Seorang presdir wanita gagal menikah karena calon mempelai laki laki meninggal karena kecelakaan tabrak beruntun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingat ajudan
Masih dibumi nusantara
Wahidah sudah menyelinap masuk kedalam coverbad.Hatinya sudah tenang berurusan dengan putranya.Kini ia merebahkan tubuhnya disamping suaminya.
Wahidah menyusuri wajah suaminya yang begitu lelah.Biasanya Anand bekerja di showroomnya hanya beberapa jam saja lalu pulang untuk istirahat.Kini Anand sudah mulai aktif lagi bekerja dikantor besannya seperti ia masih bujangan dulu.
Sambil mengusap wajah suaminya Wahidah berucap"Pi...Aku sudah tenang dan puas memarahi putra kita"
Anand membuka matanya,dilihatlah netra istrinya lekat lekat lalu mengusap wajah istrinya dengan tangannya lalu tersenyum,ia sematkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah cantik istrinya ke telinga"Mi...Kamu jangan sering memarahi putra kita..Rebahan sini dilenganku sayang"Anand membantu istrinya untuk tiduran diatas lengannya.Anand menatap langit langit rumah,sedangkan Wahidah masih setia melirik wajah suaminya dengan seksama."Bagaimanapun juga Xander juga ingin merasakan kebebasan"
"Kok papi ngomongnya gitu si..Seakan tidak suka dengan menantu kita..Terus mantu kita gimana dong pi"Dengan wajah cemberut
"Jangan cemberut begitu..Jangan menggodaku"Anand memeot bibir bawah istrinya seakan mau singsot biar bunyi memanggil burung ataupun angin biar mendekat.
Tangan kiri Wahidah melepaskan tangan kanan anand yang masih menempel dibibirnya.
Anand melanjutkan jawaban pertanyaan dari istrinya"Ya nggak gimana gimana..Kita berdoa saja buat mereka,semoga mereka balikan dengan masanya mereka saling mencintai"
Wahidah manggut manggut paham"Kita tidur saja ya sayang...Badanku capek sekali"Anand tersenyum dan mencium kening rambut lalu mengusap rambut istrinya.
"Ah papi sudah tua rupanya..Baru sehari jadi GM aja sudah kecapaian"
Anand tersenyum"Iya sayang..."
Masih dinusantara..
Kini Najwa merebahkan badannya dikasur yang berada dikamarnya sebelum ia menikah minggu minggu kemarin.Setelah seharian ia bekerja dikantor rasanya badan capek sekali.Biasanya dia selalu gampang dan enak enak tinggal suruh ini itu kepada Xander sang mantan ajudan.Tapi kini tidak berani menyuruh siapapun.Dalam hatinya ada sedikit penyesalan telah bertengkar dengan Xander.
"Ah...Aku tidak bisa tidur"Najwa bangun dari tempat tidurnya..Dilihatlah jam sudah pukul 11 malam.Dihatinya berkata "Di emirat sekarang pasti pukul 8 malam.Kakak lagi apa ya?Eh ngapain aku ingat dia..Gara gara dia daddy sama aku galak dan tegas"
Najwa berjalan mendekati meja belajar.Ia menarik kursi dan mendudukkan pantatnya dikursi meja belajar.Ia mengambil secarik kertas lalu mencoret coret jadilah gambar cincin bermata biru.Ia pandangi gambar tersebut,ia angkat keatas lalu mendekatkan lagi kertas itu agak dekat dengan netranya"Cantik"Ia mulai lagi mencoretkan tinta tersebut hingga membentuk gambar gelang dengan eksyen permata biru sebagai pemanis serta menggambar kalung dengan liontin langsung nempel dikalungnya dengan permata biru lalu ia sematkan gambar giwang dengan mata yang agak menjulur sedikit tak lupa dikasih gambar permata biru "Sempurna" Ia letakkan gambar tersebut didalam laci.
Sebenarnya Najwa memang pandai dalam desain aksesoris.Ia lulusan terbaik difakultas Art design.Tetapi karena daddynya memaksa ia memegang perusahaan yang ayahnya pimpin sejak masih single,Najwapun tak berani nolak.
Disisi lain ternyata mempunyai ajudan cerdas seperti Xander memang dirinya tak usah pandai ataupun pintar.Karena Xanderlah yang selalu menghandel semua pekerjaan Najwa yang notaben nya sebagai Ceo yang lebih tepatnya sebagai Ceo Ceo nan.
Karena Najwa merasa lelah dan ngantuk,iapun berjalan lagi ketempat tidur lalu merebahkan tubuhnya keranjang...Tak butuh lama Najwapun terlelap.
sepertinya dah terlambat🤦
mungkin bawaan hamil X ya🤔