NovelToon NovelToon
Silent Trauma —Another Me

Silent Trauma —Another Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Tamat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Vey

[SEDANG HIATUS!]


Diana Xylaria, Gadis cantik yang ceria dan optimis, ternyata ada rahasia besar tentang dirinya yang bahkan dia tidak tau.

Hidupnya yang biasa saja tiba tiba terusik karena pertemuannya dengan CEO dari sebuah perusahaan besar, Rylan Axelion. Namun sayang, keduanya bahkan tak ingat telah menghabiskan malam bersama.

Ditengah badai perebutan kekuasaan di keluarga Rylan, serta tentangan dari wanita yang berkuasa, Rylan dan Diana harus terus berjuang agar bisa bersama.

Akankah mereka bisa bersama?
Dan Apa sebenarnya Rahasia kelam Diana?

Simak ceritanya di sini.

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩـ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

「 ✦ UPDATE SENIN DAN KAMIS ✦ 」

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

"Apa yang kau inginkan dariku?" Suara Rylan dingin, menusuk telinga Calantha melalui telepon.

"Rylan, apa belakangan ini kau tidak rindu padaku? Aku belum menghubungimu akhir akhir ini."

"lebih baik begitu. Berhenti menghubungi aku jika tak ada hal penting."

"Tapi Rylan-"

Rylan segera menutup sambungan itu tanpa mendengar lanjutan kata kata Calantha.

'sungguh membuat orang kesal saja.' Rylan memijit pelipisnya.

...----------------...

Besok paginya di kantor...

Aku sudah tiba, dan sedang membiasakan diri dengan setiap ruangan di perusahaan. Naik ke setiap lantai, berjalan di setiap sudut.

Hanya ada satu kata yang bisa aku pikirkan. Efisien.

Setiap ruangan di perusahaan ditata sedemikian rupa sehingga hemat tempat, hemat energi, dan setiap bagian yang saling berkaitan diletakkan berdekatan.

Selama 2 jam aku menelusuri seluruh isi perusahaan, karena aku memang belum ada pekerjaan, dan CEO Rylan memintaku untuk membiasakan diri dengan perusahaan.

Dan setelah semua hal itu, CEO Rylan tiba tiba memanggil aku ke kantornya, lantai paling atas.

"anda memanggilku CEO?" tanyaku pelan.

"sebenarnya ini bukan apa apa. Duduklah, ceritakan masa lalu mu, tentang hidupmu."

"tentang hidupku?"

"iya, aku hanya mau tau saja."

Aku berpikir sebentar, memegangi sandaran kursi, namun belum duduk.

Kenapa CEO mau tau tentang aku? Aku baru teringat ada satu hal yang mau aku tanyakan juga.

"tapi, bolehkan aku bertanya satu hal sebelum itu?"

"Cerita dulu, baru bertanya. Duduklah."

Aku bergerak pelan, duduk di atas kursi itu. Nyaman.

"yah.. Aku dibesarkan di panti asuhan, tanpa tau apakah aku masih punya keluarga yang lain. Kemudian aku masuk ke sekolah asrama, lulus dan bekerja di Lion Group."

CEO Rylan menatap mataku.

"sesingkat itu?"

Aku menatapnya bingung. Memang, apalagi yang harus aku ceritakan?

"apakah masa kecilmu menyenangkan? Bagaimana tinggal di sekolah asrama?"

"masa kecilku?"

Kepalaku sedikit berdenyut. Aku tidak bisa mengingat sama sekali hidupku sebelum umur 6 tahun.

"entahlah, aku lupa. Mungkin seperti anak anak lainnya. Bermain, makan, tidur, beraktifitas ...."

"kalau sekolah asrama ..., sejak umur 7 tahun. Aku belajar dengan baik, bertemu orang orang." ucapku sembari berpikir.

"apakah kau pernah bertemu Calantha? Mungkin waktu kau kecil dulu, atau remaja, atau kapan gitulah?"

Ketika mendengar nama Calantha, seketika aku merinding, bergidik.

"tidak pernah sama sekali. Lagipula, bukankah Calantha besar di negara Z? Sedangkan aku sejak dulu ada di negara N."

Rylan tampak berpikir.

'benar juga. Aku dan Calantha tumbuh besar bersama. Dia juga tak pernah meninggalkan negara Z.'

"yah ... Kalau begitu, aku punya tugas untukmu. Tolong periksa laporan laporan ini. Bantu aku cek apakah ada yang aneh."

CEO Rylan berdiri, memberikan padaku setumpuk folder dokumen dokumen.

"em ... CEO, ada yang mau aku tanyakan."

"Apa?"

Aku terdiam sebentar, merangkai kalimat yang akan aku ucapkan.

"apakah waktu Calantha datang kemarin, sikapku aneh? Atau seperti ... Berubah 180 derajat ...."

CEO Rylan menatapku sebentar.

"Tidak. Kau tidak berubah aneh menurutku." jawab CEO Rylan sambil berjalan menuju ruang pribadinya, masuk dan menutup pintu.

'jadi, aku tidak berubah. Sikapku masih sama. Berarti kemungkinan kepribadian ganda turun menjadi 30%.' pikirku.

CEO Rylan juga aneh. Kenapa dia mau tau tentang kehidupanku?

Dan anehnya, ketika aku memandang matanya, aku merasa aman, percaya namun tetap waspada. Entahlah.

Aku juga merasakan sesuatu melalui tatapannya. Dia memandang mataku dalam dalam, seperti sedang mencari sesuatu.

Terkadang dunia disekeliling kita aneh.

Aku mengambil Laporan laporan itu, membacanya satu persatu, teliti mencari sesuatu yang tidak biasa, aneh, atau mungkin suatu kesalahan.

......................

Di dalam ruang pribadinya, Rylan duduk sambil menatap lantai.

"Jadi, Diana ingin tau tentang kemarin. Tapi aku tak bisa mengungkit kejadian memalukan itu!" Seru Rylan perlahan.

"baiklah. Mari pikirkan ini."

Rylan mengambil selembar kertas dan pulpen, mulai mencorat coret.

"Diana dan Calantha tidak pernah bertemu. Lalu kenapa Calantha begitu membenci dia?"

Tiba tiba, sebuah pikiran menyala terang dalam benaknya.

"Wanita malam itu adalah Xena, Calantha melihatnya sebagai Diana. Itulah sebabnya, Calantha selalu berusaha untuk menyingkirkan Diana."

Bingo. Itulah sebabnya.

"jadi, apa reaksi Calantha jika Aku berkata bahwa aku suda h tau siapa wanita di malam itu? Ha, dia akan mati kesal."

Rylan tertawa jahat. Jarang sekali dia seperti itu. Tangannya bergerak cepat mencari nomor kontak Calantha di ponselnya.

Suara telepon berdering. Melihat siapa yang meneleponnya, Calantha merespon cepat.

"Rylan! Akhirnya kau berinisiatif untuk meneleponku! Ada apa sekarang?"

"heh. Calantha, aku punya kabar baik untukmu."

Mata Calantha membesar dan berbinar. Kabar baik? Apakah Rylan akan bertemu dengan nya?

"aku sudah tau siapa wanita malam itu, Calantha."

Wajah Calantha memucat. Senyum lebar itu menghilang. Tangannya gemetar, terkejut. Dia tidak menyangka Rylan akan mengatakan hal itu.

"a-apa maksudmu Rylan? Wanita apa?"

"di malam ketika kau memberikan obat padaku. Aku sudah tau semuanya. Setiap perinciannya. Dan apa yang telah terjadi."

"Tidak! Rylan, dengarkan aku. Malam itu memang kau bersamaku di hotel! A-aku menemukanmu pingsan di dalam gang gelap!" Calantha bersikeras untuk menjelaskan.

"oh ya? Bukankah waktu itu kau banyak urusan? Tidak sibuk merekayasa CCTV?"

"T-tidak, Rylan, kau harus percaya padaku!"

Calantha gemetaran. Keringat dingin menetes dari dahinya. ponsel yang dia pegang jatuh ke atas kasur empuknya, meredam suara Rylan yang terus berbicara.

"entah apapun yang mau kau jelaskan, ingat Calantha. Kita sama sama tau kebenarannya sekarang."

Dengan satu gerakan cepat, Rylan mematikan teleponnya. Seringai belum hilang dari wajahnya.

Meskipun tidak melihat langsung, tapi Rylan tau. Dia bisa membayangkan ekspresi Calantha yang marah, mengamuk, kesal, atau bahkan ketakutan.

Sungguh puas rasanya.

Sedangkan Calantha sedang mondar mandir gelisah di kamarnya, menggigit bibir.

"bagaimana Rylan tau, bagaimana?!"

Calantha membanting bonekanya ke lantai. Keringat dingin mengalir, menetes pelan.

"Pasti itu! Pasti wanita sialan itu memberi tau dia! Arghh! Diana, aku tak akan pernah melepaskanmu!"

Seru Calantha marah.

******

Siapa itu? Siapa yang menyebut namaku?

Uh.. Aku merinding. Sepertinya seseorang baru saja mengutuki aku.

Sudahlah. Biarkan saja.

Aku kembali menelusuri laporan keuangan. Dan mataku tampaknya menangkap suatu kejanggalan. Jariku bergerak mundur sedikit.

'biaya reparasi terlalu tinggi." pikirku.

Selain itu, ada suatu pola yang aneh, muncul setuap 3 bulan sekali. Terlalu sama persis. Seperti telah diatur dengan baik.

Biaya pengeluaran, dan masuk kembali, meski dari sumber yang berbeda, tapi angkanya sama persis, bahkan bunga nya juga tidak berubah sepeser pun.

Aku membalikan laporan itu ke belakang, memeriksa laporan bulan bulan lalu, bahkan dari 3 tahun yang lalu.

Aku harus laporkan ini.

1
yrputri
direktur Katrina perlakuannya cukup dingin ya /Smile/
yrputri
bagus 🤭
Risa Virgo Always Beau
Rylan kamu perhatian banget sama Diana deh
Risa Virgo Always Beau
Calantha itu nempel terus sama Rylan
Risa Virgo Always Beau
Rylan ternyata tipe orang yang tegas bahkan mengamati beberapa orang
Risa Virgo Always Beau
Rylan sangat membenci Calantha karena menduga Calantha yang memberi obat perangsang untuk dirinya
Risa Virgo Always Beau
Rylan di jebak obat perangsang ya sampai memaksa Xena melakukan hubungan layaknya suami istri
Risa Virgo Always Beau
Diana apa punya penyakit amnesia ya
Nuri_cha
aku kasih tahu ya Diana, kamu akan kecewa dengan calantha
Nuri_cha
rencana busukmu itu udah gagal Calantha 😐
Nuri_cha
nyata... Xena sudah mengambil alih tubuhmu Di
Xlyzy
Ini Bukan Diana deh ini kepribadian Lain nya dari diana
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
buset pertanyaannya. bisa ga usah curigaan ga? 🫵
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
ga usah diceritain. ga usah 😑
Three Flowers
Rylan gak tertarik sama kamu meski suci, karena hatimu jelas gak suci.. apalagi sekarang, dobel gak sucinya..
PrettyDuck
perlu banget. bahaya banget loh penyakitmu itu.
walaupun kepribadian xena kuat dan bisa diandelin, tapi bisa nyelakain kamu juga kalo gak terkendali 😖
Three Flowers
nonton bokep versi mereka sendiri dong?😂
Three Flowers
hehehe... lucu sekali kalimat nya🤣
PrettyDuck
maap tapi aku ketawa 🥲
PrettyDuck
dia yg buat ulah dia yg dendam /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!