NovelToon NovelToon
Lihat Aku Ayah

Lihat Aku Ayah

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Yatim Piatu / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Mendapati keponakannya yang bernama Sisi divonis leukemia dan butuh donor sumsum tulang, Vani membulatkan tekad membawanya ke Jakarta untuk mencari ayah kandungnya.
Rani, ibu Sisi itu meninggal karena depresi, tanpa memberitahu siapa ayah dari anak itu.
Vani bekerja di tempat mantan majikan Rani untuk menguak siapa ayah kandung Sisi.
Dilan, anak majikannya itu diduga Vani sebagai ayah kandung Sisi. Dia menemukan foto pria itu dibuku diary Rani. Benarkah Dilan adalah ayah kandung Sisi? Ataukah orang lain karena ada 3 pria yang tinggal dirumah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DADDY

Sementara di rumah sakit, Sisi sudah dipindahkan keruang rawat karena kondisinya sudah mulai stabil. Bocah itu memperhatikan ruangan yang sangat bagus menurutnya. Selain luas dan dindingnya dipasang wallpaper kartun, diruangan itu juga ada AC dan TV. Dan yang membuat dia bingung, kenapa dia sendirian saja, dimana pasien yang lain.

"Om, Sisi kok gak ada temennya? Dulu kalau Sisi bobok di rumah sakit, pasti banyak temennya. Ini kok Sisi sendirian?"

Dilan tersenyum mendengar pertanyaan polos putrinya. "Kamar ini spesial buat Sisi, jadi cuma ada Sisi saja disini. Tapi Sisi sukakan sama ruangannya?"

"Suka sih, bagus. Tapi gak enak, sepi, gak ada temannya."

"Kan ada Ayah yang nemenin Sisi."

"Ayah?" Sisi menautkan alisnya.

Dilan meraih tangan Sisi lalu menggenggamnya. "Sisi mau gak, mulai hari ini, manggil Om Dilan, ayah?"

Sisi menggeleng. "Om Dilan kan bukan ayahnya Sisi."

Jleb

Sebuah kalimat yang langsung menusuk tepat dihati Dilan. Mungkin dia memang tak layak disebut ayah. Kemana saja dia 6 tahun ini, sampai tak tahu apapun tentang anaknya. Tapi tetap saja, disudut hatinya yang paling dalam, dia ingin dipanggil ayah.

"Yah, padahal Om pengen banget dipanggil ayah sama Sisi." Dilan belum mau menjelaskan yang sebenarnya. Takut Sisi bingung karena yang anak itu tahu, ayahnya sudah meninggal. Mungkin nanti saat Sisi sudah sedikit lebih dewasa dan kondisi kesehatannya membaik, Dilan akan mengatakan yang sebenarnya.

"Maaf," Sisi tertunduk dengan raut sedih. "Sisi takut ayahnya Sisi akan marah kalau Sisi manggil orang lain ayah."

"Gimana kalau Daddy saja, Sisi mau gak?"

"Daddy? Apa itu?" Dilan tergelak melihat kepolosan Sisi. Saat melihat Sisi menautkan alisnya, ekspresi wajah bocah itu sangat mirip dengan Rani.

"Sama seperti ayah. Daddy, ayah, papa, abi, abah, itu artinya sama. Jadi gimana, mau gak manggil daddy?"

Sisi mengangguk cepat. "Mau, mau."

"Coba panggil, Daddy pengen denger."

"Assalamualaikum Daddy."

Air mata Dilan langsung menyeruak mendengar Sisi untuk pertama kalinya memanggilnya daddy. Ada perasaan yang tak bisa dia gambarkan, antara bahagia, sedih dan haru, semua bercampur menjadi satu.

"Daddy, kenapa nangis?" Dilan menoleh kearah lain lalu menyeka air matanya.

"Da-daddy kelilipan," bohong Dilan.

"Orang dewasa kok bohong, kan dosa."

Dilan seketika terkekeh mendengar celotehan Sisi. Dia kembali menatap Sisi sambil menangis sekaligus tertawa. "Daddy sangat bahagia, makanya sampai nangis."

Sisi kembali menyatukan alisnya, dan itu membuat Dilan makin terisak karena kembali teringat Rani. "Kata Bu Guru, kalau bahagia itu tersenyum atau tertawa. Kalau menangis itu tandanya sedih."

"Masak sih, bu guru bilang gitu?"

"Iya, dan yang suka nangis, bakalan dikatain cengeng sama teman-teman, makanya Sisi gak mau nangis kalau disekolah, karena Sisi gak mau dikatain cengeng. Kalau sedih, pasti Sisi tahan nangisnya, baru sampai rumah, Sisi nangis."

"Emang apa yang membuat Sisi sedih?"

Sisi terdiam beberapa saat. Menunduk sambil memainkan jari-jarinya. "Saat lihat teman-teman bersama orang tuanya." Ujarnya pelan sambil meneteskan air mata. "Saat karya wisata, atau acara lain, mereka pasti ditemenin orang tua, tapi Sisi enggak, Sisi cuma sama nenek."

Hati Dilan terasa teriris iris mendengar curahan hati Sisi. Segera dihapusnya air mata bocah itu dan dia kecup keningnya lama. Berjanji dalam hati, akan mengganti semua kesedihan Sisi dengan tawa bahagia. Akan selalu ada untuk gadis kecil itu sampai Sisi tak akan penah lagi merasakan sedihnya tak punya orang tua.

"Saat hari ibu atau hari ayah, mereka sibuk membuat kartu ucapan, tapi Sisi enggak, karena Sisi gak punya ibu ataupun ayah."

"Nanti kita buat kartu ucapan untuk ibu ya." Dilan kembali menangis saat mengatakannya. "Nanti kita letakkan dimakam ibu, Sisi mau gak?"

Sisi mengangguk cepat. "Sekalian buat untuk ayah juga. Tapi..." Sisi kembali menunjukkan raut sedih. "Sisi tidak tahu dimana makam ayah."

Hati Dilan makin porak poranda, air matanya luruh tak terbendung.

"Daddy kenapa?" Sisi berusaha bangun dengan dibantu Dilan. Lalu dengan tangan mungilnya, dia menyeka air mata Dilan.

"Boleh gak, kalau kartu ucapan buat ayah, Sisi kasih ke Daddy?"

Sisi mengangguk. "Iya, nanti Sisi kasih ke Daddy. Tapi Daddy jangan nangis lagi ya."

Dilan mengangguk, meraih tangan Sisi lalu menciumnya. "Daddy sayang sama, Sisi." Dilan memeluk tubuh mungil tersebut.

"Sisi juga sayang sama Daddy."

1
sukensri hardiati
🙏👍💪/Rose//Heart//Ok/
Gia Gigin
Ternyata Dilan masih harus berpuasa 😂🤣
Gia Gigin
Gagal maning 😂😂
Gia Gigin
Good job Sisi 😂
Gia Gigin
🥺🥺🥺
Gia Gigin
Ini Real atau sisi yg mimpi
Gia Gigin
Suka dgn sikapnya Damian meskipun tengil tapi perhatian
Gia Gigin
Masih belum tersentuh juga🥺
Rezqhi Amalia: hy kak, mampir dikarya ku yuk. Siapa tahu kakak minat membacanya.
judulnya 'Dipaksa Menikahi Suami Sahabatku'

terimakasih sebelumnya 🤗🤗
total 1 replies
Gia Gigin
semoga hati kakek dan nenek sisi terketuk dgn sikap Sisi yg sangat merindukan ayahnya
Gia Gigin
Sisi dan Vani yg menanggung akibat dari perbuatan yg hanya karena kesalahpahaman
Gia Gigin
Nyesek lihat Sisi yg sdh nyaman bersama ayah kandungnya tapi di paksa harus berpisah 😭
Gia Gigin
Vani menolak lamaran Dilan meskipun harus membohongi hati kecilnya 🥺
Gia Gigin
Masih butuh perjuangan untuk mendapatkan maaf
Gia Gigin
Tenang Van karena Karang aja bisa terkikis dgn air laut
Gia Gigin
Wajar sebagai orang tua klau pak cholis masih trauma dengan apa yg menimpa Rani dan yg berkaitan dgn orang"penyebab kematian Rani
Gia Gigin
semoga Sisi bisa sembuh dari sakit nya
Gia Gigin
Benar apa yg di ucapkan pak Cholis
Gia Gigin
Setidaknya kamu punya andil dgn kejadian yg di rasakan Rani
Gia Gigin
keputusan mu sdh benar
Gia Gigin
pantas aja Rani mengalami depresi sampai meninggal , ternyata cobaan yg di terima di ambang batas
Mazree Gati: rani terlalu enak jadi nggak mau pergi padahal uda di usir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!