NovelToon NovelToon
Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Identitas Tersembunyi / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Sejak kecil, Evelyn dipaksa hidup dengan identitas palsu sebagai Evan—seorang laki-laki. Demi menyelamatkan harta keluarga dari tangan anak haram ayahnya, ia dididik layaknya pria dan dikirim menyusup ke perusahaan musuh untuk menjadi mata-mata.

Namun takdir berkata lain. Di sebuah kapal pesiar, ia terjebak dalam satu malam panas bersama Damian, sang bos besar yang juga musuh bebuyutan keluarganya. Dalam kabut obat dan gairah, Damian tak pernah tahu siapa wanita yang menemaninya malam itu.

Evelyn pergi membawa rahasia besar: ia hamil. Ia menghilang ke luar negeri, dikucilkan oleh ibunya sendiri, hingga tiga tahun berlalu. Kini ia kembali bukan lagi sebagai Evan si pekerja keras, melainkan bersama buah hatinya yang bernama Axel.

Damian yang tak pernah berhenti mencari sosok wanita misterius itu, perlahan mulai menyambung benang merah. Dan saat ia melihat kemiripan yang tak terbantahkan antara si kecil Axel dengan dirinya sendiri, permainan baru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 ~ Dimana Mommy

Untuk beberapa saat, tak seorang pun membuka suara.

Arlos membelalak tak percaya. Tatapannya bergantian antara Evan dan arah tangga tempat Bi Lusi membawa Axel.

"Anakmu?" ulangnya pelan, seolah memastikan pendengarannya tidak keliru.

Evan mengangguk.

"Iya."

Rahang Tuan Harley mengeras. Kedua tangannya perlahan mengepal di samping tubuhnya.

"Sejak kapan?" tanyanya dengan suara berat.

"Dua tahun yang lalu."

Nyonya Chatarina menundukkan kepalanya. Meski selama ini ia mengetahui keberadaan Axel, melihat kenyataan itu terbuka di hadapan seluruh keluarga tetap membuat hatinya terasa sesak.

Arlos masih belum mampu mencerna semuanya.

Evan mengembuskan napas pelan. Seolah tengah memerankan identitasnya dengan baik.

"Ayah tahu sendiri bagaimana kehidupan di London..? Aku tidak sengaja tidur bersama seorang wanita." Evan berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Dan... dia hamil anakku."

DEG.

Ruangan kembali dipenuhi keheningan.

Arlos membelalak tak percaya. Sementara Tuan Harley hanya menatap putranya tanpa berkedip. Rahangnya mengeras. Tatapan matanya semakin sulit ditebak.

"Jadi..." ucapnya pelan, tetapi sarat tekanan. "Kau sengaja menyembunyikan semua ini dari keluarga?"

Evan mengangguk tipis. "Iya."

"Aku memilih mempertahankan anakku." Evan menatap ayahnya tanpa menghindari tatapan itu. "Dia tidak pernah meminta untuk dilahirkan dalam keadaan seperti ini. Jadi... sebagai ayahnya, aku akan bertanggung jawab."

Arlos mengembuskan napas kasar. Tatapannya tidak lepas dari wajah Evan.

"Kau gila, Evan!" hardiknya.

Evan hanya terdiam.

Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya.

Sementara itu, Tuan Harley melangkah perlahan menghampiri putranya. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya begitu tajam hingga membuat siapa pun enggan menatapnya terlalu lama.

"Lalu..." ucapnya dengan suara berat. "Siapa ibu anak itu?"

Evan menundukkan pandangannya sesaat.

"Maaf, Yah."

"Aku tidak bisa mengatakannya."

Alis Tuan Harley langsung bertaut.

"Kenapa?"

Evan menarik napas panjang, lalu kembali menatap ayahnya.

"Karena... saat aku mengetahui dia mengandung anakku, dia sudah memiliki kehidupan yang tidak boleh kuhancurkan."

"Maksudmu?" tanya Tuan Harley dengan nada yang semakin dalam.

Evan terdiam beberapa detik.

"Dia..." ucapnya pelan. "Sudah bersuami."

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Evan menelan ludah sebelum kembali melanjutkan.

"Aku hanya memintanya mempertahankan kehamilan itu sampai Axel lahir." Suaranya tetap tenang. "Setelah itu... aku berjanji tidak akan pernah mengganggu hidupnya lagi."

PLAK!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Evan.

Kepalanya sontak menoleh ke samping akibat kerasnya pukulan itu.

Arlos membelalak.

"Ayah!" serunya refleks.

Sementara Nyonya Chatarina spontan menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Dada Tuan Harley naik turun menahan amarah yang sejak tadi berusaha ia kendalikan.

"Dasar bodoh!" bentaknya. "Apa kau pikir ini bentuk tanggung jawab?"

Evan kembali menegakkan kepalanya. Bekas tamparan itu mulai memerah di pipinya, tetapi ia tidak membalas sedikit pun.

"Ayah sudah membesarkanmu dengan semua yang kau butuhkan!" suara Tuan Harley bergetar menahan emosi. "Tapi yang kau lakukan justru menghamili istri orang!"

Evan mengepalkan kedua tangannya.

"Aku tidak tahu dia sudah menikah saat itu, Yah."

Kalimat itu membuat Tuan Harley terdiam sesaat.

"Aku baru mengetahuinya beberapa bulan kemudian..." lanjut Evan lirih. "Karena itu aku memilih pergi. Aku tidak ingin menghancurkan rumah tangganya."

"Kau benar-benar memalukan keluarga ini!" bentak Tuan Harley.

Ruangan seketika hening.

Nyonya Chatarina menahan napas. Bahkan Arlos pun memilih diam. Mereka tahu, kemarahan Tuan Harley belum benar-benar reda.

Evan kembali menatap ayahnya. Sorot matanya tetap tenang.

"Aku siap menerima hukuman apa pun dari Ayah. Tapi aku tidak akan pernah menyesal mempertahankan Axel."

Tatapan Tuan Harley semakin tajam.

"Lalu apa yang kau harapkan sekarang?" tanyanya dingin. "Ayah menerimamu begitu saja? Menerima seorang cucu yang bahkan keberadaan ibunya tidak jelas?"

Evan menggeleng pelan. "Aku tidak pernah meminta Ayah menerimaku. Aku hanya tidak ingin terus berbohong."

Ruangan kembali sunyi.

Evan menarik napas panjang sebelum melanjutkan.

"Selama tiga tahun terakhir... aku sudah memikirkan semuanya. Kalau Ayah ingin menghukumku, aku siap. Kalau Ayah ingin mengusirku dari rumah ini, aku juga siap."

"Tapi..." Suara Evan mulai bergetar. "Jangan pernah libatkan Axel. Dia tidak bersalah.Semua ini murni kesalahanku."

Tatapan Tuan Harley masih belum berubah.

"Kau berani menjamin, suatu hari nanti wanita itu tidak akan datang mengambil anaknya kembali?" tanyanya tajam.

Evan mengangkat kepalanya. "Aku berani."

"Dari mana keyakinanmu sebesar itu?"

Evan terdiam beberapa detik.

"Sebelum kami berpisah..." ucapnya pelan. "Dia sudah menyerahkan seluruh hak asuh Axel kepadaku. Dia juga meminta satu hal."

"Jangan pernah mencarinya." Evan menatap lurus ke arah ayahnya. "Dan aku berniat menepati janji itu."

Tuan Harley kembali mengangkat tangannya. Sorot matanya dipenuhi amarah.

Namun sebelum telapak tangan itu kembali mendarat, suara lantang Nyonya Chatarina menggema memenuhi ruang keluarga.

"CUKUP!!"

Semua orang sontak menoleh.

Wanita itu melangkah cepat hingga berdiri tepat di depan Evan, seolah melindungi putranya dari amarah sang suami.

"Kalau putraku bersalah..." ucapnya dengan napas memburu. "Maka dia sudah berusaha menebus kesalahannya."

Tuan Harley menatap istrinya tajam.

"Chatarina, minggir."

"Tidak!" Suara wanita itu bergetar. "Kamu tidak berhak menghukumnya seperti ini!"

"Dia telah memperjuangkan anaknya. Dia memilih bertanggung jawab. Apa itu salah?"

"Dia sudah menghancurkan kepercayaanku!" bentak Tuan Harley.

"Lalu kamu?!" balas Nyonya Chatarina tanpa gentar.

Ruangan mendadak sunyi.

"Kamu lupa dengan apa yang pernah kamu lakukan?"

Sorot mata Tuan Harley berubah. Nyonya Chatarina menatap lurus suaminya, sementara air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Bahkan perbuatanmu jauh lebih bejat daripada Evan!"desisnya taja. "Kamu menghamili seorang wanita hingga melahirkan anak harammu!"

Suasana rumah seakan membeku.

"Kemudian..." lanjutnya dengan suara yang semakin bergetar, "tanpa sepengetahuanku... kamu membawa wanita itu masuk ke rumah ini."

"Dan tanpa meminta izinku..."

"Kamu menikahinya."

"Chatarina!!" bentak Tuan Harley.

Namun sebelum wanita itu sempat membalas, suara tangisan seorang anak kecil tiba-tiba terdengar dari lantai atas.

"Huwaaa... Huwaa.....!"

Ruangan yang semula dipenuhi amarah mendadak hening.

Evan sontak menoleh ke arah tangga. Begitu pula dengan Tuan Harley, Arlos, dan Nyonya Chatarina.

Tangisan itu semakin jelas.

"Mommy...!"

Mendengar suara itu, wajah Evan seketika berubah panik. Tanpa memedulikan siapa pun, ia langsung berlari menaiki tangga.

"Evan!" panggil Arlos.

Namun Evan tidak berhenti. Ia bergegas menuju kamarnya, lalu membuka pintu.

Ceklek.

Di atas ranjang, Axel telah terbangun. Bocah kecil itu terduduk sambil memeluk boneka dinosaurus kesayangannya. Air matanya membasahi kedua pipinya, sementara matanya yang sembab sibuk mencari sosok yang paling dikenalnya.

Begitu melihat Evan, kedua tangan mungil itu langsung terulur.

"Mommy..."

Evan menelan ludah.

Tanpa berpikir panjang, ia segera menghampiri putranya, lalu mengangkat tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.

"Mommy di sini..." bisiknya lembut sambil mengusap punggung Axel perlahan. "Jangan menangis, Sayang."

Axel langsung menyandarkan kepalanya di bahu Evan, masih terisak pelan.

"Dimana Mommy Acel?"

❤️

1
You `ka
ayo ikutin Damian... semoga kali ini damian tau siapa evan
You `ka
ternyata Arlos dalangnya. dia nggak sadar karena perbuatannya Evelyn hamil dan harus pergi ke London...
You `ka
iya .. Daddy Axel sangat tampan 🤣🤣
gemess sama Axel
You `ka
sebenarnya Tuan Harley gengsi untuk mengakuinya kalau dia tidak rela jauh dari Axel
Zhao_Xena: mana iya, lagi...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
yakin kamu Damian.. kalau tau nanti Evan ternyata putra Harley dan wanita yang bersama kamu dikapal.. gimana reaksinya..😆😆
You `ka
opa maluu....ucukk.. ucukk.. gamesnya sama Axel..😆😆
You `ka
jantungan nggak tuh Tuan Harley..🤣🤣🤣
Zhao_Xena: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
You `ka
tetap semangat thor.... makin kesini makin buat penasaran ceritanya...💪💪
Zhao_Xena: terimakasih banyak
total 1 replies
You `ka
ayo cari mereka Damian 💪💪😆😆
You `ka
lanjut💪
You `ka
haduh.. dag-dig-dug aku yang baca. takut ketahuan...😭😭
You `ka
Damian akan sangat kecewa mungkin akan melakukan hal yang tidak bisa kamu bayangkan Evelyn, jika kamu benar-benar mengkhianatinya.

tapi jadi Evelyn juga pasti tidak akan mudah, dibawah tekanan keluarga,.dia harus melakukan semuanya
You `ka
mungkin lebih baik memang pergi Evelyn.. tinggalkan keluarga toksik itu
You `ka
hamil pasti..🫣🫣
You `ka
pasti sekarang Damian dan Haris merasa sama-sama merasa sudah gila 😆😆
You `ka
🤣🤣🤣🤣 Damian merasa tertarik pada Evan..
Cty Badria
satu kata untuk Evelyn ...bodoh mau di jadikan pion. kl ketauan jadi buronan. bpk dazal enak aja ongkang2 kaki...
You `ka
jangan-jangan Evelyn hamil yah??🫣🫣
Zhao_Xena: coba tebakkk...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
🤣🤣🤣 justru kalau pingsan nanti kamu bisa tau.. dia laki-laki atau perempuan..
Zhao_Xena: waduhh
total 1 replies
You `ka
Tuan Harley kayak pilih kasih, padahal yang seharusnya memimpin bukannya Evan, sebagai keturunan yang sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!