NovelToon NovelToon
Sistem Dewa

Sistem Dewa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red Moon

Di dunia dimana pedang dan sihir melambangkan kekuasaan.

Di dunia ini yang kuat yang bertahan, yang lemah hanya bisa binasa.

Ray adalah orang yang salah dibunuh oleh sang dewa, untuk menebus kesalahannya sang dewa membangkitkannya di dunia parallel dengan sistem overpower.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 22 - Undangan Pesta Dansa

Setelah Aaron meninggalkan ruangan, hanya tersisa Alex dan Ray dalam ruangan itu.

"Pak tua, kau sudah tahu kalau dia mata-mata yang ditanam kerajaan?"

"Tentu saja aku tahu, jika bukan karena itu aku tak akan membiarkannya bertemu dengan mu." Alex tersenyum tipis.

"Sepertinya akan ada badai besar di Silver Moon Kingdom." Ray menggelengkan kepala pelan, lalu menghela nafas panjang.

"Aku sudah menduga ada skema besar yang diarahkan pada kerajaan, tapi mendengar mu mengatakan badai besar. Sepertinya ini lebih merepotkan dari yang ku kira." Wajah Alex berubah serius tapi matanya menyembunyikan cahaya tak terlihat.

"Di masa depan kau akan tahu, pemikiran mu yang sekarang mungkin akan membunuh mu."

Ray meninggalkan ruangan, membuat Alex satu-satunya orang yang tersisa dalam ruangan.

"Jika hidup tak memiliki tantangan dan hanya mengikuti jalur itu akan terasa membosankan." Alex tersenyum lebar, sedang memikirkan sesuatu.

***

Ray keluar dari ruangan setelah melepas topengnya, dia berniat kembali ke ruangannya, dan tanpa sengaja melihat Elli yang sudah berpakaian rapi layaknya bangsawan. Elli mengenakan gaun merah elegan yang kontras dengan warna rambut kuning ke-emasan miliknya, gaunnya disempurnakan dengan sentuhan rendra sederhana di beberapa sisi yang membuat Elli terlihat lebih feminim.

Melihat Elli berpakaian feminim Ray berpikir "apa wanita ini benar-benar si gadis tomboy pemarah?" Ray cukup takjub melihat perubahan Elli yang biasanya terlihat seperti adik perempuan yang pemarah kini berubah layaknya peri turun dari langit.

"Nona kecil, kau terlihat berbeda sekali. Aku sampai berpikir ada dewi yang tersesat di gubuk lusuh ini." Ray menggoda Elli.

"Apa kau ingin mengejek ku?" Elli menaikan alisnya tidak senang.

"Tentu tidak, aku hanya tak habis pikir gadis pemarah yang kerjaannya mengomel pada ku setiap hari. Juga bisa terlihat menawan." Ray tertawa kecil.

"Lihat, kau mengejek ku." Elli bertambah kesal dan memukul-mukul Ray. Tentu saja dengan kekuatan Ray pukulan Elli sama sekali tak terasa.

"Hahaha... oke hentikan aku mengaku salah, aku minta maaf oke?" Merasa sudah agak berlebihan Ray berhenti menggoda Elli dan meminta maaf. Elli hanya mendengus dan menghentikan pukulannya. "Menggoda perempuan ini memang menyenangkan" pikir Ray.

"Ngomong-ngomong kau mau kemana malam-malam seperti ini?" Tanya Ray.

"Aku mau ke pesta ulang tahun teman ku. Dia mengadakan pesta dansa untuk merayakan ulang tahunnya."

"Jadi karena ini sejak tadi kau marah-marah terus? Biar ku tebak kau tak punya pasangan berdansa kan?" Ray tersenyum penuh makna.

"Iya, aku tak punya. Jadi apa? Mau mengejek ku karena tak ada yang mau jadi pasangan gadis tomboy pemarah seperti ku?" Elli bertambah kesal mendengar ucapan Ray.

"Hei, ayolah... aku tak seburuk itu. Selain itu lebih banggalah pada diri sendiri, setiap orang punya daya tariknya masing-masing." Ray tersenyum hangat pada Elli.

"Apa-apaan bisa-bisanya dia tersenyum seperti itu" pikir Elli yang wajahnya mulai memerah. Setelah menenangkan diri dia mencoba memberanikan mengajak Ray ke pesta dansa.

"B-bagaimana kalau kau jadi pasangan ku di pesta dansa?" Elli tak tahu mengapa dia merasa gugup, dan jantungnya terasa berdebar-debar lebih dari biasanya.

"Dia bisa terlihat lucu juga" pikir Ray saat melihat Elli gugup. "Oke, aku akan menemani mu ke pesta dansa." Ray menerima ajakan Elli.

Ray mengeluarkan jas putih dan sebuah topeng yang menutupi bagian atas wajah dari Spatial Ring dan memakainya.

"Kenapa kau memakai topeng?" Elli sedikit kesal saat Ray memakai topeng. "Apa Ray malu ke pesta dansa dengan ku?" Pikir Elli.

"Jangan berpikir yang aneh-aneh. Apa kau lupa identitas ku?" Ray menjetikan jarinya di kening Elli.

"Aduh..." Elli tak sempat menghindar. "Iya aku tahu." Elli menggerutu.

1
Rahmat Shinichi
koq lama2 jd koki si MC,segala bisnis makanan pula
hadeehhhhh h..
Rahmat Shinichi
Bocah bommmm....
Rahmat Shinichi
anjay...ada bang RHOMA
Rahmat Shinichi
weisttt.. jgn sombong anak muda
AL
lagi rame ramenya
DIAN AZMI HADIANI
Luar biasa
spooky836
sampah lagi ada buat cerita bunuh semut baik ngetot ibu mu.
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
Larik Tinta
endingnya gantung, ampas lah
Larik Tinta
yah, endingnya gantung banget, ampas lah kasi bintang 1 aja guys
Bernard Ginting Manik
Lumayan
Muh Nasar
Autornya wibu dan zoro tersesat lagi
Muh Nasar
saya setuju dengan kata² ini
Muh Nasar
Luar biasa
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
cocok 😆😆😆
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
duitnya tinggal dikit 😄😄😄
Jefferson Jepinos
Biasa
Jefferson Jepinos
Lumayan
uwa_botak
Luar biasa
Arjuna Singit
untuk apa punya sistem, perlu sumber daya aja mesti bli di luar 😇😇😇😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!