sabarnya wanita penghuni syurga~
[][]
Aisyah adalah seorang gadis bercadar yang ta'at agama nya.
Hari hari bahagia di lewati oleh Aisyah si gadis bercadar tanpa tahu apa takdir nya dan siapa jodohnya.
Ketika di lamar oleh seorang pria muda tampan ia berharap jika ini adalah jalan yang benar dan takdir menuju ke bahagiaan yang di berikan Allah SWT untuk nya.
Tetapi siapa sangka sang pria tampan malah menghalal kan gadis lain di depan matanya.
Dan seorang yang Aisyah kira pria brengsek tak punya hati malah menolong nya dari keterpurukan dan membuatnya bangkit kembali.
pria yang dia kira brengsek tak punya hati malah membuatnya jatuh ke dalam pesona pria itu?
bagaimana kisah mereka?
Apakah pria tak memiliki perasaan itu hanya kasihan pada Aisyah yang di tinggal nikah ?
BUKAN KARENA DIA MEMILIKI PERASAAN PADA AISYAH?
atau malah dia memang punya maksud lain pada aisyah?,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 23
"" Ya sudah mas ,, saya pulang dulu ,, hari ini adalah hari dimana abi saya akan menjadi direktur di sebuah perusahaan..semoga Saya bisa mengucap kan selamat untuk nya di waktu yang tepat. "".
"" menjadi direktur ?? Di perusahaan DarmaWijaya ?? "". Tanya Faiz
"" kok mas tau ???"". Tanya Aisyah
"" itu perusahaan ibu saya.. hari ini ibu menjual saham nya pada seseorang yang bernama Mahdi. Mantan calon suami kamu. Dan saya rasa Mahdi yang meminta abi mu untuk menjadi direktur nya."". Jelas Faiz yang masih fokus pada permainan di hp nya.
"" Assalamualaikum mas..."". Ucap Aisyah yang langsung pergi.
Aisyah merasa tidak percaya jika abi nya mau menajdi bagian dari perusahaan nya Mahdi. Ia pulang lalu duduk di luar menanti abi nya pulang.
Setelah beberapa jaM menunggu akhirnya abi pulang dengan wajah yang begitu ceria. Pertanda bahwa ia sudah di angkat menjadi direktur di perusahaan nya Mahdi.
"" Assalamualaikum Aisyah... umi mu mana ???"". Tanya abi
"" Wa'alaikumsalam abi.. umi di dalam."". Jawab Aisyah sambil mencium tangan abi nya.
"" ya sudah ayo masuk,,abi punya kabar baik buat kalian .."".
"" kabar jika abi sudah berhasil menjadi direktur di perusahaan nya mas mahdi ?? Abi lupa apa yang telah dia lakukan pada aisyah 7 bulan yang lalu ???"". Tanya Aisyah memberanikan diri nya.
"" berani kamu bicara seperti itu sama abi mu Aisyah... siapa yang mengajarkan mu bersikap seperti ini ??"". Gertak abi nya
"" astaugfirullah.. maafkan kesilapan Aisyah bi.. tapi kenapa abi menerima tawaran mas mahdi ?? Kita selama ini tidak kekurangan apapun,, Aisyah sudah bekerja dan aisyah mampu kok memenuhi kebutuhan kita sehari2..."". Ujar aisyah.
"" kamu lupa jika kamu punya hutang 30 juta sama nak Faiz ?? Dari mana bisa kita bayar uang sebanyak itu. Dan satu lagi abi tidak suka kamu terlalu dekat sama nak Faiz. Paham !!"".
"" tapi kenapa bi ?? Mas Faiz baik kok orang nya.."".
""'Jangan berdebat dengan abi mu nak... sudah ikuti saja apa yang abi mu katakan.."". Ucap sang umi yang tiba2 keluar.
"" punya anak susah sekali di kasih tau. "". Ujar abi nya sambil masuk ke dalam meninggalkan Aisyah bersama umi di luar.
"" kamu kenapa jadi berani melawan abi mu ,, ada apa ??"".
"" Aisyah bingung mi ,, demi sebuah jabatan abi jadi lupa pada penderitaan yang mas mahdi berikan pada Aisyah dulu. Kenapa abi berubah mi.."". Tanya Aisyah memeluk umi nya dengan erat.
"" yang sabar nak ,, abi mu benar ,, kita harus membayar uang nya nak Faiz. Biar bagaimana pun itu uang tidak sedikit nak ,, abi mu tidak ingin gara2 uang itu nanti nak Faiz jadi memanfaatkan kamu.."".
"" kalau begitu Aisyah tidak mau menikah dengan mas syakir. Aisyah tidak mengenali mas syakir. Aisyah punya hak untuk menentukan masa depan aisyah sendiri mi. Tolong bilang sama abi , kalau Aisyah menolak menikah."". Ucap Aisyah lalu ia masuk ke dalam dan menuju ke kamarnya..
Di kamar Aisyah hanya menangis penuh rasa penyesalan lantaran sudah berani membangkang namun keputusan nya sudah bulat untuk tidak melanjutkan pernikahan tersebut. Dari dalam kamar Aisyah bisa mendengar perdebatan antara umi serta abi nya tapi ia tetap mengurung diri di kamar tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulut nya itu.
Hari demi hari ia hanya mengurung diri di kamar nya. Acara pernikahan sudah di siap kan. Aisyah terus mendapatkan kekangan dari abi nya untuk tetap melanjutkan pernikahan itu.