Don't Bom Like ‼️ jika ingin mendukung boleh baca nyicil. Beri like, komentar, atau hadiah seikhlasnya.
Awal pernikahan secara mendadak karna sebuah kecelakaan membuat Reza dan Caramel terpaksa di nikahkan demi menghilangkan sebuah aib. Caramel yang belum siap secara mental terpaksa harus menikah dengan Reza seorang pria yang tidak di cintainya. Reza membawa Caramel di tengah-tengah keluarganya. Banyak hal dan masalah terjadi selama Caramel berada di rumah Reza karna Mama Reza tidak menyukai Caramel. Bagaimana kisah selengkapnya semuanya akan di ceritakan di sini. Mari ikuti ceritanya sampai selesai Besty.🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Caramel tidak mau berbagi kesedihan dengan Reza.
Caramel pergi ke kamar dengan sedihnya ia meratapi nasibnya harus menghadapi mertua seperti Almira. Aku tidak yakin bisa bertahan oh Tuhan, kuatkan aku menghadapi setiap masalah yang ada, ucap Caramel berdoa dalam hatinya.
Tidak lama ia berdoa itu, Reza menelponnya.
Caramel menenangkan dirinya sebelum ia mengangkat telpon dari Reza ia tidak mau Reza tau masalahnya hari itu ia tidak tega berbagi kesedihan dengan suaminya yang saat itu tengah berusaha mencari pekerjaan. Caramel langsung mengangkat telpon dari Reza.
📞"Hay istri ku yang cantik, apa kabar hari ini?" ucap Reza.
📞"Kabar baik, kamu dimana sekarang?" tanya Caramel.
📞"Aku masih di kantornya Bang Rafa. Kamu udah makan kah kalau belum biar aku jemput kamu ya, kita malam di luar kebetulan aku juga mau makan di luar sebentar lagi sama Bang Rafa mau?" tawar Reza.
📞"Aku sudah makan kok, gak perlu jemput. Kamu makan aja sama Bang Rafa," ujar Caramel berbohong padahal saat itu ia belum makan waktu sudah pukul 12 siang. Sebenarnya tadi ia sempat ingin sarapan tapi terpaksa ia hentikan karna Almira mendatanginya.
Aku sangat lapar saat ini tapi aku gak mau mengadukan semua perlakuan Bu Almira padaku. Reza gak boleh tau, Lirih Caramel sambil memegang perutnya saat di tanya Reza.
📞"Reza, sudah dulu ya aku mau mandi," ucap Caramel.
📞"Hah kamu baru mandi jam segini? Reza keheranan Caramel mandinya sangat siang.
📞"Iya nih, aku ketiduran," ucap nya berbohong lagi, karna saat itu ia merasa kepanasan karena sudah memasak setengah hari bekerja sendiri lagi.
📞"Aduh pantasan bau, rupanya kamu belum mandi," Reza bercanda. Caramel terpaksa tertawa agar Reza tidak tau kesedihannya saat itu. ia merasa letih dan sudah tidak kuat lagi berdiri sudah lapar, letih lagi.
Ya Tuhan kenapa nasibku gini amat di jam segini kok belum makan. Kalau di rumah Pak Darma di jam segini aku udah 2x makan tapi di sini aku harus menahan lapar sampai Reza pulang, sungguh nasib yang malang, lirihnya membatin.
Tiba-tiba Caramel teringat Pak Darma dan Bu Atik yang selalu menyanyangi nya seperti anak kandung bahkan melebihi orang tua aslinya. Sampai kapanpun Caramel tidak akan pernah melupakan kebaikan hati Pak Darma dan Bu Atik.
Reza menyadarkan Caramel yang terdiam.
📞"Heh kamu masih di situ kah? kok diam aku cuma bercanda kamu marah ya?" tanya Reza bingung kenapa Caramel sepi tanpa suara.
📞"Iya. Gak marah kok," air mata Caramel jatuh di pipinya tidak kuat ia bendung lagi apalagi saat ia mengingat penghinaan bu Almira padanya yang sangat kasar.
📞"Sudah dulu ya aku mandi dulu," pamit Caramel karna tidak kuat berbicara lagi perutnya makin lama makin perih.
📞"Ya sudah, mandi yang bersih ya," ujar Reza.
Caramel mengakhiri obrolannya dengan Reza menutupi semua kesedihannya ia pun pergi mandi.
Setelah Caramel mandi Bu Almira kembali menggedor pintu kamarnya lagi. Padahal saat itu Caramel sudah mau siap-siap akan merebahkan tubuhnya yang sudah lemah dan tidak berdaya.
Bu Almira terus menggedor dengan kuat. Caramel pun membukanya.
"Ada apa Buk?" tanya Caramel masih memakai kimono.
"Kamu kemana aja! budek ya atau sengaja gak mau bukain pintunya!" cetus Bu Almira.
"Aku masih memakai baju tadi Buk," ucap Caramel sambil menunduk.
"Cepetan kamu kemas dapur. Ingat saya gak mau ada yang berantakan di dapur, harus rapi dan sudah bersih setelah itu baru kamu boleh makan. Paham!" bentak bu Almira.
"Baik Buk, aku ganti baju dulu," pamit Caramel.
Almira menatap sinis ke arah Caramel dan meninggalkannya.
Caramel pun pergi ke dapur, ia melihat banyak sekali piring kotor, rasanya ia enggan mengerjakannya karna saat itu ia sangat lapar. Tapi, demi kebaikan ia pun mengerjakannya. Hampir satu jam ia membersihkan piring-piring kotor dan berberes juga. Setelah itu barulah ia makan, ia melihat masih ada sedikit sisa makanan di meja itulah yang dimakannya.
Caramel makan dengan lahapnya seharian tidak makan tentu ia sangat lapar ia tidak peduli lagi dengan hal lain.
Almira datang ke dapur kembali ia melihat semua sudah rapi dan bersih ia pun tersenyum.
Kalau begini kan aku bisa irit uang, tidak perlu lagi menyuruh Bibik datang lagi. Biar Caramel saja yang menggantikannya semua pekerjaan bibik, lumayanlah bisa irit sedikit kalau Caramel yang kerjainnya gak perlu di gaji, batinnya merasa suka.
Caramel hanya bisa memandangi dengan diam. Almira senyum-senyum sendirinya. Tidak lama kemudian Airin datang ia berteriak memanggil mamanya.
"Ma ... Ma ... Airin pulang ...!" teriak Airin.
Almira pun bergegas ke depan menyambut anaknya.
"Ma ... mau tau tidak? di kantor sedang ada pertemuan antara perusahaan Family Grup dan CORD CROP terjadi bentrokan mereka saling beradu mulut karna tender di menangkan oleh perusahaan kita Ma ...," ujar Airin bercerita.
"Perusahaan kita menang?" Almira semangat.
"Iya Ma ... kita menang," timpal Airin senang.
"Kamu hebat Airin, Mama bangga padamu. Bagaimana dengan perusahaan Rafa apa dia juga menang?" tanya Almira.
"Bang Rafa mundur Ma, aku tidak habis pikir kenapa Bang Rafa melakukan itu. Padahal pihak perusahaan sudah memutuskan Perusahaannya akan menang tapi ia membatalkan kontrak kerja sama. Airin sendiri tidak tau alasannya apa Ma."
"Dasar bodoh! kenapa Rafa begitu?"
"Entahlah Ma, Airin juga tidak tau."
"Ya sudahlah biar mama nanti yang urus. Kamu istirahat aja ya, Mama akan menghubungi Rafa. Oya apa Reza ada bersama Rafa?" tanya Almira baru sadar kalau Reza tidak ada di rumah sejak pagi tadi.
"Ada Ma, sepertinya Bang Rafa sudah memperkejakan dia disana."
"Apa?" Almira kaget.
"Bisa apa anak itu? kenapa Rafa mau-maunya menyuruh Reza bekerja di perusahaan yang ada semuanya berantakan karna nya," cetus Almira tidak suka.
Caramel yang dari tadi mendengar semua pembicaraan Almira dan Airin kaget. Ternyata perusahaan papanya Cord Crop adalah saingan dengan perusahaan Airin dan Mama mertuanya.
Jadi mereka saingan berat perusahaan Papa, batin Caramel.
Airin sempat melihat reaksi aneh dari Caramel tapi ia mengabaikannya setelah mendengar ada yang menelponnya.
"Aku dan Teman kamarku"
semangat