NovelToon NovelToon
The Devil Husband

The Devil Husband

Status: tamat
Genre:Misteri / Perjodohan / Badboy / Kriminal / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Dinikahi kemudian disiksa, begitulah takdir Seruni. Ia harus menerima perjodohan yang memiliki tujuan tersembunyi. Dinikahi hanya dijadikan ibu pengganti. Terkurung dalam sangkar emas penuh derita, apa ia akan bertahan atau malah melawan?
Sebuah kisah yang menguras emosi dan jiwa, bagaimana cara Seruni bisa lepas dari suaminya yang keji seperti iblis tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback

The Devil Husband Bagian 23

Oleh Sept

Flashback

Seminggu aku tidak masuk kerja setelah mengalami keguguran. Aku mendapat cuti sakit 2 minggu dari pabrik. Waktu itu adalah masa-masa aku terpuruk dan putus asa. Aku terus saja menyesali janin yang hilang tanpa aku ketahui.

Aku makan hanya jika Indri begitu cerewet memaksaku makan saat ia datang ke kontrakan. Selebihnya, aku hanya melamun. Bahkan berat badanku menyusut. Kantung mataku terlihat jelas, ya ... karena aku mengalami insomnia berat. Seminggu lebih aku kurang tidur.

Hingga sampai suatu malam, ada tamu tidak diundang. Aku intip sebelum membuka pintu. Seketika panik saat kulihat ibu mertuaku yang berdiri di depan rumah. Dari mana ibu tahu aku di sini? Lalu apa aku harus bertemu dengan beliau? Tapi aku penasaran, bagaimana kabar mas Erwin. Meskipun pria itu pernah kejam padaku, setidaknya dia masih suamiku. Aku pun tersenyum getir. Ya, kami masih terikat sebuah tali pernikahan.

Apa aku harus kabur lagi? Kabur ke mana? Aku tidak punya banyak uang, tidak mengenal siapa-siapa lagi. Sekarang aku juga sudah mendapat pekerjaan. Barangkali ibu berbeda dengan mas Erwin. Akhirnya aku bukan pintu.

KLEK

"Seruni!" panggil ibu dengan suara lirih. Wanita itu selalu bisa menyihirku lewat sorot matanya yang teduh.

Aku membeku, menundukkan wajah. Entah haruskah aku ceritakan semuanya yang sudah terjadi padaku? Apa ibu akan berada di pihakku? Atau setia dengan putranya. Pasti, pasti beliau ada di pihak mas Erwin. Aku hanya orang asing.

"Kenapa jadi seperti ini?" tanya ibu mertuaku sembari menyentuh kedua pundakku. Kulihat di belakang ibu ada seorang pria yang berdiri di depan mobil.

"Maaf, Bu," ucapku kemudian.

"Ibu yang meminta maaf ... maafkan ibu, Seruni. Tolong selamat Erwin sekali lagi ... tolong ibu, Runi."

Aku langsung beringsut, melepaskan tangan mertuaku. Aku tidak mau balik lagi dengan suamiku itu. Aku mau pisah, sudah kuputuskan pisah saat mas Erwin bermain dengan wanita lain. Bahkan setelah banyak siksaan dan luka yang aku dapat.

"Tolong Erwin..."

Aku langsung mendongak. Kemudian menggeleng pelan.

"Maafkan ibu Runi ... maafkan ibu selama ini."

"Maaf? Maaf kenapa?" tanyaku menahan air mata. Rasanya sangat perih sekali. Ini pasti permintaan maaf atas apa yang mas Erwin lakukan padaku. Atau jangan-jangan ibu mertuaku minta maaf karena sudah menjebakku dalam perjodohan ini. Memasukkanku dalam kandang macam?

"Maafkan Ibu," ucap ibu sambil memegangi tanganku.

Masih kutepis, aku butuh kejelasan. Permintaan maaf untuk apa? "Katakan sama Seruni, Bu. Minta maaf untuk apa? Minta maaf untuk mas Erwin yang membawa wanita lain ke rumah? Mencubuuuu di depan Seruni? Menyiksa fisik Seruni? Menjadikan Seruni alat untuk melahirkan bayi mereka? Minta maaf yang mana, Bu? Ibu tidak perlu minta maaf ... karena yang melakukan adalah mereka. Yang menciptakan luka di seluruh tubuh Seruni adalah mas Erwin, jadi ibu tidak usah minta maaf. Ibu tidak perlu, karena mas Erwin pun tidak pernah meminta maaf," ucapku emosional.

Kulihat tangis ibu pecah, kemudian ia duduk karena tidak tahan berdiri lama. Mungkin ibu lemas setelah mendengar semua yang selama ini hanya bisa kutahan.

"Ibu tidak mengira akan seperti ini ... Ibu pikir Erwin bisa sembuh. Maafkan Ibu Seruni... ini semua bermula dari ibu."

Aku kaget, marah, kecewa dan terluka. Jadi ibu mertuaku sudah tahu putranya seorang psikopat dan memiliki kelainan yang menyimpang. Dan bisa-bisanya ibu mertua diam saja ketika aku menderita karena siksaan mas Erwin.

"Apa salah Seruni, Bu ...?" Aku menangis di depan ibu mertua. Ku keluarkan semua ganjalan di hati ini. Hingga ibu tersedu, ia tidak kuasa saat aku perlihatkan sakit hatiku.

Apalagi saat dia baru tahu aku habis kehilangan anak. Ya, calon cucunya satu-satunya harus hilang. Kami pun larut dalam hujan tangis. Sampai beberapa waktu kemudian kami sama-sama tenang.

"Sekarang katakan pada Ibu, apa mau Seruni."

"Berpisah, Seruni mau cerai."

Wajah ibu mertuaku langsung berubah, sepertinya dia tidak setuju.

"Berpisah? Erwin sedang sakit sekarang ... kamu tidak mau melihatnya?"

Aku menggeleng, meskipun penasaran.

"Maafkan Ibu, sepertinya Erwin terlalu kejam padamu. Baiklah ... Ibu akan urus semuanya. Seperti apa maumu, Runi. Ibu akan urus perceraian kalian. Tapi ... ibu tidak bisa janji dengan segera. Tunggu sampai Erwin keluar rumah sakit."

"Baik," jawabku tersenyum.

"Tapi ... ibu mohon. Kamu sekarang ikut ibu. Erwin pasti senang melihatmu ... dia bahkan meninggalkan Jakarta untuk mencarimu."

Dalam hati aku tersenyum getir, dia mengejarku sampai ke sini karena marah, Bu. Dia mau menyiksaku lagi. Dia marah karena aku kabur. Bukan karena di merindukan aku. Aku hanya berbicara dalam hati, sebab ibu sepertinya akan membela mas Erwin. Ya, darah lebih kental dari pada air.

"Jangan takut, Erwin tidak akan menyakitimu. Tubuhnya penuh luka. Tolong temui sekali saja, Ibu akan membawanya ke Jakarta lagi. Dia mungkin akan mau setelah kalian bertemu."

Aku berpikir sejenak setelah mendengar janji ibu mertuaku. Apa dia bisa dipercayai? Singkat cerita, aku pun ikut pergi bersama mertuaku itu. Kami malam-malam ke rumah sakit naik mobil yang dikendarai sopir. Dan sepanjang jalan ibu terus saja menyentuh tanganku, inilah yang membuatku semakin tidak nyaman.

***

RSI Surabaya

Pukul 10 malam kami tiba di rumah sakit, kami berdua langsung masuk ke sebuah ruang VIP. Saat akan masuk, aku mundur beberapa langkah. Meminta ibu mertua masuk duluan, aku akan mengikuti di belakang.

Jujur aku kaget saat masuk ternyata mas Erwin duduk sambil bersandar, ia menatapku. Kakinya dibalut perban, tangannya juga di gips.

"Bujuk Erwin agar mau kembali ke Jakarta sama Ibu," bisik mertuaku kemudian meninggalkan kami berdua. Ya, aku harus membuat mas Erwin kembali ke Jakarta, kemudian ibu akan membantu perceraian kami.

Aku bingung mau bicara apa, karena mas Erwin hanya menatapku. Wajahnya lebam, bibirnya pun pecah. Sepertinya banyak sekali luka yang dialaminya.

"Mari berpisah," ucapku kemudian. Sambil menahan napas, takut reaksi mas Erwin yang selalu brutal.

"Tidak semudah itu!" jawabnya serak, pelan, dan terdengar tegas.

"Aku mau bercerai!" ucapku lagi. Dan aku panik saat mas Erwin menarik selang infus dengan kasar. Pria ini masih saja meledak-ledak. Membuat jantungku hampir lepas.

"Apa yang mas lakukan? Suster ...!" Aku mau keluar, tapi mas Erwin malah mencoba meraih tubuhku. Karena kakinya sakit, ia malah jatuh. Mendengar keributan di dalam, ibu mertuaku langsung masuk.

"ERWIN!"

Kami langsung membantu mas Erwin bangun, tapi dia hanya mau berpegangan sama ibu. Mas Erwin menepis tanganku dengan kasar. Mas Erwin berteriak histeris. Mungkin karena tidak berdaya, dia menjadi frustasi.

"Sampai mati kau tidak akan aku ceraikan!' teriak mas Erwin kencang sampai menggema. Aku tidak takut, malah kasihan melihat pria kejam ini sekarang seperti kelinci lemah yang kesakitan dan tidak berdaya. Sampai dokter datang dan menyuntikkan sesuatu.

Tidak menunggu lama, mas Erwin langsung kehilangan kesadaran. Dan aku kembali bicara dengan ibu mertuaku.

"Ibu lihat sendiri? Betapa temperament sekali mas Erwin? Dia bahkan tidak segan menyiksa Seruni saat berhubungan, Bu." Aku katanya saja satu hal yang belum aku ceritakan. Mata ibu terbelalak, kemudian menutup mulutnya sendiri.

"Dia siska Seruni sampai Runi mengiba, Bu ... dia belum puas sampai Runi kesakitan dan berdarah," ucapku sambil berkaca-kaca.

Ibu semakin shock, kemudian menggenggam kedua tanganku dengan kedua tangannya.

"Maafkan anak Ibu, maafkan ... Ibu tidak akan memaksa kamu menemuinya lagi. Mulai sekarang, ibu pastikan dia tidak akan mencarimu lagi. Ibu akan bawa Erwin pergi jauh darimu. Maafkan kami Seruni."

Mendengar janji ibu mertua, aku pun mengusap pipiku. Kemudian ibu memanggil sopir. Meminta sopir mengantarku pulang.

"Sudah malam, pulanglah. Ibu akan urus perceraian kalian ... ibu yang mulai, ibu juga yang akan mengakhiri semuanya."

"Bagaimana jika mas Erwin menolak?"

"Pegang janji Ibu!"

Aku pun langsung percaya begitu saja. Malam itu adalah malam terakhir aku bertemu mereka.

Flashback END

****

Ya, setelah 6 bulan berlalu. Aku sudah menjalani hidup dengan normal. Meski saat asal-awal aku masih terpuruk. Karena ingin membuka lembaran baru, aku pun berusaha bangkit. Meski sulit, aku harus bisa melewati badai ujian hidup yang sudah digariskan padaku.

Aku mulai bekerja kembali saat cuti sakitku habis. Pelan-pelan aku mulai terbiasa. Hidup berdampingan dengan kenangan pahit. Sambil menunggu surat-surat keputusan cerai yang kata ibu mertuaku akan dia urus.

Sudah enam bulan, tapi tidak ada surat yang datang. Mungkin ibu masih membujuk mas Erwin. Entahlah, yang penting mas Erwin sudah tidak muncul lagi di sekitarku. Itu yang paling utama bagiku.

***

Ini adalah hari pernikahan pak Sandi dan Meta. Seperti yang aku duga, calon istri pak Sandi adalah wanita yang dulu yang mengelayut manja saat Pak Sandi meminjamkan jasnya padaku.

Kami satu rombongan tim produksi datang bersama-sama ke sebuah hotel bintang lima di kota Surabaya. Ine yang ping heboh, juga Eva. Mereka malah TP TP pada cari mangsa. Sedangkan aku, aku memilih duduk sambil mengamati tamu yang datang.

Baru aku tahu, ternyata mbk Meta adalah cucu dari pemilik pabrik. Dan ternyata orangnya sangat ramah. Sampai mengundang karyawan pabrik ke pesta mereka. Ini sangat jarang, entah pasangan ini memang lain dari pada yang lain. Humble, ramah, baik dan membaur dengan kalangan bawah, terutama pekerja yang ada di gololongan bawah.

Aku menoleh ke kana kiri, kenapa teman-temanku malah asik berbincang dengan karyawan laki-laki. Aduh, mereka semua genit sekali. Aku pun duduk sendirian, sambil menikmati minuman segar berwarna biru langit.

Acara berjalan sangat meriah, semuanya lancar tanpa hambatan. Sampai waktunya pulang, kami pun keluar ballroom sama-sama, sambil membicarakan masakan dan acara di dalam yang lumayan menarik, seru.

Sampai di lobby, teman-teman mulai kembali histeris.

"Aduh, eh ada pria ganteng." Teman-temanku kembali kasak-kusuk. Mereka bisik-bisik tidak jelas hanya karena ada pria ganteng lewat. Dasar mereka, para jomblo akut. Aku sih sibuk main HP. Aku sedang mengirim pesan pada Indri. Malam ini aku sepertinya akan mampir ke sana. Indri sedang ngidam. Hamil anak pertama, dia ingin sesuatu, kebetulan aku di luar. Sepertinya akan aku belikan saja.

"Run, jangan main HP saja. Ada cowok cakep bener itu!" bisik Ine.

"Jelalatannn!" desisku sembari mengejek teman-teman.

Eva langsung menepuk lenganku, "Dia mendekat!"

Spontan aku menoleh ke samping, wajahku langsung pucat. BERSAMBUNG

IG Sept_September2020

klik profile Sept ada 19 judul novelll yang tersedia tinggal pilih.

1
Hariyanti
😱
Khansa Sutresno
atm jgn dibawa, ckp ambil smua uangnya... atm kredit card buang, jgn bwa apapun ato klo perlu jgn dibuang tp dibakar mlh gk ninggalin jejak...
Juna Dong
luar biasa
@bimaraZ
leganya di erwin udah lenyap dari bumi🤣🤣🤣capek raga pindah2 terus
Maryam Renhoran
author,,,,,udah yaa menderitanya,
crita uda hampir slesai ko, penderitaannta g habis2
justFlio
👍👍🙏🙏
Maryam Renhoran
biadab,,,,hatiku ikut sakit thor, sampai g bs nafas
Zubaidah Harahap
mantap jalan ceritanya ngeri 2sedap sambil geram, mudah mudahan penulis sehat bisa menuliskan cerita lagi yang kita tidak bosan bacanya.
Zubaidah Harahap
lanjutkan cerita nya
rahayu rahayu
Luar biasa
rahayu rahayu
Biasa
Hartati
wah mantep bener2 menguras emosi dan jantung mutilasi aja tuh si Erwin sama si Riana
Hartati
aaa Erwin malu meong
Hikmah
sudah diintai kok masih berani tinggal sendiri.kalau niat ingin lepas seharusnya pergi lagi dr tempat itu.atau pindh kontrakan
Omha Achun
Luar biasa
komalia komalia
sampai ku belabelain malam biar sampai tamat biar besok lanjut judul baru
Sept September: terima kasih banyak kak liaaaaaa
total 1 replies
komalia komalia
apa isi nya dan dari siapa kadang bikin kita bertanya tanya
komalia komalia
dendam kaya nya author sama seruni sampai di buay menderita terus menerus
komalia komalia
cerita apadan kenapa sama si raga ada laki laki yang tulus banget dokter rian malah di bunuh si erwin
komalia komalia
penderitaan nya ko engga berkesudahan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!