NovelToon NovelToon
Surrogate Mom

Surrogate Mom

Status: tamat
Genre:Poligami / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:510k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lisdaa Rustandy

Farhan dan Viona sudah menikah selama 10 tahun,namun mereka belum juga dikaruniai buah hati.
Bukan karena Farhan atau Viona yang tak subur,tapi karena Viona lah yang tak ingin mengandung seorang bayi meskipun rahimnya normal.
Alasan Viona tak ingin mengandung adalah,karena dia seorang mantan model terkenal,sehingga dia tak mau jika bentuk tubuh seksinya berubah.
Walaupun Farhan sudah mengatakan bahwa dia mau menerima bagaimanapun kondisi tubuh Viona,tapi Viona tetap menolak dengan keras,dia tak mau menuruti keinginan Farhan.
Perkara itu membuat Farhan Galau, Farhan ingin sekali memiliki anak untuk penerus keluarga besarnya,karena Farhan adalah anak tunggal,sehingga dari dialah orangtuanya mengharapkan penerus.

Untuk mengobati kegalauan suaminya, Viona pun menyarankan Farhan untuk mencari wanita yang dapat mengandung benihnya,tentu saja dengan jalan pernikahan yang sah.

Meski sempat menolak,tapi akhirnya Farhan menikahi seorang gadis bernama Ameera,karyawati di kantornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisdaa Rustandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawa Farhan

Malam itu,Amieera dan Farhan melaksanakan salat isya berjamaah,Farhan menjadi imamnya,pria itu mulai belajar untuk menjadi imam yang baik bagi Ameera, baik itu secara lahir maupun batin.

Setelah melaksanakan salat isya berjamaah, Farhan berdoa kepada Tuhan,meminta kebahagiaan dan ketenangan batin untuknya.

"Mas,hape kamu bunyi terus tuh,mau di angkat?" tanya Ameera,menunjuk ponsel Farhan yang terus berbunyi sejak tadi.

"ah iya,tolong ambilkan Meer" pinta Farhan.

Ameera mengambilkan ponselnya,kemudian memberikannya pada Farhan.

"makasih sayang" ucap Farhan dengan senyum merekah.

"sama-sama sayang" jawab Ameera.

Ameera membuka mukenanya,lalu pergi ke dapur untuk memasak makan malam.

Farhan menatap layar ponselnya,nama mertuanya tercantum disana,penelepon itu adalah mertuanya.

Farhan menghela nafas berat,malas sekali rasanya untuk menerima telepon dari orang-orang yang merepotkan itu.

Tapi, ponselnya tak mau berhenti berdering,membuat Farhan terpaksa menerimanya.

"halo, assalamualaikum" sapa Farhan ramah.

Farhan tak mau mengeluarkan kata-kata kasar kepada mertuanya,karena baginya, merekah tetaplah orangtua yang harus di hormati,meski dalam hati Farhan sama sekali tak menyukai mereka.

"Farhan! dimana kamu?!" Ibunya Viona langsung bertanya dengan nada tinggi pada Farhan.

"ada apa Mah?" tanya Farhan berusaha untuk tetap tenang.

"ada apa,ada apa,kamu pikir saya gak tahu dengan apa yang kamu lakukan terhadap anak saya? kamu pikir saya bodoh,hah?!" wanita itu semakin murka.

"memangnya apa yang saya lakukan pada Viona? apa saya menyiksanya? atau menganiaya dia? ataukah saya lakukan tindakan kekerasan lainnya pada Viona?" Farhan mengajukan banyak pertanyaan pada mertuanya.

"kenapa kamu ceriakan anak saya?!!" tanya wanita itu keras.

"jangan tanya saya,tanya anak Mama sendiri,kenapa saya menceraikan dia,karena dia punya jawabannya" jawab Farhan tenang.

"kurang ajar kamu Farhan! saya gak mau tahu,kamu harus datang kemari dan bawa Viona pulang ke rumah kalian lagi!" pinta Ibunya Viona semakin menjadi.

"loh,memangnya siapa yang suruh Viona pulang ke rumah Mama? saya bahkan belum masuk lagi ke rumah saya,saya juga gak pernah usir Viona,mungkin memang dia sendiri yang merasa bahwa dirinya sudah tak pantas tinggal di rumah itu" jawab Farhan santai.

"saya gak mau tahu,kamu harus rujuk dengan anak saya dan bawa dia kembali pulang!" Ibunya Viona tetap bersikukuh ingin anaknya dibawa pulang oleh Farhan.

"wahhh... maaf Mah,tapi saya sudah mentalak Viona tiga sekaligus,jadi saya dan Viona nggak bisa rujuk lagi,itu termasuk zina dong kalau saya tinggal serumah dengan Viona" tutur Farhan.

"apa?! tiga?!" suara wanita itu terdengar sangat terkejut.

"ya,tiga sekaligus, memangnya anak Mama gak cerita tentang itu?" tanya Farhan tak peduli.

"tidak, Viona hanya mengatakan kamu mentalaknya satu!" jawab Ibunya Viona.

"mungkin emang anak Mama saja yang berbohong,karena jelas-jelas saya mentalaknya tiga tadi siang" timpal Farhan.

"jangan-jangan,kamu berbohong,supaya kamu gak perlu lagi membawa Viona pulang,iya kan?!" wanita itu tak percaya,malah menuduh Farhan berbohong.

"untuk apa saya berbohong Mah? meskipun gak ada orang yang menjadi saksi pengucapan talak itu,tapi Allah adalah saksi paling kuat,Dia menyaksikan segalanya tanpa terlewat sedikitpun" jawab Farhan tak mau kalah.

mendengar jawaban Farhan,ibunya Viona langsung terdiam,entah dia merasa bahwa jawaban Farhan itu benar atau dia sedang memikirkan kata-kata yang bagus untuk mengalahkan Farhan.

Farhan tak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh ibu mertuanya, baginya dia sudah sah menceraikan Viona secara agama, hanya menunggu persidangan untuk mendapatkan legalitas atas perceraian mereka secara hukum.

"kenapa diam,Mah?" tanya Farhan.

" bukankah apa yang saya katakan itu benar?" tanya Farhan lagi

"apapun alasannya,Mama tetap nggak terima kamu menceraikan Viona secara sepihak, kamu harus datang ke rumah dan selesaikan dengan baik-baik,jangan jadi orang yang jahat!" minta ibunya Viona.

"menceraikan secara sepihak? itu hak saya Mah,saya berhak menceraikan wanita yang sudah tidak bisa menjaga harga dirinya sebagai seorang istri,dia juga menghinakan saya dan orang tua saya, lalu yang lebih parahnya lagi,Viona sudah melakukan penggelapan dana perusahaan,tapi saya masih berbaik hati,karena saya tidak akan mengungkapkan masalah penggelapan dana itu kepada publik, saya hanya akan mengungkapkan alasan perceraian saya dengan Viona akibat perselingkuhan,itu saja, apa menurut mama saya jahat?" tanya Farhan.

"itu semua tidak ada buktinya,anak saya nggak berselingkuh dengan siapapun,dia perempuan baik-baik,saya mendidiknya selama ini, mana mungkin dia berselingkuh dengan pria lain,kamu nggak usah ngada-ngada,nggak usah menjelek-jelekkan anak saya hanya karena kamu sudah bosan padanya!" Ibunya Viona sangat keras kepala,dia membela anaknya mati-matian.

"maaf Mah, apakah perkataan Mama tidak salah? bukan saya yang merasa bosan kepada Viona, tapi dia sendiri yang merasa bosan terhadap saya,makanya dia mencari pria yang lebih muda dari sayalalu memadu kasih dengannya sesuka hati tanpa mempedulikan perasaan saya.Dia pikir saya sangatlah bodoh,sehingga dia tak pernah menyadari bahwa saya sudah mencurigainya sejak lama dan pria yang di anggapnya bodoh ini bisa menemukan semua buktinya,yang nggak akan bisa di dielak lagi,semua bukti ada pada saya,saya siap menunjukkannya di pengadilan nanti" tutur Farhan tak mau terkecoh.

"oh iya,satu lagi hal yang paling membuat saya kecewa akan Viona,tak hanya karena perselingkuhannya ataupun penggelapan dana perusahaan,tetapi hal yang paling membuat saya kecewa adalah Viona yang tak mau mengandung anak saya, padahal dia bisa memberikan saya anak,rahimnya dinyatakan sehat,tetapi dia menolak untuk memberikan anak kepada saya.Namun, dengan pria lain dia tak mempermasalahkannya sama sekali,jadi jika suatu hari nanti Viona hamil,sudah jelas benih itu bukan milik saya, karena sudah lebih dari 3 bulan ini saya dan Viona tidak berhubungan layaknya suami istri,anak Mama tak memberikan lagi hak saya!" Farhan menegaskan.

Ibunya Fiona kembali terdiam,sepertinya perkataan Farhan berhasil membungkamnya, dan mungkin saja memang wanita keras kepala itu tak mampu lagi melawan Farhan.

Farhan berharap wanita itu akan mengatakan sesuatu yang lebih menakjubkan dari tadi, tapi tak lama kemudian,sambungan teleponnya terputus,wanita itu memutus sambungan telepon dengan Farhan.

Farhan tersenyum kecut ketika mendapati mertuanya memutus sambungan telepon mereka,Farhan merasa puas telah membeberkan semuanya kepada ibu Viona, namun dia belum benar-benar puas sebelum bisa mempermalukan Fiona di pengadilan.

"Mas,makanannya sudah siap,makan dulu yuk!" ajak Ameera yang baru saja masuk kedalam kamar.

"ah,iya,sebentar ya sayang,aku lepas sarung dulu" jawab Farhan.

Pria itu melepaskan sarungnya,lalu mengikuti Ameera menuju dapur mereka untuk makan malam bersama.

Ameera dan Farhan menyantap hidangan makan malam bersama, Farhan makan dengan lahap,masakan Ameera selalu menjakan lidahnya.

"Meer" ucap Farhan menatap Ameera.

"ya?" Ameera menatap Farhan.

"kamu gak mau tahu gitu,siapa yang telepon aku barusan?" tanya Farhan.

Dia merasa Ameera berbeda dari istri kebanyakan,biasanya seorang istri akan sangat ingin tahu siapa yang baru saja menelepon dengan suaminya,mereka akan bertanya 'siapa tadi?' atau 'dengan siapa kamu bicara?'.

Tapi Ameera tidak,dia tak menanyakan apapun padanya,sehingga membuat Farhan agak heran,apakah Ameera tak memiliki jiwa 'kepo'?

"memangnya harus?" tanya Ameera.

"ya,nggak sih,cuma biasanya kebanyakan istri seperti itu,mereka akan bertanya-tanya tentang siapa yang menelepon dengan suaminya atau topik apa yang dibicarakan" jawab Farhan.

"aku bukannya gak mau tahu Mas,tapi itu kan urusan pribadi kamu,aku nggak berhak ikut campur,nanti kesannya kayak aku yang manas-manasin kamu,hehehe" timpal Ameera tersenyum lebar.

"masalah pribadi kamu itu kan urusan kamu Mas,aku harus menghargainya,aku gak boleh banyak tanya,tapi kalau kamu cerita lebih dulu,pasti aku siap mendengarkan dengan senang hati" tambah Ameera.

Farhan tersenyum puas mendengar jawaban Ameera yang memang masuk akal itu.

Ameera rupanya memang seorang gadis yang tak pernah mau mencampuri urusan hidup orang lain,dia hanya akan siap mendengarkan jika orang itu bercerita lebih dulu padanya.

"Oh iya,kamu cerai sama Mbak Viona terus kamu ada disini,kesannya kayak aku ini pelakor loh..." celoteh Ameera cemberut.

"kamu bukan pelakor,tapi kamu pencuri" ucap Farhan.

"pencuri? pencuri apa Mas? kan kartu ATM nya kamu yang kasih sendiri, lagipula belum aku pakai kok" Ameera mengira Farhan menuduhnya.

"kamu perncuri hatiku Ameera" jawab Farhan dengan mencium pipi Ameera mesra.

"iiiih.... Mas gombal deh!" Ameera tersipu malu sambil mencubit lengan Farhan.

Pria itu tertawa terbahak-bahak karena berhasil menggombali Ameera.

Ameera sendiri ikut senang melihat tawa Farhan lagi,dia berharap Farhan akan tetap seceria itu kedepannya.

*****

1
Sandisalbiah
kenapa nunggu sampe 10 thn kamu baru menyadari akan sifat, sikap dan prilaku Viona, Farhan?...
Sandisalbiah
istri cantik tp minum etitute/akhlak, gak setia lagi tp kok gak langsung di buang aja Farhan.. bahkan perempuan seperti itu gak akan bisa mendidik ank² semntara dia sendiri aja gak bisa menghormati suaminya
Sandisalbiah
sebel sebenarnya dgn Farhan yg masih ulur tarik dgn Viona padahal bukti cat udah ada dan kalau dia mau aja bisa langsung ngegeb mereka pas berduaan tp kesannya Farhan malah mengulur waktu biar lebih lama buat Viona..
Sandisalbiah
suami kaya, gak pelit dan tampan tp Viona masih selingkuh.. fix.. sakit jiwa itu betina
Sandisalbiah
aneh banget.. punya suami tajir, ganteng sesempurna itu masih selingkuh.. bener² sakit Viona itu.. dan Farhan juga bodoh.. istri gak mau hamil tp masih cinta mati... itu cinta apa tolol... dua org yg kelakuannya gak masuk akal sehat..
Talnis Marsy
itulah jodoh...mau di puter " kayak apaaa .kalau jodoh pasti bersatu
Nurlaila Hasan
trnyata wes baca toh,, lali,, yo wes ben..
Suyati
mksh thor
Suyati
panik farhan, istrinya d tinggal
Suyati
cakep ameera
Suyati
pergi berduaan yg satu lg setan
Suyati
Alhamdulillaah.. hijrah y ameera
Suyati
lanjut
Suyati
semoga gagal viona tuk mencelakai ameera
Suyati
lanjut
Suyati
nangis palsu viona
Suyati
tegas farhan, jangan mau d bodohi lg
Suyati
cakep farhan, buktikan perselingkuhannna
Suyati
viona selingkuh, farhan sabar amat si
Suyati
kasihan farhan deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!