NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Kikan

Takdir Cinta Kikan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:630.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Ternyata tidak hanya kehilangan kekasih, Kikan juga kehilangan kehormatannya saat seorang pria menyebutnya penganggu rumah tangga orang lain.

Semuanya terjadi karena fitnah yang kejam.

Bagaimana Kikan menjalani hidup dengan kenyataan pahit, bahwa ada janin di dalam rahimnya karena tragedi itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23 Tertegun

Dari kejauhan saja, Dicto sudah merasa mengenali perempuan yang berada di meja kerjanya itu. Tubuhnya bangkit dan hendak keluar untuk menemui perempuan itu. Namun ternyata Astra lebih dulu yang melewatinya. Pria ini juga bergegas keluar. Maka Dicto pun mengikuti di belakangnya.

 

Dengan jarak yang lebih dekat ini, Dicto paham kalau memang pernah bertemu dengan perempuan yang sekarang terlihat pucat. Dia orang ZEUs yang bertemu di ruang ganti saat pernikahan Astra dan adiknya.

 

Dicto juga bisa mengambil kesimpulan kalau dialah yang tadi dibopong karyawan pria ke ruang kesehatan setelah Astra menanyakan keadaan perempuan itu. Bola mata Dicto masih tetap sama seperti saat pertama kali menatap bola mata bulat itu. Menatap agak lama. Tanpa sadar bibirnya tersenyum samar.

 

“Dicto, dia Kikan. AE kita,” kata Astra memperkenalkan perempuan itu dan langsung menghapus senyuman di bibir Dicto seketika.

 

Dia? AE?

 

Tiba-tiba saja ia ingat perkataan Ruby tentang perempuan yang menggoda Astra. Seorang AE dari ZEUs.

 

Tunggu, jadi dia adalah perempuan itu? Perempuan yang menggoda Astra? Bola mata Dicto mengamati perempuan ini dan melihat ke Astra bergantian.

 

Memory dalam ingatannya berputar membawanya kembali ke malam itu. Malam dimana dia usai pesta di klub bersama teman-temannya. Malam dimana Ruby meminta tolong untuk memberi pelajaran pada seorang perempuan yang telah menggoda Astra yang telah menjadi suaminya.

 

Bukankah bodoh, jika dia hanya mengiyakan permintaan itu, tanpa mencari tahu lagi kebenaran dari semua perkataan adiknya yang manja. Ya. Dia bodoh. Namun semuanya tidak bisa lagi di salahkan karena percuma. Itu sudah terlanjur terjadi.

 

Pun karena Dicto sedang dalam mode setengah mabuk. Waktu itu ia dalam batas sadar dan tidak. Jadi ingatannya dan pandangannya kabur. Namun memory yang terlupa itu kembali mencuat sesaat setelah Astra mengenalkan Kikan padanya.

 

Bodoh! Penjahat! umpat Dicto di dalam hati. Ternyata orang yang ia nodai malam itu adalah karyawan kebanggaan ZEUs.

 

Kikan menatap pria di depannya ini dengan tajam. Bola mata Dicto mengerjap kebingungan. Hawa aneh mulai terasa di antara mereka berdua. Tentu saja pertemuan keduanya akan seperti ini. Bukankah kejadian itu baru saja terjadi? Baru sekitar seminggu yang lalu.

 

Dalam pikiran Dicto sekarang, perempuan ini pasti jijik saat melihatnya. Dia pasti akan menamparku dan meneriaki aku sebagai pemerrkosa. Dicto menjadi tegang sendiri. Dia pasti akan menggila sebentar lagi. Pikiran Dicto bertarung sendiri.

 

"Kikan," ujarnya seraya mengulurkan tangan. Dicto tertegun.

 

Dia mengenalkan dirinya?

 

Dicto tidak menduga wanita ini akan mengulurkan tangan.Bukankah dia seharusnya menamparnya atau apapun itu?

 

"Dicto? Kikan mengulurkan tangannya," ujar Astra memberi tahu. Dia heran Dicto bengong. Dengan teguran ini Dicto pun mulai sadar.

 

"Oh, iya." Dicto menyambut uluran tangan perempuan ini. Kikan segera menarik tangannya kembali setelah hanya beberapa detik berjabat tangan. "Sepertinya kamu sakit. Jadi sebaiknya kamu pulang dan istirahat," ujar Dicto sengaja berbasa-basi.

 

Dia cukup canggung karena di dalam otaknya sekarang tergambar jelas malam berpeluh itu. Sungguh memalukan sekarang yang ia ingat adalah kejadian di vila.

 

"Terima kasih, tapi maaf, saya sehat. Saya bisa kembali bekerja setelah istirahat tadi," ujar Kikan memaksakan diri. "Bisa saya melanjutkan pekerjaan saya?" pinta Kikan seakan ingin mengusirnya.

 

"Kalau merasa sehat aku bersyukur, tapi saat terasa tidak enak badan, kamu wajib istirahat di rumah." Astra wajib tegas pada bawahan. "Kita pergi Dicto." Mereka pun meninggalkan meja anggota tim. "Kikan adalah AE dengan semangat kerja yang tinggi, Dicto. Kamu harus bangga punya karyawan seperti dia," ujar Astra membicarakan Kikan dengan bangga. Dicto kembali menoleh pada Kikan yang diam di mejanya dengan perasaan tidak menentu.

_____

1
Nayy
kenapa aku juga sakit yaa😭
wulan dini
bagus
Rahmawati
bagus bgt
Rahmawati
beneran hamil. kayaknya
Rahmawati
jgn hamil dong kikan
Rahmawati
orang lagi kena musibah malah diTambah lagi dengan menghancurkan masa depan kikan
Rahmawati
selera kikan memang bagus
Rahmawati
hohohoho ternyata Astra tdk sebaik yg orang kira
Rahmawati
nyesek banget jadi Kikan,, si Astra pasti di janjiin jabatan yg bagus sm papa ruby
Riaaimutt
hadir 🙋‍♀️
Asri Yunianti
Luar biasa
Martin Yan
Kikan hamil, Ruby bs sewot kl tahu hamilnya krn Dicto 😀😀😀
Mrs. Utomo
Baca ini untuk kedua kalinya. 💞
Mrs. Utomo
Kurang panjang ceritanyaa ❤️
Lia Sakking
biar bintang bicara
Dhinok Farrel
bagus.....,👍👍💖
Dhinok Farrel
Kikan kurang ih nyiksa dicto nya
Dhinok Farrel
jahat ihhhh😠
kasian Kikan
noers
vavo
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
diiih fucek boy... enak nyaa di ulek jd sambel tuh si astra... 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!