NovelToon NovelToon
A Thousand Years Of Love And Vengeance

A Thousand Years Of Love And Vengeance

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Identitas Tersembunyi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:60.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chintyaboo

Kematian bukanlah akhir.

Setidaknya, kalimat itulah yang membuat Xia Chaoxing tetap waras saat orang yang sama datang untuk menjemput nyawanya tiap 1.000 tahun. Terikat kutukan dan tidak boleh memiliki emosi, Xia Chaoxing menjalani kehidupan kesepuluh dan berusaha untuk menjadi orang biasa. Namun, siapa yang akan tahu kalau pria yang tampak pendiam di akademi menjadi mencurigakan dan berkata telah menyukainya?

Bukannya tidak ingin menerima, tapi dia benar-benar akan mati jika menyukai orang lain selain raja iblis tertentu yang merupakan kutukan pasangan takdir. Buruknya, Raja Iblis malah membunuhnya hampir sepuluh kali!

Akankah Xia Chaoxing dapat menuntaskan dendam ini dan melepas kutukan? Atau akan terjebak dalam cinta dan obsesi yang berbahaya selama ribuan tahun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chintyaboo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhianat

Beberapa orang berdatangan mendekati mereka. Salah satunya adalah seorang gadis muda yang tampak pendiam, sisanya adalah beberapa pria arogan datang dengan senyuman remeh.

"Yoo, apa ini adalah Meng Yao dari Desa Qin dan Chong Lu dari Keluarga Chong Kota Yunlan? Aku dengar mereka mewakili Akademi Lembah Bulan dalam seleksi tiga akademi tahun ini."

"Akademi Lembah Bulan kali ini mengirim tiga murid. Aku pikir, dua lainnya sangat biasa saja. Bahkan latar belakang mereka sama sekali tidak menarik. Lupakan tentang Keluarga Chong, apa keluarga dari desa kecil dan miskin bisa mengeluarkan jenius untuk bergabung di tiga akademi saja sudah sangat meragukan, apalagi dapat memenuhi semua biaya akademi."

"Dibanding orang-orang dari Akademi Lembah Bulan itu, bukankah Tuan Muda kita masih lebih baik? Dia sudah mencapai master spiritual di usia yang masih sangat muda."

Mereka mengutuk pihak lain dan menyanjung tuan muda mereka di muka umum, tepat di dekat Xia Chaoxing dan Chong Lu. Long Ma yang menemani Xia Chaoxing pun mengerutkan kening.

Dia berbisik pada Xia Chaoxing, "Apa kualitas manusia semakin hari semakin menurun? Aku tidur terlalu lama untuk memulihkan diri dan berharap akan ada sesuatu yang menarik di dunia manusia, tapi sepertinya otak manusia sama sekali tidak berkembang."

Jika ucapan Long Ma terdengar oleh orang-orang bangga itu, mereka pasti akan muntah darah dan mengamuk.

Xia Chaoxing tidak peduli. Dia menganggap omong kosong itu hanya ucapan biasa. Satu hal yang membuat perhatiannya teralih hanyalah satu, yaitu kehadiran seseorang yang ia kenal di antara mereka.

Yun Yun?

Chong Lu yang baru saja akan marah-marah dan membalas langsung dihentikan oleh Xia Chaoxing. "Jangan buat masalah," bisiknya.

Chong Lu ingin protes, tapi menelan kembali kalimatnya. Dia hanya bisa menghela napas atas tempramen Xia Chaoxing yang terlalu bagus. Xia Chaoxing benar-benar mengabaikan omong kosong dari mulut mereka dengan sabar!

Yang Chong Lu tidak tahu, Xia Chaoxing sebenarnya tidak mendengarkan ocehan mereka, melainkan memperhatikan satu titik di antara kerumunan.

Sebenarnya, gadis di antara laki-laki itu adalah Yun Yun. Chong Lu tidak terlalu memperhatikan karena Yun Yun mengenakan jubah putih dan tampak tidak mencolok, tapi Xia Chaoxing sangat mengenali sosoknya.

Sadar seseorang memandang dengan teliti, Yun Yun melihat ke arah Xia Chaoxing lalu kosong sejenak. Ia pun membuang wajah.

Xia Chaoxing semakin heran. Di mana gadis kecil yang berdiri di barisan depan untuk membelanya dan dengan galak memarahi anak-anak nakal? Yun Yun sebenarnya bergabung dengan mereka?

"Yah, manusia tidak memiliki kesetiaan yang konsisten. Cara berpikir mereka hanya mengarah pada sesuatu yang menurut mereka menguntungkan untuk diri sendiri. Kamu jangan terkejut melihat temanmu ada di kubu lain dan menjelekkanmu." Long Ma sama sekali tidak terkejut. Dia tahu Yun Yun berdasarkan cerita Xia Chaoxing.

Xia Chaoxing tertutup pada orang luar, tapi dia sangat terbuka pada binatang kontraknya sendiri. Dia jarang berteman dengan orang lain. Long Ma merasa agak kasihan melihatnya.

"Bukan masalah besar." Xia Chaoxing tampak tidak peduli dan dingin. Namun, sebenarnya Long Ma tahu, hatinya terganggu.

Orang-orang itu terus berceloteh, sedangkan Xia Chaoxing ada di dunianya sendiri. Chong Lu mengabaikan usulan Xia Chaoxing dan maju dengan bergebu-gebu.

"Apa itu yang master spiritual? Kalian hanya orang dungu, yang bahkan tidak mengenali apa itu master spiritual. Meski Tuan Muda kalian berada di ranah master spiritual, perbedaan kekuatannya tidak begitu signifikan dibanding di atasnya." Chong Lu berkata dengan arogan.

Dia berani menantang master spiritual!

"Huh, kau tidak tahu apa yang baik untukmu. Bukankah kau bisa berada di sini karena menjilat bocah dari desa itu?"

"Kamu!"

"Yah, kalaupun tidak ada Nona Yun, bocah itu mana mungkin berada di sini dan membawa si idiot ini. Semua orang tahu bahwa Chong Lu adalah idiot pedang yang tidak tahu malu."

Chong Lu sangat geram. Antek-antek menyebalkan ini membuatnya sangat marah dan hampir menghunuskan pedang untuk memukul mereka. Namun, Xia Chaoxing segera menahan lengannya.

"Jangan terlibat dengan hal tidak penting jika tidak bisa menahan kesabaranmu. Mereka hanya ingin kamu membuat masalah dan didiskualifikasi." Xia Chaoxing memperingati.

"Tapi ...."

"Lakukan di arena." Xia Chaoxing berkata dengan dingin.

Chong Lu tercerahkan. Ada banyak cara untuk bertarung, dan Xia Chaoxing memilih memberi pelajaran di arena. Di arena, tidak ada siapa pun yang dapat menghentikan perkelahian. Sampai salah satu dari mereka menyerah atau pingsan, barulah pertandingan berakhir.

Mulai saat ini, Chong Lu bersumpah bahwa dia akan membuat mereka yang menghinanya dan Xia Chaoxing pingsan di bawah kakinya. Dia tidak akan membiarkan mereka menyerah dipukuli!

Meski Xia Chaoxing sangat baik dan penyabar, dia sedang dalam suasana hati buruk saat ini. Biarkan mereka bicara selagi mampu, lalu pukul di akhir. Kalaupun Chong Lu tidak bisa, ia akan mengantikan.

Namun, ketenangan Chong Lu berakhir ketika melihat Yun Yun di antara mereka. Dia tidak sadar sebelumnya karena fokus pada ejekan orang-orang itu.

"Yun Yun?" Chong Lu mengerutkan kening. Dia mengabaikan orang-orang itu, menerobos menghampiri.

Orang-orang itu segera menghalanginya dan mendorongnya dengan keras sampai terjungkal.

"Jangan sentuh Nona Yun dengan tangan kotormu!"

"Nona Yun adalah tunangan Tuan Muda Mo kami, kau akan berurusan dengan Keluarga Mo jika menyentuhnya!"

Chong Lu sangat marah dan berseru, "Yun Yun, kenapa kau bersama mereka? Kau adalah teman kami, kenapa kau bersama bajingan-bajingan ini!"

Yun Yun melihatnya sekilas, tapi tidak mengatakan apa pun. Ia menghindari pandangan dua temannya dan mengepalkan tinju diam-diam.

"Yun Yun ...." Chong Lu tidak rela. Mereka bertiga tumbuh bersama, tinggal bersama, dan berlatih bersama selama di akademi. Bagaimana Yun Yun bisa beralih secepat itu?

Melihat situasi Yun Yun, Xia Chaoxing sedikit mengerti dan meredakan kegelisahannya. Ia ingat reaksi Yun Yun ketika menerima surat dari keluarganya. Mungkin karena itu ....

Sosok pria jakung muncul di antara kerumunan. Ketika melihat Chong Lu berkata seperti itu pada Yun Yun, dia segera menarik Yun Yun ke punggungnya.

"Kau berani?" Pria itu menatap Chong Lu dengan tajam.

"Tuan Muda Mo!"

Chong Lu terdiam. Dia kenal siapa pria itu. Itu adalah Tuan Muda Mo, Mo Qijun!

"Mulai sekarang, Yun Yun adalah orangku, dia adalah tunanganku. Kamu, Chong Lu, tidak pantas memanggil namanya." Mo Qijun menegaskan kata-katanya di hadapan Chong Lu.

Chong Lu mengepalkan tinjunya, lalu melihat ke arah Yun Yun yang kini sama sekali tidak dikenalnya. Yun Yun hanya diam di tempat tanpa mengatakan apa pun. Pandangannya terlihat rumit.

Mo Qijun melihat ke arah Yun Yun, lalu berkata, "Yun Yun, katakan pada mereka bahwa mereka tidak boleh mengganggumu lagi. Kamu adalah masa depan akademi, mereka adalah sainganmu. Lagi pula, apa kamu yakin ingin bersama orang-orang ini?"

Yun Yun melihat mereka bergantian dengan tatapan rumit. Detik berikutnya, pandangannya mendingin ketika mengingat sesuatu. "Aku hanya melakukan apa yang menguntungkan untukku. Mereka ... tidak penting."

Ucapan Yun Yun benar-benar seperti tikaman secara langsung bagi Chong Lu. Chong Lu menghentakkan lengannya kesal, lalu meraih lengan Xia Chaoxing untuk pergi. "Yao Yao, kita pergi. Mulai sekarang, kita hanya berdua. Yun Yun yang itu sudah mati!"

Chong Lu membawa Xia Chaoxing begitu saja dengan perasaan kesal. Xia Chaoxing menoleh ke arah Yun Yun sejenak, lalu pergi mengikuti Chong Lu.

Long Ma yang memperhatikan sejak tadi juga pergi setelah menyunggingkan senyum merendahkan. Orang-orang itu sangat kesal dan akan mengutuknya sekali lagi, tapi Yun Yun segera menghentikan.

Chong Lu sangat kesal dan pergi sejauh mungkin. Dia terus mengoceh betapa tidak setia Yun Yun yang telah mengkhianati mereka, bahkan membicarakan mereka di belakang dan merendahkannya. Ini membuatnya sangat marah!

Xia Chaoxing belum mengatakan sepatah katapun sejak tadi. Dia melihat Chong Lu yang bergumam tidak jelas sambil mengutuk. Saat ada kesempatan, Xia Chaoxing berbelok arah meninggalkan Chong Lu.

Chong Lu yang tidak sadar terus mengoceh pada 'Xia Chaoxing' yang menghilang.

Xia Chaoxing selalu merasa ada yang salah sejak awal. Dia pergi menemui Yun Yun yang sepertinya dalam suasana hati tidak baik. Yun Yun mengusir semua orang dan duduk diam sambil merenung.

Xia Chaoxing menghela napas, lalu berjalan ke arahnya. "Aku tidak tahu kalau kau memiliki masalah seperti itu."

Yun Yun terkejut dan menoleh ke arah Xia Chaoxing. Pandangannya mendingin, lalu membuang wajah. "Kenapa kau di sini? Bukankah seharusnya kau pergi bersama Chong Lu dan tidak lagi peduli?"

"Ular yang memprovokasi Rubah Berekor Sembilan ... adalah Cacing Lind-mu?"

Yun Yun terdiam. Dia melihat ke arah Xia Chaoxing dengan terkejut, lalu terkekeh, "Seperti yang kuduga, kau sangat peka." Ia pun menghela napas panjang. "Aku lega kau baik-baik saja, atau aku akan merasa bersalah atas nyawamu."

Xia Chaoxing tidak mempedulikan ucapan terakhirnya dan bertanya, "Siapa yang sebenarnya kau targetkan? Keluarga Mo atau ...."

Yun Yun memandang Xia Chaoxing dengan senyum kecut. "Meng Yao, bukankah kamu sangat peka? Aku akan berada di Keluarga Mo, kenapa aku harus menghabisi mereka menggunakan Rubah Berekor Sembilan?"

"Lalu ...."

Yun Yun berdiri dan menghadap Xia Chaoxing. "Apa kau masih tidak sadar? Aku ... menargetmu."

"...."

1
ay
Luar biasa
Manna Denna
aku mewek😭😭
Andi Ilma Apriani
terima kasih banyak thooorrr ceritax bagus bangeeeetttt....ditunggu kisah Di Changyao 😘😘😘
sukses selalalu thoorrr
Andi Ilma Apriani
saya salah tebak thoorr...kirain xia😅🤭
nanti cerita tentang Di Changyao dipisah ya thorr dengan dewa kegelapan
semoga happy ending
Andi Ilma Apriani
makasih kasih sudah double upx
Andi Ilma Apriani
😭😭😭😭jangan sad ending thoorrrr...
Manna Denna
dichangyou😍
Andi Ilma Apriani
ini Xia chaoxing dalam bentuk Dewix
Andi Ilma Apriani
semangaatt thoorr
Andi Ilma Apriani
happy ending yach thoorrr
Andi Ilma Apriani
semoga baik2 saja semuax thoorr
MS
menarik. terima kasih /Good/
Andi Ilma Apriani
lanjuuuttt
Tata Nana
Luar biasa
Andi Ilma Apriani
lanjuutt thoorrr
Andi Ilma Apriani
sedikit sekali thoorrr
Andi Ilma Apriani
sedih bacax thoorr 🥺🥺🥺
Andi Ilma Apriani
prediksi ku benar si yun yun penghianat...di tunggu XiaoXingxing membasmi yun yun tapi kayakx yao yao dah tau deh siapa penghianatx
Andi Ilma Apriani
yun yun adalah penghianatx ....
Andi Ilma Apriani
makin seru thooorrr....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!