NovelToon NovelToon
Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Anak Kembar
Popularitas:164.5k
Nilai: 5
Nama Author: anggi (@ngie_an)

Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.

Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.

Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan rasa sakit

"Sa–Sayang! I–ini tidak benar, a–aku sama dia, kita tidak sengaja untuk bertemu! Be–benarkan, Ve?" Marvel begitu gugup menjelaskan kepada Alicia.

Alicia hanya tersenyum sembari membuang muka, dia benar-benar tidak menyangka kalau laki-laki yang sempat dulu dia cintai, ternyata memiliki sifat predator yang sama sekali tidak bisa dihilangkan.

Untung saja Alicia tidak termakan oleh janji manis Marvel untuk kesekian kalinya, berjanji tidak akan mengulanginya tapi nyatanya? Bisa-bisanya Marvel bermesraan dengan wanita yang sama disaat mereka berjanji untuk bertemu.

Sementara Veronica yang sudah tertangkap basah oleh kekasih Marvel, langsung membuka kedok aslinya selama ini dia tutupi dari Alicia. Senyuman sombong ciri khasnya pun terpancar di raut wajah yang penuh dengan polesan make up.

"Alicia, semua yang kamu liat benar kok, aku dan Marvel memang sudah lama saling mencintai ... tapi karena kita masih memiliki hati nurani, jadi kita tidak tega kasih tahu ke kamu!" ucap Veronica, dia bangun dari duduknya lalu berdiri tepat di hadapan Alicia. "Karena sekarang kamu sudah tahu, sekarang bisa kan, lepasin Marvel untukku?"

"Heuh!" Alicia terkekeh mendengar ucapan sahabatnya yang kini benar-benar sudah tidak memiliki rasa malu sedikitpun. Dia pun melipat kedua tangannya di depan dada seraya menunggu reaksi selanjutnya apa yang dilakukan oleh kedua manusia yang tidak punya harga dirinya.

"Sayang, dengerin aku! Aku minta maaf, aku–"

"Sssttts!" Alicia menara jari telunjuk di depan bibirnya, menyuruh Marvel agar segera berhenti berbicara. Dia melangkahkan kakinya satu agar lebih dekat ke arah Marvel saat pria itu juga ikut bangun dari duduknya. "Ingin berubah? Nyesal? Ini yang disebut menyesal?"

Alicia terus melangkah hingga jarak antara dia dan juga Marvel begitu dekat, pandangannya lurus ke depan menatap pria berselingkuh itu saat tangannya mengambil satu gelas jus di atas meja, lantas dia tuang begitu saja di atas kepala Marvel.

Semua pengunjung yang ada di dalam restoran langsung berdiri mengitari kegaduhan yang terjadi, sebagian juga mengabadikan momen peristiwa tersebut, hingga suara riuh semakin ramai ketika Veronica berteriak ke arah Alicia.

"Apa-apaan kamu Alicia? Dasar gila, kalau Marvel lebih milih gua ya, terima aja! Sadar diri, udah susah belagu lagi!" Veronica mendorong Alicia agar menjauh dari Marvel kemudian dia mencoba untuk membersihkan pria yang dia suka dari jus yang menempel.

"Owhh, sorry ... sengaja! Maaf ya," ucap Alicia yang perlahan mundur ke belakang.

Marvel memejamkan matanya menahan rasa emosi karena dipermalukan di depan umum oleh Alicia, dia menggertakkan giginya seraya mengepalkan tangan lalu membuka mata menatap ke arah Alicia dengan tatapan sinis.

"Kamu!" tegur Marvel dengan kesal. "Aku sudah berusaha bersabar sama kamu, Alicia! Ini yang aku tidak suka sama kamu dan memilih Veronica."

Alicia langsung terkejut ketika Marvel sudah membuka suara, ternyata sorang pria akan mengeluarkan keluhannya ketika dia berada di posisi yang mendesak seperti kejadian saat ini.

"Oooh, benarkah?" tanya Alicia dengan intonasi suara yang pura-pura terkejut.

"He, udik! Jelas Marvel lebih memilih gua lah dari pada Lo! Secara dari kasat mata aja, lo tuh bukan selevel sama gua? Gua yakin ini pasti barang pinjemankan? Ooh atau dari om-om yang selama ini gua liat?" Veronica tersenyum menghina ke arah Alicia dan itu membuat Marvel kembali mengingat ketika dia melihat Alicia turun dari mobil mewah.

"Apa benar seperti itu?" Terbakar oleh api cemburu mendengar ucapan dari Veronica tentang wanita yang masih dia cintai.

Alicia tertawa mendengar ucapan Veronica dan juga Marvel, semakin dia meladeni kedua orang yang tidak tahu diri itu maka semakin emosi.

"Itu tidak penting dan bukan urusanmu. Terserah, kamu mau percaya dengan lacurmu ... tidak apa-apa! Aku ke sini untuk memberi tahu, bahwa lusa aku akan segara menikah!" tutur Alicia yang kemudian melirik ke arah Veronica. "Jadi tolong, kasih tahu sama pacar kamu, jangan ngemis-ngemis minta balikan sama aku! Bila perlu rante dengan gembok paling paten, agar tidak kepincut dengan mantan kekasihnya!"

Alicia mengulurkan tangannya, ke arah samping dan menunggu seseorang untuk menyerahkan kartu undangan pernikahannya.

Tentu saja Marvel terkejut ketika seseorang berpenampilan seperti bodyguard dengan sangat formal, menyerahkan satu kartu undangan pada Alicia yang kemudian diserahkan pada Veronica.

"Jangan lupa datang, ya!" Alicia dengan gaya angkuh yang dia tunjukkan pada Veronica, melangkahkan untuk menjauh dari kedua manusia itu.

Ya, Alicia meminta bodyguard untuk menggandeng tangannya saat dia mengangkat tangannya ke atas, kemudian dia pun berhenti sejenak dan berkata, "Oh iya lupa, Ve tadi kamu bilang apa? Nggak level? Kamu benar, kamu bukan saingan selevelku, jadi ... ambil aja bekasku ya, walaupun bekas tapi rasanya masih oke, kan?"

Alicia langsung berjalan sembari tertawa meninggalkan Marvel yang terperangah oleh penghinaan yang dikatakan olehnya, dia tidak mempedulikan itu. Rasa sakitnya belum sepenuhnya terbayar, tapi setidaknya dia bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh calon mertuanya.

Marvel yang tidak terima diperlakukan seperti itu langsung mengejar Alicia yang sudah masuk ke dalam mobil mewah, dia mengejar-kejar pintu kaca mobil yang baru berteriak memanggil nama Alicia.

"Alicia, buka pintunya! Alicia!" teriak Marvel saat berada di halaman parkir restoran, tetapi usahanya sia-sia mobil itu pun langsung menjauh dari dirinya pergi begitu saja. "Aaakkkhh, shyyiiit!"

Sementara di dalam ruangan suara pengunjung pun begitu gaduh menyoraki apa yang terjadi ketika Alicia sudah pergi, Veronica kesal dan menyuruh semuanya untuk diam tidak mereakinya. lantas berlalu keluar menyusul Marvel.

"Huuuuuhhhh!" teriakan pengunjung begitu heboh hingga membuat Veronica malu.

"Marvel, udah! Ngapain sih dikejar?" panggil Veronica.

"Ini semua gara-gara, Lo! Puas Lo, udah buat hubungan gua sama Alicia hancur? Hah!" bentak Marvel yang merasa frustasi saat mengetahui Alicia akan menikah.

"Kok, salah aku?" tanya Veronica yang kesal.

Marvel tidak menjawab pertanyaan Veronica, dia justru melihat ke arah kertas undangan yang di bawah oleh wanita itu. Tanpa melihat nama Alicia dan pasangan yang akan menjadi calon suami wanita yang masih dia cinta, Marvel langsung mengambil dan menyobeknya hingga kertas undangan tersebut tidak terbentuk.

"Mulai sekarang, hubungan kita berakhir! Jangan pernah cari gua lagi, ngerti!" tukas Marvel pada Veronica kemudian pergi meninggalkan wanita itu sendiri.

"Marvel, tunggu! Apa maksud kamu? Hah!" Veronica menarik tangan Marvel tetapi tubuhnya terhempas ketika pria itu mendorongnya. "Aakkhh!"

Marvel tidak peduli dengan Veronica yang meringis kesakitan, dia menancapkan pedal gas mobilnya begitu saja meninggalkan selingkuhannya di area parkir.

"Marvel!" teriak Veronica sembari menangis.

"Maaf, Kak! Di bayar dulu, pesanannya!" ucap pelayan yang tidak mau rugi.

"Apa?" tanya Veronica yang tidak habis pikir.

Telinga Veronica mendengar ucapan pelayan yang menyebutkan total hasil pesanan yang harus dia bayar, dengan perasaan kesal dia pun mengeluarkan sejumlah uang kertas yang diberikan kepada pelayan itu, kemudian memilih untuk pergi dari sana sebelum dirinya benar-benar malu menjadi sorotan pengunjung lainnya.

***

Dalam perjalanan di dalam mobil, Alicia menangis menumpahkan rasa kesedihan yang dia tahan saat perdebatan itu terjadi. Matanya terpejam, berniat ingin melupakan apa yang sudah terjadi.

Kenangan Marvel begitu melekat dalam dirinya, sulit untuk dia terima bila pria yang dia cintai begitu tulus melukai sampai separah itu.

"Tisu Nona!" Sopir yang menjadi bodyguard Alicia atas perintah Dominic menyerahkan tisu ke arah belakang saat matanya masih terus fokus ke arah depan.

"Thanks," ucap Alicia dengan lirih. "Maukah kamu berjanji?"

Bodyguard itu hanya melirik ke arah spion yang berada di atas, melihat bagaimana raut wajah wanita dengan tangguh melabrak selingkuhan kekasihnya kini luluh lantak oleh isak tangisan yang keluar dari kelopak mata.

"Aku tahu, bahkan seorang bodyguard orang kaya pun enggan untuk bicara dengan orang sepertiku!" sindir Alicia.

Alicia mengelap ingusnya dari hidung sembari menunggu ucapan dari mulut bodyguard-nya itu, tetapi pria yang memiliki nama lengkap Jacob Albern dengan usai seumuran dengan Grey tetap terdiam.

"Baiklah, kalau kamu enggan untuk bicara denganku, hanya saja Aku ingin kamu merahasiakan hal ini dari Tuan Dominic!" setelah mengatakan hal itu Alicia pun memilih untuk diam selama perjalanan.

Lambat laun, Alicia pun tertidur gelap ketika tangisannya mengantar dia ke dalam alam mimpi, hingga sampai di rumah wanita itu masih terus tertidur.

"Nona, kita sudah sampai!" Jacob mencoba membangunkan Alicia agar terbangun tetapi wanita itu masih saja mendengkur.

Mau tidak mau Jacob pun membawa Alicia masuk ke dalam rumah, ternyata tidak ada satu orang pun yang berada di rumah.

Perlahan Jacob menaruh Alicia di atas tempat tidur, selalu menyelimutinya hingga ke leher. Setelah itu dia memilih untuk keluar dari ruangan tersebut, tetapi tangannya dicegah lebih dulu oleh Alicia hingga membuat dia pun berhenti.

"Mau kah kamu berteman denganku?" tanya Alicia yang ternyata sudah tersadar meski kesadarannya belum penuh. "Aku nggak mau ngelepasin, sebelum kamu mengatakan iya walaupun sebenarnya kamu tidak ingin berteman denganku!"

Jaco pun mengambil napasnya dalam-dalam, kemudian dia pun mengangguk menandakan bahwa dia setuju untuk menjadi teman Alicia. tidak ada yang tahu apakah dia terpaksa atau tidak untuk menjadi teman majikannya? bahkan hati Jacob pun tidak tahu pasti.

"Thanks J," ucap Alicia yang kini perlahan melepaskan tangan Jacob dan kembali tertidur.

Jacob menunggingkan senyumnya lalu membalikan tubuh. Melihat wanita yang bernasib malang tersebut tertidur lelap ketika dia menyetujui permintaan untuk berteman.

"Good night, Al!" Jacob mengelus puncak rambut itu lalu pergi dari kamar itu.

To be continued...

1
Mira Erlan Sopi Erlan
selingkuh boleh tp jgn smpi gituan ya.takutnya hamil bingung ank siapa
Rere Niae Cie'kecee
kok ga up"tour🙏🙏🙏
Amelia Harianja
thord kenapa belum up
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord
Ning Ning
kok aku kesal sama Alicia ya ga tau diri udah di tolongin sama keluarga nya selingkuh pula dan bibirnya udah di cium sama si Jacob sungguh menjijikan kalo aku jadi grey sih lebih baik cerai dari pada sama wanita murahan itu ga bisa jaga iman lebih baik Alice yang terus bersama sang kekasih
Megabaiq
ini bukn novel tp certa petak umpat,,,bkin crta yg msuk di akal knp torrr...trllu byk yg gk logis....
Ning Ning
aku mampir Kaka
Megabaiq
alahhhh crta novelmu trllu mmbosankn,,jeduluan bosen bca....maaf smpe sni jha...
Megabaiq
terllu byk liku2nya toorr
Megabaiq
cerita novelmu terllu lebay....masak 50 m,ak jg gk trllu suka dgn nma2nya,hmpir smua sma
Ema Sukmawati
👍
༄༅⃟𝐐Vita Shafira𝆯⃟ ଓε💞🌏
apa Dinda gk ada rasa rindu pada Alicia yg telah di tinggalkan bertaun tahun
Fatimah D'Ratu
kok Dinda dingin ke anak kandungnya sendiri
Coretan Kertas
Cemungut 😍
Sedang mengetik...
aduhh typo nya bnyak bgt.... 🤦🤦🤦
HIATUS: iya kak, maklum jumkat 😂 wait di perbaiki
total 1 replies
Sedang mengetik...
kira kira gimna ya reaksi Nicholas nanti ketika dia tau penyebab Alice tertembak karna data yg sudah dipalsukan grey,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
semangat selalu ka'... ini cerita sangat menarik sekali sayang kalo di lewatkan🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sedang mengetik...
gak ada terima kasih nya sama sekali si dinda ,,, padahal udah di tolongin anak kesayangan nya ,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
q bahagia q juga sedih dan juga sakit hati... ini rasa'y nano" sekali, q bahagia kini Alicia tau dia kembaran Alice q terharu sama Nicholas yang mau menjatuhkan harga diri'y untuk Grey, dan q sakit hati karna ma" kandung Alicia dia masih egois bahkan tidak mengucapkan kata makasih pada Alicia yang telah mendonorkan darah buat Alice😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sedang mengetik...
nah loh lagi keadaan gawat darurat aja Lo ingat sama Alicia kemaren kemaren kemana aja Lo Bu...
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
ceritanya bagus kak.. cuman agak diperbaiki lagi ya kata2nya.. ada beberapa yang bikin bingung 🙏🙏.. tp aku suka ceritanya..
HIATUS: iya kak... hahah makasih ya jangan bosen ingetin 😂 lagi kejar jumkat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!