🌿PCDCG 🌿
Seberapa jauh pun kita terpisah
jika takdir menyatukan, maka keajaiban
pun akan datang.
- Lena & Lyon 🔆
Menceritakan tentang sepasang kekasih yang harus di paksa terpisah karena takdir dan di persatuan kembali oleh takdir itu juga.
Di sebuah kampus bernama Campus Galaksi yang akan menjadi tempat dan saksi bisu pertemuan sepasang kekasih yang telah terpisahkan dengan semua permasalahan yang akan mereka hadapi tentang cinta, masa lalu, dendam, iri, dan sebuah hubungan yang akan segera terkuak di tempat ini.
Apa saja rintangan yang akan mereka hadapi ke depan nya?
Apakah mereka akan dapat bersatu kembali seperti takdir yang telah memisahkan mereka?
Semua jawaban tersebut akan terkuak di cerita ini.
☘️ •••••☘️
PERJALANAN CINTA DI CAMPUS GALAKSI
☘️•••••☘️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sholeha Nurjanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Elyon dan Ellena pun duduk di kursi yang berada di taman dengan pandangan mata saling memandangi bunga - bunga yang sedang bermekaran indah di sana.
Bunga - bunga tersebutlah yang setiap hari nya di rawat oleh Mama Emely dengan baik dan penuh kasih sayang, hingga menjadikan nya dapat tumbuh dan mekar dengan cantik.
Beberapa menit mereka lalui hanya dengan saling diam sambil memandangi bunga - bunga itu.
Elyon yang merasa canggung pun memulai pembicaraan terlebih dahulu untuk mencairkan suasana.
" Ekhm. Lo mau ngomong apa sama gw? " Kata Elyon untuk mencairkan suasana yang canggung itu.
" G-gw mau tanya sama lo boleh? " Tanya Ellena terlihat menahan gugup.
" Santai ajah. Emang tanya apa?" Tanya Elyon terdengar penasaran.
" L-lo terpaksa ngak nerima perjodohan ini? " Tanya Ellena sambil menundukkan kepalanya.
" Sebenarnya, awalnya iya. Tapi setelah gw tau kalo lo orang nya, gw malah... " Kata Elyon menggantung.
" Merasa nyaman. " Lanjut Elyon di dalam hati sambil tersenyum kecil kepada Ellena.
"Hah??? " Kata Ellena menatap bingung Elyon.
"Ngak! Bukan apa-apa". Balas Elyon singkat.
"Aneh. Kenapa gw selalu ngerasa nyaman deket dia?". Tanya Ellena penuh kebingungan.
" Bukan itu ajah. Tadi saat lo bilang mau anter Luciana pulang dan juga dia gandeng - gandeng tangan lo, kayak gw ngerasa marah dan hati gw sakit banget, kayak di tusuk duri tauk! Sebenarnya gw ngak ngerti kenapa gw punya perasaan kayak gitu! Huh..." Kata Ellena kembali.
" Mungkin Lo cemburu". Kata Elyon menyimpulkan.
" Yah, mungkin bisa di bilang gitu. Eh! Tapi jangan ge-er! Itu cumak perasaan gw ajah, yah!". Kata Ellena berusaha menutupi rasa malu nya. Sebaliknya Elyon malah berusaha untuk menahan tawa melihat Ellena yang sedang gugup.
"Lo itu kenapa sih?! Kok sama gw ngak dingin tapi sama orang lain dinginnya kayak kulkas lima pintu tau ngak?". Tanya Ellena heran dengan nada tegasnya.
"Entah! Biasanya gw ramah sama Orang yang gw sayang. Tapi kalo sama lo, gw juga ngak ngerti. Semua nya keluar secara otomatis.Lo pernah bilang, kalo lo pernah amnesia kan? Lo pernah ngerasa ngak, kalo gw termasuk dari masa lalu lo?". Tanya Elyon penuh tanda tanya.
" Iyah. Gw pernah ngerasa apalagi saat lo bilang kalo lo ngerasa familiar sama kalung ini". Kata Ellena sambil memegangi kalung yang bertengger cantik di lehernya.
" Dan juga tentang lo manggil gw dengan nama LENA, secara refleks gw ngerasa lo termasuk dalam masa lalu gw itu. Lo inget ngak tadi siang saat kepala gw tiba - tiba sakit?". Kata balik Ellena.
" Hmm. Emang kenapa? Dan juga kenapa lo nyebut kata LYON dan juga LENA?". Tanya balik Elyon padanya.
" Se-benarnya gw dapet ingatan tentang dua orang cowok dan cewek pakek seragam SMP dan mereka saling nyebut nama dengan kata LENA dan LYON". Jawab Ellena sedikit ragu.
" Sepertinya kita punya hubungan di masa lalu, karna semua ingatan dan mimpi yang lo ngalamin itu. Di alamin juga oleh gw". Balas Elyon terdengar penuh keyakinan.
" Hmm. Bisa aja sih, apalagi kita juga pernah ngalamin amnesia saat 3 tahun yang lalu. Kayaknya itu bukan cuma sebuah kebetulan". Kata Ellena ikut yakin.
" Gimana kalo kita saling bantu untuk mengingat masa lalu kita". Ajak Elyon penuh harap.
" Oke. Tapi apa lo mau nerima gw apa adanya dan juga belajar untuk mencintai satu sama lain? " Tanya Ellena mencoba mencari keyakinan di dalam kedua bola mata Elyon.
" Tentu. Gw akan coba itu dan akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk lo di masa depan". Balas Elyon terdengar penuh keyakinan.
" Makasih". Balas Ellena tersenyum kecil.
" Kayak nya lo memang orang yang di kirim Tuhan untuk memberikan cahaya dan kebahagiaan dalam kehidupan gw." Batin Ellena penuh harapan.
" Tidak masalah. Gw akan berusaha untuk membahagiakan dan memberikan kehidupan yang layak buat lo. Lo mau kan ngebantu gw supaya bisa jadi suami yang baik dan bisa membahagiakan lo?". Tanya Elyon tersenyum tipis.
" Gw pasti bantu lo. Tapi lo juga harus bantu gw, supaya bisa jadi istri yang baik dan juga bisa memenuhi semua kewajiban gw sebagai istri lo di masa depan. Gw harap Lo mampu menerima semua kekurangan gw". Kata Ellena penuh permohonan.
" Gw siap buat mendampingi dan membimbing lo untuk bisa jadi istri yang baik dan gw akan menerima semua kekurangan lo, Ellena". Kata Elyon sambil tersenyum manis.
"Lo harus janji sama gw dulu. Kalo lo bakal selalu mendampingi gw untuk melewati semua rintangan hidup yang akan gw hadapi nanti". Kata Ellena sambil mengangkat jari kelingking nya ke hadapan Elyon.
" Gw Elyon Deren Gorneo Aditya berjanji kepada Ellena Mizella Carion Anggara untuk selalu bersamanya dan mendampinginya melewati semua rintangan hidup yang akan dia hadapi nanti dengan bulan sebagai saksi nya". Kata Elyon sambil mengaitkan jari kelingking pada jari kelingking milik Ellena.
" Makasih. Gw Ellena Mizella Carion Anggara memegang kata - kata dari Elyon Deren Gorneo Aditya dan juga berjanji padanya. Bahwa gw akan selalu bersamanya suka maupun duka dan bulan sebagai saksi janji kita". Balas Ellena yang juga ikut mengikrarkan janji mereka.
Malam ini mereka telah berjanji di bawah sinar nya bulan purnama untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing di masa depan nanti.
"Semoga lo adalah jodoh terbaik yang di berikan Tuhan buat gw Ellena". Batin Elyon yang memandangi wajah cantik Ellena.
"Elyon. Hey! Kok Lo malah bengong sih! Kesambet baru tau rasa!". Kata Ellena berusaha menyadarkan Elyon dari lamunan nya.
"Ahh. Ngak gw cumak lagi mikir sesuatu". Kata Elyon terlihat sedang mencari alasan lain.
" Ohh iya. Lo mau ngak kita saling panggil LENA dan LYON atau ngak aku kamu. Supaya lebih akrab ". Ajak Elyon secara tiba-tiba.
"Terserah kamu ajah! LYON, kayak nya aku emang lebih nyaman dengan panggilan itu". Kata Ellena sambil tersenyum kecil.
"Hmm. Bagus lah". Balas Elyon menanggapi.
" Udah yuk! Kita masuk kedalam, takut sakit karena udara di luar dingin". Ajak Ellena yang dibalas anggukan oleh Sang empu.
Mereka pun berjalan pergi ke dalam rumah dan kembali bergabung bersama kedua orang tua mereka.
"Kalian sudah kembali. Bagaimana obrolannya? Seru?". Tanya Mama Emely penuh rasa penasaran.
" Biasa ajah". Balas Ellena dengan santai dan singkat.
" Elyon ini kunci rumah buat kamu, setelah kalian menikah kamu akan tinggal di sana sama Ellena". Kata Papa Devan sambil menyerahkan kunci rumah pada Elyon.
" Hmm". Jawab Elyon dengan deheman sambil menerima kunci rumah yang di berikan Papanya itu.
" Kapan-kapan kamu ke sana, ajak juga Ellena buat liat-liat rumah". Kata Papa Devan pada Elyon
"Hmm. Kalo ada waktu". Balas Elyon singkat.
" Btw, kalian mau kasih tahu teman-temen di kampus tentang pernikahan ini?". Tanya Ellena dengan arah pandang setia menatap ke arah layar handphone nya.
"Kalo tentang itu gw terserah Lyon ajah". Jawab Ellena sambil menatap singkat ke arah Elyon.
"Kalo gituh, kita kasih tahu temen - temen dekat kita, mereka kan jugak belum tau kalo lo itu adiknya Bang Ellen". Jawab Elyon berpendapat dan Ellena pun hanya mengangguk kan kepalanya setuju.
"Ya udah kalo gitu, kita makan malam dulu". Ajak Mama Emely pada semua orang.
" Iya. Yok! Dev, Lin". Sahut Papa Erlando pada Mama Adelina dan Papa Devan.
" Jadi ngerepotin ajah nih, jeng". Kata Mama Adelina dengan sungkan pada Mama Emely.
" Ngak kok kita kan mau jadi besan jadi ngak usah sungkan. Ngak papa santai ajah, jeng". Balas Mama Emely.
" Ya, sudah kalau begitu". Kata Mama Adelina.
Mereka semua pun makan malam bersama, setelah itu barulah melanjutkan obrolan mereka kembali hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB.
Karena waktu telah menunjukkan larut malam Keluarga Gorneo Aditya pun pamit untuk pulang ke rumah mereka.
" Bro. Gw sama keluarga gw pergi dulu". Pamit Papa Devan pada Papa Erlando.
"Hmm. Hati - hati, Dev". Kata Papa Erlando.
"Bang Ellen, sampek ketemu di kampus". Kata Elyon pada Ellen.
"Hmm. Hati-hati". Balas Ellen singkat.
"Lena. Aku pamit". Kata Elyon yang di balas anggukan kecil oleh Sang empu.
Keluarga Gorneo Aditya pun langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Carion Anggara dan pergi menuju kediaman mereka.
BERSAMBUNG....