NovelToon NovelToon
Ketika Aku Sudah Glow Up

Ketika Aku Sudah Glow Up

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Berubah manjadi cantik / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Na_Les

Belvania, gadis desa yang selalu di bully karena penampilannya yang udik. Tapi ketika dirinya sudah glowing, maka disitulah pembalasan pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# 23. Lamaran Bukan Permintaan

"Saya minta maaf Tuan atas pemberitaan yang beredar, gara-gara saya, Tuan Simeon jadi terbawa-bawa." Ucap Belva merasa bersalah.

Tuan Simeon tersenyum tipis mendengar permohonan maaf Belva.

"Untuk apa kamu minta maaf, kan kamu juga korban disini."

"Tapi karena pemberitaan ini, saham Simeon's Group kan jadi anjlok Tuan."

"Namanya bisnis pasti ada turun naiknya, jangankan nilai saham yang turun, bangkrut dan harus tidur di kamar petakan saja saya pernah merasakannya. Jadi ini hal biasa bagi saya." Jawab Tuan Simeon.

"Sebenarnya kedatangan saya dan istri saya kesini karena ada hal penting yang harus kita bicarakan." Ucap Tuan Simeon.

"Hal penting? Hal penting apa Tuan?"

"Sebentar, masih ada dua orang lagi yang harus kita tunggu."

"Dua orang lagi? Siapa?" Tanya Belva.

"Nanti kamu juga tau." Jawab Tuan Simeon sambil tersenyum tipis.

Lima belas menit kemudian.

Ting Tong Ting Tong. Bunyi bel unit apartemen Belva.

Belva hendak mengangkat bokongnya dari kursi, tapi Tuan Simeon melarangnya.

"Biar saya saja yang membuka pintu." Ucap Tuan Simeon.

Tuan Simeon pun mengangkat bokongnya dari sofa dan berjalan menuju pintu.

Ceklek.

"Bel..." Bams pikir yang membuka pintu adalah Belva.

"Bal... Bel... Bal... Bel!!!" Omel Tuan Simeon.

"Maaf Pah, Bams pikir yang buka pintu Belva." Jawab Bams tertunduk malu.

"Masuk!" Perintah Tuan Simeon dengan nada tegas.

Bams pun masuk ke dalam. Lalu Ayah dan anak itu berjalan menuju ruang tengah dimana Belva dan Nyonya Kalina berada.

Mata Belva membelalak sempurna saat melihat Bams berjalan bersama Tuan Simeon.

Ingin sekali Belva mengusir Bams seandainya tidak ada Tuan Simeon

Melihat putra tunggalnya datang, Nyonya Kalina pun mengangkat bokongnya dari sebelah Belva.

"Duduk disini Bams." Ucap Nyonya Kalina meminta anaknya duduk di sofa yang sama dengan Belva. Sedangkan Nyonya Kalina pindah di sofa yang masih kosong.

Tanpa perlu berpikir lagi, Bams pun menuruti permintaan Mamanya, sedangkan Belva langsung memasang wajah ketusnya. Sekali lagi, ingin melarang pun Belva tak bisa.

"Ada apa ini Pah?" Tanya Bams sambil mendaratkan bokongnya di sofa.

"Papa dan Mama ingin memberikan hadiah pada mu karena sudah berhasil mengatasi permasalah yang terjadi kemaren." Jawab Tuan Simeon.

"Hadiah apa?" Tanya Bams.

"Sabar, kita tunggu satu orang lagi." Jawab Tuan Simeon.

Bams pun diam tapi matanya sesekali melirik pada Belva.

Sepuluh menit kemudian.

Ting Tong Ting Tong. Bel apartemen Belva kembali berbunyi.

"Biar saya yang buka Tuan." Ucap Belva karena merasa tidak enak jika Tuan Simeon yang harus membuka pintu lagi.

Belva pun mengangkat bokongnya lalu berjalan menuju pintu.

Ceklek. Mata Belva membulat saat melihat orang yang ada di depan pintu.

"Om Tora." Ucap Belva terkaget.

"Belva." Balas Om Tora lalu memeluk keponakannya itu.

"Kamu gak pa-pa kan nak?" Tanya Om Tora yang sangat mengkhawatirkan Belva sejak pemberitaan buruk tentang Belva.

"Mm.. Belva gak pa-pa kok Om." Jawab Belva dalam pelukan Om Tora.

"Ada apa Om kesini?" Tanya Belva sambil melepaskan pelukan Om Tora.

"Tadi orang suruhan Tuan Adrian menjemput Om dan membawa Om kesini."

"Tuan Adrian?" Lirih Belva.

"Apa satu orang yang di tunggu Tuan Simeon adalah Om Tora?" Gumam Belva dalam hati.

"Ya udah yuk Om, masuk." Ucap Belva.

Mereka pun masuk dan berjalan menuju ruang tengah dimana ada formasi lengkap keluarga Simeon.

Mata Om Tora membulat saat melihat sosok Tuan Simeon, karena ini juga pertama kalinya Om Tora melihat langsung sosok Tuan Simeon.

"Tuan Simeon." Sapa Om Tora.

Melihat Om Tora sudah berada di ruang tengah, Tuan Simeon pun berdiri dari duduknya untuk menyambut calon besannya itu.

"Senang berjumpa dengan anda Tuan Tora." Ucap Tuan Simeon sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Om Tora.

"Harusnya saya yang bicara seperti itu Tuan." Balas Om Tora sambil menyambut tangan Tuan Simeon.

"Senang bertemu anda Tuan Tora." Ucap Nyonya Kalina, ia pun menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Om Tora.

"Senang juga bertemu dengan anda Nyonya Simeon." Balas Om Tora.

"Silahkan duduk Tuan Tora." Ucap Tuan Simeon mempersilahkan duduk Om Tora di sofa yang tadi ia duduki sedangkan Tuan Simeon duduk bersama dengan istrinya di long sofa.

"Belva, ayo duduk lagi nak disebelah Bams." Ucap Nyonya Kalina.

Belva pun terpaksa duduk lagi di sofa yang sama dengan Bams.

"Baik lah, karena semua sudah lengkap, jadi mari kita langsung bicara ke intinya saja." Ucap Tuan Simeon membuka pembicaraan.

"Ada apa ini Tuan?" Tanya Om Tora.

"Saya rasa Tuan Tora sudah melihat klarifikasi yang putra saya berikan tadi malam."

"Ya saya melihatnya. Lalu?"

Tuan Simeon menghela nafasnya.

"Karena putra saya sudah terlanjur mengatakan Nona Belva adalah istrinya, maka dari itu saya dan istri saya, akan merealisasikan apa yang Bams katakan tadi malam."

Mata Om Tora membelalak. Ah.. bukan hanya Om Tora, melainkan Bams dan Belva juga sama-sama kaget.

"Papa.."

"Diam kamu! Papa belum menyuruh mu membuka suara!"

"Tapi Pah..."

"Tapi apa? Kamu tidak mikir kalau sampai wartawan tau kalau klarifikasi mu itu hanya kebohongan semata? Kalau wartawan tau, makin buruk nama Belva."

"Bams tau Pah. Makanya Bams meminta Paman Adrian untuk membuatkan surat pernikahan palsu untuk sementara."

"Kalau bisa buat surat pernikahan yang asli kenapa harus yang palsu, Bams." Ucap Nyonya Kalina membuka suara.

"Niat Bams juga begitu, tapi Bams gak yakin kalau Belva akan setuju." Lirih Bams.

"Belva, kamu mau kan sayang?" Tanya Nyonya Kalina.

"Hah.." Belva ternganga bingung. Ia tak tau harus menjawab apa. Masih sakit hati tapi benih-benih cinta tak pernah layu dalam hati Belva.

"Tunggu sebentar Tuan-Nyonya. Saya masih tidak mengerti apa yang Tuan dan Nyonya katakan." Potong Om Tora.

"Jadi Tuan Tora, kami berniat ingin menikahkan Bams dan Belva dalam minggu ini." Ucap Tuan Simeon.

"Hah.... Minggu ini?!!!" Teriak Bams dan Belva bersamaan.

"Sebelum para wartawan mengendus kebohongan dari klarifikasi Bams." Lanjut Tuan Simeon. Ia tidak menghiraukan teriak Bams dan Belva.

"Tapi Tuan, ini pernikahan. Tadinya saya pikir klarifikasi yang putra anda berikan adalah salah satu trik untuk mengalihkan berita yang beredar. Dan saya juga berpikir Tuan Adrian meminta saya datang ke sini untuk menyatukan suara jika ada wartawan yang mendatangi saya. Saya tidak menyangka kalau Tuan dan Nyonya malah merealisasikan klarifikasi Tuan Bams tadi malam." Ucap Om Tora.

"Jadi apakah anda setuju Tuan Tora kalau keponakan anda yang cantik ini menikah dengan anak saya?" Tanya Nyonya Kaliana.

"Kalian semua baik, Tuan Bams juga baik. Saya rasa tidak ada alasan untuk saya menolak permintaan Tuan dan Nyonya Simeon ini."

"Ralat Tuan, bukan permintaan tapi lamaran." Balas Nyonya Kalina.

"Tapi semua sekarang tergantung Belva, karena Belva lah yang akan menjalaninya bukan saya." Kata Om Tora lagi.

Semua mata kini mengarah pada Belva.

"Jadi bagaimana Belva?" Tanya Nyonya Kalina.

Bersambung...

1
@ni
👍👍
Firgi Septia
curiga si Celia bukan anak kandung om Tora dan Tante Monika tp anak kandung Monika dan selingkuhannya/Puke//Puke/ soalnya sifatnya sama2 jalang seperti ibu kandungnya
Lala Ripss
cerita nya konyol nga jelas, tokoh perempuan nya oon dah nga bisa bela diri
Imma Juhamzah
udah dari luar negeri 4 taon tapi gobloknya masih dipelihara
Wahyu Kasep: gwa juga heran
bodoh nya gak ilang "
total 1 replies
Imma Juhamzah
ngapain marah kalo ditolak udah jadi resiko tuh, bukannya bli skin care mlh bli hadia hadew
Asih Sulastri
Luar biasa
Asih Sulastri
Lumayan
Muji Erawati
seru
Een Nuraeni
ibu mertua datang yeeeeerees
banis
bagus
Sri Wahyuni
👍👍👍👍💪💪💪💪💐💐🌼🌼🌻🌷🌻💗
kimiatie
bodoh tak pandai habis...bawaan lahir Kali🤦🤦
Sinta anti
masa sih ka orng hamil operasi sesar bkl ngalamn skit punggung sma menggigil.emang sih sya dah 2 kli operasi sesar suka skit punggung n suka mengigil jga
Revi Ani
sekolah di mana sebulan sejuta mehong bener....😱😱😱😱
Rika Fitria
Luar biasa
Wulanda Ciiee Harahap
bagus
sherly
baju yg di apartemen yg di LN ngk dibw gt... Trus disana emang ngk ada beli baju ? bukannya dikasi kartu...
Wahyu Kasep: kan Belva bodohnya di luar prediksi BMKG
total 1 replies
sherly
ngk perlu juga, yg kamu perlu percaya diri, dan oon nya di buang ke laut bila perlu ke dasarnya... wih Belva kamu sarjana Lo tp kok kayak anak SMP lag
sherly
oon banget bahkan kebangetan... masa dah jauh merantau balik ke negara sendiri malah kembali ke titik awal lagi dibully dah gt ngk punya rasa pede lagi...
sherly
knp tinggal disana lg, hrs balik dr luar negri dan masuk kerja di perusahan Simone Trus tinggal di apartemen, sama aja ini mah dibully juga balik dr LN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!