NovelToon NovelToon
SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 4.9
Nama Author: @Nunna_mphi

Ujian Nasional sebentar lagi, namun Nelam sudah hamil. Dia tidak mengenali pria yang menghamilinya.

'Mereka suci dan aku penuh dosa'-Nelam.

Dibully, dihina, diremehkan. Bahkan teman dekatnya sendiri yang telah menjebaknya. Gara-gara dia, Nelam dihamili oleh pria tidak bertanggung jawab.

Akan kah Nelam mempertahankan bayinya dan apakah takdir mempertemukannya dengan pria yang sangat dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Nunna_mphi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil?

"Assalamualaikum Nel."

"Wa'alaikumsalam Ai."

Ai adalah teman sebangku Nelam yang tukeran tempat duduk dengan Vera. Ai seorang anak pemilik pesantren dan orang tuanya bersahabat dengan orang tua Milan.

"Nel, kamu keliatan lelah banget," ucap wanita berkerudung putih itu.

"Enggak Ai, aku cuma ngantuk aja."

"Kamu udah makan belum? Mau makan roti gak?"

Nelam tersenyum pada Ai, ternyata masih ada orang sebaik Ai, wanita itu menyodorkan tupperware-nya yang berisi roti tawar isi selai kacang, kebetulan Nelam emang lagi lapar karena dia tidak ke kantin waktu istirahat. Nelam takut karena mereka selalu sinis pada Nelam.

Nelam menerima pemberian dari Ai. "Makasih i."

Ai membelokan badannya ke kiri, lalu memegang bahu kiri Nelam. "Nel, kamu itu baik, cantik, tapi aku boleh tanya?"

"Iya, kamu mau tanya apa?"

"Kamu kenapa kerja di club malam?"

"Aku gak kerja di club malam."

"Tapi poto waktu itu?"

"Ceritanya panjang, i. Nanti aku cerita ke kamu."

"Iya, mending kamu cerita ke aku, kalo kamu ada masalah cerita aja ke aku, insya allah aku bakal jaga rahasia kamu."

"Iya i."

"Kamu mau kan jadi sahabat aku?"

"Sa-sahabat?"

Ai mengangguk, lalu Nelam tersenyum. "Iya, mulai sekarang kita sahabat ya Nel."

Baru saja mengunyah dua kali, Nelam malah ingin muntah. Nelam berlari keluar, untung saja jarak toilet ke kelasnya tidak terlalu jauh.

***

Ai ikut cemas lalu mengejar Nelam setelah sampai toilet, Ai mengintip Nelam yang sedang muntah-muntah.

"Nelam kenapa? Apa dia hamil? Ah, aku jangan suudzon dulu."

Ai menahan tangan Nelam yang baru saja membuka pintu toilet. "Nel, kamu gak kenapa-kenapa?"

"Aku lagi gak enak badan aja i."

"Aku beliin obat ya Nel."

"Gak usah i."

***

Nelam memasuki ruangan kelas bersama Ai, namun dia melihat tulisan di papan tulis.

Bayaran buat boking Nelam! Haha

Nelam meramas roknya, namun dia hampir saja tersungkur karena seorang wanita menyenggolnya.

"Hai jalang, lo open gak?" tanya Vera.

"Astagfirullah Vera, Nelam itu temen kamu, masa kamu kayak gitu sama temen sendiri, gak boleh Vera," nasehat Ai.

"HEH! DASAR DUA CEWEK UDIK! TOLOL!" teriaknya kencang dengan kedua tangan di pinggang.

"Ver, aku lagi gak mau berdebat sama kamu," ucap Nelam.

"Bagus, lo mau dipecat, hah!"

Nelam menggeleng cepat. "Enggak Ver, aku masih butuh kerjaan."

"Yaudah bersihin kaki gue."

"Kaki siapa?"

"LO BUDEK?!" teriaknya membuat semua orang melihat Vera. "Sepatu gue basah, keringin pake tisu, SEKARANG!"

"I-iya Ver."

"Nelam jangan."

Nelam sudah berjongkok di depan Vera, semua orang melihatnya tidak percaya.

"Itu Si Nelam lagi ngapain?"

"Mau aja Si Nelam digituin."

"Biarin lah, jalang kayak dia mah pantes digituin."

"Kan dia emang gak punya harga diri."

"Harga dirinya kan murah meriah."

Seseorang menghentikan pergerakan tangan Nelam lalu membantunya berdiri.

"Ngapain?" tanya Milan, mereka sudah berdiri. "Kenapa kamu mau aja Nel! KAMU BUKAN BABU DIA!"

Milan menarik tangan Nelam untuk duduk di kursinya kembali dan menghiraukan Vera.

***

Nelam gemetar memegang benda itu. Benda kecil itu menentukan nasib Nelam. Jika mungkin ini terjadi, Nelam tidak tau lagi cara untuk mempertahankan hidup.

Dia terkejut saat melihat dua garis merah di test pack-nya yang menandakan kalau dia benar-benar telah hamil.

"I-ini gak mungkin, kan?"

Nelam menaruh benda kecil itu di Nakas lalu dia meramas rambutnya frustasi, lagi-lagi dia cemas dan takut. Bagaimana ini, sebentar lagi dia ujian tapi dia malah hamil. Yang paling parahnya, dia tidak tahu siapa yang menghamilinya.

"Aku gak mau!"

"AKU GAK MUNGKIN HAMIL!"

"I-ini cuma mimpi, iya mimpi."

Nelam membuka handphone-nya lalu dia mengetik sesuatu dan mendapatkan hasil. Dia mencari tempat untuk aborsi.

"Apa aku harus aborsi?"

***

Bersambung.. Vote dan komen ya..

1
Herlina M. Siman
hey pemerannya coba orang luar
Sanatun Eka Ayu Aprilya
perasaan ada bab yg menceritakan saat USG bayi nya perempuan. saat lahir kembar cowok2..
.
alat dan mesin USG nya yg salah apa memang takdir di tangan autor nihh
Susi Sidi
mampir..
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
knp jd vera? kok pedofil?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok UKS? ini perusahaan loh bukan sekolahan. harusnya klinik bukan UKS
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
knp nelam gak bilang klo diperkosa & dijual vera? jd org kok lemah & bego bgt
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
biasanya klo jd biduan di panggung gak pke nama asli lih. pke nama samaran
Rosidah Ros
masih penasaran siapa pemeran utama cowok nya thorr
Yeti Budiawati
benar 2 bagus ceritanya bacanya maraton👍👍👍👍😘😘😘😘😘
Zaitun
dimanapun hidup klo gak bisa damai dgn masa lalu gak kan bahagia...nilam munafik ..biara gampang nasehati giliran didia gak nisa juga iklass
Zaitun
rahasia jd yau hrs dibyr nyawa
Zaitun
kayak drakor ..
Zaitun
pamannya masih muda
Zaitun
jichanghu
stenly pattipeilohy
bagus
Hermin Arfiati
Ceritanya seru
Jini Sari
aku suka, tapi aku kesal..... sekali sama mamanya aska, dia gak ngerti orang, dia terlalu keras kepala, seharusnya dia ngerti gimana perasaan seorang perempuan. walaupun sebenarnya dia, salah paham.
Maizuki Bintang
bgs
💫✰✭ᵀᵀ°𝓔𝓵𝓪 𝓐𝓻𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹
lebih suka visual Aksa yang pertama
@Nunna_mphi
bagusss bikin baper parah nyampe nangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!