KASIH MUTIARA, WANITA YANG BIASA-BIASA SAJA. YANG RELA MENUKAR MASA REMAJANYA DENGAN MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA. DI JAUHI OLEH BANYAK SISWA KARENA DI ANGGAP TIDAK SELEVEL. NAMUN SEKETIKA KEHIDUPAN KASIH BERUBAH, SAAT TANPA SENGAJA DIRINYA TERLIBAT DENGAN ANAK SANG PEMILIK SEKOLAH YANG BERNAMA PUTRA WIJAYA. HARI-HARI, KASIH LEWATI BAK SEPERTI ROLLER COASTER.
INGIN TAHU KISAH KASIH? AYO BURUAN DI BACA....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Ke esokan harinya.
Aktifitas sekolah sama seperti biasanya. Dan kali ini, Kasih pun sudah kembali bersekolah. Pagi hari hingga jam istirahat semua keadaan masih baik-baik saja. Dan, Kasih bisa bernafas dengan legah, karena setidaknya hari ini tidak ada lagi kejadian-kejadian yang seperti biasanya.
"Kasih." Teriak Dito sambip berlari menuju Kasih. Kasih yang mendengar namanya di panggil, langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara.
"Dito." Sapa Kasih yang melihat Dito berlarih ke arahnya.
Sedangkan Citra masih setia berada di samping Kasih sambil meminum minuman dingin.
"Jelasin ke gue, selama ini lu kemana aja?" Tanya Dito saat sudah berada di hadapan Kasih.
"Gue.." Kasih terdiam sejenak.
"Cit, beri gue waktu untuk ngomong dengan Kasih." Kata Dito.
Citra melihat ke arah Kasih, mereka berdua saling pandang. Jujur Citra tidak ingin meninggalkan Kasih bersama dengan Dito, namun Citra juga tidak bisa menolak permintaan Dito, karena Dito meminta dengan cara yang baik.
Kasih menganggukkan kepalanya. Dan Citra yang sudah mengerti langsung berkata.
"Awal yah, lu jangan ngapa-ngapain Kasih. Kalau aja ada yang lecet, maka ini bagian lu." Kata Citra sambil memperlihatkan kepalan tangannya ke hadapan Dito, hingga membuat Kasih tertawa.
"Oke gue janji." Kata Dito
Selepas kepergian Citra, Dito langsung menarik lengan Kasih, membawa Kasih ke taman sekolah dan duduk di bangku.
"Jelasin ke gue, selama ini lu kemana aja?" Tanya Dito.
Dito dapat melihat kegugupan di wajah Kasih. Namun Dito berusaha tenang, dan tidak ingin Kasih tahu kalau ia sudah mulai curiga dengan Kasih.
Kasih yang mulai gugup, langsung mencoba tertawa menghilangkan kegugupan dan ketegangan di antara dirinya dan juga Dito. Kasih langsung menepuk pundak Dito.
"Hahah gue, cuman malas aja ke sekolah." Bohong Kasih, hingga Dito terus menatap tajam pada Kasih, membuat Kasih yang tertawa langsung terdiam dan salah tingkah. Kasih langsung memperbaiki duduknya, dan menyelip rambuntnya ke belakang teliga.
"Gue tahu lu bohong. Jadi jawab dengan jujur, selama ini lu kemana?" Tanya ulang Dito.
Dan kali ini Kasih menoleh ke arah Dito sambil tersenyum.
"Gue ngak bohong, serius!" Kata Kasih sambil menaikkan ke dua jarinya. "Gue cuman malas aja ke sekolah." Katanya kemudian, lalu Dito menahan tangan Kasih.
"Lu jangan bohong Kas. Jelasin ini apa?" Kata Dito sambil menarik tangan Kasih dan memperlihatkan Kasih plaster yang masih menempel di tangannya.
Kasih menghembuskan nafasnya secara kasar. Sungguh betapa teledornya Kasih yang lupa melepaskan bekas infus. Dan juga, kenapa mata Dito terlalu jeli melihat semua itu. Kasih benar-benar di buat bingung harus menjawab apa lagi..
"Jelasin!" Ucap Dito.
"Itu cuman iseng-iseng doang kok. Gue cuman ngerasa bosan aja, jadi pas lihat plaster yah, gue tempelin deh ke tangan gue." Jelasin Kasih, namun Dito yang tidak percaya langsung melepas plaster yang ada di tangan Kasih, dan terlihat jelas satu tanda titik yang berada di tangan Kasih.
"Lu abis di infus? Lu sakit Kas? Hey, lu jangan bohongin gue." Bukannya menjawab, Kasih justru berdiri dari duduknya.
"Mau gue sakit, mau gue sehat. Itu bukan urusan lu Dito. Dan jangan urusin urusan gue lagi." Kata Kasih, dan mulai berjalan, namun langkah kaki Kasih terhenti kala Dito menahan lengan Kasih.
"Gue peduli sama lu Kas. Gue suka sama lu." Kata Dito yang mampu membuat Kasih menutup mata.
Benarkah apa yang barusan Kasih dengarkan? Apakah ini bisa di bilang ungkapan cinta dari seorang pria pada seorang gadis? Sungguh Kasih dibuat kaget dengan apa yang barusan ia dengar. Ya, memang Kasih dulu pernah meneriaki nama Dito dengan begitu kerasnya, tapi bukan berarti Kasih suka. Dan memang dulu Kasih pernah berkata, apakah Dito menyatakan cinta padanya? Tapi itu semua hanya bahan mainan, dan tak pernah sedikitpun ada rasa di dalam perkataan yang terlontar dari bibir Kasih.
Dan saat mereka bersama, lagi dan lagi, Putra melihat kedekatan mereka, hingga membuat Putra mengepalkan kedua tangannya.
"Percaya atau ngak, gue emang suka sama lu Kas." Kata Dito lagi, memecah keheningan di atara dirinya dan Kasih.
jadi jahat demi perhatian putri
kpn nih up nya.....
Sudahlah Kasih..
Jgn byk fikiran dulu..
Selain belajar fokuslah dulu dgn kesehatanmu....
☺️👍💪