NovelToon NovelToon
Queen Of The Earth

Queen Of The Earth

Status: tamat
Genre:Fantasi / Supernatural / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:699.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: ptrmyllln

Awalnya Hera Athena Demeter hanya seorang manusia biasa yang mendapat beasiswa di Universitas Johannes Gutenberg Mainz, Jerman. Namun semua itu berubah ketika ia mendapati fakta bahwa ternyata ia merupakan manusia serigala. Objek yang selama ini ia teliti untuk memenuhi tugas akhirnya.

Ia juga mendapati kejadian yang berada diluar nalar manusia awam. Tidak hanya itu, ia juga mendapati kejutan-kejutan lain yang mengantarkannya pada seorang Alpha yang tertidur,
Zeus Ares Asklepios.

Salah satu dari kejutan itu adalah Hera merupakan Queen of the Earth yang berikutnya. Namun sebelum itu ia harus menemukan Queen of the Earth sebelumnya dahulu untuk melakukan perjanjian darah.

Lantas bagaimana perjalanan Hera dalam menemukan Queen of the Earth sebelumnya itu? Lalu, kejutan-kejutan apa lagi yang akan didapatkan Hera?

Ikuti kisahnya hanya di 'Queen of the Earth'. Cerita ini akan membawa kalian merasakan kehidupan di dunia fantasi yang berada diluar nalar manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

QotE 22 ∆Monster (2)∆

"JACK!!" teriak Hera ketika melihat Jack pingsan di hadapannya setelah ia berkeliling mansion.

"KENDRICH!" teriak Hera lagi, namun mustahil Kendrich dapat mendengar mengingat mereka sedang berada jauh dari mansion utama.

"Manuwella, cepat cari Kendrich!" namun ternyata Manuwella sudah pergi mencari Kendrich sebelum diperintahkan oleh Hera.

Tidak berapa lama Kendrich datang diikuti Manuwella di belakangnya.

"Ada apa dengan Beta Jack, Luna?"

"Aku tidak tau, tolong obati dia," kata Hera.

"Baiklah,"

"Biar saya bantu," kata Manuwella yang langsung membantu Kendrich memapah Jack.

'Kenapa dia, Hera?'

'Entahlah, aku tidak tau,'

'Kanapa kau tidak mengobatinya?'

'Asataga! Aku lupa! Bagaimana ini? Aku harus mengejarnya!' seru Hera, sungguh Hera lupa jika ia memiliki kekuatan bisa  menyembuhkan orang.

'Sudahlah, sudah ada Kendrich yang mengobatinya,'

'Sungguh aku lupa, Berry, maafkan aku,' sesal Hera.

'Mengapa kau meminta maaf? Santai saja, lupa itu wajar,' kata Berry memaklumi sifat Hera yang satu ini. Ia tidak heran lagi jika Hera lupa dengan kekuatannya, karena Hera memang orang yang pelupa. Entahlah apakah penyakit lupa itu bisa diobati atau tidak Berry tidak memusingkan hal itu.

"Apa yang terjadi padanya, Kendrich?" tanya Hera ketika masuk ke ruangan Jack dirawat. Seketika itu pula orang yng berada di sana memberikan hormat padanya, awalnya Hera merasa risih namun lama-kelamaan Hera menjadi terbiasa.

"Saya belum bisa memastikan sepenuhnya, Luna. Saya hanya bisa memastikan bahwa Beta Jack telah mengalami serangan,"

"Serangan? Apakah itu musuh?" tanya Hera lagi. Ia ingat percakapannya tempo lalu dengan Berry mengenai musuh yang akan banyak datang padanya. Mungkinkah itu salah satunya?

"Belum tau, Luna. Saya sudah menyelidiki ini,"

"Apa yang terjadi pada Beta Jack?" tanya seorang wanita yang baru masuk ke dalam ruangan. Seketika itu juga mereka yang berada di sana membungkuk hormat seperti yang dilakukan pada Hera tadi.

"Belum tau, Ibu. Kendrich belum memastikannya," kata Hera.

Semenjak pengangkatannya sebagai Luna, Hera sudah memanggil Luna Meghan dengn sebutan 'ibu' karena permintaan yang tulus dari Luna Meghan. Tentu saja hal tersebut membuat Hera senang, sudah lama ia memimpikan memiliki seorang ibu dan pada akhirnya ia memiliki ibu meskipun beliau adalah Ibu dari matenya.

Mengenai mate, Hera masih belum melihat keberadaan Ares, padahal sudah hampir sore. Padahal ia bilang hanya pergi sebentar.

Luna Meghan mengangguk. "Di mana Ares?" tanyanya pada Hera.

"Tidak tau, Bu. Dia bilang hanya pergi sebentar, itupun melewati surat. Aku sungguh takut jika terjadi hal buruk padanya."

Luna Meghan berpandangan dengan Kendrich. Semoga saja apa yang ia pikirkan tidak sesuai dengan kenyataannya.

"Hera, bisakah kita bicara berdua?" tanya Luna Meghan. Hera mengernyit, tumben sekali Luna Meghan meminta ijin ingin berbicara padanya.

Hera mengangguk. "Baiklah, Ibu."

Lalu mereka berdua pun pergi ke taman agar lebih santai dalam berbicara.

"Aku ingin bertanya padamu, Hera," kata Luna Meghan membuka pembicaraan.

Hera terkekeh kecil. "Tanya saja, bu."

"Mungkin pertanyaanku tidak sopan, tapi aku harus menanyakannya."

Hera semakin bingung dengan ucapan Luna Meghan. "Maksud Ibu?"

"Hera, apakah Ares sudah menandaimu?"

Hera mengernyit bingung, tanda apa?

"Tanda? Tanda apa? Aku tidak mengerti," katanya.

Luna Meghan menghela nafasnya. "Melihat dari reaksimu aku sudah tau jawabannya."

Hera semakin bingung dengan maksud Luna Meghan.

"Hera, Beta Jack selalu berada di samping Alpha Ares bagaimanapun keadaannya," kata Luna Meghan.

"Kali ini Beta Jack terluka dan kita tidak tau di mana keberadaan Alpha Ares," seketika itu Hera membulatkan matanya.

"Mak-maksud Ibu, Ares ... Ares dalam bahaya?" tanya Hera, tubuhnya sudah mulai gemetar. Ketakutan sudah mulai menguasai dirinya. "Aku harus menyelamatkannya Ibu," lanjutnya, namun Luna Meghan menahan tangan Hera.

"Tunggu dulu, Hera. Aku tidak tau ini perbuatan musuh atau dirinya sendiri,"

Lagi-lagi Hera dibuat bingung dengan Luna Meghan. "Maksud ibu?"

"Apakah kau tau bahwa mereka yang sudah menemukan mate harus cepat ditandai oleh mate laki-laki?"

Hera menggeleng. "Aku tidak tau," ia memang tidak tau karena meskipun ia banyak mengetahui tentang werewolf tetapi masalah ini ia sungguh tidak tau.

"Mereka akan merasakan sakit jika mengabaikan tanda itu, apalagi bagi seorang Alpha, aku tidak bisa membayangkan rasa sakitnya."

"Ibu, aku ... aku takut, apa yang harus ku lakukan ibu?" tanya Hera, ia sudah mengerti maksud dari ucapan Luna Meghan.

"Kita harus mencari Ares, dan memastikan keadaannya."

∆∆∆

Saat malam tiba, Ares juga belum memunculkan batang hidungnya. Hera semakin takut dengan apa yang dikatakan Luna Meghan benar adanya.

Hera hampir menangis karena tidak bisa menemukan cara agar bis menemukan Ares. Namun tiba-tiba pintu kamar terbuka.

Hera menangis dan langsung menerjang pelaku yang membuka pintu tersebut dengan pelukannya. Ia menangis sejadi-jadinya dalam dada bidang orang itu.

"Hei jangan menangis, kenapa?"

Hera masih menangis dan semakin mempererat pelukannya, dan dengan senang hati orang tersebut membalas pelukan Hera.

"Kenapa kau lama sekali? Kau bilang hanya pergi sebentar tapi kenapa lama? Aku menunggumu sedari tadi," adu Hera masih dalam pelukan orang itu.

Orang itu terkekeh. "Kau menghawatirkan ku, sweety mate?"

Hera memukul orang itu. "Tentu saja aku khawatir! Aku sangat mencemaskan mu ... hiks,"

"Sekarang aku sudah berada di hadapanmu, apa kau masih menghawatirkan ku?" tanya Ares lagi.

Hera mengangguk. "Ares, Jack tadi pingsan," katanya, namun Ares tidak terkejut.

"Jangan marah dulu, aku hanya memberi tahumu saja."

"Aku tak marah, sweety mate. Dan aku sudah tau," jawab Ares.

"Apakah kau tidak lelah berdiri seperti ini, sweety mate?" tanya Ares yang sedari tadi berdiri dengan Hera di pelukannya.

Hera mengangguk lalu memanjat tubuh tegap Ares. Ares yang tau maksud Hera pun dengan sigap menggendong Hera seperti induk koala.

"Ya ampun, mateku manja sekali," kekehnya disertai kecupan dan sedikit cecapan di bibir Hera hanya sekedar mencicip rasa manis yang tercipta dari bibir matenya tersebut.

"Lagi," kata Hera malu-malu.

"Hah? Mau lagi? Sudah ketagihan ya? Mateku mulai nakal," goda Ares, Hera hanya bisa mengangguk dengan pipi yang sudah memerah hingga menyebar ke telinga.

Ares langsung mencium bibir Hera, ia mencecap dan menghisap bibir Hera yang terasa sangat manis itu. Begitupun dengan Hera yang sudah ketagihan dengan rasa bibir Ares.

"Tandai aku, Ares," kata Hera. Ia menatap mata Ares yang juga menatapnya.

Ares membaringkan tubuh Hera lalu ia berbaring di samping Hera. "Ares, tandai aku," katanya lagi.

"Tidurlah Hera, ini sudah larut."

"Ares, tandai--"

"Aku tidak ingin memaksamu Hera, tidurlah," kata Ares lagi.

Hera menurut saja, sebenarnya di dalam hatinya pun masih ragu akan ucapannya tadi.

∆∆∆

Pagi hari ini Ares tidak berada di kamarnya lagi, entah apa yang dilakukan Alpha itu, yang jelas Hera merasakan ada yang janggal dengan tingkah Ares. Hera juga sempat melihat bekas luka baru di pergelangan tangannya. Entahlah itu bekas apa, yang pasti luka itu baru.

Hera juga menemukan kejanggalan lainnya seperti suhu tubuh Ares yang dingin namun mengeluarkan keringat, tidur Ares yang gelisah seperti mimpi buruk. Dan banyak lagi. Ia sudah bertanya namun jawabannya hanya, "Jangan khawatir, sweety mate. Aku hanya banyak fikiran." Selebihnya ia tidak bisa bertanya lagi.

∆∆∆

Di ruangan yang sama seperti kemarin monster itu kembali terikat, namun bukan hanya tangan dan kakinya melainkan juga tubuhnya. Kekuatannya tidak bisa terkendali, tidak ada yang bisa menghentikannya. Sesekali monster itu meraung dan menghancurkan benda yang dapat ia hancurkan.

Luka-luka yang tercipta sudah tidak bisa terelakkan lagi, namun itu tidak seberapa dengan sakit di dalam tubuhnya. Ia merasakan tubuhnya seakan-akan terbakar di dalam sana. Tiada yang bisa menolongnya bahkan ayah ibunya pun tidak bisa. Hanya satu yang bisa menolongnya yaitu dengan melakukan penandaan kepada matenya, namun ia tidak akan melakukan hal tersebut dengan paksaan, ia tidak mau menyakiti matenya karena ia tau matenya sudah sering tersakiti dan ia tidak mau menambah rasa sakit itu lagi meskipun dirinya menjadi korban.

Seorang wanita hanya bisa menangis dan menunggu diluar ruangan melihat keadaan anaknya, ia ingin masuk namun tidak bisa, ada sihir yang menghalanginya. Sihir itu dibuat oleh Mariana. Bahkan Mariana yang memiliki kekuatan tinggi pun tidak bisa menolong monster itu, ia hanya bisa membuat perisai agar monster itu tidak menyakiti orang lain, dan hal tersebut juga permintaan dari sang *M*onster.

1
Nuer Aini Ramadhan
mampir lagi
gak pernah bosen 😍😍😍
Nuer Aini Ramadhan
cerita sangat luar biasa
imajinasi nya dapat banget
seperti asli
saya membaca novel ini seperti saya ikut dalam alur ceritanya
cerita gak berbelit2
pokoknya the best banget
rekomendasi banget
wulansari
lanjut thor critanya bagus suka trims selamat berkarya
Seniman Armadin
bagusss bnget apa lagi sy suka fantasi 🥰
Maman Sukardiman
aku baru baca .. lumayan menarik
ptrmyllln: alhamdulillah, semoga kedepannya bisa menghibur Anda yaa😇😇
total 1 replies
Ika Risma Sitangsu
kok sequelny gK ada
ptrmyllln: Sudah publis di mt/nt ya kak, judulnya DANGELF
total 1 replies
khusnul khatimah eldy15
Luar biasa
khusnul khatimah eldy15
Lumayan
X'tine
paling gak suka ada pembullyan, terus ceweknya lemah... sedihhh bgt
X'tine
hadir Thor, baru menyimak
Adudatul Ulya
luar biasa...aku suka buanget
Adudatul Ulya
aku suka cerita ini
Adudatul Ulya
keren... imajinasi yg luar biasa
Siti Arbainah
𝘬𝘺𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘬𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘫𝘨𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘋𝘈𝘕𝘎𝘌𝘓𝘍 𝘥𝘳 𝘴𝘦𝘲𝘶𝘦𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘥𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘶𝘤𝘶 𝘯𝘨𝘦𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘭𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 matenya😄
Siti Arbainah
𝘢𝘱𝘢 𝘏𝘦𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭 𝘺𝘢
Siti Arbainah
Kecewa
Baca Buku
loh katanya guardian akan keluar kalau queen dalam bahaya..
Baca Buku
imaginasinya mengingatkan saya dgn penulis yg lain. sama2 keren. angkat 10 jempol
Baca Buku
enak ya kalau bisa telepati. jadi ga usah teriak2 minta diambilin handuk kalo lupa bawa ke kamar mandi..hehehee
Endah Umiyati
ceritanya keren banget...👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!