Bunga Qisyal wanita cantik, diusianya yang masih muda 22 tahun sudah menjadi CEO ternama di perusahaan papanya.
Mencintai teman kecilnya yang bernama Jasson Anggara Utama, keduanya begitu dekat. Suatu hari, keluarga Jasson mengalami kebangkrutan.
Bunga ingin menolongnya dengan catatan Jasson harus menikah dengannya. Tentu saja pria itu menolak dan marah besar namun keluarga Jasson memaksanya hingga membuat Jasson tidak memiliki pilihan.
Kejadian itu membuat Jasson membenci Bunga, karena Jasson sudah memiliki kekasih hati pilihannya dan berencana akan menikah.
Jasson menganggap jika Bunga adalah wanita egois yang hanya bisa mengandalkan kekuasaannya untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Rasa sayangnya kepada Bunga sebagai teman berubah menjadi sebuah kebencian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lihat Aku, Jasson! Bab 23
"Aku tahu, aku salah! Dan kau mengira jika aku hanya menjadikanmu sebagai pelampiasan saja. Tapi aku minta bantuan mu, untuk melupakannya dan kita menjalin hubungan pernikahan dengan baik."
Bunga terdiam, ia tidak mengatakan apapun. Mengambil nafas dengan berat, Bunga tahu apa yang dirasakan oleh suaminya, Jasson. Namun apakah Jasson tidak memikirkan perasaannya sedikit pun? Jasson mengatakan dengan begitu mudahnya seakan ia tidak memiliki perasaan.
"Kita akan membahas ini besok," Jasson tersenyum senang, ponsel Jasson berbunyi. Tidak diragukan lagi itu adalah Ade.
Panggilan dari Ade, Jasson segera mengangkatnya.
"Iya, aku baru sampai rumah. Sudah ya, aku capek dan ingin istirahat" Jasson segera mematikan panggilannya, terdengar Jasson lebih dingin dari biasanya pada Ade. Namun Bunga tidak berkomentar apapun, ia masih bungkam. Tidak mau mencampuri masalah suaminya dengan Ade
"Bodoh sekali aku, bahkan aku tahu jika itu bukan anakku. Namun aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja."
Jasson tertawa, memaki dirinya sendiri yang begitu bodoh. Namun menurut Bunga itu bukan suatu kebodohan, cintanya Jasson kepada kekasihnya begitu tulus. Seperti cinta Bunga kepada Jasson, seburuk apapun Jasson menyakiti bahkan mengkhianati dirinya. Bunga tetap bersikap baik, dan mencintai Jasson.
Bunga pun berjalan ke arah tempat tidur, membaringkan tubuhnya kembali. Jasson mengikuti Bunga dan menyelimuti tubuh istrinya. Bunga menatap perlakuan lembut Jasson
Mengapa sikapmu sering kali berubah-ubah?
Bunga meyakinkan dirinya berulang-kali. Ia tidak mengerti mengapa Jasson seperti itu, bahkan bisa bersikap seolah tidak terjadi apapun selama ini.
********
Pagi harinya, Bunga terbangun melihat Jasson yang masih tertidur disampingnya. Bahkan Jasson memeluk Bunga dengan erat, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Pagi hari terasa semakin cerah dan indah untuk Bunga, ia tersenyum. Ia berharap jika Jasson akan selalu tetap seperti itu kepadanya.
"Tuhan, jika aku boleh meminta sesuatu kepadamu. Izinkan lah kami bersama sampai maut memisahkan!" Bunga berdoa di dalam hatinya, mungkin itu mustahil. Namun jika Tuhan sudah berkehendak, semua bisa terjadi.
Dengan perlahan, Bunga menjauhkan tangan kekar Jasson dari perutnya. Ia turun perlahan agar Jasson tidak bangun namun Jasson membuka matanya dan menghentikan Bunga. Ia menarik istrinya dengan lembut, namun membuat Bunga terjatuh ke kasur.
Dengan sigap Jasson menangkap tubuh Bunga, keduanya saling bertatapan dengan jarak yang begitu dekat.
Jasson membelai rambut Bunga dengan lembut "Kau begitu cantik bangun tidur,"
Bunga terdiam, segera ia bangkit menjauhkan tubuhnya dari Jasson "Aku memang cantik dari dulu!" Bunga pun membanggakan dirinya sendiri, memang jika dilihat. Bunga jauh lebih cantik natural daripada Ade yang cantik karena banyak polesan.
Jasson tersenyum, ia tahu sejak dulu Bunga memang wanita yang percaya diri.
"Kau terlalu buta karena cintamu kepada Ade, dan kau pun tahu jika aku lebih baik dari siapapun, namun sudahlah. Mata mu sudah lama buta!"
"Namun hari ini aku tidak buta, kau sangat cantik." Jasson kembali membuat Bunga kedalam pelukannya.
Entah apa yang diinginkan oleh Jasson, namun Bunga tidak banyak mengatakan apapun saat tangan Jasson mulai bermain di dua bukit sintal miliknya dari luar pakaian.
Keduanya pun menghabiskan waktu dan melakukan ritual sebagai suami istri pagi hari ini.
*******************************
Note Author :
Hai kak, semoga kalian menikmati setiap karya yang author buat. Yuk berikan dukungan dengan cara memberikan like, komen terbaik, vote dan juga berikan 🌟🌟🌟🌟🌟 ya. Panjang umur untuk kalian yang baik hati, agar tidak ketinggalan cerita yang berjudul "Lihat Aku, Jasson!" Langsung di favoritkan yaa.
Selamat membaca❤️❤️❤️🤗