🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.23.Kedatangan Choi.
🏚️ Kediaman Kevin Lee🏚️
Merasa tidak terimah dengan hinaan Clarisa, membuat ia geram.
Ia tidak menyangkah Clarisa sama sekali tidak takut terhadapnya.
" Kamu liat saja, suatu saat aku akan menyingkirkan posisi kamu dari rumah ini, kamu datang kerumah ini untuk menjadi seorang pelayan, dan selamanya akan menjadi seorang pelayan. Ucapnya dengan amarah, yang terlihat jelas diwajahnya.
" Bagaimanapun aku tetap mengetahui siapa diriku Nona." Jawab Clarisa, yang tetap menampilkan senyum terindahnya.
Menatap kesal, dan berlalu keluar dari rumah karena tidak menang berdebat dengan Clarisa.
Saat keluar dari rumah mewah itu, pandangan matanya melihat sebuah mobil yang baru masuk.
Terus memperhatikan mobil itu, dan memastikan siapa yang datang.
Sedikit terkejut, saat ia melihat yang keluar dari mobil mewah itu adalah Ayahanda dari Kevin, yaitu Choi Lee.
" Itukan Ayahnya Ka Kevin, ngapain dia kesini..? Sebuah pertanyaan yang keluar dari bibirnya, karena rasa penasarannya.
" Apakah Kevin sedang berada dirumah..? Tanya Choi, pada orang kepercayaannya Bobi.
" Iya Tuan, Tuan Kevin tidak masuk kekantor hari ini. Tadi saya sudah menelpon sekretarisnya Denis." Ucap Bobi, dengan terus melangkahkan kaki mengikuti langkah kaki Choi menuju kediaman Kevin.
" Tuan ada adiknya, Nona shin." Ucap Bobi setengah berbisik pada pada Choi.
Dengan gayanya yang terlihat angkuh, Choi melangkahkan kaki, dengan pandangan lurus kedepan.
" Selamat siang Tuan Choi" Ucapnya tersenyum, dengan membungkukkan badannya.
" Siang." Dengan menghentikan langkahnya.
Bukankah kamu adiknya Shin..?
" Iya Tuan, saya adik dari mendiang istri Ka Kevin." Ucapnya tersenyum, ramah.
Menyunggingkan senyum dibibirnya, dan memandang tidak suka pada Jeni.
" Kakakmu sudah meninggal, terus buat apa kamu kesini.
Mengepalkan erat tangannya, dan berusaha untuk tersenyum. Karena bagaimanapun ia harus mengambil hati ayah dari pria idamannya.
" Kak Kevin, sampai kapanpun tetap Kakak iparku, walaupun Kak Shin sudah meninggal Tuan."
" Cih pintar sekali kamu bersilat lidah, bukahkah anakku sudah memenuhi semua kebutuhanmu, termasuk membiayai biaya kuliahmu, dan juga membelikan apartemen mewah, termasuk mobil yang kamu kendarai adalah pemberian anakku juga. Ucapnya tersenyum sinis.
Berusaha tenang, karena benar adanya semua yang dipakainya adalah pemberian dari Kevin.
" Ka Kevin adalah Suami Kakakku, otomatis hartanya Kevin adalah, harta Kakakku juga. Dan aku adalah adik dari istri anak anda, bagiku tidak ada salahnya, kalau Kakakku menafkahiku. Tersenyum sesaat, sebelum melanjutkan kata - katanya. Sepertinya cuaca sangat panas hari ini, aku takut terlalu lama dibawah terik sinar matahari nanti kulitku bisa terbakar, maaf Tuan sepertinya aku harus pergi.." Ucap Jeni, dengan gaya sombongnya, Sambil melangkahkan kaki meninggalkan kediaman mewah itu.
Tatapan matanya menatap tajam gadis berparas cantik itu, terlihat jelas dari raut wajahnya ia begitu menahan amarahnya.
" Ayo Tuan kita kedalam, tidak ada gunanya kita melayani wanita itu."
" Baiklah, ayo" Jawabnya, dengan melangkahkan kakinya menuju kediaman Kevin.
Mendengar suara bel berbunyi, Sofia langsung berlari kepintu utama.
Membuka pintu, dan ia sangat terkejut mendapati ayah dari majikannya.
" Tuan besar" Ucapnya, dengan mata membulat sempurnah seolah tidak percaya yang dilihatnya, adalah ayah dari majikannya.
Senyuman menyeringai dibibirnya, saat melihat keterjutan Sofia.
" Kevin ada..?
" A..ada Tuan, ayo masuk." Dengan mempersihlahkan Choi Lee, dan orang kepercayaannya masuk.
Menggelegarkan pandangannya, melihat seisi ruangan tamu.
Terkejut menatap sebuah figura, hingga membuatnya menghentikan pandangannya, sebab merupakan sesuatu yang menarik.
" Kenapa masih foto pernikahan dia, dan Shin yang terpajang didinding, kenapa bukan foto pernikahan ia, dan istrinya yang sekarang, mungkinkah ada sesuatu yang tidak kuketahui. Gumamnya dengan berbagai pertanyaan yang terlintas dalam benaknya.
" Siapa Bibi Sofia..? Tanya Clarisa, saat mendengar ada seseorang bertandang.
Berbalik, dan mendapati seorang gadis belia dengan penampilannya yang sangat sederhana.
Suasana dirumah berubah mencekam, Sofia terdiam ,dan ia sangat mengenal bagaimana sifat dari Choi, yang selalu melihat seseorang dari status sosial.
" Siapa Kamu, kamu pembantu baru dirumah anak saya...? Sebuah pertanyaan yang keluar dari bibirnya, yang membuat Clarisa seketka terkejut, karena ia baru kali ini bertemu dengan ayah dari Suaminya.
" Saya, pem.." Ucapan terputus dengan suara seseorang.
" Papa..., " Seru Kevin, yang mengalihkan perhatian mereka.
"Ada perlu apa Papa kemari ?
" Papa ingin melanjutkan pembicaraan kita waktu itu, dan siapa wanita ini, apakah dia pembantu baru kamu..?
Suasana hening seketika,ingin mengatakan ia adalah Nyonya dirumah ini tapi suaminya tidak memperlakukan ia layaknya seorang istri, dan ia lebih memilih diam dan apa yang diucapkan Kevin, dia akan terimah yaitu mengakui kalau dia bukan istri, melainkan adalah pelayannya.
" Aku berharap Tuan Kevin , bisa mengakui Nona Clarisa sebagai istrinya, kasian Nona Clarisa istri hanya tertulis diatas kertas." Bathin Denis,dengan terus menatap Clarisa yang tengah menunduk.
Menghela nafas panjang, dan menghampiri gadis itu. Merengkuh pinggangnya begitu posesif, hingga membuat Clarisa menatap heran Suaminya.
" Tuan...!! Gumamnya pelan.
" Diam saja, dan jangan banyak bicara."
menatap heran anaknya, dan Clarisa secara bergantian.
Dan tatapan matanya seketika berubah tajam, dengan amarah yang terlihat diwajahnya, dengan rahang mengeras hingga guratan - guratan begitu terlihat, serta mengepal erat tangannya.
" Jadi ini istrimu Kevin..?, jadi benar kau menikahi seorang pembantu..? Pertanyaan yang disertai kemarahan yang teramat sangat.
" Ia Paa.., dia Clarisa istriku.." Ucapnya dengan tatapan matanya, menatap balik manik mata lelaki paruh baya itu.
" Plaaakkkk.....! .Sebuah tamparan yang cukup keras, mendarat di pipinya.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa