NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Rasanya tu sama kayak sebelum bersuami kak, Nggak ada bedanya " Jawab Dewi tersenyum dan berlalu masuk dalam kamar mandi

Randi sampai melongo menatap Dewi yang menghilang dari pandangannya, Padahal Randi ingin bicara dari hati ke hati bersama Dewi. Randi ingin sedikit demi sedikit mengatakan tentang Mariam. Karena Randi tidak ingin Dewi tau dari orang lain.

Selain itu juga Randi tidak ingin memberi celah laki laki lain mendekati Dewi. Jujur Randi menyesal sudah mengatakan kalau dia tidak perduli jika ada laki-laki lain yang mendekat Dewi.

"Kenapa malah jadi kayak gini sih?" Randi berkata lirih.

Sebuah pesan masuk di ponselnya, pesan dari istri muda nya " Sayang...malam ini tidur di sini kan ?"

"Ah... Dia nggak bisa apa tidur sendirian dulu" Batin Randi

"Nggak sayang, besok aja ya.. Saya capek banget. Ini aja udah mau tidur " Randi melihat jam di dinding sudah pukul tujuh malam.

"Ya udah deh, bilang aja kakak mau kawin sama kak Dewi. Kawin juga nggak ada hasilnya sama aja boong "

Randi hanya membaca, tak ada niat membalas pesan dari Mariam. Rasa pusing di kepala Randi membuat nya malas ke rumah Mariam.

Ke esokan harinya Dewi dan Randi sudah di tempat kerja masing masing, hari ini Dewi harus melakukan live di hotel Melita. Dan hari ini dia di temani Amalia dan Deni. Amalia selalu membantu Dewi ketika Dewi melakukan siaran langsung. Amalia selalu membantu Dewi jika sedang siaran langsung atau tidak ada yang membantu Dewi.

Setelah satu jam melakukan siaran langsung akhirnya mereka menuju ke kantin yang berada tidak jauh dari hotel ini. Dewi dan Amalia sedang menikmati pesanan mereka.

Amalia sepintas seperti mengenali pria yang sedang berjalan menjauh dari tempat mereka, pria itu berjalan menuju keluar.

"Wi... Ntar ya saya ke toilet dulu, kebelet pipis" Amalia tidak berjalan ke arah toilet dan Dewi tidak memperhatikan kemana Amalia pergi.

"Rama " Suara panggilan Amalia menghentikan langkah kaki pria itu.

"Amalia,kamu di sini juga ?" Sapaan yang sama sekali tidak di jawab oleh Amalia, di tatapnya pria yang telah memberikan luka dan sakit hati pada sahabatnya.

"Kamu ke sini hanya ingin mengawasi Dewi kan ?" Tanya Amalia langsung ke intinya.

"Apa maksud kamu Lia?"

"Apakah Dewi tau kalau manajer baru hotel itu adalah istri kamu ?" Tanya Amalia lagi, Rama diam mematung. Dia tidak menyangka Amalia tau tentang istrinya.

"Kamu tau Rama, Kau adalah pria yang paling brengsek yang Dewi kenal. Kau harusnya mati saja, nggak harus datang lagi dalam hidup Dewi "

Rama terkejut mendengar Amalia bicara seperti itu

"Kenapa kamu bicara seperti itu?" Tanya Rama tidak suka dengan kata kata Amalia.

"Kamu menempatkan istri kamu di sini agar kau bisa mengawasi Dewi dan mencari celah untuk bisa mendekati anak anaknya bukan?"

Rama sama sekali tidak menjawab perkataan Amalia, Karena yang di katakan Amalia itu benar. Tatapan Amalia memindai Rama yang sedang berdiri di hadapan.

Ketampanan pria inilah yang membuat Dewi harus melakukan hal bodoh dua kali. Terlanjur mencintainya itulah yang Dewi katakan dulu ketika Amalia bertanya kenapa Dewi harus melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.

"Kamu udah nggak ada urusan lagi sama Dewi, dia sudah bahagia dengan pernikahannya. Jangan mengganggunya lagi, jangan jadikan penyakit istri kamu itu sebagai alasan untuk mengganggu hidup Dewi dan anak anaknya "

Kening Rama berkerut dalam....

"Bagaimana dia tau semua tentang dia dan istrinya " Batin Rama menatap Amalia.

"Kamu pasti kaget saya bisa tau semua tentang kamu dan penyakit istri kamu itu kan ?"

Rama tetap terdiam,

"Saya..." Pembicaraan Amalia terpotong karena suara panggilan masuk di ponselnya.

"Ya Wi...."

"Lia... Saya ke hotel dulu ya , ntar kamu menyusul ok. Di panggil sama bos "

"Oh ya... Duluan aja, perut saya tiba-tiba mules "

"Oh ok...."

Amalia mematikan panggilan itu

"Saya bisa saja mengatakan semua tentang kamu, tentang istri kamu dan tujuan kamu di kota ini kepada Dewi. Tapi saya nggak tega. Karena saya nggak mau dia lebih kecewa lagi jika mengetahui kalau pria brengsek seperti kamu datang mencari dia dan anak anaknya bukan karena ingin tau tentang mereka tapi karena kamu ingin mengambil salah satu anaknya untuk menjadi anak angkat istrimu yang nggak bisa punya anak itu"

"Ini bukan urusan kamu, kamu itu hanya temannya saja " Kata Rama dengan suara yang sedikit tinggi

"Tapi saya nggak pernah meninggalkan dia, Saya nggak pernah jauh darinya, sebaiknya kamu jangan coba-coba melakukan hal bodoh itu lagi, Anggap saja kau nggak pernah mengenal Dewi" Kata Amalia yang berlalu pergi dari rumah makan itu.

Sungguh Amalia merasa puas mengatakan seperti ini pada Rama, ia tau ini bukanlah hal yang pantas dia katakan tapi melihat Rama yang selalu muncul di sekitar Dewi membuatnya merasa harus mengatakan itu.

Ketika Rama datang mencari Dewi dan bertanya tentang Dewi, ingin sekali dia mengeluarkan kata kata kasar saat itu. Namun saat itu dia sedang duduk bersama beberapa penghuni kos kosan di tempatnya, dia pun berpura pura bersikap sangat baik pada Rama.

*

Dewi yang saat ini sedang menunjukkan hasil live nya tadi pada ibu Aini menerima pesan dari Amalia

"Wi... Saya langsung pulang ya, Nora lagi rewel. Ini barusan di telpon sama yang jagain Nora"

"Ok Lia, thanks ya. ntar saya mampir di rumah. Cium sayang untuk Nora " Balas Dewi.

"Bu Dewi.. Anak anaknya nggak ke sini lagi?" Tanya Aini

Dewi terkejut mendengar manajer nya bertanya tentang anaknya.

"Nggak Bu, mereka lagi di sekolah"

"Ohh iya, sekolah dimana Anak anaknya?"

"Yan di SMA swasta, SMA Kristen Bu, Arumi juga di SMP swasta, SMP kristen juga" Jawab Dewi santai

"Mereka anak anak yang manis Bu Dewi " Kata Aini menatap Dewi, Tatapan manajer itu sedikit membuat Dewi merasa tidak nyaman.

Aini yang menatap Dewi merasa cemburu pada kesempurnaan yang di miliki oleh wanita yang diam diam telah di cintai suaminya.

Ketika Aini tau Rama lebih memilih dirinya sebagai istri dari pada wanita yang sudah memberinya anak, Aini sangat bahagia dan dengan pongah nya mengatakan bahwa dia bisa membuat Rama melupakan Dewi dan anak anaknya selamanya.

Namun dengan berjalannya waktu, proses hidupnya tidak pernah Aini bayangan seperti ini. Dia tidak hanya tidak bisa memiliki anak. Tapi dia harus kehilangan rahim juga.

Hal yang harus Aini syukuri karena Rama tidak pernah meninggalkan nya, Dewi tak tau apa alasan sebenarnya Rama bertahan dengannya.

"Bu Aini.... Hmm Bu Aini... "Dewi menyentuh pundak Aini, Dewi tidak tau harus bagaimana karena manajernya itu tiba-tiba saja terdiam. panggilan Dewi pun sama sekali tidak di dengar .

"Aduh maaf Bu Dewi, Saya kepikiran sesuatu di rumah "

"Iya Bu Aini, saya permisi dulu ya "

"Oh baiklah Bu Dewi" Jawab Aini tersenyum.

Dewi keluar dari ruangan manajer, ada sesuatu yang terjadi pada wanita itu. Itu menurut Dewi.

"Apa dia baik baik saja" Batin Dewi.

"Eh Deni tunggu sebentar"

Deni segera mendekati Dewi..

"Kamu dekat sama Bu Aini kan ?"

Alis Deni bertautan mendengar Dewi mengatakan itu, Deni sudah berpikir lain

"Maksud mu apa?" Tanya Deni tidak suka dengan pertanyaan Dewi

"Kau dekatkan sama Bu Aini? tu orang nya lagi melamun aja. Dia kayaknya sakit. Coba temui dulu "

"Kamu ngomong apa sih Wi ?"

"Temui dulu, lihat keadaannya. Barusan saya lagi kasih laporan ke dia sama video ini lah orangnya malah ngelamun, tiba tiba diam aja "

"Masa sih ?"

"Ya... Coba deh lihat dulu "

"Oke " Deni juga langsung masuk saja ke ruangan Manajer

Entah apa yang mereka bicarakan tak lama kemudian Deni sudah kembali menemui Dewi

"Orangnya baik baik aja kok Wi "

"Syukur lah....."

"Kamu sampai sore kan hari ini ?" Tanya Deni

"Hmm.." Jawab Dewi dengan mengguman saja

"Oh baiklah, kebetulan saya mau melakukan video call sama satu pelanggan yang pernah ke sini. Dia tertarik mau melakukan kerjasama dengan hotel kita. Kebetulan juga dia tertarik sama kamu. Dia maunya kamu yang jelasin semua tentang hotel ini "

"Maksud kamu apa, kamu mau saya dekati dia ?"

"Ya nggak lah, dia suka sama kamu jadi sekalian aja kamu yang promosikan hotel kita. Kalau berhasil,kali ini bonusnya gede buat kamu Wi "

"Cuman cuap cuap aja kan ?" Tanya Dewi lagi

"Ya seperti biasa, tapi kali ini orangnya naksir berat sama kamu "

"Hmmm.. Baiklah"

Bukan hal yang baru jika ada pelanggan hotel yang menyukai Dewi, bahkan sampai ada yang menawarkan uang yang banyak jika Dewi mau menemani tidur.

Sambil menunggu Deni yang akan melakukan panggilan video dengan orang yang orang itu. Dewi melihat story WhatsApp di ponselnya

"Makan siang untuk kesayangan aku " Story WhatsApp Mariam satu jam yang lalu

Beberapa foto makanan dan foto tangan seorang pria yang sedang memegang sendok

"Itu tangan kak Randi, Baiklah...." Batin Dewi, dia tersenyum sendiri

"Wahh...Udah punya kesayangan ya dek? Kok cuman tangan aja yang di tunjukan. Kenapa nggak sekalian foto berdua aja? " Dewi mengomentari foto itu.

"Pasti kak tapi nggak sekarang " Balas Mariam

"Oh baiklah dek, semoga cepat di sah kan ya, biar nggak ngumpet kayak gini " Balas Dewi

Tak ada balasan lagi , Dewi tersenyum menatap ponselnya.

.

.

.

.

Bersambung......

Readers... Jangan lupa tinggalkan jejak ya, makasih ya yang udah setia membaca novel "Aku bukan wanita mandul" ini 🫰🏼🫰🏼

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!