Luna seorang gadis remaja yang baru lulus SMA harus bekerja menjadi sorang boysitter yang mengurus tiga cowok super tampan dan harus merasakan jatuh cinta pertamanya pada cowok tampan yang super dingin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
bab 22
Danu POV
Gue baru balik hari ini dari Bandung. Gue emang enggak ngasih tau siapapun, soalnya gue pengen ngasih kejutan.
Saat gue baru sampai ke jakarta, Ferdi nelfon gue katanya ada client yang mau ketemu gue di club malam x, jadi gue mutusin buat ketemu client dulu sebelum pulang kerumah, tapi saat meeting berlangung mata gue enggak sengaja ngeliat Luna ada di club itu. Awalnya dia bareng sama cewek dan dia bawa kado mungkin dia mau ngasih kado buat temenya yang ngerayain ulang tahunnya disini. Dia cantik banget dan kelihatan super sexy, rasanya pengen gue tonjok tuh cowok-cowok yang ngeliatin dia sampai enggak berkedip. Jujur gue enggak rela kalau Luna diliatin orang lain selain gue dan yang bikin gue bener-bener marah itu pas dia ngsih kado itu ke seorang cowok dan kemudian dia meluk tubuh Luna. Ngeliat itu gue bener-bener marah! Ingin rasanya gue habisin orang yang udah berani meluk Luna gue.... Iya... LUNA GUE!.
Gue tarik tangan Luna dari sana, awalny ada yang mau jadi sok pahlawan buat nyelametin Luna dari kemarahan gue, tapi sebelum emosi gue bertambah Luna memilih untuk ikut pergi sama gue.
Langsung gue tarik Luna keluar dari club itu gue bawa dia ke apartemen gue yang enggak pernah gue datengin, walaupun sering gue suruh orang buat bersihin. Gue pengen kasih Luna Hukuman.
Gue keluar dari mobil dan tarik tangan Luna dengan kasar. Gue tarik tangan Luna masuk ke lobi dan kemudian masuk ke lift.
Luna enggak berani ngomong apa pun. Sepertinya dia benar-benar ketakutan karena emosi gue.
Setelah sampai langsung gue kunci pintu apartemen gue dan gue bawa Luna ke kamar gue.
"Loe tau kenapa gue marah!!!" bentak gue.
Luna hanya menggeleng kan kepalanya.
"Pertama loe udah berani dateng ke club malem! kedua ini... " teriak gue sambil gue nunjuk ke gaun yang dipakai Luna dan kemudian gue tarik hingga robek.
"Dan yang ke tiga, Loe udah berani peluk-peluk cowok lain selain gue! ngerti!!" teriak gue sama Luna penuh amarah.
Luna benar-benar ketakutan, dia mulai menangis sesenggukan, ini kali pertama gue jadi semarah ini.
Gue tarik Luna keranjang gue, gue robek sekalian gaun yang tadi Luna pakek hingga tubuh Luna benar-benar polos. Gue buka semua pakaian gue. Lalu gue ciumi dia dengan kasar dan rakus gue benar-benar marah! Gue gigit leher Luna dengan kasar gue enggak peduli teriakan Luna yang nyuruh gue berhenti saat gue terus melakukan itu dengan kasar padanya.
Luna terus berteriak keras, saat gue terus bergerak dan sepertinya membuatnya kesakitan, karena jujur saja, gue melakukan itu dengan begitu kasar.
Gue lihat air mata Luna yang sudah membanjiri wajahnya, sebenarnya aku merasa kasihan padanya, dua terus menangis dsn berteriak meminta untuk berhenti agar aku tidak melakukannya dengan kasar, mungkin lebih tepatnya gue seperti sedang memperkosanya.
Keringat sudah membasahi sekujur tubuh kami, saat gue sampai di ujung kenikmatan gue. Gue lihat Luna yang sudah memejamkan matanya, gue enggak tahu kalau dia itu pingsan atau tidur, yang jelas dia terlihat begitu lelah dan lemah.
"Sorry" ucap gue dan gue ikut merebahkan diri gue disamping Luna, memeluknya dan mulai terlelap dalam dunia mimpi bersama Luna.
~>jangan lupa like sama comment ya.... 😉😉
terimakasih shayy
semoga sehat selalu
ditunggu kenakalan Dimas dan bikin Winda panas dingin,hehe
makasih cerita'y menghibur👍💝
Saya suka sama alur ceritanya
Semoga makin sukses mengeluarkan novel yang bagus
Tetap semangat 💪
Love to you ♥️😍😘