Mengalami Time travel ke jaman kuno masa kerajaan Qin, memasuki tubuh seorang putri yang sangat di incar kematian nya karena ia selalu menggagalkan rencana busuk sang selir.
Hingga roh gadis masa depan memasukinya pun masih tetap mengincar dirinya, meskipun ia sudah tau jika gadis itu tak seperti dulu lagi...
Apakah gadis itu mampu membongkar rencana busuk mereka? atau justru menemukan fakta lain dari sebab dirinya berpindah ke masa ini?
___________________
♡Grilly.luv
♡Chan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grilly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[ Chapter 23 ] Lihat siapa yang akan tersakiti
Pertandingan para pangeran dan putri telah di mulai, di awali dengan mengucapkan doa doa menurut ke percayaan mereka.
Chan? Entahlah dan chen? Entah juga, yang terlihat mereka hanya tersenyum senyum sendiri tidak tahu apa yang mereka mohon.
" Baiklah pertandingan di mulai " Teriak sang penjaga memulai pertandingan dimana kasim Jung Hui memukul goong tanda dimulainya.
Satu persatu nama di sebutkan di minta untuk menempati masing masing tempat yang sudah di tunjukan, tempat para putri di satukan hanya di beri garis batas setiap pemain.
Semua mengenai sasaran tetapi mendapatkan nilai poin kecil membuat mereka yang kurang besar dari lawan nya di anggap gagal.
Kegagalan di awal pertandingan selalu menjadi buah bibir para penonton, yaitu tamu undangan tentunya tamu penting.
Kini giliran putri Mahkota qin si shi, gerakan nya begitu santai dan sangat tenang tanpa ada rasa gugup terpancar dari gerakan itu.
Syuttt sekali bidikan langsung menancap di nomor sepuluh paling tinggi, tersisa dua belati lagi...
Syutt syuttt
Dua belati sekaligus dia ulurkan tapi sayang hanya mengenai nomor sembilan dan satunya lagi malah mengenai angka nol.
" Ahh s*al memalukan " Umpat nya merasa malu dengan tindakan ini, padahal dia sudah berlatih kuat beberapa hari lalu.
Tidak di sangka ternyata chen harus melawan putri qin diao yang terbilang sangat terlatih dalam melempar belati, bahkan di periode sebelumnya qin diao yang selalu memenangkannya.
" Semangat chen kau bisa, aku yakin kau bisaa " Bisikan chan menyemangati chen.
" Tentu saja aku pasti akan mengalahkan nya tenanglah " Santai chen menatap santai.
Syutt... Syuttt... Syuttt...
Syut... Syutt... Syuttt...
Mereka berdua mengulurkan belati bersama satu persatu poin yang di dapat putri qin diao adalah 10,9,dan 9.
Sedangkan chen, mendapatkan nilai 9,9,dan 9 , ternyata tangannya berkeringat membuat melesat kurang tepat.
Tetapi apa yang di dapat chan adalah sebuah kekagetan untuk semua tamu undangan termasuk ayahanda dari chen, satau dirinya chen hanya bisa diam dan diam, mereka pun hanya tau chen jago ber pedang dan itu hanya sebuah gerakan tarian saja bukan untuk ber pedang sungguhan.
Lagi pula tidak mungkin dalam satu orang akan menguasai bakat itu, paling banyak di masa ini adalah tiga bakat itu ber pedang dan berkuda itu yang paling sering di kuasai orang orang.
" Apa itu benar putri ku? " Gumam kaisar ayahanda dari chen.
Chen tersenyum masam begitu tahu poin nya dengan putri qin diao kurang satu untuk mengimbanginya, dan membutuhkan dua poin atau lebih untuk di atasnya.
" Tak apa chen aku akan mengalahkan nya nanti " Batin chan tau isi hati chen saat ini yaitu, kesal kecewa dan sedih.
" Maaf chan aku tak bisa mengalahkan wanita itu " Ucap chen begitu kembali tempat seharusnya.
" Tak apa kini giliran ku dengan kaka wanita mu itu " Ucap chan tersenyum senang.
" Ya kau habiskan saja semua poin itu okey " Ucap chen berharap besar.
Chan maju banyak menatap chan tidak percaya, selama di didirikannya acara ini putri chan tidak pernah ikut serta dalam pertandingan apapun bahkan pesta pun tidak pernah, dan sekarang hadir dengan penampilan yang memukau...
" Cihh aku harus menyingkirkan nya, aku yakin setelah kau kalah dari pertandingan ini kau akan di permalukan hahaha " Batin putri qin diao menatap sinis pada chan.
Begitu pula kaka dari chen, dia menatap remeh pada chan, seakan dia bukan tandingan untuk nya. Dia begitu yakin akan memenangkan babak ini karena lawannya sangat mudah.
Tiga belati di serahkan pada masing peserta terakhir di babak awal ini, bukan hanya mereka berdua saja tetapi ada pangeran lain juga.
Syutt syuttt
Belati meluncur cepat dari hadapan para peserta dibidik ke arah tujuan dengan sangat teliti dan tajam.
Kaka perempuan chen ternyata lumayan mahir membidik belati itu, dan mendapatkan poin 8,9,dan 7,itu termasuk hasil memuaskan dari nilai para putri.
Dan chan yahh jangan di ragukan lagi chan berhasil menggugurkan nilai poin kakanya chen dengan poin 9,9dan 9,chan bisa saja menembuskan belati pada penyangganya dengan matra dari buku mendiang kakeknya, tapi karena ini babak awal chan hanya akan bermain dulu.
Sama halnya dengan chen, kini semua menatap kagum pada chan dibalik ke tidak hadirannya di periode sebelumnya, ternyata di awal kehadiran nya membuat semua tercengang termasuk ibu suri dan kasir.
Setau mereka chan hanya selalu menyulam dan menyulam, bahkan memegang benda tajam seperti itu tidak pernah kecuali jarum saja.
" Cucuku kau hebat, ibu suri yakin ayah ku akan bangga dan merasa menyesal membuang mu " Batin ibu suri tersenyum hangat.
" Adiku sangat hebat sekarang, sangat berubah drastis dari sebelumnya dan gegemu ini sangat bangga " Batin Putra Mahkota pan an sangat bangga.
" Bagaimana dia bisa melakukan itu? Bahkan dia belum pernah memegang belati sedikit pun ini sangat di luar dugaan " Batin kaisar termenung.
" Kaisar buang sangat hebat dalam mendidik putra dan putrinya, mereka selalu berbakat dalam segala bidang sangat beruntung sekali " Puji kaisar tamu undangan.
Qin diao mendengar itu sudah sangat cemburu, sekarang bukan hanya dirinya saja yang akan di puji sebagai putri berbakat, tapi ternyata adik terbuang itu pun menjadi bahan pujian mereka bukan dia saja.
Putri Mahkota? Dia hanya acuh, sikap cuek dan dingin nya sudah mendarah daging, tidak pernah menganggap hal sepele seperti itu, toh dia nyaman nyaman saja tanpa sebuah pujian belaka saja.
" Awas kau aku akan menyingkirkan mu saat perburuan nanti " Gumam Qin diao begitu marah.
" Kau hebat chan aku bangga padamu, Sekarang aku merasa paus membuat kaka itu merasa malu dan kesal " Gumam chen tersenyum dibalik cadarnya.
" Awas kau putri s*al*n aku akan membalas mu " Bisikan kaka nya chen saat berpapasan.
" Hehh lihat saja siapa yang akan tersakiti nanti " Batin chan memandang punggung kaka dari chen.
...****************...
kasim zhong" putri sdh sadar..."
cha "aku msh berhrp bs dekat dgn putri chan?"tanya cha.
trs kasim zhong jwb :" tentu saja...."
itu mksdnya apa,tb2 bs ngomong gt.krn yg diomongke kasim zhong ln,yg dijwb cha jg lain.
saran gw,sblm dipost,cb dibc ulang lg,sx jd lah.br kt th letak kekurangan n kelebihan alur yg sdh kt bt.maaf kl thor tersinggung