NovelToon NovelToon
Cinta Mas Sepupu

Cinta Mas Sepupu

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Nikah Kontrak / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Saat Larisa ketahuan hamil, pihak keluarga syok dan juga tak menyangka.

Larisa dituntut untuk jujur siapa pria yang sudah menghamilinya sampai mencuat satu nama pria yang tak lain saudara sepupunya sendiri.

Setelah menikah hubungan Bassta dan Larisa semakin ricuh, jauh dari rukun dan tenteram. Bassta juga sudah memilih perempuan lain yang jauh di atas Larisa yakni Jema, tetapi Jema belum tahu bahwa pria yang dia cintai sudah beristri.

Dalam niat yang begitu besar, Larisa ingin mengubah rumah tangga hambarnya menjadi rumah tangga yang harmonis. Sementara Bassta sudah mengatur dan meniatkan perpisahan setelah bayi yang dikandung Larisa lahir.

Terombang-ambing dalam rasa kecewa dan juga bimbang atas perasaannya, Larisa dihadapkan pada sosok pria yang berusaha dia lupakan tetapi malah mendadak muncul dan mengaku ingin bertanggung jawab.

Lantas, apakah Larisa akan kembali ke pelukan pria berinisial J atau bertahan dengan Bassta yang mulai menyadari ketulusannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Mendadak

Memasang telinga lebar-lebar, ingin mendengar apa kali ini yang menjadi obrolan atau rengekan ibunya di pagi hari. Biasanya Larisa, Larisa dan Larisa. Namun, Nurani salah menduga karena Fitria tampak ceria tidak seperti biasanya. Kesuraman yang selalu terpatri di wajahnya kini mengabur entah ke mana.

Semua itu terjadi karena Ganta yang sudah memberitahu bahwa Larisa baik-baik saja. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan oleh Fitria. Fitria hanya tinggal menunggu waktu sampai Sadi terketuk hatinya untuk memberikannya izin bertemu dengan Larisa. Syukur-syukur Sadi juga mau bertandang ke rumah menantunya.

“Diminum kopinya, Mas.” Fitria begitu riang dan Sadi memerhatikannya.

Sadi menyesap kopinya pelan-pelan. Terus dia perhatikan Fitria di hadapannya yang sedang memeriksa laporan pengeluaran dan pemasukan usaha Laundry mereka di sebuah buku tebal bersampul biru.

“Apa yang membuat kamu berbahagia, Fitria?” tanya Sadi penasaran.

Fitria mengangkat wajahnya, keduanya bersitatap.

“Apa aku perlu bersedih setiap waktu?” sahut Fitria dan Sadi memekik pelan.

“Biasanya kamu ngajak ribut terus,” ucap Sadi kembali dan sebuah senyuman kecut yang dibuat Fitria sebagai responsnya.

Nurani mengernyit dan teringat dengan niatan serta ajakan Ganta untuk pergi menemui Larisa. Apa dia sudah melakukannya?

Nurani sangat penasaran, ingin bertanya langsung kepada ibunya tapi tak berani. Dia akan menanyakannya nanti saat Ganta pulang sekaligus meminta alamat rumah Larisa dan Bassta. Semalaman Nurani sudah memikirkan dengan masak-masak bahwa dia akan pergi kepada Larisa untuk mengadukan Bassta.

***

Setiap hari di rumah adalah rutinitas paling membosankan bagi Larisa. Tak sabar untuk hari esok di mana Nayla dan Nenden akan datang tetapi dia belum meminta izin kepada Bassta yang begitu sulit diajak bicara. Setelah kedatangan Jema, jarak yang dibentangkan Bassta begitu terasa semakin lebar. Apakah kesempatannya untuk memperbaiki pernikahan ini sia-sia saja?

Entah, Larisa merasa mumet memikirkannya.

Sekarang, tangannya berayun meraih segelas jus jeruk kemudian ia menyesapnya perlahan. Sekarang sudah sore, sudah pukul empat lebih tiga puluh menit dan juga sepertinya Bassta lagi-lagi tidak akan pulang cepat.

Berniat mengusir rasa penat juga tak nyaman memikirkan suami yang selalu menghabiskan waktu bersama dengan kekasihnya. Larisa kini keluar membawa minumannya yang tersisa setengah gelas. Ia ingin menyiram tanamannya saja. Semoga itu bisa mengobati rasa galau juga menenangkan hatinya yang begitu rusuh.

Selang air sudah memuncratkan buliran bening yang menjatuhi setiap daun juga kelopak bunga di hadapannya. Sesekali Larisa menyeka anak rambut di dahinya. Semakin lama, tubuhnya mulai digerayangi tetesan demi tetesan keringat. Begitu panasnya hari ini, semakin panas karena degdegan setelah Larisa melihat sebuah mobil berwarna hitam yang sangat ia kenal berhenti di depan pintu gerbang.

Larisa membeku, harus bagaimana dia sekarang?

Tepat di sana, di dalam mobil itu, dua manusia yang tak lain orang tuanya Bassta sedang balik memerhatikannya.

“Aduuh, kenapa mereka datang mendadak?” gumam Larisa kemudian menurunkan tangannya yang memegang selang air.

Pintu gerbang dibuka oleh Satpam yang baru masuk kerja setelah cuti cukup lama karena sakit.

Larisa tersenyum kecil, takut kegugupan di wajahnya membuat kedua keduanya keheranan.

“Aku harus segera ngasih kabar Bassta. Mana bisa aku sendirian berhadapan sama orang tuanya,” batin Larisa begitu riuh.

Larisa membuang napas panjang, berusaha menetralkan kegelisahan juga kegugupannya. Satu firasat tak enak mendadak mengisi pikirannya, tentang saat itu ketika Vivian masuk ke kamar Bassta. Apa anak itu mengadu yang tidak-tidak sampai Arif dan Novia datang sekarang?

Larisa tersenyum lagi saat mobil berhenti di depan teras, dia lekas berjalan mendekat sembari merapikan penampilannya yang sedang tidak rapi bahkan belum mandi.

“Larisa,” sapa Arif begitu semangat.

Larisa tersenyum, sigap menyalami tangan Arif kemudian mendekat pada Novia. Hardikan tangan Novia saat disentuh Larisa membuat Larisa langsung menunduk sedih.

Arif terbelalak, ia tatap Novia dengan tatapan jengkel!

“Emmm, gimana kabar kamu, Nak?” Arif mengusap bahu kanan menantunya. Matanya kini turun, berpusat pada perut Larisa.

“Baik, Om.” Larisa tersenyum lebar.

“Eh—“ Arif menegur sembari terkikik, Larisa masih saja canggung dan memanggilnya seperti itu. “Panggil Papa. Sama seperti Bassta.”

Larisa mengangguk, mengiyakan.

Novia mendengus melihat keakraban suaminya dengan Larisa.

“Di mana anak saya?” tegas Novia bertanya.

Larisa menoleh lalu kembali melirik Arif sekilas.

“Anu, belum pulang.” Larisa menjawab dengan begitu gugup.

“Belum pulang? Padahal jelas-jelas aku minta dia untuk segera pulang, apa Sultan nggak menyampaikan pesan dari aku?” gerutu Novia dan Arif hanya mengangkat bahu.

“Mungkin sebentar lagi,” balas Larisa ramah.

Seketika mata Novia memicing, sesaat kemudian dia melajukan langkah, memasuki rumah dan merasa tidak perlu menunggu Larisa mempersilakan. Toh, itu rumah Bassta, anaknya.

Arif menggeleng melihat gelagat menyebalkan yang ditunjukkan istrinya. Kemudian dia mengajak Larisa untuk menyusul dan Larisa menurut.

Tanpa perlu diminta, Asih yang melihat kedatangan tamu spesial itu langsung mendekat menyapa, tak lama kembali ke dapur untuk mempersiapkan jamuan terbaik.

Arif dan Novia duduk bersebelahan, Larisa duduk sendirian di seberang mereka dengan raut yang begitu tegang.

Novia melirik kanan dan kiri, menelisik sesuatu di sekitarnya yang mungkin saja ada yang ganjil. Normal-normal saja, itu yang dia dapatkan setelah mengamati cukup teliti. Tapi entah, dia sangat penasaran dengan aduan Vivian dan ia begitu bernafsu untuk menanyakan hal tersebut langsung kepada Bassta.

“Gimana kehamilan kamu?” kata Arif.

Novia menoleh, menatap suaminya yang begitu berlebihan memperlakukan Larisa, pikirnya.

Larisa mengangguk dengan sopan lalu menjawab, “Sehat, Pa.”

“Syukurlah. Nanti acara tujuh bulanan, kalian sudah memikirkan hal ini, kan? Apa rencana Bassta?” tutur Arif lagi.

Larisa diam, hanya memandang dan kedua tangannya saling meremas kuat di atas kedua pahanya. Harus menjawab apa dia sekarang? Bassta saja tidak peduli, boro-boro membicarakan tentang rencana syukuran 7 bulanan. Tetapi, begitu perhatiannya Arif dengan hal sepenting itu sangat membuat Larisa bahagia.

“Kamu ditanyain diem aja. Bisu!?” bentak Novia yang tidak sabar mendengar jawaban Larisa.

Larisa terkejut mendengar suara tinggi mertuanya itu. Dadanya terasa sesak, degup jantungnya begitu kencang, jelas terlihat dari gerakan kembang kempis dadanya saat ini.

“Novia! Bicara pelan-pelan. Kita baru pertama kali bertemu dengan menantu kita setelah hari pernikahan. Kamu ini, ya.....” Arif merasa gemas, menegur istrinya itu dengan sedikit berbisik.

Novia diam, tak menghiraukan teguran suaminya.

“Maafin Mama. Mama lagi sedikit emosional akhir-akhir ini,” bisik Arif kepada Larisa dan Larisa hanya menanggapi dengan senyuman hambar.

"Pulang, Bass. Aku nggak bisa ngadepin orang tua kamu," ucap Larisa dalam hati. ingin menghubungi Bassta pun sulit karena ponselnya ia tinggalkan di kamarnya. Sementara kamar sekarang menjadi hal menegangkan karena ulah Vivian waktu itu. Larisa yakin bahwa adik iparnya mengadu yang aneh-aneh karena sejak tadi, ia melihat gelagat yang mengherankan dari ibu mertuanya. Seperti sedang meneliti, mencari bukti, mencari sesuatu tapi entah itu apa.

1
Oee Hafiza
mbak kok gak lanjut???
Alyazia Yazuy: apa udah end tah kk author crita nya aq penggemar karya" mu dr novel crita nya asma
total 1 replies
Roudhotul Jannah
bagus... rekomendasi
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
masih ditunggu lohh, Thor..
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ : entah kemana nih othornya? pdhl gi seru. klo pindah knp gk kasih tau? kn kita jd kehilangan jejak 😢
total 2 replies
Instagram: Melaheyko
assalamu'alaikum semuanya, cerita ini belum tamat ya tapi ada kendala jadi aku gak bisa update dulu. untuk sementara, aku publish cerita yang lain sambil nunggu naskah cerita ini selesai. Cek profil buat baca cerita baruku yaitu Syahdunya Cinta Pertama. semoga suka
Pipit Bawon
lhooo kok uda di lebel "end" ya ? pindah tempat ta kak mela karya nya ?
Pipit Bawon: Terimakasih uda di jawab mbk mela...sekarang uda sembuh mbk mel ? semoga selalu di beri kesehatan buat mbk mela n kluarga...Aamiin,,,semangat trs utk berkarya mbk...
total 2 replies
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
othor pa kbr?
semoga sehat2 ya
masih setia menunggu kabarmu
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
mas sepupu blum nungul 🤔🤔🤔
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
sookoorlah budu amat nasib Jema kan semua tercipta dari ulah Jema sendiri yang sok dan semena-mena sama orang lain.. Rasain akibatnya
SUMI 🐊🐊
Innalillahi HP nya
SUMI 🐊🐊
maklum negara berbunga y 😂
SUMI 🐊🐊
nah loh bapak² nya Jema kebawa²🤭
SUMI 🐊🐊
utg cuma ngomong dlm hati y Bass🤣🤣
SUMI 🐊🐊
uyel Nay uyel 😂😂
@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙
dih sultan mulut nya melebihin ketikan netizen
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
rasain kmu, Jema. salah sendiri dulu lebih milih karir & populeritas. tau sendiri kekasihnya itu laki2 yg nyaris sempurna. udah ganteng, tajir pula. nyesel kn sekarang kmu dicuekin Bassta... makanya jgn kelewat pede jd perempuan. kmu emang cantik paripurna, tapi sayangnya Bassta keburu married duluan 🏃🏃🏃💨💨💨
⸙ᵍᵏoᷡuͦbᷡliͣer༄༅⃟𝐐
biarkan si jema terpuruk biar keluar lagi emosional nya
G°°Rumai§ha°°🌵
Good looking kalo kelakuan minus ya buat apa 😅
G°°Rumai§ha°°🌵
Oohh senangnya dalam hati, liat si Jemma gilaa 🤣🤣🤣
G°°Rumai§ha°°🌵
Semoga aja Nurani sama ibu nya nginep sirumah Bassta atau paling gak pulangnya malem lah biar makin kelabakan itu si Jemma, trus ntar makin ribut deh sama Bassta 🤣🤣🤣
Ratu Tety Haryati
Artis yang suka buat masalah tapi tak kuat menghadapi hujatan netijen akibat ulahnya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!