NovelToon NovelToon
Menikahi Gadis Badung

Menikahi Gadis Badung

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pernikahan Kilat / Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Paksaan Terbalik / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:144.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Akay, pemuda yang kadang bermulut pedas, terjebak dalam pernikahan dengan Aylin, gadis badung yang keras kepala, setelah menabrak neneknya. Itu adalah permintaan terakhir sang nenek—dan mereka harus menandatangani perjanjian gila. Jika Akay menceraikan Aylin, ia harus membayar denda seratus miliar. Tapi jika Aylin yang meminta cerai, seluruh harta warisan neneknya akan jatuh ke tangan Akay!

Trauma dengan pengkhianatan ayahnya, Aylin menolak mengakui Akay sebagai suaminya. Setelah neneknya tiada, ia kabur. Tapi takdir mempertemukan mereka kembali di kota. Aylin menawarkan kesepakatan: hidup masing-masing meski tetap menikah.

Tapi apakah Akay akan setuju begitu saja? Atau justru ia punya cara lain untuk mengendalikan istri bandelnya yang suka tawuran dan balapan liar ini?

Apa yang akan terjadi saat perasaan yang dulu tak dianggap mulai tumbuh? Apakah pernikahan mereka hanya sekadar perjanjian, atau akan berubah menjadi sesuatu yang tak pernah mereka duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Kejutan di Garis Finis

Rena melangkah ke tengah lintasan dengan percaya diri, rok pendeknya berkibar tertiup angin malam. Senyum menggoda tersungging di bibirnya saat ia mengangkat bendera di atas kepala, memancing sorakan dari para penonton yang sudah tak sabar menunggu aksi para pembalap.

Dengan suara lantang, ia mulai menghitung mundur, suaranya terdengar jelas di antara deru mesin yang meraung-raung penuh tenaga.

"Tiga..."

Ia menggoyangkan pinggulnya sedikit, menikmati perhatian yang tertuju padanya.

"Dua..."

Mata Rena melirik Aylin dan Jordi yang sudah bersiap, jemari mereka mencengkeram erat setang motor.

"Satu!"

Bendera di tangannya berkibar dengan cepat.

Dalam sekejap, suara ban berdecit memenuhi udara saat motor Aylin dan Jordi melesat, meninggalkan kepulan asap dan sorakan dari kerumunan yang semakin bersemangat.

Deru motor meraung, memecah sunyi malam. Jordi dan Aylin melesat, menembus jalanan dengan kecepatan tinggi. Seperti yang sudah diduga, Aylin perlahan mulai memimpin.

Di tempat lain, Akay menekan pedal gas dengan antusias. Ia senang karena bisa pulang lebih awal. Ia rindu—rindu melihat wajah kesal istrinya, pipinya yang memerah, mendengar suara nyaringnya, bahkan menikmati setiap kali ia menjatuhkan kepercayaan diri gadis itu. Senyum tipis muncul di wajahnya saat ia mempercepat laju mobilnya.

Namun, saat hampir sampai di pertigaan, suara motor yang melaju kencang terdengar. Matanya menyipit, refleks menekan rem ketika sebuah motor menikung tajam dari arah berlawanan—terlalu cepat, terlalu berbahaya!

BRAK!

Sisi mobilnya terserempet!

Akay mengumpat, tangannya sigap mengendalikan kemudi. Sementara itu, pengendara motor itu, yang ternyata adalah Aylin, juga mengumpat dalam hati. Tapi ia tak punya waktu untuk berhenti. Suara motor Jordi terdengar semakin dekat di belakangnya.

Tanpa ragu, Aylin kembali menarik gas, meninggalkan mobil itu tanpa menoleh.

Akay yang masih kesal menatap motor yang pergi begitu saja.

"Kurang ajar!" gerutunya, langsung menekan pedal gas mengejar motor yang menyerempetnya.

Kalau saja dia tahu siapa yang ada di balik helm itu…

Aylin tak peduli.

Ia terus menarik gas, suara motornya meraung ganas di jalanan yang sepi. Tapi ia tahu ada sesuatu yang salah—sebuah mobil di belakangnya terus membuntuti dengan kecepatan tinggi.

Akay.

Tanpa ampun, Akay menekan pedal gas lebih dalam, mengejar motor yang barusan menyerempet mobilnya. Matanya tajam, sosok itu harus bertanggung jawab!

Kecepatan mobilnya terus meningkat, roda berdecit saat ia bermanuver lincah di antara jalanan yang gelap. Motor di depannya melaju cepat, tapi Akay tak mau kalah. Ia menginjak gas lebih dalam, menyalip dari sisi kanan, mencoba menyejajarkan mobilnya dengan motor itu.

Namun, pengendara motor itu tak mudah dikalahkan. Dengan cekatan, ia menambah kecepatan, berusaha menjaga jarak.

Akay mendengus, tak menyerah. Ia melihat tikungan tajam di depan, kesempatan bagus! Dengan perhitungan matang, ia memacu mobilnya lebih cepat, mengambil jalur dalam, dan memotong jalan, menghadang motor di depan!

SCREECH!

Aylin membelalakkan mata. Mobil itu tiba-tiba muncul di jalannya!

"Brengsek!" umpatnya.

Namun, alih-alih mengerem seperti harapan Akay, Aylin justru menarik gas lebih dalam. Pandangannya fokus pada tumpukan kayu bekas di pinggir jalan yang sedikit miring—cukup untuk dijadikan landasan.

Dalam satu detik yang mendebarkan, motornya melesat ke atas, terbang melompati kap mobil Akay!

"Sialan!" Akay mengumpat kaget sekaligus kagum. Dia gila!

Di belakang, Jordi yang melihat aksi itu terpaksa mengerem sedikit, tapi tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

"Ck, ratu jalanan memang beda," gumamnya sambil melirik ke mobil yang menghadang tadi. Sekilas ia bisa melihat pengemudinya—seorang pria dengan rahang tegas dan sorot mata tajam.

Namun, Akay tak peduli siapa yang memerhatikannya.

Ia tak akan membiarkan motor itu lolos!

Dengan satu gerakan cepat, ia kembali menginjak gas, menyalip Jordi dan mengunci targetnya pada motor yang baru saja menipunya.

Perlombaan berubah menjadi pertarungan tiga arah.

Mereka saling mendahului, saling menekan gas, nyaris bertabrakan beberapa kali. Akay dengan mobilnya yang lebih stabil, Aylin dengan manuver gesitnya, dan Jordi yang mencoba menyalip dari sisi lain.

Garis finis bagaikan gerbang menuju keabadian. Aylin memelintir gas dalam-dalam, adrenalin memacu jantungnya seiring deru mesin yang meraung. Jordi, rivalnya, tak mau kalah, melesat di sampingnya dalam pertarungan sengit. Kemenangan sudah di depan mata, tinggal sepersekian detik lagi.

Tiba-tiba, dari sisi kiri, muncul bayangan gelap yang mengancam. Mobil Akay menyodok maju dengan kecepatan gila, nyaris menyerempet Aylin dan Jordi! Jantung Aylin berdebar keras, antara ngeri dan geram.

Dalam sepersekian detik yang terasa seperti keabadian, ketiga kendaraan itu—dua motor dan sebuah mobil—melintasi garis finis hampir bersamaan.

Keheningan menyelimuti kerumunan penonton. Waktu seolah berhenti. Semua mata terpaku, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.

Lalu, bagai bendungan jebol, sorakan membahana memecah kesunyian. "Gila! Apa-apaan itu tadi?!"

Sorakan di garis finis meredup, digantikan keheningan penuh tanya. Semua orang tahu ini balapan motor. Lalu, mengapa ada mobil yang ikut melintas—dan menghancurkan segalanya? Pertanyaan itu menggantung di udara, menambah drama yang baru saja dimulai.

Sinta, Linda, dan Rena saling pandang dengan ekspresi bingung.

"Gue nggak salah liat, 'kan?" bisik Rena.

"Nggak. Tapi, serius deh, mobil siapa tuh?" Linda menimpali, matanya masih terpaku pada kendaraan asing itu.

Bismo, yang sejak tadi mengamati balapan dengan tangan terlipat di dada, hanya menghela napas panjang. "Bisa ditebak, cewek tengil satu itu pasti bikin masalah lagi."

Tapi bukan hanya mereka yang kaget. Jordi sendiri masih menatap mobil itu dengan alis mengernyit. Siapa orang gila yang ikut adu cepat dengan mereka?

BRAK!

Pintu mobil terbuka dengan kasar.

Seorang pria turun, langkahnya berat, penuh kemarahan yang tertahan. Rahangnya mengeras, matanya menyala tajam seperti api yang siap membakar.

Akay.

Sorot matanya menusuk ke arah pengendara motor yang baru saja menyerempet mobilnya, melompati kapnya, dan ia kejar mati-matian. Napasnya memburu, dadanya naik turun.

Siapa pun orangnya, dia harus bertanggung jawab!

Namun, Aylin belum menyadari kehadirannya. Fokusnya masih tertuju pada motornya yang baru saja melewati balapan sengit. Dengan gerakan cepat, ia melepas helm, lalu mengibaskan rambutnya yang sedikit berantakan. Pikirannya masih dipenuhi umpatan tentang mobil sialan yang hampir membuatnya kalah. Keringat membasahi pelipisnya, napasnya masih memburu, dan adrenalinnya belum sepenuhnya mereda.

Begitu Akay melihat pengendara motor yang sudah menyerempet, melompati mobilnya, dan ia kejar mati-matian… wajah Akay langsung berubah.

Dunia seakan berhenti.

Darahnya mendidih, kepalanya berdenyut. Rahangnya mengeras hingga nyaris retak.

Itu bukan sekadar bocah tengil yang hobi kebut-kebutan.

Itu Aylin.

Istrinya kecilnya.

Darahnya mendidih. Rahangnya menegang. Matanya membulat tak percaya.

Gadis badung yang selalu membuat darahnya naik.

Gadis yang ia rindukan sepanjang perjalanan pulang tadi.

Tapi sekarang, dia malah ada di sini, dengan motor, balapan liar, dan nyaris membuatnya kena serangan jantung!

Akay mendengus, nyaris tertawa karena terlalu muak dan kaget. Tangannya mengepal kuat, sebelum akhirnya ia melangkah maju.

"Dasar bau kencur! Gadis badung!" suaranya meledak, penuh amarah dan frustrasi.

Aylin yang masih sibuk melepas sarung tangan menoleh cepat. Suaranya? Tidak salah dengar, 'kan?

Begitu melihat siapa yang sedang berjalan ke arahnya, matanya terbelalak, wajahnya langsung pucat.

"Akay?!"

Sial.

...🌟...

...Kau hadir di hidupku tanpa kuduga....

...Menorehkan kuas di kanvas hatiku yang tanpa warna....

...Setiap sisi dirimu selalu memberi kejutan tak terduga....

...Membuatku terjebak dalam dunia yang penuh problematika....

...Semakin lama aku mencoba menjauh, semakin aku terjatuh dalam dilema....

...Namun entah mengapa, semua itu terasa seperti tantangan yang membara....

...Kau memang berbeda, karena hanya kau yang mampu mengusik ketenangan jiwa,...

...Dan membuatku lebih hidup dalam dunia yang dulu terasa hampa....

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
partini
bukan cuma Akay Ay tapi ppa Andi uncle rayy merek mereka menjaga mu setiap waktu setiap sa"at ,, kapan Thor merek bertemu dan perperang pasti badabestttttt buaaaangtttt di tunggu thor 👍👍👍
Sri Hendrayani
jng lama2 donk thor ayo ungkap donk pelaku utamanya
sum mia
sadarlah Aylin.... Akay gak main-main dengan perasaannya . kamu benar-benar menjadi pelabuhan terakhir setelah kapal Akay berlayar . kamulah satu-satunya wanita yang bisa menggetarkan hati Akay . dan kamulah satu-satunya wanita yang membuat Akay tidak bisa lagi berpaling darimu .
jadi percaya dan yakinlah Akay tidak akan meninggalkanmu dan dia akan selalu melindungimu .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Hanima
lanjut kk
Mrs.Riozelino Fernandez
kenapa selalu ngomong aku bisa melindungi dirimu sendiri...
ya'elah Aylin mana ada suami yang ngebiarin istrinya celaka...😒
Siti Jumiati
lanjut kak
Siti Jumiati
/Sob//Sob//Sob/
Syavira Vira
lanjut
Puji Hastuti
Aylin kpn kamu percaya sepenuhnya pada akay.
abimasta
betul.alyn kamu harus percaya sama akay
Lia_Sriwijaya
Kak nanaaaaaa... emg jagonya bikin readers Olga bisa tidur Krena penasaran... hhhhhh
Sri Hendrayani
kok skrng upnya sehari sekali aja thor?
biasanya sehari2x
🌠Naπa Kiarra🍁: Masih lebaran bersama keluarga, Kak. jadi nggak punya banyak waktu buat nulis. 🙏
total 1 replies
sansan
siapa yg dtg itu kah?
Sri Hendrayani
itu bisa aja pancingan
Mrs.Riozelino Fernandez
kamu mau ganggu keluarga Akay??? siap2 kamu di goreng ,jadi pergedel sama papa Andi dan tuan Rayyan...
Hendra Yana
lanjut
sum mia
bisa jadi kebakaran itu emang disengaja untuk mengecoh komplotan orang misterius . dan semua itu mungkin rencana Akay .
iya gak sih.... ah kak Nana mah emang paling pinter bikin penasaran .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
abimasta
dendam apa kira kira si pria misterius pada alyn?
Hanima
lanjut kk
Syavira Vira
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!