Gadis berusia 18 tahun jauh-jauh merantau menuju ke kota besar untuk mewujudkan mimpinya. Impian untuk melanjutkan pendidikannya setinggi-tingginya. Namun saat ia ingin membuka jalan untuk mencapai itu, datang seseorang yang awalnya bersedia untuk membantunya tapi tidak cuma-cuma.
Pernikahan yang diinginkan orang itu, gadis ini menyetujui dan akhirnya mereka berdua jatuh cinta. Persyaratan diawal sudah tidak berguna. Tetapi untuk benar-benar bersatu perjalanan mereka tidak mudah. Banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi.
Akankah gadis ini bisa menjalaninya dan mereka berdua bisa bersatu kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh tiga.
Disisi lain dari Dave, ada Bening dan Anissa yang sudah sampai di kostan mereka. Anissa pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk bekerja. Ya, mungkin hari ini merupakan pekerjaan paling berat untuk Anissa karena bar tempatnya bekerja akan mengadakan suatu pesta perusahan yang sangat terkenal.
"Nisa? Aku berangkat bareng kamu ya?" Ucap Bening.
"Ya gak bisa lah, nanti dandanan lo bisa rusak. Udah lo tunggu disini, nanti jam 5 an gue pesankan kendaraan online buat lo," perintah Anissa.
"Tapi, jam 5 bukankah terlalu lama buat aku menunggu disini?"
"Bening, tukang makeup dari bar dateng jam segitu. Lo gak mungkin kalau gak di makeup lagi," ujar Anissa. Setelah Anissa berbicara seperti itu, ia menuju kamar mandi mempersiapkan dirinya untuk bekerja.
Mendengar ucapan Anissa, Bening pun menuju ke atas kasur untuk merebahkan badannya sambil membaca novel kesukaannya.
...****************...
Dave dan Riri menuju kesebuah mall paling besar yang berada di Jakarta. Di dalam mobil saat sedang dalam perjalanan, Riri pun sudah mulai minta banyak hal kepada Dave.
"Sayang? Nanti aku mau ke salon lagi. Terus aku mau minum boba, mau beli baju sama sepatu, mau makan steak," ucap Riri.
"Iya.. iya. Apa yang kamu mau hari ini akan dikabulkan," jawab Dave sambil fokus menyetir.
Tidak perlu waktu yang lama, akhirnya Dave dan Riri sampai di mall itu. Dave memarkirkan mobilnya dengan hati-hati. Setelah itu mereka turun dan dengan segera menuju ke lobby utama dari mall itu.
Saat sudah berada di lobby utama mall, Riri menggandeng Dave dan menariknya untuk menuju toko baju yang sangat bermerk. Dave pun hanya bisa mengikuti Riri walaupun ia tau hari ini uangnya akan sangat terkuras habis.
"Sayang? Dari dulu aku pengen banget baju ini, tapi aku gak bisa belinya," kata Riri.
"Ya udah. Pelayan?" panggil Dave kepada salah satu karyawan toko baju itu.
"Iya, Tuan?" sahut karyawan toko baju itu.
"Tolong bungkus kan baju ini, ya!"
"Baik, Tuan," jawab karyawan toko itu dengan mengambil baju yang ditunjuk Dave dan membawa nya ke kasir untuk dibungkus.
"Ayo ke kasir!" Ajak Dave.
"Makasih sayang," ujar Riri. Mendengar itu Dave hanya membalas dengan senyuman saja.
Dave dan Riri pun menuju ke kasir dari toko itu untuk membayar baju milik Riri. Dave mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya dan memberikannya kepada kasir toko itu. Setelah pembayaran selesai baju yang diinginkan Riri pun didapatkannya karena Dave.
Belum sampai disitu, Riri pun mengajak Dave ke toko sepatu, kemudian ke toko tas, kemudian ke toko alat makeup, lalu ke salon.
...****************...
Anissa pun sudah selesai mandi dan mempersiapkan dirinya untuk bekerja, ia pun menuju kamar kost nya kembali. Saat sudah berada dikamar kost nya ia melihat Bening yang sangat serius membaca novel kesukaannya itu.
"Ning? Bening? Gak di desa, gak di Jakarta lo selalu baca itu novel," ucap Anissa terheran.
"Ceritanya bagus, sih. Tentang perjuangan seorang gadis dalam melawan penyakitnya," jawab Bening seakan memberikan spoiler kecil.
"Udah berapa kali lo ulang terus bacanya tuh novel?"
"Delapan kali mungkin?"
"Lo gak bosen?"
"Aku kan sudah bilang, aku suka novel ini karena ceritanya bagus."
"Ya udah deh. Gue berangkat dulu. Hp jangan dimatiin! [anti kalau kendaraannya udah sampai di depan kos, gue kasih tau lo. Pakai baju sama sepatu yang udah dibeli tadi," perintah Anissa.
"Siap! Oke."
"Ya udah, gue berangkat," pamit Anissa.
Anissa pun berangkat menuju ketempat kerjanya, meninggalkan Bening sendirian di kost tetapi Bening tidak merasa sendirian karena ia ditemani oleh novel kesukaannya.
...****************...
Dave dan Riri pun menuju salon sesuai dengan keinginan Riri. Buat Dave yang penting semua yang Riri mau terkabul dan dia merasa bahagia karena mungkin ini yang terakhir Dave dan Riri bersama.
Dave dan Riri pun masuk kedalam salon yang sudah dipilih oleh Riri. Saat sudah berada di salon itu terlihat Riri yang seperti sudah sering ke salon ini karena ia terlihat sangat akrab dengan pegawai salon.
"Sister? Gue mau di makeup ulang, ya! Buat gue cantik. Gue gak mau mengecewakan Dave sebagai tunangan," pinta Riri kepada salah satu pegawai salon.
"Oke sister," jawab pegawai salon itu.
Pegawai salon itu pun membawa Riri menuju bangku salon yang kosong. Terlihat di sana Riri mulai diubah dengan tangan lihai si pegawai salon itu.
Dave yang menunggu di ruang tunggu tiba-tiba mendapat panggilan masuk dari Darren.
Bersambung...
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini