Maharaya, sosok gadis yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya.
Tiap hari dia diharuskan mengalah pada Mira, adiknya. Hanya karena statusnya sebagai seorang kakak.
Bahkan ketika kekasihnya direbut oleh Mira dia tetap diam.
Arga, adalah pria yang telah dicampakkan oleh Mira, karena profesinya yang hanya seorang tukang ojek online. Arga mendekati Maharaya, dan keduanya pun menjalin hubungan.
Akan tetapi tanpa di sadarinya dia memiliki satu
rahasia yang bahkan dia sendiri pun tidak mengetahuinya. Dan tanpa diketahui siapapun, ternyata Arga juga menyimpan satu rahasia.
Rahasia apa yang sebenarnya dimiliki oleh MAHARAYA dan Arga. Dan apakah akhirnya keduanya benar-benar bersatu. Bagaimana reaksi Mira ketika rahasia mereka akhirnya terungkap?
Ikuti kelanjutan kisahnya dalam
Hanya Karena Aku Anak Pertama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mendapatkan serangan
"Dor " terdengar bunyi ledakan dari arah belakang. mobil taksi online yang di tumpangi Arga dan Raya terhenti seketika.
"Suara apa itu tadi ..?!" tanya Raya sambil mengusap dadanya.
" Biar aku lihat.!" ucap Arga.
" Biar saya saja mas..!" seru sang sopir
" Ah iya tolong lihat ya mas Muklis !" sahut Arga dan sopir itu pun , mengangguk lalu keluar .
" GA .. kamu kenal dengan sopir taksi itu ?!" tanya Raya heran.
" ha ..apa..? ah, ya itu , tadi kenalan pas mau jemput kamu..!" jawab Arga gagap.
" oh..?!" Arga menghela nafas lega karena Raya mempercayai ucapan nya dan tak bertanya lagi .
" ah ... Mas Arga .. tolong..!!" baru saja hendak memeriksa, tiba tiba tubuh Muklis di dorong menghadap badan mobil .
" Ga .. itu ..!"
" brak.. brak... brak...buka pintu nya ..!" belum selesai Raya bicara.. seseorang menggedor pintu mobil. Dengan sigap Arga melompat kearah kursi depan untuk mengunci semua pintu.
" brak .. brak .. brak ..! cepat buka , serahkan gadis itu pada kami..! " teriak orang berbadan besar itu.
" Ga , aku takut . kenapa mereka menginginkan aku..?!" Raya menyusul ke kursi depan.
"Aku akan coba jalankan mobilnya..!" sahut Arga . tapi sial . mobil tak bisa berjalan karena ban pecah. " mereka menembak ban nya !" ucap Arga frustasi.
" sial , kemana orang orang suruhan ayah ? kenapa tidak segera datang ?!" batin Arga.
" Tenang ya , jangan panik . aku akan coba cari bantuan. !" ucap Arga sambil tangan kirinya menggenggam tangan Raya dan tangan kanannya mengotak atik ponsel .
" Kami di serang !!" pesan yang Arga kirim pada seseorang.
" cepat keluar..!!" teriak mereka di luar. sambil terus menggebrak badan mobil .
"Pyar...!"
"Aaaaaa...!" Raya berteriak kaget , dan refleks melindungi wajahnya . kaca depan tempat di mana Raya duduk pecah , beling nya berhamburan dan sebagian nyaris mengenai wajah Raya. jika saja tadi dia tidak menunduk dan menggunakan tangan untuk menghindari .
" serah kan gadis ini .!" seru preman itu sambil mencekal tangan Raya . tapi dengan sigap berhasil di hadang oleh Arga , yang sudah keluar dari mobil dan menarik tubuh preman tersebut
Bugh...
" Beraninya kau menyentuh milikku..! " Arga menghadiahi wajah preman itu dengan kepalan tinju nya . tak berhenti sampai di situ, dia juga menendang tepat di bagian vitalnya.
"Awas Arga.. di belakang mu ..!" teriak Raya
Arga spontan menarik kedua tangan preman itu, Seraya membalikkan badan dan lalu memutar badan hingga tubuh orang itu terbawa seakan melayang. lalu Arga melemparkannya ke arah preman yang hendak menyerangnya dari belakang sehingga tubuh preman itu Terhempas mengenai tubuh temannya sendiri .
'brugh ... Brak... Aaaaa .." teriak dua orang itu memekik kesakitan. Raya memandang takjup akan apa yang dilakukan oleh Arga . Apakah dia merasa takut ? Jawabannya adalah tidak. Raya justru terpukau seperti menonton film action secara live . akan tetapi belum sempat menghela nafas lega , datang lagi kawanan yang ikut menyerang. kali ini bukan hanya dua orang , melainkan tujuh orang. tampaknya dari mobil yang berada di belakang merekalah orang itu berasal .
6 orang maju menyerang Arga dan satu lainnya berdiri di pinggir sambil berkacak pinggang . mungkin dialah ketuanya .Maharaya menyaksikan dengan perasaan cemas . kalau hanya dua orang mungkin Arga bisa . tapi ini 6 , ditambah dengan dua orang yang tadi dilempar oleh Arga kini mulai bangkit dan mulai ikut membantu .
" Dimana orang yang katanya sudah dihubungi Arga tadi ?" begitu pikir Raya. tapi Raya masih bisa bersikap tenang . agaknya mereka hanya menang jumlah , tapi kemampuan mereka sama sekali tidak sebanding . dengan mudah Arga mengalahkan mereka semua .
hingga akhirnya Raya terkesiap saat seseorang yang tadi hanya berdiri di pinggir, kini memegang besi panjang dengan dua tangannya dan langkah kakinya mulai mendekat ke arah Arga.
" Arga...!" tanpa pikir Panjang Raya berlari ke arah Arga . bagaikan kilat dia sudah berdiri di belakang pria itu. lalu dengan dua tangan berada di pundak kiri dan kanan Arga , dan dengan menggunakan pundak itu sebagai tumpuan , Raya melompat mengangkat kedua kakinya , dan memutar menendang ke belakang . tepat mengenai kepala preman yang hendak Mengayunkan besi untuk memukul Arga .
Bugh... dash..
." Aaaaa... Bang$4t..!" maki preman itu yang tubuhnya terhuyung , lalu terjatuh tersungkur mencium tanah sejauh 5 m dari tempat Arga.
Arga terkejut melihat aksi Raya.
" Raya.. Kamu tidak apa-apa Arga menarik tubuh Raya dan membolak-baliknya memastikan tidak ada yang terluka pada tubuh kekasihnya itu.
"I'm oke .. Mana bantuan yang kau panggil Tadi kenapa tak juga datang ?!" jawab Raya dengan balik bertanya
" Entahlah aku juga heran , sudah ayo kita pergi saja !!" ajak Arga
" Apa kita akan melepaskan mereka begitu saja ?!" tanya Raya seolah tidak terima
" Mas Muklis .. ikat mereka , sampai polisi datang !!" Arga berseru . tapi belum sempat Muklis bergerak.
"suit suiiittt !" ketua preman bersiul, dan beberapa saat kemudian datang gerombolan dengan jumlah yang lebih banyak . ada sekitar 20 orang.
" habislah kita !!" gumam Raya.
" tidak ... kita hadapi mereka bersama , jangan menyerah begitu saja !" ucap Arga sambil menggenggam tangan Raya.
" tentu saja, sudah terlanjur basah, lebih baik mandi sekali !" gelak Raya.
Arga , Raya , dan Mukhlis. ketiganya sudah mengambil kuda-kuda , dengan berdiri dengan posisi saling membelakangi . mereka sudah terkepung tak ada jalan lagi untuk berlari . jalan satu-satunya adalah hadapi mereka , sambil menunggu bala bantuan yang akan datang .