karena sebuah hutang, Rere Margaretha, seorang remaja cantik yang berusia 19 tahun harus dipaksa menikah dengan CEO di perusahaan di mana Rere bekerja.
Sean Agipratama, seorang pria dewasa berusia 32 tahun, pria dingin dan arrogant, harus menikahi gadis yang tidak ia cintai karena tujuannya.
akankah pernikahan yang mereka jalani sesuai dengan tujuan Sean, atau malah sebaliknya.
ikuti terus ceritanya agar tau kelanjutannya 🤗
ikuti ig author untuk informasi MPH
@aran_diah
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arandiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 23
Selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
Di sebuah Restauran, Sekertaris Roy baru saja selesai memesan makanan untuk Tuan mudanya, karena itu juga adalah salah satu alasan agar Tuan mudanya untuk berduaan dengan istri polosnya, Sean meminta agar Sekertaris Roy membeli makanan yang jauh dari Rumah Sakit di mana ia di rawat.
'Apa Tuan muda tidak bisa langsung mengungkapkan perasaannya sendiri, hingga
berbagai alasan ia berikan agar selalu berada di dekat Nona muda,' batin Sekertaris Roy yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Tuan mudanya itu.
Brugghh
“Awwh, hey kalau jalan liat jalan dong!” bentak seorang wanita yang tak sengaja bertabrakan dengan Sekertaris Roy, lalu segera bangkit karena wanita itu terjatuh.
Sedangkan Sekertaris Roy hanya diam dan tidak berniat untuk membantu atau menjawab wanita tersebut, Sekertaris Roy hanya melihat sekilas ke arah wanita itu, tidak terluka sedikit pun, pikir Sekertaris Roy, mempersulit saja.
“Hey, apa Tuan bisu?!” bentak wanita itu karena melihat pria yang ada di hadapannya ini hanya diam tanpa berekspresi.
Bukannya menjawab, Sekertaris Roy malah pergi begitu saja tanpa bicara sedikit pun, sedangkan wanita tersebut hanya menyumpah serapah pria kaku itu.
“Hey sialan, jangan kabur, dasar pria pengecut!” teriak wanita itu dari kejauhan sambil menatap kepergian pria kutub itu, sedangkan Sekertaris Roy hanya diam dan tetap berjalan meninggalkan wanita gila itu pikir Sekertaris Roy.
“Awas saja jika kita bertemu lagi, tapi aku harap ini adalah hari pertama dan terakhirku bertemu pria aneh sepertinya,” geram wanita itu karena merasa terabaikan, dan itu membuatnya tidak terima dengan kenyataan tersebut.
......................
“Moly, besok lusa aku akan kembali, terima kasih atas segala bantuan mu selama ini,” ucap wanita cantik yang tak lain adalah Liora.
“Kau terlalu berlebihan, sudah seharusnya aku membantu sahabatku ini,” ucap Moly sambil tersenyum ke arah sahabatnya itu.
“Kau memang sahabat terbaik ku,” ucap Liora yang menghambur ke pelukan Moly.
“Kau tidak usah sungkan, aku akan selalu membantumu, lalu apa yang akan kau lakukan ketika tiba di sana?” tanya Moly pada Liora.
“Hal pertama yang akan aku lakukan adalah menemui kekasihku, aku yakin dia sangat merindukan diriku,” jawab Liora dengan percaya diri.
“Aku harap kau akan menemukan kebahagiaan mu,” ucap Moly pada Liora karena sejujurnya ia meragukan kekasih dari Liora akan menerimanya kembali.
“Kalau begitu tolong urus segala persiapan untuk kepulangan ku,” titah Liora pada manajer sekaligus sahabatnya itu.
“Aku akan memesan tiket kepulangan mu besok pagi, hari sudah sore sebaiknya aku segera pulang,” ucap Moly yang beranjak dari duduknya.
“Baiklah, hati-hati di jalan, besok aku tetap di apartemen ku, jadi kau harus ke sini lagi,” ucap Liora dengan ekspresi wajah seimut mungkin.
“Hmm, baiklah,” sambil berlalu pergi meninggalkan apartemen Liora.
......................
“Ayah, aku pulang!” teriak seorang wanita yang membawa bungkusan makanan di tangannya.
“Apa kau akan selalu berteriak seperti itu saat memanggilku, Ayahmu ini tidak tuli,” ucap seorang pria paruh baya menghampiri putrinya dengan seragam khusus karate.
“Hehe, maaf aku pikir Ayah ada di belakang,” ucap wanita itu dengan senyum kuda dan menampilkan deretan giginya.
“Ayah baru saja kembali, tadi John memberi sedikit materi pada anak-anak,” ucap pria paruh baya tersebut.
“Oh, sebaiknya Ayah segera membersihkan diri, aku akan menyiapkan makan malam kita,” ucap seorang wanita tersebut.
“Baiklah, kamu memang putriku,” ucap Ayahnya sambil mengacak rambut putrinya dan segera berlalu untuk membersihkan dirinya, karena tidak mau membuat putri kesayangannya itu menunggu.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Tekan favorit agar dapat notifikasi jika sudah up,,, 😘
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,, 🤗😘
Follow IG Author @aran_diah