Menikah, Tidak seindah khayalan ku, adanya orang ketiga membuat bara api di atas pernikahan ku yang baru saja aku jalani. tapi Tuhan tidak tinggal diam, Malaikat penjaga selalu ada di sisi ku meski aku tidak menyadarinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon St.Maryam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.23
Happy reading 😍
Ting...
Ada pesan masuk ke dalam handphone nya Nessa, dilihatnya dengan seksama siapa orang yang mengirimkan pesan malam-malam begini?!.
"Ness... kamu dimana?!
Isi pesan itu menanyakan keberadaan dirinya saat ini. ternyata Randy sang suami yang telah menchat dirinya, setelah sekian lama baru menyadari kalau Nessa tidak ada di rumah.
"Mas Randy..." bisik nya, entahlah melihat chat dari suaminya hanya membuat Nessa tidak bergairah saja.
"Maas, sejak kapan kamu peduli sama istrimu mas?!" batinnya, bahkan pernikahan mereka terasa hambar saat ini.
Nessa tidak membalas pesan dari suaminya itu. dia membiarkan hapenya tergeletak begitu saja di atas kasur tempat tidur nya.
Sementara di seberang sana...
"What... Nessa tidak balas chat aku??" Randy tampak kesal saat melihat pesannya hanya di baca saja. bahkan Nessa tidak membalas pesan itu.
Namun Randy tidak menyerah, Dia pun menelpon Nessa saat itu juga, Randy ingin meminta penjelasan tentang chat yang tidak di balas barusan.
KRIIING...KRIIING... KRIIING...
Baru saja Nessa hendak memejamkan matanya, handphone nya kembali memberikan kejutan kepada nya, kini nada dering telepon terus saja berbunyi bila Nessa tidak segera mengangkat telpon itu. Dengan wajah kesal, Nessa mengambil Handphone nya dan melihat siapa lagi orang yang sudah berani mengganggu istirahatnya.
"Ya ampun, apalagi siiiih iniii, tidak tahu aturan nih orang, jam segini masih saja ganggu orang tidur," gerutu nya sambil melihat siapa orang yang sudah menggangunya.
"Ohw... suamiku ternyata...
Nessa hanya memandangi hapenya yang bergetar terus, rasanya malaaaas banget baginya untuk menjawab panggilan dari suaminya itu, terlebih ketika Nessa tahu tentang pengkhianatan yang nyata di dalam pernikahan nya yang belum berumur jagung.
"Haiiiish, kenapa Nessa tidak menjawab panggilan ku," Randy melemparkan handphone nya keatas kursi, dia tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang,
"Sepertinya Nessa sedang marah sama aku, karena terlambat pulang," batinnya, Selvy selalu saja membuat nya terlambat pulang sehingga membuatnya harus memutar otak untuk menjawab pertanyaan dari Nessa di rumah.
"Pasti Nessa ada di rumah bunda sekarang, lagipula dia sedang hamil, tidak mungkin berada di tempat yang aneh-aneh," batin Randy, tidak terbayangkan bila istrinya berada di tempat yang seperti di pikirkan nya saat ini.
"Sebaiknya aku menyusul ke sana, mudah-mudahan dia tidak marah terlalu lama," Randy pun bersiap-siap menyusui Nessa ke rumah bunda.
Tak berapa lama Randy pun sampai di rumah bunda yang sudah sepi karena malam yang sudah larut, kemungkinan penghuninya juga pasti sudah tidur dengan lelap. Randy berdiri cukup lama, dia merasa sedikit ragu, apa yang harus dia lakukan sekarang, masuk atau kembali,
"Sudah jam segini, pasti semuanya sudah tidur, Nessa juga pasti sudah tidur," Randy melihat Arloji di tangannya sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
"Sebaiknya aku mencoba dulu masuk, kalau tidak ada yang buka pintu, baru aku kembali lagi besok pagi," batinnya, Randy pun menekan bel sekali saja, takut menganggu penghuni yang sudah tertidur.
"Ting...Toong...
Bunyi bel terdengar cukup keras pada malam hari yang sunyi, sepertinya tidak ada orang untuk membuka pintu, Randy pun memutuskan untuk pergi dan kembali pada besok pagi.
"Hmmm, ya sudah besok pagi aku kembali lagi saja," ucapnya pelan, baru saja dia berbalik arah untuk pulang, pintu terbuka dengan pelan, menunjukkan ada seseorang yang membuka pintu saat ini.
"Randy...," ucapnya ketika tahu siapa yang datang ke rumah nya malam-malam begini.
Randy berbalik saat ada orang yang memanggil nama nya, di lihatnya orang itu sudah separuh baya dengan memakai mukena, di tangannya sudah ada tasbih yang sedang di pegang nya,
"Bunda, Assalamualaikum," Randy pun menghampiri bunda dan mencium punggung tangan nya.
"Waaalaikumussalam nak, kenapa baru datang nak, apa kamu sangat sibuk," ucap bunda yang tidak habis pikir dengan menantunya yang akhir-akhir ini jarang di rumah dan pulang malam, meninggalkan anaknya Nessa yang sedang hamil sendirian.
"Iya bunda, Randyyyy... banyak pekerjaan minggu-minggu ini, jadi sering lembur dan pulang malam Bun," ucap Randy yang merasa tidak enak karena sudah berbohong kepada bunda , sang mertuanya sendiri.
"Ya sudah, sebaiknya kita masuk ya, gak baik klo di sini ngobrol nya," ucap bunda sambil perlahan bmasuk lebih dulu dan di ikuti Randy di belakang nya.
"Nessa pasti sudah tidur ya bunda," ucap Randy dengan sedikit memelankan suaranya agar tidak terlalu berisik.
"Tentu saja sudah, dia kan perlu banyak istirahat, kasian lagi hamil juga," balas bunda menjawab pertanyaan menantunya itu.
"Apa kamu mau ke kamar Nessa?" tanya bunda kepada Randy yang sedang melihat ke arah kamar Nessa.
"Emang nya boleh ya bunda," tanya Randy dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Loh kenapa tidak boleh, lagian kamu kan Suaminya Nessa, masa bunda melarang kamu menemui istri kamu," ucap bunda dengan tersenyum.
"Ini kunci kamar Nessa yang bunda pegang, kmau bisa masuk, tapiiii jangan di bangunkan ya, biarkan Nessa istirahat," jelas bunda, bunda pun memberikan kunci kamar Nessa kepada Randy.
"Iya bunda, terima kasih," Randy dengan senang hati menerima kunci itu.
"Kalau gitu bunda juga mau istirahat dulu," bunda meninggalkan Randy dan masuk ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.
"Sebaiknya aku juga langsung ke kamar Nessa," Randy bergegas menuju kamar Nessa , setelah sampai di depan pintu, Randy pun membuka pintu dan masuk secara perlahan agar Nessa tidak terbangun.
Di lihatnya Nessa yang sedang tertidur dengan selimut berwarna merah jambu menutupi sampai lehernya. Randy pun menghampiri Nessa dan berjongkok di samping ranjang Nessa.
"Maafin aku ya Ness, aku belum bisa menjadi imam yang baik untuk kamu," batinnya, di belainya rambut Nessa yang hitam, di tatapnya wajah istrinya yang tertidur pulas. Randy pun mencium keningnya, membuat Nessa bergerak meski matanya masih terpejam.
Randy pun sedikit menjauh, takut Nessa terbangun karena ulahnya, kalau bunda tahu pasti akan marah karena menggangu tidur Nessa.
Ternyata Nessa hanya merubah posisi tidurnya saja, dia masih terlelap dalam tidurnya.
"Hoaaaaam...," Randy menguap, matanya pun cukup lelah dan ingin terpejam juga.
"Sebaiknya aku menyusul Nessa ke alam mimpi,"batinnya, Randy pun naik ke atas tempat tidur dan merebahkan diri nya di samping Nessa,
"Selamat malam Ness, semoga kita bertemu di alam mimpi ya," batinnya, ingin sekali dia memeluk tubuh istrinya, namun tidak bisa karena takut kalau istrinya akan terbangun dan mengusir dirinya dari kamarnya.
Akhirnya Randy dan Nessa tertidur di ranjang yang sama sampai pagi hari menjelang. sahutan ayam jago di pagi hari membuat Nessa terbangun.
"Hmmm, sudah pagi ya, jam berapa ini," Nessa melihat jam nya sudah menunjukkan pukul lima pagi,
"Weeh mas Randy sejak kapan tidur di sini," Nessa baru menyadari ada Suaminya yang masih terlelap di samping nya.
"Akhirnya kamu ingat posisi kamu mas," batinnya.
Happy reading 😍
aku mampir kesini thor dan langsung favorit dong... ❤❤