S1~ BAB 1- BAB 66
.
Karena sebuah perjodohan menyatukan dua manusia yang tidak saling kenal, sang wanita yang cantik dan ceria harus di pasangkan dengan pria tampan namun sangat dingin dan cuek dan juga seorang dokter sekaligus direktur rumah sakit milik keluarganya.
Dengan merahasiakan pernikahan mereka apakah semuanya akan baik-baik saja?
🥕🥕🥕
S2 ~ BAB 67 - BAB 117
.
Mencintai pria dengan perbedaan kasta yang tinggi membuat Thea harus memendamnya dan tak boleh membiarkan perasaannya menghancurkannya tetapi pria tersebut terus terbayang di benaknya, bagaimanakah perasaan mereka berdua apakah saling mencintai atau tidak.
Yukkk kepoinnnn ceritanya!!
🥕🥕🥕
Follow Instagram @lala_syalala13
Follow TikTok @Lala_Syalalaa13
Follow Facebook @Lala Syalala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PR S1 BAB 22_Hilang
Hari ini adalah hari acara anniversary pernikahan dari mama Aida dan papa Bagas, pesta tersebut akan di lakukan di salah satu ballroom Rasendriya grand hotel maklum lah orang kaya punya banyak uang.
Sekarang ini Vania sedang di rias oleh make up artist yang sudah mama sewa mahal untuk membuat dirinya dan juga sang menantu terlihat cantik.
Setelah selesai semuanya Vania pun keluar dari kamar hotel yang memang sudah di booking oleh mama Aida, karena akan ada pesta meriah hotel tersebut juga sudah di kosongkan mulai dari dua hari lalu sehingga terasa sangat takjub sekali.
"Wah menantu mama cantik banget!" pekik mama Aida yang melihat sang menantu berjalan ke arah dirinya di area tunggu dekat ballroom.
"Happy anniversary ma, pa." ucap Vania dengan memberikan sebuah hadiah yang tidak terlalu mahal yaitu sebuah kalung untuk sang mama dan jam tangan untuk sang papa mertuanya.
"Wah terima kasih sayang," balas mama Aida sangat senang sekali, meskipun tidak terlalu mahal tetapi mama Aida dan papa Bagas melihat ketulusan dari pemberian sang menantu membuat mereka berdua sangat senang sekali.
"Terima kasih, nak." ucap papa Bagas.
"Sama-sama pa, ma." jawab Vania.
Tak lama tamu undangan satu persatu pun mulai berdatangan, dengan banyaknya tamu yang datang Vania pun memilih untuk ke ballroom terlebih dahulu agar tidak ada yang membuat banyak gosip nantinya.
Dia akan berbaur dengan yang lainnya seperti para undangan lainnya sehingga tidak akan ada yang tahu tentang Vania nantinya, untungnya saja di sana ada melati yang memang di suruh mama Aida untuk mengundangnya dan juga keluarga Vania sehingga dia tidak akan kaku sendirian dan di sana juga ada sahabat-sahabat dari suaminya yang untungnya saja Vania kenal mereka semuanya.
"Astaga, ratu kita cantik banget sih!" ucap Bastian sahabat Raka.
"Apaan sih," jawab Vania merasa malu di puji seperti itu.
"Sayang cantik-cantik gak ada pasangannya, sama aku aja yuk sayang!" goda Bastian.
"Udah bas istri orang jangan di goda aja nanti kalau pawangnya dateng marah-marah berabe elo!" tutur Kevin pasalnya dia tahu kalau Raka pasti akan cemburu.
Mereka pun asyik mengobrol hingga tak selang beberapa lama banyak tamu yang memandang ke arah pintu masuk seperti menunggu seseorang dan benar saja tak berselang lama tampaklah seseorang yang sudah sangat Vania rindukan tetapi yang juga dia seseorang yang membuat Vania kesal siapa lagi kalau bukan Raka.
Dia masuk ke dalam ballroom dengan gagahnya dan terlihat lebih tampan, dia menyapa beberapa beberapa orang yang juga rekan bisnisnya sialnya lagi yang membuat dada Vania tercekat adalah bahwa Raka tidak datang sendirian melainkan dengan seorang wanita yang sangat Vania tahu siapa itu dia adalah wanita yang baru saja di gosipkan dengan Raka dan Raka malah membawanya ke sana membuat semua orang heboh apa lagi Vania yang sudah mayat hidup butuh oksigen.
"Van, kamu gak papa?" lirih melati takut jika Vania sedih.
"Aku gak papa kok Mel," jawab Vania mencoba kuat padahal hatinya sangat sakit sekali.
Sedangkan di sisi lain, Raka memang ingin memberikan kejutan kepada sang istri dengan datang lebih awal dan juga datang ke acara anniversary orang tuanya secara diam diam namun sialnya saat dia sudah berada di depan hotel ternyata Natasha juga berada di sana setelah melakukan pemotretan.
"Raka, kamu ada di sini?" tanya Natasha.
"Iya." jawabnya singkat padat jelas.
"Wah kebetulan sekali ya, kamu mau ke mana kok ganteng banget pakek jas gitu?"
"Gak kemana mana," jawab Raka singkat kemudian meninggalkan Natasha karena takut jika akan ada berita aneh aneh lagi.
Namun Natasha tak tinggal diam dia pun mengikuti Raka sambil memegang pergelangan tangan Raka seperti seorang pasangan.
"Natasha, tolong ya tangan kamu nanti malah ada kejadian salah paham lagi antara kita!" ucap Raka sangat sangat dingin.
"I...iya, maaf." ucap Natasha dengan melepaskan tangannya namun dia terus saja mengikuti kemana Raka akan pergi.
Saat dia lihat lebih mendalam lagi ternyata Raka pergi ke acara anniversary pernikahan orang tuanya membuat Natasha senang dan ingin melancarkan aksinya siapa tahu bisa jadi menantu pikirnya.
"Natasha kamu gak mau pergi kah?" tanya Raka.
"Raka, aku gak ada temennya soalnya asistenku sedang sakit di hotel aku takut sendirian. Bagaimana kalau kamu ajak aku ke dalam kan aku juga pingin mengenal orang tua kamu lebih lagi," sahut Natasha.
Raka tak menghiraukan dan langsung masuk karena dia sudah sangat merindukan sang istri di aman hampir satu Minggu mereka tak memberi kabar sama sekali.
Namun saat masuk Natasha langsung menggandeng tangan Raka sehingga semua mata tertuju pada mereka berdua begitu pun dengan Vania dan hang lainnya, sorot mata mereka berdua bertemu dan Raka melihat Vania secara intens hingga Vania memutus kontak mata mereka dan lebih menjauh dari mereka berdua.
"Natasha lepasin!" perintah Raka namun Natasha tak juga melepaskan tangan nya hingga acara pun di mulai dan mama Aida dan papa Bagas sudah masuk dengan mesranya sambil berpegang tangan.
Semua orang gembira menyambut kedatangan tokoh utama dalam acara ini, saat sedang berjalan menyusuri para tamu mama Aida melihat Raka hang sudah sampai dan dengan wanita yang sungguh ingin mama Aida tendang saja karena dirinya kah satu Minggu ini menantunya jarang berbicara dan juga semakin kurus saja membuat mama Aida memandangnya dengan jijik.
"Tante," sapa Natasha dengan ramah namun mama Aida malah mengabaikannya dan pergi dari sana, sedangkan Raka sedang berbicara dengan rekan bisnisnya yang kebetulan menghampiri padahal dia ingin mencari keberadaan sang istri yang setelah beberapa saat mama dan papa masuk tadi dia sekarang ini sudah menghilang.
"Raka!" panggil mama Aida.
Dia pun segera menghampiri sang mama dan berpamitan kepada rekan kerjanya.
"Ada apa ma?"
"Kok malah ada apa sih, tuh kamu bawa siapa sih ka!" bisik mama Aida takut jika terdengar oleh orang.
"Raka juga enggak tahu ma, tiba-tiba itu orang udah ada di depan hotel aja. Raka gak enak buat ngelarang dia ikut tadi soalnya dia temen Raka ma," jawab Raka.
"Ka, asal kamu tahu dengan kamu bawa dia ke sini sekarang lihat dari tadi mama cari Vania dia gak ada, dia hilang sekarang ini semua itu salah kamu. Papa sekarang sudah menenangkan dan menjelaskan semuanya kepada orang tua Vania di sana jadi mama harap kamu selesaikan masalah kamu dan temukan Vania yang entah sekarang dia di mana!" ucap mama Aida meninggalkan Raka sendirian di dalam kekalutan mencari sang istri yang hilang.
.
.
.
TBC
🌼🌼🌼