NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Kembali Berulah

Di ruang perawatan Alif ditemani ibunya , sejak sadar ia merasa ada yang aneh pada tubuhnya . Ia teringat saat berkelahi dengan kawanan preman yang menghalangi saat pulang sekolah .

“Nak apa yang terjadi sama kamu kenapa sampai di rumah sakit cerita sama ibu ?" Murni sedih melihat anaknya sakit .

"Aku tidak tahu tiba-tiba ada preman yang memaksaku dan Ilham masuk ke dalam mobil lalu aku dan Ilham berkelahi dengan preman ,“ jawab Alif dengan lirih suaranya terasa berat dan lemah .

Murni mengerutkan dahi heran sejak kapan Alif bisa berkelahi sedangkan selama ini tidak pernah ikut kursus atau belajar ilmu beladiri . "Kamu bisa melawan para preman itu ,memangnya kamu belajar beladiri dimana ?" tanya Murni penasaran .

"Aku tidak tahu ,Bu . Aku tidak bisa menjelaskan secara detail karena kejadian itu sangat cepat dan spontan makanya aku juga merasa heran waktu itu ," jelas Alif memejamkan mata lalu terlelap kembali .

Murni menghembuskan napas ada sedikit tahu tentang kondisi anaknya saat ini dan sangat mengganggu pikirannya . Bagaimana tidak di usia yang masih belia Alif sudah dihadapkan dengan masalah orang dewasa yang ia sendiri belum pernah merasakan dunia luar setelah dewasa nanti .

"Jadilah anak yang pemberani dan jangan takut pada orang yang menyakitimu , kamu harus melawannya tapi jangan pernah dendam yang menimbulkan tubuh dan hatimu sakit dan trauma "pesan Murni .

Alif mendengarkan perkataan ibunya hatinya merasa hangat ia ingin memeluk ibunya namun tubuhnya tidak bisa digerakkan secara leluasa , sakit di sekujur tubuhnya membuat tidak berdaya .

Dalam hati Alif ingin belajar ilmu beladiri biar bisa menjadi kuat ketika melawan penjahat suatu nanti . Tidak semua orang punya keberanian melawan musuh setidaknya dengan belajar beladiri ia bisa melindungi dirinya sendiri .

Menjelang sore Abdul dan Manaf datang menjenguk Alif . “Bagaimana keadaanmu sekarang ?" tanya Abdul melihat Alif sedang disuapi ibunya . Manaf duduk di sofa sambil main ponsel .

"Sudah lebih baik ," jawab Alif setelah mengunyah dan menelan makanannya . “Syukurlah kalau begitu semoga lekas sembuh dan bisa sehat kembali ,“ sahut Abdul .

"Apa kalian sudah makan ?“ tanya Murni melihat kedua anaknya yang baru datang . “Sudah Bu , tadi kita buat telur dadar sama sambal ,“ jawab Abdul .

"Alhamdulillah, apa kalian mau makan sore ini , biar ibu beli untuk kalian berdua ?“ tanya Murni lagi . “Tidak usah nanti kalau lapar bisa beli sendiri , atau ibu yang belum makan iya ," kata Abdul kemudian .

"Ibu sudah makan baru saja sebelum Alif bangun tadi ," jawab Murni berbohong . Tidak lama kemudian Samsuri datang membawakan beberapa makanan untuk mereka semua .

Malam hari mereka makan bersama di ruang rawat Alif . "Kamu itu jangan menunda makan nanti perutmu kambuh lagi ," kata Samsuri mengingatkan istrinya .

Ketiga anaknya terkejut mendengar perkataan bapaknya kemudian saling pandang satu sama lain membuat mereka merasa bersalah .

“Ibu sudah berbohong pada kami kalau ibu sudah makan , kenapa ibu lakukan itu , kalau sudah terjadi seperti itu lebih baik kami tidak makan kalau ibu tidak mau makan hanya supaya kami bisa makan ," bentak Manaf menahan rasa sesak didadanya .

Murni dan Samsuri terkejut mendengar perkataan Manaf di luar dugaan mereka . Manaf cuek bukan berarti tidak peka justru Manaf yang membuat mereka khawatir karena sebagai anak bungsu dan manja Manaf paling tahu apa yang dirasakan ibunya .

"Maafkan ibu , karena sikap ibu kalian jadi khawatir , ibu bukan maksud berbohong . Ibu tidak ingin kalian sakit . Ibu sayang kalian semua ,“ kata Murni dengan tersenyum manis membuat Samsuri semakin terpesona tiba-tiba ia mencium pipi istrinya .

"Bapak , ini di rumah sakit lihat sikon dong dasar sudah tua semakin menjadi ," Abdul melihat kelakuan bapaknya merasa risih .

"Loh apa yang bapak lakukan sama istri sendiri itu sah-sah saja kenapa kamu sewot ?" Samsuri merasa tidak bersalah . "Tidak begitu juga kali di rumah sakit apalagi dilihat sama kita ," sahut Abdul .

"Biarin saja anak sendiri bukan anak orang lain ... Sah ," kata Samsuri sambil mendekatkan wajahnya di hadapan Abdul yang berada disampingnya . Abdul menghindar agak menjauhkan wajahnya .

Malam itu mereka tidur di ruangan Alif menemani Alif . “Kenapa tidak bawa kasur sih biar tidurnya nyaman ," Manaf menggerutu kesal tidak bisa tidur .

"Sini dekat bapak biar bisa tidur ," Samsuri menyuruh Manaf dekat dengannya kemudian Manaf mendekatkan posisinya di samping bapaknya . Tidak lama kemudian Manaf terlelap , “Dasar anak bapak , apa-apa sama bapak ," umpat Abdul sambil memejamkan mata .

"Sudah malam tidur besok sekolah berangkat pagi jangan sampai kesiangan ,“ kata Murni Abdul memeluk ibunya sambil memejamkan mata , murni membalas pelukan anaknya dan mencium keningnya lalu memejamkan mata menyusul Abdul ke alam mimpi .

Di rumah ruang bawah tanah Amir berubah wujud menjadi manusia sambil bercermin melihat tubuhnya yang awet muda merasa senang karena ia dengan leluasa mengobrak-abrik rumah Samsuri karena di tinggal di kantor polisi .

Amir keluar dan berjalan keliling di rumah Samsuri semua barang-barang dihamburkan di lantai mulai dari kamar sampai dapur kemudian akan ia bakar rumah itu , rumah yang awalnya kecil sekarang menjadi besar dengan beberapa ruang dan kamar membuatnya jengah dan kesal karena banyak barang dan tidak tahu apa fungsinya .

Ketika ia akan membakar seseorang lewat di depan rumah Samsuri melihat seperti ada orang lain di dalam membuatnya penasaran lalu mengintip di balik celah pagar rumah tersebut .

Orang itu tak lain Pak Hasan yang baru saja pulang dari rumah salah satu warga yang kebetulan lewat di depan rumah Samsuri . Ia terkejut ketika melihat Seorang pria sedang mondar-mandir di dalam rumah dengan wajah marah .

Pak Hasan heran dan bertanya-tanya dalam hatinya , ia belum pernah melihat pria tersebut sebelumnya tapi ia merasa seperti mengenalnya tapi siapa dan dimana ? batik Pak Hasan .

Ketika Pak Hasan beranjak pulang Amir melihat ada bayangan di luar rumah segera berjalan keluar dengan cepat kilat sampai di belakang Pak Hasan .

Pak Hasan tidak menyadari kalau dirinya diikuti oleh Amir dengan wujud asap sampai di rumah . Ia hanya merasakan bulu kuduknya berdiri tapi ia mengabaikannya .

Sampai di rumah Pak Hasan membuka pintu dan masuk dengan santai. Istrinya menyambut kedatangannya dengan mencium tangan lalu memberikan secangkir kopi panas . Pak Hasan duduk di ruang tamu sambil minum kopi .

"Bagaimana kasus perempuan itu apakah sudah selesai?" tanya istrinya sambil menguap karena mengantuk . “Sudah selesai dan ia akan tinggal di kampung kita ," jawab Pak Hasan sambil bersandar pada kursi .

"Benarkah ?" tanya istri Pak Hasan terkejut mendengar jawaban suaminya tak percaya .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!