NovelToon NovelToon
The Doctor’S Little Bride: Bukan Sekadar Kakak

The Doctor’S Little Bride: Bukan Sekadar Kakak

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dokter
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yaya haswa

Keana Aluna, seorang anak perempuan yang di angkat oleh keluarga Hardian. Keana memiliki 2 kakak angkat. Namun diantara keduanya, menyimpan rasa yang berbeda selain sebagai seorang kakak.

"Ada satu cara agar Paman tidak akan pernah bisa menyentuh atau mengambil Keana dari rumah ini secara hukum"

"Maksudmu apa? Jalur hukum apa lagi yang kita punya?"

"Nikahkan dia denganku."

Apa tanggapan orang tua mereka setelahya? baca ceritanya SEKARANG!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yaya haswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya ada Satu Cara

Keheningan mencekam langsung menjerat ruang tamu keluarga Hardian. Pernyataan Elvan menggantung di udara bagai racun yang pelan-pelan merayapi ruangan.

​"Cukup, Elvan! Jaga mulutmu!" bentak Papa Arland dengan suara bergetar ditahan, jarinya menunjuk lurus ke arah anak sulungnya. "Status anak angkat atau bukan, Keana dibesarkan di rumah ini sebagai adikmu! Pikiran gila macam apa itu?!"

​Namun, Elvan sama sekali tak bergeming. Wajahnya tetap datar, dan dingin.

​"Aku berpikir logis, Pa, Ma," sahut Elvan lambat, melangkah satu titik lebih dekat ke meja tengah. "Pengacara Paman Hendra celah hukumnya kuat. Celah adopsi kita enam tahun lalu itu cacat secara administratif. Kalau masalah ini naik ke persidangan, nama baik Papa hancur, reputasi rumah sakit terancam, dan Keana... akan diseret keluar dari rumah ini oleh pria yang bahkan tidak pernah merawatnya."

​Elvan menatap lurus mata ayahnya. "Satu-satunya status hukum yang bisa mematahkan hak wali atau hak asuh keluarga biologis bagi wanita yang hampir dewasa adalah pernikahan. Secara hukum negara, status suami berdiri di atas status paman atau wali mana pun. Itu benteng mutlak."

​"Abang sadar enggak sih apa yang Bang El omongin?!" cecar Gavin dengan napas memburu. "Kea itu masih SMA! Tiga bulan lagi dia mau ujian! Dia punya masa depan, punya cita-cita, dan Bang El mau ngurung dia dalam pernikahan cuma gara-gara masalah ini?! Lu gila, Bang!"

​Gavin yang sejak tadi mematung mendadak bersuara. Suaranya sarat dengan amarah dan rasa tidak percaya. Ia melangkah cepat menghampiri Elvan, menatap tajam mata kakaknya.

"Umur Kea juga masih 18 tahun!" potong Mama dengan nada tinggi, tangannya gemetar hebat menyapu air mata yang menetes.

Elvan menoleh tenang ke arah Mamanya.

"Bukankah dua hari lagi Keana akan berumur 19 tahun, Ma?" sahut Elvan datar, suaranya teratur tanpa ada keraguan sedikit pun.

"Secara hukum negara, usia 19 tahun sudah memenuhi syarat sah batas minimal usia pernikahan. Tidak ada lagi celah hukum yang bisa dimainkan Paman Imran."

"Lalu gimana sama sekolahnya, Bang?!" cecar Gavin, memotong dengan tatapan yang seolah ingin menerkam Elvan. "Dia lagi fokus belajar buat ujian akhir! Bang El mau merusak masa depan dan mentalnya?!"

"Abang tidak merusak masa depan Kea. Dia masih bisa sekolah dan menyelesaikan ujiannya. Kita bisa menjelaskan pada pihak sekolah, aku yakin pihak sekolah pasti akan mengerti.

Elvan melangkah satu titik lebih dekat ke hadapan Papa Arland yang berdiri terpaku dengan rahang mengeras. Tatapan mata Elvan mengunci sang ayah, memberikan penekanan tajam pada setiap suku kata yang keluar dari bibirnya.

"Sekarang pilihan ada di tangan Papa dan Mama. Ini demi Keana?" tanya Elvan retoris.

"Papa mau membiarkan Keana diambil Paman Imran, kita tidak tahu seperti apa hidup Keana jika bersama dengan pamannya. Atau... kita amankan Keana dengan caraku?"

Skakmat.

Pertanyaan Elvan menghantam ruang tamu itu bagai pukulan tak kasat mata. Papa Arland terdiam, napasnya berat dan bergetar. Keheningan yang menyiksa kembali menyelimuti ruangan, ketika ketakutan akan masa depan Keana mulai diadu dengan tawaran gila sang putra sulung.

"Akan Papa pikirkan, nanti" ucap Papa Arland sembari berdiri.

"Dan Gavin, jangan ceritakan apapun dulu pada, Kea. Biar Papa sendiri yang akan bicara padanya nanti"

"Iya, Pa" jawab Gavin

"Papa lelah, ingin istirahat!" ia kemudian pergi ke kamarnya di ikuti sang istri.

Gavin kemudian naik ke kamarnya, lalu tidak lama Elvan pun naik ke kamarnya juga

Keesokan harinya

Suasana meja makan pagi itu terasa dingin, tidak ada percakapan disana seperti biasanya, raut wajah semua orang juga terlihat datar. Mereka memiliki beban pikiran masing-masing.

Papa Arland hanya menyesap kopinya dengan tatapan kosong, sementara Mama Soraya sibuk mengunyah tanpa benar-benar memakannya. Elvan duduk di ujung meja dengan pakaian rapi, mengunyah makanan dengan ketenangan. Ada Gavin yang juga tampak diam.

Namun, Keana yang sama sekali tidak tahu soal percakapan gila di ruang tamu kemarin sore. Ia hanya diam mengingat kejadian kemarin siang bersama Elvan dan Arlo.

Ia hanya ingin segera menyelesaikan sarapannya dan pergi dari rumah itu. Tanpa banyak bicara, Keana menghabiskan sarapannya dengan cepat, menunduk dalam-dalam menyembunyikan mata sembapnya.

"Gavin, antarkan Keana," suara Papa Arland memecah keheningan, terdengar berat dan lelah.

Gavin langsung berdiri, menyambar kunci mobilnya. "Ayo, Kea."

Di dalam mobil menuju sekolah, hening kembali menyergap. Gavin yang menyetir sesekali melirik Keana di sampingnya. Hatinya perih melihat adiknya itu tampak begitu lesu, pucat, dan tertekan. Ada kemarahan luar biasa yang masih tertahan di dada Gavin terhadap Elvan, tapi ia tak ingin menambah beban Keana pagi ini.

"Kea..." panggil Gavin lembut, memecah kesunyian. "Kamu... benar-benar enggak apa-apa? Apa ada masalah kemarin saat Bang El menjemput mu?" tanya Gavin.

"Maaf…...kemarin kakak gak sempat liat chat kamu. Kakak sudah lebih dulu menelpon Bang El buat jemput kamu" ucap Gavin dengan nada penuh rasa bersalah.

Ia tahu pasti terjadi sesuatu kemarin. Mengingat Elvan sangat tidak suka Keana pacaran.

"Kak El mukul Arlo kemarin. Padahal ada Tari dan Tania disana, tapi memang mereka lagi ke WC jadi Kak El gak liat"

Gavin terdiam mendengarnya.

Andai saja hari itu ia melihat pesan Keana lebih cepat. Andai saja bukan Elvan yang dipanggilnya untuk menjemput Keana di kafe, mungkin tragedi pemukulan Arlo tak akan pernah terjadi, dan obrolan gila soal pernikahan itu tak akan terlempar di ruang keluarga mereka.

Keana menggeleng pelan, berusaha mengukir senyum tipis yang dipaksakan. "Bukan salah Kak Gavin, kok. Kakak kan juga lagi sibuk."

Jawaban tenang dari Keana justru makin menusuk dada Gavin. Ia tahu di balik nada pasrah itu, ada ketakutan dan kebingungan besar yang sedang menyiksa Keana. Namun sebelum Gavin sempat berucap lebih jauh, mobil sudah sepenuhnya berhenti di depan gerbang utama sekolah.

"Kea... ingat kata-kata Kakak," tahan Gavin saat Keana hendak membuka pintu. Tangannya terulur mengusap puncak kepala Keana sebentar dengan lembut. "Apapun yang terjadi, kamu punya Kakak. Kamu enggak sendiri."

Keana hanya mampu mengangguk singkat tanpa sanggup menatap mata Gavin. Ia mencium tangan Gavin ragu-ragu, lalu melangkah keluar dari mobil.

Langkah kaki Keana menyusuri lorong sekolah terasa sangat lambat dan berat. Tatapan matanya liar memindai setiap sudut lapangan, dan koridor.

Rasa bersalah terus menggerogoti dadanya. Bayangan sudut bibir Arlo yang tersungkur di lantai Cafe, memar merah di rahang cowok itu, serta tatapan marah Elvan kemarin sore berputar tanpa henti di kepalanya. Keana tak peduli lagi pada rasa takutnya sendiri saat ini, yang paling membebani pikirannya adalah memastikan apakah Arlo baik-baik saja, atau justru makin terluka karena dirinya.

1
Mamahnya Dewi
lanjut dong kk
Andy1234
thorrr sedih amattt😭😭😭jangann bikin kea amnesia yaa thor🙏😭
Andy1234
Ceritanyaaa bagusss bangetttttt
Yaya M.R: Terharu...😘🥰
total 1 replies
Andy1234
semangatttt thor kawal sampai elvan kea baikkan🤭💪
Andy1234
lagiii thor kuranggg banyak upnya huhuhuhu😍
Yaya M.R: Hihihi.....akan selalu Ku usahakan ya...
total 1 replies
Andy1234
semangatttt thor lanjuttttttt💪
Yaya M.R: Terima kasih ya..... semoga suka ceritanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!