setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hal yang Mencurigakan
Satu Minggu kemudian. setelah pertemuan nya dengan Helmi, Ifan terus waspada, dia takut Helmi melakukan sesuatu agar Tosung grup hancur. Pikiran nya tak tenang setelah mengetahui jika Tasya berteman baik dengan Helmi
Helmi adalah ancaman terbesar bagi Tosung grup. Tentu saja Ifan merasa khawatir, karena sekarang Tosung sedang mengalami masa yang cukup sulit setelah kontrak yang di jalani oleh Tosung grup dan Snop grup bubar Lantaran ada gangguan
"Bisa gawat jika Helmi menggunakan Tasya untuk menekan ku" gumam Ifan. Saat dia sedang berfikir, hito datang ke ruangan Ifan dan membawa kabar
"Ada orang dari humas grup" ucap hito. Ifan langsung berdiri dari duduknya dan menyuruh hito untuk segera membawa orang tersebut ke hadapan dirinya
Orang dari humas grup itu membawa sebuah dokumen di Tas nya, dia masuk lalu duduk di sofa dan berbicara dengan Ifan
"Saya adalah sekretaris luar yang di utus untuk memberikan dokumen ini pada anda" ucap sang pembawa dokumen. Ifan bertanya siapa kah orang dari humas grup yang mengirim kan dokumen tersebut
Dan benar saja, dokumen tersebut di kirim oleh Helmi. Setelah orang yang mengirim dokumen tersebut pergi, Ifan membuka dan membaca nya dengan seksama
"Bukankah ini kontrak dengan Snop grup, dan catatan saham mereka" ucap Ifan
"Apa yang dia rencana kan. Aku harus segera bertindak" timpalnya lalu menghubungi ibu tirinya. Sementara itu Helmi duduk tersenyum setelah dia mengirimkan dokumen tersebut, dia berencana untuk bermain main sebentar dengan grup Tosung sebelum dia meruntuhkan nya
"Masalah nya adalah Tasya, dia bersama dengan Ifan. Aku tidak bisa membahayakan nya" ucap Helmi
Setelah penat bekerja, Tasya duduk di depan toko sambil memandangi awan sore hari yang begitu indah. Raya berjalan mendekati Tasya dan ikut duduk di sampingnya. sambil mengobrol riya, Tasya dan raya berencana untuk pergi menonton bersama dan menghabiskan waktu berdua
"Bagaimana jika besok malam?" Tanya raya pada Tasya
"Baiklah, aku setuju" balasnya. Raya pun bertanya apa dia tidak sibuk dan tidak menggangu waktunya bersama dengan Ifan. Sambil tertawa Tasya mengatakan jika dia tidak menggangu waktunya bersama Ifan, karena besok malam Ifan akan lembur bekerja
"Baiklah sepakat. Besok malam kita akan bersenang senang bersama" setelah itu, mereka pun kembali masuk ke dalam toko dan melanjutkan pekerjaan mereka
Karena Ifan sibuk di kantor, Tasya pulang sendiri ke rumah pukul 19.47 malam. Melewati jalan yang sepi dan sunyi, Tasya berjalan seorang diri melangkahkan kakinya dan bergegas untuk pulang
Ada satu tempat yang selalu membuat Tasya takut, tempat tersebut adalah jalan persimpangan. Karena kecelakaan yang terjadi pada kedua orang tuanya dulu, Tasya menjadi sedikit takut ketika melihat persimpangan
Di sebuah gang yang cukup sempit, Tasya berjalan seorang diri. Lampu jalan berkedap kedip lantaran hendak putus. Tasya mencoba memberanikan dirinya dan terus berjalan ke depan
Lalu saat dia hendak berbelok, dia merasakan seperti ada seseorang yang mengikuti dirinya. Dengan cepat Tasya membalikan tubuhnya dan melihat ke belakang
"Tidak ada siapapun" gumam Tasya melihat ke sana kemari memeriksa sekitar. Karena rasa takut nya semakin menjadi jadi, Tasya langsung bergegas mempercepat laju jalannya
Sesampainya di rumah, Tasya segera membersihkan tubuhnya, dan ketika Tasya sedang merendam dirinya di bak mandi, Tasya mendengar sirine polisi
"Kenapa ada sirine polisi malam malam seperti ini" gumam Tasya lalu segera menyelesaikan mandinya. Setelah selesai, dia menjatuhkan tubuhnya di kasur dan mengobrol dengan Ifan melalui chat di WhatsApp
"Mas masih sibuk ya"
"Iya, kenapa? Apa kau merindukanku" balas Ifan memberikan emoticon hati
Tasya tertawa kecil melihat balasan dari Ifan
"Tidak, aku hanya bertanya"
"Iya iya, aku tau kau sedang merindukan ku hanya saja kau malu untuk mengatakannya" balas Ifan. Lagi lagi Tasya di buat tertawa oleh Ifan. Dia merasa sangat senang dan bahagia ketika dia mengobrol dengan santai seperti sekarang
"Sebenarnya aku sedikit takut mas"
"Takut kenapa? Apa terjadi sesuatu? Ada masalah. Cepat katakan padaku" Ifan pun langsung menghubungi Tasya dan bertanya, setelah itu Tasya pun menceritakan ketakutannya
"Mas sebenarnya aku tidak menceritakan masalah ini padamu" ucap Tasya
"Masalah apa. Apa yang terjadi, kau menyembunyikan sesuatu dariku" tanya Ifan
"Sebenarnya, setelah kejadian aku di culik oleh Surya waktu itu, aku terus merasa seperti ada seseorang yang terus mengawasi ku dan membuntuti ku mas" setelah mendengar ucapan Tasya, Ifan langsung marah padanya lantaran dia tidak mengatakan hal yang begitu serius pada nya
"Mas aku minta maaf, aku hanya tidak ingin mengganggu mu. Mas kan sibuk bekerja dan pasti penat, aku hanya tidak mau menambah beban pikiran mas saja"
"Baiklah, kunci semua pintu dan juga jendela. Jangan biarkan orang asing atau orang yang tak di kenal masuk ke dalam. Dan jika ada yang mencurigakan kau harus langsung menghubungi ku. Karena ada sedikit masalah, aku harus pulang ke rumah orang tuaku. Jadi mungkin kita tidak akan bertemu selama 2 sampai 3 hari kedepan" ucap Ifan . Karena mendengar jika dia harus pulang, Tasya pun bertanya apa ada hal yang mendesak sampai dia pulang ke rumah orang tuanya
"Tidak papa semuanya baik baik saja, hanya ada sedikit masalah di kantor yang harus aku diskusikan dengan kedua orang tuaku. Baiklah aku tutup dulu telfonnya, ingat kunci semua pintu dan jendela. Jika kau merasa takut, kau turun saja ke rumah bawah tanah, aku sudah menambah kan sidik jari mu, mengerti" setelah itu Ifan pun memutuskan panggilan nya. Tasya terdiam menatap langit langit kamarnya. Tasya baru ingat jika dia harus menulis kembali novel milik nya, dia segera bangkit dan duduk di tempat belajar lalu membuka laptopnya
Saat Tasya sedang menulis kelanjutan novel milik nya, dia terus merasa khawatir karena suara sirine polisi yang begitu jelas dan semakin ramai saja
Tasya melihat ke arah jam dan menunjukan pukul 11 malam lewat
"Ada apa sebenarnya, kenapa ramai sekali" ucap Tasya lalu mencoba melihat ke luar jendela. Saat dia membuka sedikit gorden kamar nya, Tasya terkejut ketika melihat seseorang pria yang berdiri tepat di depan gerbang rumahnya dan menatap ke arah kamar
Karena takut Tasya langsung mundur ke belakang dan segera menutup kembali gorden nya, perasaan nya campur aduk. Tangan nya gemetar dan keringatnya mulai bercucuran
"Siapa, dia siapa" ucap Tasya takut. Setelah mengumpulkan keberanian nya, Tasya kembali membuka sedikit gorden Kamar nya dan melihat ke luar, tapi saat dia melihat nya kembali, orang tersebut sudah tidak ada
Pikirannya mulai lega, Tasya melihat ke sekeliling rumah nya. Dan ternyata orang tersebut berdiri di halaman rumah sambil menatap tepat ke arah kamarnya. Tasya terjatuh di lantai, tangannya semakin gemetar dan ketakutan
Dia mencoba menghubungi Ifan namun nomornya tak aktif, Tasya semakin ketakutan seorang diri di kamar nya
Dia panik dan takut, air matanya mengalir membasahi pipinya, dan ketika Tasya sedang ketakutan. Dia mendengar bel rumah nya berbunyi
"Akhh..." karena kaget, Tasya langsung berteriak ketika bel rumah nya berbunyi
"Siapa, siapa. "Gumam Tasya takut. Tasya berdiam diri di tepi ranjang sambil ketakutan, lalu tiba tiba ada seseorang yang melemparkan krikil dan mengenai kaca jendela kamarnya. Tasya semakin ketakutan, lalu dia samar samar mendengar seseorang memanggil nya dan meminta Tasya untuk membuka pintu, Tasya langsung membuka matanya lebar-lebar, dia kenal suara tersebut
Tasya langsung berlari ke arah jendela dan membuka gorden nya
"Buka pintunya" ucap Ifan dari luar. Sambil menangis Tasya berlari dari kamarnya dan turun ke bawah untuk membuka kan pintu, setelah pintu di buka dan Ifan masuk ke dalam, Tasya langsung memeluk nya dan menangis di pelukan Ifan
Tubuhnya bergetar hebat, Ifan yang tak tau apa yang terjadi langsung membalas pelukan Tasya dan bertanya padanya
Sambil menangis, Tasya mengatakan jika dia melihat seseorang yang terus melihat ke arah kamarnya
"Sudahlah tidak papa, jangan takut aku sudah ada di sini" ucap Ifan. Setelah itu mereka pun naik ke atas, Ifan mendudukkan Tasya di kasur dan memberikan minum padanya
"Kenapa hp mas tidak aktif, apa mas tau tadi aku sangat ketakutan. Aku mencoba menghubungi mu tapi nomor nya tidak aktif" ucap Tasya dan kembali menangis. Ifan menjelaskan jika ponselnya mati lantaran baterai nya habis. Karena Tasya terlihat begitu ketakutan, Ifan membawa Tasya turun ke ruang bawah tanah Untuk melihat siapa orang yang sudah mengawasi Tasya
"Kita lihat siapa yang datang ke mari malam ini" ucap Ifan lalu memeriksa rekaman cctv yang berada di sekitar rumah. Dari kamera yang di sembunyikan Ifan di sekitar rumahnya, mereka berdua melihat memang ada seseorang yang berdiri dan masuk ke halaman rumah nya
"Itu mas, itu. Pria itu, dia terus berdiri dan masuk ke halaman rumah dan menatap dengan aneh ke arah kamar" ucap Tasya. Ifan langsung menghubungi hito dan memintanya untuk mencari tau siapa orang tersebut
Ifan mendudukkan Tasya di kasur, dia terlihat sangat ketakutan
"Tidak papa, jangan takut aku ada di sini" ucap Ifan sambil membeli lembut Tasya
"Tunggu di sini, aku akan mandi ke atas" saat Ifan hendak pergi, Tasya menarik tangannya dan tak mau di tinggal karena takut
"Mas, aku takut"
"Jangan takut, aku di sini. Lagipula walaupun ada seseorang yang berniat buruk dan ingin masuk secara paksa dia tidak akan bisa masuk. Tunggu sebentar aku akan mandi setelah itu aku akan kembali, oke" Tasya mengangguk kan kepalanya dan menunggu Ifan
Setelah mandi dan berganti pakaian, Ifan kembali turun ke ruang bawah tanah dan menghampiri Tasya
Saat Ifan kembali menghampiri Tasya, dia mendapatkan kamar dari hito tentang pria yang ada di luar rumah nya
Sambil duduk di samping Tasya, hito mengatakan jika pria yang berdiri dan masuk ke halaman rumah nya adalah anak pak Santoso, karena pembunuhan yang terjadi malam itu di gang sebelah, pak Santoso meminta putranya untuk melihat ke setiap rumah dan memastikan bahwa orang yang berada di rumah untuk terus waspada
Tasya pun bertanya kepada Ifan saat mendengar jika ada pembunuhan di sekitar rumah nya, dan Ifan mengatakan jika memang saat dia pulang dia melihat ada garis polis di gang sebelah karena pembunuhan yang terjadi
"Pantas saja, tadi aku mendengar sirine polisi" ucap Tasya
"Nah sekarang kau sudah tenang? Yang kau lihat tadi itu adalah Erik anak nya pak Santoso, kau tau kan anak nya pak Santoso" Tasya mengangguk kan kepalanya dan menghela nafas lega. Setelah itu Ifan meminta Tasya untuk tidur karena malam sudah larut
Sambil memeluk Tasya, Ifan mengatakan jika dia akan pergi ke rumah orang tua nya beberapa hari
"Mas kan sudah bilang itu tadi saat di telfon" jawab Tasya
"Iya. Tadinya aku akan langsung pulang ke rumah orang tua ku setelah pekerjaan di kantor selesai, tapi aku merindukanmu jadi aku memutuskan untuk pulang dan menghabiskan malam dengan mu" balas Ifan. Tasya tersenyum hangat mendengar ucapaan Ifan, dia memeluk nya dengan erat
"Tidurlah ini sudah malam" ucap Ifan lalu mencium kening Tasya dan menarik selimut
BERSAMBUNG....
👉🏻Jan lupa like👈🏻
👉🏻Komen 👈🏻
👉🏻Share 👈🏻
👉🏻Vote dan👈🏻
👉🏻pavorit nya👈🏻😊