NovelToon NovelToon
Bukan Salahku, Indahnya Reuni

Bukan Salahku, Indahnya Reuni

Status: tamat
Genre:Romansa / Pihak Ketiga / Penyesalan Suami / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Sering dibully oleh keluarga sang suami, serta mertua dan ipar yang mulai ikut campur dalam rumah tangganya. Pernikahan impian yang semula tergambar indah, seketika berubah.
Memiliki suami yang mulai dingin, membuat Tari tergoda untuk berpaling.
Bermula dari reuni, Tari mulai bermain api. Akankah api itu menghangatkan atau justru membuatnya terbakar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Papa Pulang

Bukan Salahku, Indahnya Reuni Bagian 23

Oleh Sept

Setelah kejadian di rumah sakit itu, Rio sekarang terkesan jadi sangat berani. Mungkin merasa di atas angin, dan yakin kalau Tari juga terpikat olehnya.

Lelaki itu kembali memulai aksinya, membuat Tari gelisah dan jantungnya berdegup kencang.

Sembari memegangi tengkuk wanita tersebut, Rio mulai mendekatkan wajahnya. Sekali mendapatkan bibir Tari, Rio ingin mendapatkan lebih.

Cup

Ledakan emosional kembali terjadi, Rio terlalu bergelora, sedangkan Tari di ambang rasa kegalauan yang membuncah. Antara hanyut bersama Rio, atau menghentikan semuanya saat itu juga. Tari masih sadar, kalau dia masih istri orang.

"Rio ..." desis Tari mendorong bidang Kokok di depannya tersebut.

Tari lalu mencengkram kedua bahu Rio, dia tidak bisa melanjutkan ini. Tari merasa takut sendiri. Takut kebablasan, karena jujur, sentuhan Rio sudah membuatnya sangat terpengaruh.

Mungkin jiwanya kesepian, lahannya gersang, hingga sesapan Rio saja mampu meningkatkan kelembaban di bawah sana. Rasanya beban mental bagi Tari, saat tubuhnya juga merespon sentuhan laki-laki lain yang bukan suaminya sendiri.

"Kenapa? Apa kau mau ke hotel?" bisik Rio yang masih di ubun-ubun.

Tari menajamkan mata, Rio semakin lama semakin berbahaya.

"Rio ... aku sudah menikah!" ucap Tari kemudian, ia ingin membuat mereka sadar. Bahwa skandal ini tidak boleh dilanjutkan.

"Lalu kenapa? Tinggalkan suamimu ... dan datang padaku."

Tari menelan ludah, Rio kelewat berani. Bagaimana bisa dia menyuruh meninggalkan Dewa?

"Rio, sepertinya kamu masih sakit," celetuk Tari.

Menurut Tari, Rio ini masih sakit. Bukan badannya yang sakit, tapi jiwanya. Begitu juga dengan wanita tersebut. Tari juga merasa sudah tidak beres dengan dirinya. Bisa-bisanya dia malah bermain api dan menyambut permainan Rio dengan suka rela. Sungguh dilema besar, antara nyaman tapi status tidak mengijinkan.

Rio sendiri mundur menjauh, kemudian melonggarkan dasinya. Pria itu mematikan pintu tertutup sempurna, dengan menguncinya dari dalam.

Bunyi klik pada pintu, membuat Tari semakin bergidik. Tidak mungkin, Rio pasti tidak akan macam-macam. Pikiran Tari pun mulai berkecamuk.

"Rio ... kau mau apa? Rio ... tolong jangan macam-macam. Aku sudah percaya padamu selama ini."

Tari berbicara dengan gugup, dan Rio menikmati momen tersebut. Melihat Tari yang ketar-ketir, kelihatan takut dan panik.

"Kita sudah dewasa, apa yang kamu takutkan? Hem?"

Rio semakin dekat, dan Tari akan pergi. Namun, pria itu malah mengunci ruang gerak Tari.

"Jika aku teriak, semua orang akan mendengar." Tari mulai mengancam.

Rio menatap dalam-dalam, kemudian menyentuh pipi Tari dengan lembut. Sebuah sentuhan hangat yang lama tidak didapatkan oleh seorang Tari.

"Teriak lah ... teriak yang kencang," gumam Rio kemudian menurunkan wajahnya.

"Ri ...o."

Tari tidak bisa bersuara lagi karena Rio sudah menyumpal dengan bibirnya.

Semua rasa yang tertahan, mulai dilepaskan Rio. Dan semakin Tari mencengkram kedua bahunya, Rio semakin bersemangat. Tidak peduli status Tari sekarang, Rio sudah terperdaya oleh perasaan yang tidak terbendung tersebut.

Beberapa menit kemudian.

Setelah aksi yang penuh gejolak tersebut, hingga membuat bibir Tari tebal dan kebas, Rio akhirnya melepaskan wanita itu.

Tari tertunduk, bingung harus apa lagi. Ia merasa gamang. Siapa sih yang bisa menolak pesona pria seperti Rio?

Pria itu kemudian mendekat lagi, sambil mengusap bibir Tari mengunakan jarinya. Mungkin lipstik Tari agak belepotan, padahal sudah pakai anti air.

Sedotan yang terlalu kencang, membuat make up Tari agak luntur. Kalau dekat-dekat Rio, sepertinya Tari harus siap-siap make up anti badai dan tsunami.

"Sejam lagi kita rapat, jangan lupakan bahannya nanti," kata Rio kemudian berbalik dan duduk dengan santai di kursinya.

Sementara itu Tari dibuat ling lung.

"Baik, Pak," kata Tari kemudian yang tersadar.

Tari lantas beranjak, dia akan ke ruangannya.

"Tari," panggil Rio saat Tari belum keluar dari ruangan.

Tari hanya menoleh, menanti apa kata Rio.

"Tidak jadi ... keluarlah," kata Rio dengan tatapan penuh arti.

Tari yang jantungnya masih was-was, dia merapikan rambut saat keluar dari ruangan Presdir tersebut. Entah mengapa, ia merasa ketar-ketir, was-was dan cemas, mungkin karena sudah selingkuh dengan Rio. Benar-benar memacu adrenalin.

***

Sore harinya, Tari pulang sendiri, dia menolak diantar sopir Rio. Takut orang-orang di perusahaan mulai curiga. Karena ada urusan yang harus diselesaikan Rio, pria itu pun tidak memaksa.

Setelah pulang kerja, Tari pun langsung menuju rumah ibunya untuk mengambil Ibel. Sepanjang perjalanan naik taksi, dia memangku Ibel sambil melamun hingga sampai rumah.

Tiba di rumah, tari dibuat kaget. Ada koper di ruang tamu dan Bersambung.

Waduh, papa pulang. Piye Iki lur?

1
Eva Nietha✌🏻
Nyosor trus ampe pasrah
Eva Nietha✌🏻
Kapok kalian
Eva Nietha✌🏻
Nah cwe panuan hamil 👏🏻👏🏻 good biar dewa n tari pisah
Eva Nietha✌🏻
Huhhhhh knp aq deg2 an ya 😆😆
Eva Nietha✌🏻
Iman q ga kuat .. langsung terbayang2 Rio klo jd tari 🤣🤣🤣🤭
Omha Achun
Luar biasa
Bunda Aish
wa ..wa.... siap-siap ya jangan sampai kedatangan si menyesal karena tiada guna
Bunda Aish
kalau kayak gini sepertinya gpp selengki dibalas selengki, mana lebih untung kayak nya buat Tari /Applaud//Facepalm/
Sky Blue
Pdahal berharap klw Dewa sdar akan sgala kekurangannya. bkan malh melalkukan hal² konyol kek gitu.
Surati
bagus
Modish Line
sok tau bgt lu ....laki2 tua dr mana coba?
Modish Line
Karena lu egois
Modish Line
Tim Riolah ....Dewa mah buang aja ke laut
Dewa Dewi
wahh minta ditabok nih mulutnya si Dewa 🤬🤬 sial bgt Tari punya suami kaya Dewa udh tukang selingkuh, keluarganya toxic semua lagi
Dwi Fadilah
Luar biasa
kakaika
garuk pake besi 🤣
Jihan Yuni
alur cerita nya bagus... karakter nya jg bagus saya cerita nya
komalia komalia
mau nya si s dewa nya menyesali sama orang tua nya
komalia komalia
udah baca godaan mantan
komalia komalia
pastisi dewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!