diam saja, merasa tidak ada yang bisa dia lakukan karena dia pun tidak tau apa inti permasalahan nya ini, kalau pun tau maka itu bukan urusan dia.
"Kau yang putih juga!" Purnama menunjuk Kendal yang diam.
"Iya, Ratu." Kendal langsung mendekat sopan.
"Temui lah Nana dan ajak dia latihan, kalian sama sama kucing sehingga bisa nanti membantu." suruh Purnama.
"Baik, akan ku datangi nanti Kakak Nana." angguk Kendal yang patuh.
"Aku pergi dulu sama dia ya, Ma." Seruni berpamitan pada mereka semua dan sempat juga melirik Udin sekilas.
"Periksa semua wajah klan serigala putih, agar kau tau itu Asu baung atau hanya serigala saja." pesan Arya.
Seruni pun mengangguk paham dengan pesan nya Arya, dua siluman itu segera menghilang dari pandangan mata. Udin terkagum kagum dengan kehebatan nya Seruni, hati nya semakin yakin kalau Seruni memang lah merpati putih yang sudah menolong dia dan sering mengikuti diri nya selama ini.
"Jadi benar kalau warung sate itu ada pelaris nya?" Davin menatap tamu nya dan mengambil kan minum.
"Tidak usah coba coba beli, makanan dia di campur dengan darah manusia yang kecelakaan." peringat Purnama.
"Allahu Akbar, Allah!" Davin syok bukan main mendengar nya.
"Kau sudah beli?" Purnama memicing tajam.
"Ta..tadi malam, hueeeek!" Davin muntah di luar rumah sangking jijik nya.
"Baru tadi malam kau makan, masih bersarang lah di perut mu." Purnama rasa ingin tertawa.
Arya yang mulai merasa mual hanya bisa diam saja, tidak sanggup rasa nya membayangkan makan makanan yang sudah di campur dengan darah nya orang meninggal. yang tidak kuat saja jijik melihat darah di jalanan, lah ini malah di campur pada makanan.
Selamat siang, hari ini seperti nya up tiga atau empat ya karena ada urusan sedikit besty.