NovelToon NovelToon
MELUKIS SENJA

MELUKIS SENJA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:15.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Me Nia

Story of Mizyan Abdillah. Sekuel dari EMPAT SEKAWAN LOVE STORY.

Keputusannya menjadi seorang mualaf tidak serta merta hidupnya dalam ketenangan. Godaan dari teman masa lalu, cinta yang mulai tumbuh di hati, namun ternyata tidak mudah untuk menaklukan wanita yang selalu hadir menguasai pikiran. Makin bertambah masalah yang menimpanya kala menyadari jika aset vitalnya tak lagi berfungsi.

Mampukah ia istiqomah menjadi muslim yang taat dengan segala masalah yang menghampirinya?

Bisakah ia mendapatkan hati dari wanita yang didambakannya?

Rahma. Dia belum siap menikah lagi. Namun bujukan sang ibu berpuluh kali membuat keteguhannya mulai goyah.

"Mizyan lelaki yang baik. Seorang mualaf yang bersungguh-sungguh belajar agama. Dia bisa menjadi imam untukmu dan Dika."

Benarkah sudah waktunya ia menerima cinta yang lain, disaat cinta dan kenangan bersama almarhum suaminya masih ia rawat dan pupuk di hatinya.

MELUKIS SENJA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Sepasang Mata

Rahma bersiap turun dari mobil begitu tiba di depan hotel. Ia menyempatkan memeriksa kembali kerapihan penampilannya untuk menambah rasa percaya diri. Make up minimalis yang diaplikasikan di wajahnya memberi kesan fresh dan cantik berlipat. Ditambah gaun model lurus warna cream senada jilbab dengan hiasan bunga-bunga kecil dan payet di bawah dada dan kedua sikut, membungkus tubuh rampingnya. Tampak anggun dan bersahaja.

Malam ini Rahma hadir di pesta resepsi pernikahan anaknya Bu Puput, yang diantar sang ayah sampai depan hotel.

Sejak teror penguntitan yang menimpa Rahma dan Dika, sampai sekarang Ayah masih mengawal mengantar jemput Rahma ke toko sambil mengawasi keadaan. Termasuk malam ini mengantar ke undangan pernikahan.

"Ayah nggak usah jemput lagi. Aku pulangnya naik taksi aja." Untuk kali ketiga Rahma mengatakan hal yang sama sebab tidak tega jika Ayah harus menjemputnya lagi. Dan ia pun sudah merasa baik-baik saja tak lagi takut.

Ayah Badru mengangguk. "Jangan terlalu malam! Hati-hati pilih taksi online." Ia selalu mengingatkan Rahma untuk mencocokkan plat nomer mobil di aplikasi dan real nya. Jika tidak sama, memlilih cancel saja. Jaga-jaga agar terhindar dari tindak kejahatan.

"Iya, yah."

Rahma melenggang menuju lobby hotel berbaur dengan orang-orang dengan balutan berbagai mode pakaian yang sama-sama memasuki lobby menuju ballroom. Tampak kemeriahan pesta tengah berlangsung dengan antrian tamu yang mengular panjang menuju pelaminan.

.

.

.

Tiga kali.

Mizyan tersenyum menatap pantulan dirinya di depan cermin sambil menyisir rambut dengan sela jari. Tetiba teringat hari kemarin makan siang di rumah Rahma untuk yang ketiga kalinya. Dan kesannya selalu sama. Menyenangkan.

Itu artinya, ini kali kedua ia duduk satu meja dengan Rahma, makan bersama. Meski tampak bersikap datar dan tidak ada tatapan hangat yang didapatnya dari wanita yang berhasil mengusik pikiran, tak masalah. Hal kecil seperti itu saja bisa membuat hatinya merasa senang dan menghangat.

Cinta kadang tak ada logika.

Mizyan terkekeh masih tetap berdiri di depan cermin. Ia siap pergi menuju wedding party Noval dan Melisa di salah satu hotel di pusat kota. Semprotan parfum di leher dan pergelangan tangan menjadi sentuhan akhir sebelum meninggalkan kamarnya.

"Wah, A Iyan meni gaya...bade kamana (gaya amat, mau ke mana)?" Dado yang tengah menonton tv langsung menoleh ke arah kamar begitu mencium aroma parfum. Ia berdecak kagum memperhatikan penampilan si boss yang selalu baik padanya. Ia menggelengkan kepala menatap dari ujung rambut sampai ujung sepatu loafer coklat yang mengkilap.

"Kondangan dulu, Do." Sahut Mizyan yang mengenakan outfit blazer warna navy yang dipadu celana chinos dan kemeja senada warna cream.

Seperti biasa, Mizyan menyuruh Dado agar tidak menunggunya pulang.

"A Iyan, tunggu!"

Mizyan yang sudah menarik handle pintu, membalikkan badan dengan kening mengkerut. "Ada apa?"

"Jangan sendirian kondangannya." Dado berbicara dengan memangku box kue Citarasa miliknya, sebagai teman nonton tv. "Truk aja gandengan, masa A Iyan tidak." Ia tergelak dengan bahu terguncang. Merasa menang sudah menjahili mas bule.

"Awas ya kau!" Mizyan mengepalkan tinju, tak luput dirinya tertawa sebab sudah kena keusilan Dado. "Huh, kalau nggak buru-buru, aku timpuk dulu kamu ya!" Ia masih mengacungkan tinju sampai pintu di tutup. Sampai ia turun dari teras, masih terdengar suara tawa Dado yang tergelak penuh kepuasan.

.

.

.

Rahma tersenyum penuh kelegaan. Plong rasanya sudah memenuhi janji menghadiri resepsi pernikahan malam ini, juga mampu menyelesaikan pesanan tanpa kendala. Bu Puput tampak memeluknya dengan gembira bahkan menyuruhnya foto bersama diapit sepasang pengantin.

"Biar nular ya neng. Dapat lagi pendamping." Bisikan penuh canda dari Bu Puput ditanggapinya dengan senyuman.

Ia berkeliling stan melihat-melihat menu yang disajikan. Perutnya masih kenyang untuk makan makanan berat. Ia memlilih mengambil jus jambu merah lalu beralih menuju stan yang memajang aneka kue buatan tokonya.

"San, udah makan?" Rahma menyapa Sandy yang ditugaskan menjaga stan. Tampak karyawannya itu sibuk menambahkan aneka kue di meja yang setengah kosong.

"Belum, mbak."

"Makan dulu sana. Biar aku di sini dulu."

"Tapi----" Sandy tampak meringis, merasa sungkan terhadap bossnya itu.

"Sudah sana makan dulu sampe kenyang." Rahma mengibaskan tangan agar Sandy beranjak untuk mengisi perut dulu. Ia pun memilih berdiri mengedarkan pandangan mencari orang yang mungkin dikenalnya di tengah lalu lalang tamu undangan yang berkeliling memilah-milih menu makanan dan minuman.

Petikan gitar yang terdengar luwes mengiringi penampilan seorang tamu yang menyumbangkan sebuah lagu slow rock lawas. Didengar dari openingnya yang memberi ucapan selamat dan mendo'akan sepaasang pengantin, pria yang sudah berumur itu merupakan keluarga pihak laki-laki.

I call your number the line ain't free

Aku hubungi nomormu jaringan sibuk

I like to tell you come to me

Aku ingin memberitahumu datanglah kepadaku

A night without you seems like a lost dream

Satu malam tanpamu tampak seperti mimpi yang hilang

Love, I can't tell you how I feel

Kasih, aku tak bisa mengatakan bagaimana perasaanku

Always somewhere

Selalu berpindah-pindah

Miss you where I've been

Merindukanmu di manapun aku berada

I'll be back to love you again

Aku akan kembali mencintaimu lagi

(Always Somewhere - Scorpions)

Rahma tersenyum sendiri menyaksikan keluwesan pria yang diperkirakan berumur setengah abad itu menyanyikan lagu Scorpions. Sepertinya dari muda sudah biasa bernyanyi. Dan suaranya pun cukup enak didengar.

"Waduh bahaya nih, senyum-senyum sendiri."

Rahma menoleh ke asal suara. "Hei, Koko. Kapan datang?" Ia tampak senang ternyata ada orang yang dikenal sehingga bisa diajak bicara.

"Baru 15 menitan. Langsung nyari kamu deh." Koko Andreas mengambil posisi berdiri di sisi Rahma, biar sama-sama melihat jelas ke arah panggung.

"Kamu yang jaga stan?" Koko mengernyit melihat Rahma mengisi kue-kue di meja dari stok yang ada di bawah.

"Karyawanku yang jaga. Aku suruh makan dulu."

Koko mengangguk. "Kamu mau makan apa? aku ambilin."

Rahma menggeleng. "Masih kenyang, Ko. Ini udah cukup, seger rasanya." Ujarnya sambil mengangkat gelas berisi jus jambu merah.

Begitu Sandy datang, Koko mengajak Rahma berpindah tempat ke spot yang lebih lengang. Terus berada di dekat stan serasa kurang menyenangkan sebab banyak lalu lalang orang. Pas sekali ada 2 kursi kosong di area pojok dekat spot selfie.

"Tunggu sebentar. Tolong jagain kursi aku!" Koko yang tampak fashionable dengan outfit casual sesuai gaya keseharianya berlari meninggalkan Rahma yang terbengong disuruh menjaga kursi.

Ia hanya mengangkat bahu dan memilih membuka ponsel barangkali ada pesan dari rumah. Meski nggak yakin Dika akan menangis mencarinya sebab dunia anaknya itu sedang teralihkan oleh 3 robot sapi.

Ini atu, ini Nda, ini Om.

Tetiba ia teringat lagi ucapan Dika semalam menjelang tidur. Dimana anaknya itu menjajarkan 3 robot sapi sambil dicium satu persatu dan ikut serta menemani tidur.

"For you and for me." Koko menyerahkan ice cream waffle rasa strawbery kepada Rahma. "Nggak enak masa duduk sambil bengong." lanjutnya sambil mendudukkan bokong di kursi yang kosong.

"Makasih, Ko. Kirain pergi mau nyanyi dulu." Rahma mulai menyendokkan es krimnya dengan waffle yang langsung digigitnya hingga lumer bersama es krim di mulut.

"Kalau aku nyanyi, tamu-tamu bisa hilang selera makan." Ujar Koko yang juga sama-sama mulai menikmati es krimnya. Ia lalu mendekatkan wajah ke telinga Rahma. "Bisa bikin mual muntah," bisiknya agar tak terdengar oleh orang lain yang tengah makan di belakang mereka.

Dari sisi karpet merah yang terdapat hiasan buket bunga besar dengan lampu hias temaram, ada sepasang mata tengah mengawasi Rahma bersama pria yang yang tampak dekat itu. Matanya seolah tak berkedip menyaksikan Rahma yang tertawa, tersenyum, lalu mengulum senyum, kemudian tertawa lagi. Bahkan selanjutnya tampak saling pandang dan tertawa bersama.

1
Ira Indrayani
Novek kaka author selalu bikin /Heart//Heart//Heart/
Mira Kusuma1988
sangat bagus/Rose//Rose//Rose/
Eka Novariani
duh si opa Mark segitunya... cuma botol bekas minum dek Ima🤣🤣🤣
Eka Novariani
Cinta di usia senja 😍😍😍
Eka Novariani
udah jelas nih hadiah utk papa atu... dari bunda lahma test pack garis dua alias hamil adik Dika, trs hadiah mobil dari papi Mark, trs kehadiran orang2 terdekat termasuk ceu Imah...tapi semua itu ngumpet dulu, main tebak2an dl deh papa atu 😍😍🥰
Eka Novariani
Alhamdulillah...satu langkah menuju halal yeayy😍
Eka Novariani
Oalah anak sama emak sama aja serakahnya...😠
Deswita
Terimakasih karya nya author 🙏
Eka Novariani
udah berkali-kali membacanya tapi tetap kepo di setiap episodenya apalagi yg ada Dika dgn slogan nya...ini om atu, ini om nda juja...🤣🤣🤣🤣
Eka Novariani
dahsyat banget ya obat yg dikasih temannya itu... sampai berakibat impoten 😄
Eka Novariani
sahabat sejati... selalu mengajak kebaikan 😍
Eka Novariani
Rahma nanyanya ga ikhlas tuh... orang nya ga disapa...tapi minta info...benci berbuah cinta nih 😄😄
Eka Novariani
mizjan juragan sapi 🤣🤣🤣🤣
Eka Novariani
heyheyhey Aa Iyan sdh mulai jadi pikiran ya Rahma 😄😄😍
Eka Novariani
langsung cling modus Iyan🤣🤣🤣
Rusmini Mini
papi Arya ada nggak...
Rusmini Mini
/Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Rusmini Mini
Mizyan kamu kreatip hgg hamil lg istrimu Rahma /Grin//Grin/
Rusmini Mini
berarti si kembar dan Mentari sepantaran ya thor ....
Rusmini Mini
tuh tak kasih kembang /Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!