Aprilia Suci Prabowo anak dari seorang Pengusaha terkaya No.1 di Negeri ini harus menelan pahitnya kenyataan saat mengetahui Papihnya mempunyai wanita idaman lain selain Mamihnya.Dan yang lebih parahnya lagi,mempunyai anak dari perselingkuhannya itu.
Raditya Putera Pratama seorang Polisi tampan nan gagah di pilih untuk bekerja sebagai Bodyguard sekaligus sopir pribadi April wanita cantik tapi jutek.
Bagaimana kelanjutan kisahnya,akankah berakhir bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEMBURU
Di kantin,Sella sedang menunggu April.
"Sorry lama." sahut April
"Gapapa,ada apa Pak Dika manggil lo?" tanya Sella.
"Gue kan pernah cerita sama lo kalau gue pernah nabrak mobil seseorang,nah ternyata itu mobil milik Pak Dika dan nanti sore dia minta mobilnya di benerin." jelas April
"Oh." Sella hanya ber Oh ria
Sesampainya di rumah,April tetap mendiamkan Mamihnya.
"Sayang,mau sampai kapan kamu marah sama Mamih?" tanya Mamih Lisda
"Kenapa Mamih ga percaya sama April?April itu nampar tuh anak karena dia sudah berani menghina Mamih." seru April
"Iya,Mamih percaya Mamih minta maaf ya Sayang." Mamih Lisda memeluk anak kesayangannya itu.
"Apa kamu makan sekarang Sayang." tanya Mamih Lisda
"April mau mandi dulu."
April pun pergi ke Kamarnya untuk bersih-bersih.
Sesampainya di kamar,April mendapat notif pesan dan itu dari Pak Dika yang mengirimkan alamat bengkel langganannya.
"Lho kamu kemana Sayang?"
"April mau keluar dulu sebentar,mau ketemu teman." jawab April
"Ga makan dulu?" tanya Mamih Lisda
"Ga Mih,nanti saja lah di luar,soalnya April sudah telat." April cepat-cepat pergi dan mencium pipi Mamihnya terlebih dahulu sebelum berangkat.
April tampak celingukan melihat bengkel di jalan itu,hingga dia menemukan bengkel yang lumayan besar dan pas sekali berhadapan dengan POLRES tempat Radit Dinas.
Di depan bengkel,Dika terlihat melambaikan tangannya ke arah April.
"Tuh dia cowok dingin yang menyebalkan." gumam April.
April memarkirkan mobilnya,dan keluar dari dalam mobil.
Dika sampai melongo dan matanya sama sekali tidak berkedip melihat April.
"Berapa kerusakan yang di alami mobil Bapak?" tanya April
Tapi Dika terus saja melongo.
"Pak,Bapak dengar saya?" April menjentikan jarinya ke hadapan wajahnya.
Seketika Dika sadar,dan berpura-pura cool kembali untuk menutupi kegugupannya.
"Iya,barusan kamu ngomong apa?" tanya Dika gugup
"Saya tanya berapa kerusakan yang di alami mobil Bapak,saya akan membayarnya dan langsung pulang lagi." ucap April
"Ehmm,berapa ya terserah kamu saja lah." jawab Dika seadanya
April mengerutkan keningnya...
"Bapak ini bagaimana sih,dari tadi ngotot pengen ganti rugi sekarang giliran saya mau ganti rugi malah bilang terserah." seru April
Dika bingung harus ngomong apa lagi,sebenarnya mobilnya sudah baik-baik saja dan memperbaikinya juga ga seberapa buat Dika,ini cuma alasan supaya Dika bisa bertemu dengan April.
"Ok,sebenarnya mobil sudah saya perbaiki dan saya juga tidak butuh uang dari kamu,saya cuma ingin minta kita makan bareng sebagai ganti ruginya." sahut Dika dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maksud Bapak apa?" tanya April.
"Seperti yang kamu lihat,mobil saya sudah di perbaiki.Saya membuat alasan seperti ini karena saya ingin lebih mengenal kamu." seru Dika
"Maaf Pak saya mau pulang." sahut April
Tapi pada saat April melangkah,Dika memegang lengan April.
"Apa-apaan sih Pak,lepasin." April memcoba melepaskan tangannya.
Sementara itu,Radit baru saja selesai Dinas sekarang Radit sedang bersiap-siap untuk pulang.
"Dit,itu April kan?" tunjuk Rico
Radit melihat April seolah sedang berpegangan tangan dengan seorang Pria.
"Siapa pria itu,kok pegang-pegang tangan April." batin Radit
"Pacarnya kali Dit." celetuk Rico
Radit cepat-cepat menaiki motornya dan langsung tancap gas,meninggalkan Rico yang kebingungan.
"Pak,lepasin saya mohon." pinta April
"Saya akan lepasin kamu,asalkan kamu mau makan bareng saya." sahut Dika
Di saat April sedang berusaha melepaskan tangannya,tidak sengaja April menoleh ke belakang dan bersamaan dengan motor Radit yang keluar.
Sesaat mereka saling tatap,hingga Radit langsung membuang wajahnya dan melajukan motornya.
"Radit." gumam April
April kemudian menghempaskan tangan Dika.
"Maaf,Pak saya harus pergi." April cepat-cepat masuk ke dalam mobilnya.
"Sial." Dika menjambak rambutnya sendiri
Sementara itu,Radit terlihat tidak fokus mengendarai motornya.
Bayangan April sedang berpegangan tangan dengan pria itu terus berkelebatan di pikiran Radit.
"Siapa pria itu,apa mereka berpacaran?" batin Radit.
Radit semakin emosi,tidak tahu kenapa melihat April dengan pria lain membuat dadanya panas.
Radit terlihat melamun,dia tidak melihat kalau di depannya ada orang yang mau nyebrang,Radit kaget dan mengarahkan motornya ke samping.
Bruggg...
Radit jatuh menabrak trotoar...
April yang lewat ke jalan itu,melihat motor yang terjatuh.
"Bukannya itu motor Radit." gumam April,kemudian menepikan mobilnya.
Di lihatnya Radit yang sedang kesakitan karena kaki dan tangannya berdarah.
"Ya ampun Radit,kamu kenapa?" tanya April memegang tangan Radit.
Tanpa menjawab pertanyaan April,Radit mencoba berdiri dan menepis tangan April.Dengan langkah yang terpincang-pincang,Radit mengangkat motornya.
"Dit,tangan sama kaki kamu terluka kita ke Rumah Sakit." ucap April tapi lagi-lagi Radit tidak mendengarkan omongan April.
April merasa kesal karena Radit mengacuhkannya,kemudian April menarik tangan Radit supaya menghadap ke arahnya.
"Kamu itu kenapa sih Dit,nyuekin aku kaya gitu?emangnya aku salah apa sama kamu?" bentak April.
Radit menatap tajam ke arah April..
"Jangan deket-deket,nanti pacar kamu marah." ucap Radit dingin
"Pacar..pacar siapa,aku ga punya pacar." jawab April dengan mengerutkan keningnya.
"Tadi yang pegang-pegang kamu,bukannya itu pacar kamu?" Radit kembali menghampiri motornya dan menaikinya.
Sebelum Radit pergi,April memegang lengan Radit.
"Dia bukan pacar aku,dia Dosen baru aku.Aku di sana untuk ganti rugi,karena 2 hari yang lalu aku nabrak mobil dia." jelas April
April berbalik hendak meninggalkan Radit,di saat baru dua langkah.
"Jangan buat aku cemburu." ucap Radit yang masih terdiam di atas motornya
April mrnghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Radit,Radit menoleh ke arah April dan menatapnya.
"Maksud kamu." tanya April
"Aku menyukaimu April,sejak pertama bertemu dengan mu aku sudah jatuh cinta sama kamu tapi kayanya itu ga mungkin karena perbedaan kita sangat jauh,dan kamu juga ga mungkin mau punya pacar seperti aku yang hanya seorang Polisi bahkan mobil pun aku ga punya." seru Radit dan menundukkan kepalanya
April sangat kaget mendengar ungkapan cinta Redit,ternyata selama ini Radit mempunyai perasaan yang sama dengannya.
Perlahan April melangkah mendekati Radit yang masih setia dengan menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu menundukkan kepala,kalau ngomong itu tatap wajah orangnya." sahut April
Radit mendongakkan kepala dan menatap tajam ke arah bola mata April.
"Ga mau ngomong." ucap April
"Aku cinta sama kamu Aprilia Suci Prabowo." ucap Radit lantang dan masih setia menatap kedua mata April.
April tersenyum,matanya mulai berkaca-kaca dan tanpa aba-aba lagi April langsung memeluk Radit yang masih terdiam di atas motornya.
"Aku juga cinta sama kamu Dit." air mata April menetes juga
Radit yang terkejut dengan pelukkan April dan jawaban April,perlahan membalas pelukkan April.
"Terima kasih Pril." Radit makin erat memeluk April dan menciumi pundak April
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
Selamat pagi semuanya,semangat pagi ayo dong dukungannya buat "POLISI PENJAGA HATI" 😘😘
Jangan bosen-bosen ya,tunggu kelanjutannya🙏🙏salam hangat dari April dan Radit😍😍
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💞💞💞