Bella melamar pekerjaan jadi sekretaris, namun diterima sebagai istri kontrak.
"Mau tidak?" tanya Edward.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
Edward juga tersiksa. Dan pelukan bela ini semakin membuatnya tak berdaya.
Bella dengan tubuhnya yang masih polos seperti itu memeluknya dengan sangat erat.
"Aku tidak bisa menangani apa? katakan yang jelas, aku sangat menginginkan kamu Ed," ucap Bella, dia sendiri tidak sadar jika sudah memanggil pria itu dengan namanya.
Rasanya saat ini Bella ingin menangis, terus dipermainkan oleh Edward.
"Kita berbeda Bell."
"Beda bagaimana?"
"Kamu akan sangat terkejut jika mengetahui semuanya." Edward kemudian melepaskan pelukan Bella di tubuhnya.
Sedikit mendorong tubuh Bella agar menjauh, hingga mereka bisa saling pandang. Edward Membuka lemari dan mengambil kemeja panjang miliknya, dia pakaikan pada Bella untuk menutupi tubuhnya yang polos.
Meski rasanya ingin menolak baju itu, tapi pada akhirnya Bella tetap diam saja ketika Edward membalut tubuhnya.
Dia hanya bisa memasang wajah yang penuh kecewa.
"Jangan lagi bicara tentang cinta, Aku bahkan tidak pernah tahu apa yang kamu inginkan dariku," ucap Bella, dengan rasa kecewa yang begitu luar biasa di dalam hatinya.
Bella kemudian berjalan menjauh untuk memunguti semua baju-bajunya yang berserak di lantai.
Tak ada lagi sedikit pun senyum yang baru pergi wajah cantik wanita itu.
Dan Bella yang nampak bersedih seperti itu sungguh membuat Edward merasa tidak nyaman.
Bella kembali melepaskan kemeja yang dipakaikan oleh Edward, dengan sendirinya Dia memakai bajunya sendiri. Bella tidak lagi menatap ke arah Edward.
Hah! Edward membuang nafasnya dengan kasar, Entah kenapa rasanya begitu terganggu di hati ketika melihat sikap yang seperti itu.
Edward lantas mendekati wanita itu lagi. Manarik Bella dan membawanya hingga duduk di sofa. Edward saat ini hanya menggunakan celana panjangnya, Sementara Bella gaun yang belum terpasang sempurna.
Bella memasang wajahnya yang dingin dan terus menurunkan pandangan, dia tidak mau lagi menatap Edward.
Terserah lah pria itu mau apa, bahkan di saat Bella sudah mengatakan apa isi hatinya Edward tetap tidak mau peduli.
"kamu benar-benar ingin kita melakukannya?" tanya Edward.
Bella terdiam, malah memalingkan wajah.
"Tatap aku," titah Edward.
Bella tidak mau dengar dan tetap memilih memalingkan wajah. Sampai akhirnya Edward memegang dagu sang istri dan diarahkan hingga membalas tatapannya.
"Katakan, kamu benar-benar ingin kita melakukannya?"
"Tidak! terserah mu mau apa!" balas Bella ketus, sedikit kesusahan bicara karena dagunya masih dipegang oleh sang suami.
"Aku punya hasrat yang sangat besar, sekali menyentuhmu Aku tidak yakin bisa mengakhirinya dengan mudah."
"Terserah, aku sudah tidak peduli lagi."
"Bella."
"Cukup Ed, berhenti mempermainkan aku. Tidak perlu ada cinta, tidak perlu bersikap baik pada ibuku! aku tidak peduli lagi apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku, terserah!" kesal Bella, tapi kesalnya Bella itu justru membuat Edward makin tak nyaman.
Ada rasa takut di dalam hatinya bahwa Bella akan pergi, entah di malam hari saat dia tidur, atau berpikir Bella akan mencari pelampiasan pada pria lain.
Tiba-tiba takut kehilangan itu mengusik hati Edward.
Sampai akhirnya tanpa pikir panjang, apa yang selama ini dia jaga, diutarakan pula pada Bella.
"Aku bukan manusia biasa Bell," ucap Edward lirih.
Bella yang mendengar kalimat itu seketika mengangkat pandangannya. Membalas tatapan Edward dengan hati yang mulai berdegup hebat.
Marah yang tadi dia rasa seketika hilang entah kemana.
Diganti rasa ingin tahu yang lebih banyak.
"Apa maksudmu?" tanya Bella.