NovelToon NovelToon
Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Balas Dendam / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:361.7k
Nilai: 5
Nama Author: anggi (@ngie_an)

Sinopsis

Warning!!!
Adegan dalam cerita ini mengandung unsur dewasa 21+, harap bijaklah dalam membaca.

Grael Arabella, seorang gadis belia yang hanya tinggal bersama sang Kaka dan ibunya, semenjak sang ayah meninggal dunia, dia membantu kakaknya untuk mencari nafkah. Grael juga memiliki cinta pertama di bangku sekolah menengah pertama yang bernama Rangga Louis, sosok pria yang sudah membuatnya merasakan jatuh cinta untuk pertama kali.

Takdir berkata lain. Grael justru bertemu dengan Erlangga Louis, seorang artis terkenal yang menjadi salah satu idola Grael. Pertemuan mereka justru membuat Grael menjadi benci dengan Erlangga. Namun, berbeda dengan artis tersebut, dia justru semakin ingin memiliki gadis belia itu.

Apalagi saat Erlangga tahu, bahwa Grael akan dijodohkan dengan Rangga, adik tirinya. Sekaligus ahli waris kedua dari keluarga Grup Jaya. Erlangga semakin menjadi ingin merebut kembali apa yang semestinya dia miliki. Baik itu, tahta, hart

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Kekhilafan Erlangga

"Akh, bisa pelan sedikit gak sih, ngobatinya?" tanya Erlangga.

"Salah sendiri, belum juga sembuh jahitannya, udah ciuman aja!" Grael begitu emosi memberikan obat luka pada jahitan di sudut bibir Erlangga.

"Kamu masih marah?" Erlangga menahan tangan Grael agar berhenti memberikan obat pada lukanya.

"Aku gak marah, lagian buat apa aku marah? Toh, itu privasi kamu." Grael mencoba mengoleskan lagi tapi Erlangga masih menahannya.

Kini mereka tinggal berdua di ruangan televisi, saat usai makan malam bertiga. Grael mengobati luka pada wajah Erlangga, tetapi percakapan mereka membuat suasana menjadi hening seketika.

"Dia yang maksa aku! Bukan aku yang menci—”

"Kak, udah! Aku gak mau denger penjelasan kamu ... it's oke, itu gak masalah buat aku," ucap Grael.

"Tapi aku mau ngejelasin ke kamu! Aku sama dia gak pernah menjalin hubungan lebih, hanya partner kerja! Dan kejadian barusan itu cu—”

"Kak, stop!" bentak Grael dia tidak ingin mendengar penjelasan dari Erlangga, dia hanya butuh penjelasan dari Rangga yang sampai saat ini masih juga belum menghubunginya.

"Kamu gak harus menjelaskan secara sedetail itu, mau kamu pacaran kek, mau ciuman kek, mau ngapain kek, itu bukan urusan aku! Karena aku bukan siapa-siapa kamu ... dan kamu bukan siapa-siapa aku!" Grael menatap sorot mata Erlangga agar sang empu tahu status mereka.

"Jadi bagi kamu, kita bukan siapa-siapa? Iya?"

"Ya, sama seperti yang kamu bilang! Hanya sebatas partner kerja dan adik ipar," jelas Grael agar Erlangga paham.

"Jadi maksud kamu, seperti ini bisa disebut adik ipar? Iya?" Erlangga mulai mendekat ke arah Grael, gadis itu memundurkan tubuhnya kebelakang sehingga Erlangga bisa berada di atasnya dengan menahan ke dua tangan Grael.

"Kak, lepasin gak!" Grael mencoba memberontak tapi tangan Erlangga sudah membuka kancing baju seragamnya dengan kasar, membuat kacing itu menjadi tidak beraturan. Sang gadis mulai ketakutan dengan apa yang dilakukan oleh Erlangga.

Erlangga mencium ceruk leher gadis remaja itu, tidak perduli dengan luka pada jahitan di area bibirnya, dia tetap mencumbu gadis yang dia suka tanpa menggubris ucapan dan tangisan Grael, tangannya pun mencoba meraba paha yang masih mengenakan rok abu-abunya.

Tubuh Grael yang memberontak justru memancing sang junior yang terlelap tidurnya menjadi bangun, puncak rasa kekesalan Erlangga terus disalurkan dengan menghisap kedua gundukan yang begitu kenyal dan mulus. Tak lupa tanganya pun sudah bermain leluasa dalam rok pendek itu.

"Erlangga!" Rio menarik bahu artisnya yang sedang kalap, agar lepas dari Grael.

"Gila Lo!" Rio menendang perut Erlangga hingga artis tersebut jatuh kelantai. Rio pun membuka jaketnya dan menutupi bagian dada Grael lalu menariknya dalam dekapan dia, sedangkan Erlangga hanya terdiam duduk di lantai sembari melihat ke arah sang gadis yang sudah menangis akibat ulahnya.

Tangisan Grael sungguh menyentuh hati Rio, dia begitu geram dengan sikap Erlangga yang tidak bermoral hanya karena cinta. Ingin rasanya dia memukul Erlangga habis-habisan, tapi dia mengingat bahwa orang yang tidak bermoral itu masih sahabatnya.

Rio memakaikan jaket pada Grael, gadis itu enggan melihat ke arah Erlangga yang sudah mengeluarkan darah dari jahitannya. Tidak lupa Rio menyeka air mata Grael. Dia pun berniat untuk langsung mengantarnya pulang.

"Biar gue yang antar dia pulang!" Erlangga bangun dari duduknya dan meraih tangan Grael. Namun, dengan cepat Grael menangkis tangan Erlangga dan masuk kembali dalam dekapan Rio.

"Kita pulang!" Rio menatap sinis ke arah Erlangga seakan ingin membunuhnya saat ini juga, dia langsung membawa Grael masuk ke dalam mobil.

Erlangga hanya menatap kepergian Grael dengan raut wajah yang sulit diartikan, dia mengepalkan tanganya dan menjambak kasar rambut dengan suara teriakannya.

Belum sempat sampai di rumah Grael, Rio membelikan satu stel seragam sekolah baru dan menyuruhnya untuk berganti pakaian di dalam mobil, sedangkan dia menunggu di luar.

Mobil pun berjalan kembali dan sampai ketempat tujuan, gadis itu mengucapkan rasa terima kasih kepada Rio dan langsung berbalik badan untuk masuk ke dalam rumah.

***

Setelah membersihkan diri dan memakai handuk kecil yang hanya menutupi dari bagian dada hingga ke paha, Grael berdiri di depan cermin panjang. Sangat terlihat jelas di leher dan bagian dadanya yang terdapat warna merah keunguan gelap, dia mengelap secara kasar pada bekas yang dicium oleh Erlangga. Dia menumpahkan rasa sedihnya di depan cermin.

Begitu jijik ketika mengetahui seluruh tubuhnya sudah dijamak oleh Erlangga calon Kakak iparnya, sedangkan dia milik Rangga, adik tiri dari Erlangga Louis. Namun, anehnya meskipun artis tersebut sudah berbuat semaunya kepada dia, Grael tidak bisa marah kepada Erlangga, dia hanya kecewa dan merasa kotor pada dirinya sendiri.

Grael mencoba untuk mencari ponselnya dan berniat untuk menghubungi manager Erlangga, bahwa hari esok adalah hari terakhir dia sebagai asisten pribadi Erlangga. Dia ingin meminta kelonggaran pada hukumannya untuk pulang lebih awal setelah acara meet and great itu selesai dan hubunganya dengan Erlangga cukup sampai di situ.

"Astaga! Kenapa bisa ketinggalan sih?" Grael memijat keningnya yang terasa pusing ketika dia mengingat bahwa, dia meletakan ponselnya di atas meja saat mengobati luka Erlangga.

Rasa kesal dia semakin bertambah, Grael lebih memilih untuk memakai baju tidur dan bergegas untuk tidur lebih awal agar esok saat berangkat sekolah semua kejadian yang tidak mau dia ingat itu terlupakan.

***

Ke esokan paginya, Grael mencoba menunggu di halte bus sekolah lebih lama, agar dia bisa menunggu kedatangan Rangga. Namun, mobil yang dia harapkan untuk menjemputnya justru tak kunjung datang.

Jam sudah menunjukan bahwa lima menit lagi sekolah akan masuk, Grael yang melihat ke seluruh arah tidak menemukan mobil Rangga, dia pun masuk ke dalam bus sekolah.

Sesuai dengan perkiraannya, Grael terlambat datang ke sekolah. Dia mendapat hukuman dari pihak sekolah, tidak seperti biasanya kali ini dengan wajah yang tidak semangat, Grael menerima hukuman berlari mengitari luas lapangan bersama teman-temannya yang datang terlambat.

"Bew, kenapa si ... Lo, gak semangat banget?" tanya Ernata saat jam istirahat ke dua di sebuah kantin utama.

"Tahu Lo, nih makan yang banyak biar ntar pulang sekolah kita bisa langsung capcus ke Mall Metrolilitan." Veby menambahkan sayuran dan daging pada porsi Grael.

"Gue cuma—"

"Woii ... pada ngomongin gue ya?" sela Irfan yang langsung duduk di samping Grael.

"Loh, Rangga mana? Kok dari tadi gue gak liat tuh anak?" tanya Veby, tiba-tiba Grael menyelipkan rambut ke belakang telinga agar mendengar jawaban dari temannya.

"Cie ... yang nanyain ayang bebnya," celetuk Irfan yang membuat Grael tersedak. Irfan pun langsung memberikan minumannya kepada Grael.

"Sakit, tadi dia minta izin sama gue," jawab Anjas yang duduk di depan Ernata.

"Sakit apa?" tanya Grael dengan suara pelan tapi mampuh membuat semua teman-temannya melihat ke arah dia.

"Ya ... kan dia teman kita, emang salah ya gue tanya?" elak Grael yang membalas melihat teman-temannya.

"Ya gak salah! Tapi, aku cemburu loh." Irfan meminum minuman milik Grael, tapi dengan cepat Grael menarik minumannya dan menukar dengan minuman Irfan.

"Sebenarnya tuh anak udah sakit dari kemarin, cuma dia tahan," jawab Anjas dengan jujur.

"Perasaan kemarin dia baik-baik aja deh." Ernata menyuap nasi ke dalam mulutnya.

"Iya ... eh, kita jenguk yuk? Gimana?" timpal Veby dengan semangat.

Pukulan pelan langsung mendarat di kepala Veby oleh Ernata."Kan kita mau nonton KKN dodol."

Veby mengusulkan setelah pulang nonton, dan semua merasa keberatan atas usul Veby, terutama Grael, dia pasti akan ketahuan oleh teman-temannya bila dia dan Rangga sudah dijodohkan, karena Grael tahu bahwa Veby memiliki perasaan kepada Rangga.

To be continued...

1
Melani Sunardi
Bintang 5 aja bayarnya dah jut jutan..... bintang 10 gimana thor/Hey//NosePick//NosePick//NosePick//NosePick/
HIATUS: plesetan dengan sistem hiperbola 🤭
total 1 replies
Muna Junaidi
Menyala thor🔥🔥🔥
HIATUS: apanya kak? 🤭
total 1 replies
Hello20 Kitty16
hai
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... setangkai mawar untuk mu 🌹
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏.. setangkai mawar untuk mu 🌹.... good job 👍
Eka Uderayana
semangat terus ya Thor 💪... jangan patah semangat.. gara-gara komentar yang tidak bermutu...oke... semangat 💪...aku suka karya mu.. love you author 🥰
HIATUS: makasi ya kak 😍🥺 terhura
total 1 replies
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏.. setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
hai Thor... thanks 🙏.. setangkai mawar untuk mu 🌹..
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... cerita nya keren 👍.. setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
hai Thor.. salam kenal... aku sedang membaca novel karya mu ini.. very good 👍... setangkai mawar untuk mu author 🌹 dan satu vote untuk mu.. kapan kelanjutan ceritanya... padahal bagus loh ceritanya... lanjut Thor.. please 🙏🥰
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏... salam kenal buat author... setangkai bunga mawar untuk mu 🌹
Ass Yfa
Grael terlanjur kecewa.... Er terus mempertahankan Sherly yg jadi momok rumah tangganya
Ass Yfa
duh Sherly mimpinya ketinggian.. kalo jatuh sakit ll... berdarah2
Ass Yfa
duh Irfan nyari masalah kayaknya... bisa berabe nih
Ass Yfa
Rangga ama Emira msih labil dan pingin nyoba sesuatu yg baru
Ass Yfa
Rio sama Ernata aja
Ass Yfa
Grael... penulis novel kali kayak authornya hehehe.... Lydiakah yg dibw polisi
Ass Yfa
fix El udah terlena dlm pesona Er.... dan posisi Rangga mulai tersisihkan...
Siam Ambarwati
Thor ini kelanjutan nya mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!