Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Setelah selesai rapat Karen dan Dimas pun kembali ke ruang kerja Karen, sebenarnya di benak Dimas masih ada banyak pertanyaan tentang bagaimana seorang tuan muda Karen yang biasanya selalu murung dan irit bicara itu tiba-tiba tersenyum bahkan ketika mereka sedang berada di ruang rapat yang seharusnya menyita banyak isi pikiran untuk memikirkan beberapa proyek dan rencana-rencana pengembangan perusahaan lainnya.
"Pak Karen," Panggil Dimas.
"Ya," jawab Karen singkat.
"Maaf kalau aku sedikit lancang, tapi setelah nona Lilian kembali, apakah kau sangat senang?" ucap Dimas sedikit berhati-hati dalam kata yang dia sampaikan kepada boss nya itu.
Karen terdiam, dia yang tadinya fokus dengan ponselnya kini beralih menatap Dimas sang asisten. Ia menarik nafas panjang dan kemudian melepaskan nya dengan perlahan.
"Aku memang bahagia karena Lilian kembali, tapi kau tau sendiri bukan? Bagaimana kondisiku, aku dan papa bahkan sepakat untuk menyembunyikan rahasia tentang kaki ini dari Lilian, itu benar-benar mengadu perasaan Dimas dan aku sulit untuk membedakan antara bahagia dan sedih," jelas Karen sambil menatap wajah Dimas dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Aku mengerti, tapi bagaimana dengan kejadian di dalam ruang rapat tadi? Pak Karen tampak tersenyum, bukan hanya aku yang melihat tapi beberapa karyawan lain juga menyadari nya," lanjut Dimas.
"Oh, jadi karena itu kau bertanya padaku? Apakah kau sangat penasaran dan ingin tau?" ucap Karen seolah-olah menggoda sang asisten yang sedang sangat penasaran itu.
"I-ya, sejujurnya aku sangat penasaran," ungkap Dimas sambil menunggu Karen menjelaskan semua itu padanya.
"Apa kau ingat Erlan?" tanya Karen dengan tatapan datar, kini ia mulai kembali memasang wajah datarnya.
"Erlan?" Dimas berfikir sejenak.
"Tuan muda keluarga Gemilang!?" lanjut nya sambil sedikit terbelalak.
Karen mengangguk mengiyakan ucapan Dimas barusan.
"Pak Karen, apa kita punya masalah dengan nya? Dia itu sangat mengerikan, aku jadi takut setelah mendengar namanya, kenapa tiba-tiba bapak menyebut namanya?" ucap Dimas seketika merinding mendengar nama itu.
Melihat Dimas yang bergidik ngeri saat mengingat Erlan, sontak Karen terkekeh, ini pertama kalinya dia bisa melepaskan sedikit tawa karena tingkah bodoh asisten nya itu.
"Kau tau apa soal Erlan? Kau saja baru kembali ke perusahaan setelah tiga tahun menghilang," ungkap Karen lagi.
"Pak Karen tolong jangan pura-pura tidak tau, aku tidak menghilang, aku hanya mengemban tugas besar dari papa mu, tapi aku tidak sedang bercanda pak, orang-orang bilang tuan muda keluarga Gemilang itu sangat kejam, ia juga di juluki raja bisnis karena baru dua tahun mendirikan perusahaan di negara tetangga dia sudah menghasilkan kekayaan yang berlimpah, tak hanya itu, orang bilang dia gay," ucap Dimas panjang lebar sambil menatap Karen dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Tunggu-tunggu, kalau dia itu gay? Tuan muda Karen tersenyum saat membaca pesan nya, kalian ..." Dimas seketika menggantung kalimat nya.
Karen yang mendengar itu sontak tau apa yang di maksud oleh perkataan Dimas barusan, wajahnya seketika memerah karena geli dan merasa jijik dengan bayangan yang di ucapkan Dimas barusan.
"Bodoh, jadi maksudmu aku ini juga gay? Darimana kau mendapatkan berita dan gosip gila tentang Erlan? Dia tidak gay, apalagi aku," ungkap Karen sambil memelototi Dimas.
"aaa, itu, tidak ya? Aku hanya baca di artikel, tapi benar pak Karen, kalau aku percaya dengan artikel itu, soalnya selama ini tidak pernah ada gosip kalau tuan muda keluarga Gemilang itu dekat dengan seorang perempuan, dia bahkan tidak pernah diketahui punya mantan pacar, apalagi pacar," jelas Dimas agak sedikit ngugup.
"Kalau begitu bagaimana dengan ku? Apakah kau juga percaya kalau aku tidak punya pacar dan tidak pernah pacaran karena aku seorang gay?" omel Karen.
"Oh tentu saja tidak, aku tidak bermaksud begitu," ucap Dimas serba salah.
"Sudahlah, hari pertama kembali kerja saja kau sudah membuat ku naik darah, memang sepertinya kau lebih cocok jadi mata-mata nya papa," ungkap Karen sambil memijat alis nya, kepala nya terasa pusing menghadapi Dimas.
"Jangan gitu pak, aku sudah tidak punya tugas sebagai mata-mata lagi, nona besar sudah kembali aku sekarang bebas, aku kembali padamu sekarang," ucap Dimas sambil tersenyum sumringah.
"Ya, baiklah kalau begitu kerjakan apa yang harus kau kerjakan Dimas, bukankah tadi malam aku sudah memerintahkan mu untuk menarik satu persatu kontrak kerja sama dengan perusahaan Alen sialan itu? Apa kau sudah melakukan nya?" ucap Karen, kini obrolan mereka kembali serius.
"Oh iya pak, soal itu aku sudah melakukan nya, tapi ada beberapa masalah sehingga harus aku sendiri yang pergi ke perusahaan mereka, ada banyak kontrak kerja sama atas permohonan nona besar, ini harus kita diskusikan terlebih dahulu dengan nya, baru bisa bertindak," ucap Dimas menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu, kau lakukan saja bagian mu, soal ini aku akan bicarakan dengan adikku nanti," ucap Karen, seketika ia teringat kejadian tadi pagi, Lilian sangat ingin pergi ke perusahaan bersama nya.
"Apa Lilian ini mengurus nya secara langsung? Atau dia takut aku akan mengurus nya sendiri? Ah sudahlah, aku akan menanyakan nya secara langsung saja nanti," batin Karen.
"baiklah pak Karen, kalau begitu aku permisi," ucap Dimas yang kemudian hendak melangkah pergi dari sana.
"Tunggu Dimas," ucap Karen yang membuat langkah Dimas tertahan.
"Ada apa lagi pak Karen?" tanya Dimas sambil mengerutkan keningnya.
"Malam ini kosongkan jadual ku, temani aku bertemu seseorang," ucap Karen.
"Siap pak," jawab Dimas yang kemudian berlalu pergi dari sana.
"Huh, benar-benar membuat kepala ku keliengan," ucap Karen.
Sementara itu di sisi lain.
Karin terpaksa harus menunda keberangkatan nya di karenakan cuaca yang tiba-tiba buruk, menurut prediksi cuaca, dia baru akan bisa berangkat ke jakarta dalam empat hari lagi.
"Oh astaga, kapan badai ini akan berhenti, kalau saja kak Erlan mengajakku pergi bersama kami mungkin sudah mendarat di jakarta sore ini," ucap Karin yang saat ini berdiri di depan jendela, ia tampak sangat kecewa melihat cuaca diluar yang sangat buruk, hujan petir di sertai dengan angin yang sangat kencang.
Mau tidak mau ia harus menunggu empat hari lagi sampai cuaca benar-benar membaik.
Sementara itu di kediaman keluarga Bayron.
Kok semua bahan-bahan makanan di kulkas habis? Sudah berapa hari tidak belanja? Aku sangat lapar, bagaimana ini," ucap Raya yang saat ini berdiri di depan kulkas sambil menatap kulkas kosong, yang tersisa hanya beberapa telur, dan juga sayuran.
"Ada apa ini? Kenapa belum juga ada makanan di meja makan? Sudah siang, ibu sangat lapar," ucap Bu Sinta menghampiri Raya yang saat itu melamun di depan kulkas.
Sebentar lagi badai yang benar-benar besar akan menerpa keluarga itu, mereka bahkan tidak menyadari nya.
****
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
👍👍👍👍