Chesa yang terpaksa menikah kerena keadaan yang memaksa nya untuk menikah dengan seorang tuan muda dimana mamanya bekerja sebagai asisten dari Tuan besar Mahesswara.
hidup Abraham penuh misteri di mata Chesa, begitu pun orang-orang disekitar Abraham yang seakan menyembunyikan siapa Abra! Mampukah Chesa menerima keadaan tuan muda Abraham tersebut?
dan bagaimana kisah cinta dan kehidupan Chesa setelah hidup bersama dengan nya?
Apa misteri di balik tuan muda Abraham?
@novel callback 😁😁🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aksi Pram 2
Pram dan Andi sekarang berada di mobil menuju lokasi yang akan di tuju, dari awal masuk mobil Andi sudah merasakan hawa yang lain dari biasanya,benar kata Rian Pram lebih menyeramkan dari Abra..malah berlipat-lipat.
"Sudah terlalu lama rasanya otot-otot ku tidak melakukan olahraga Andi! saatnya beraksi!" ucap Pram dengan senyuman tipis yang terlihat menyeramkan!.
"Siap tuan muda!"
Andi mempercepat perjalanan ke lokasi yang di kirim oleh Rian, rasanya Pram yang nakal sudah tak sabar untuk memberikan pelajaran pada seseorang tersebut.Bermain- main dengan Abraham rasanya tak tepat untuk saat ini, rasanya kali ini Abra akan sedikit kesulitan karena ulah Pram. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, Pram dan Andi sampai di sebuah villa yang mewah milik keluarga Mahesswara, di sana nampak terparkir mobil Rian menandakan orangnya telah sampai lebih dulu.
Pram bergegas masuk ke dalam melepaskan jas nya dan menggulung lengan bajunya, Rian nampak menghampiri Pram.
"Dimana dia?" tanya Pram
"Sabar Pram! dia ada di ruang bawah!"
Pram langsung mengikuti Rian yang lebih dulu masuk ke dalam ruang bawah seperti yang di katakan Rian, dan sesampainya di sana nampak seorang lelaki berusia 30 tahunan terikat di sebuah kursi.
"Tuan muda Abraham!! maafkan saya.... saya khilaf tian muda!!" nampak Lelaki tersebut memohon dan memelas pada Abraham. namun dengan tenangnya Pram duduk di depan orang tersebut di kursi yang telah di sediakan nya.
"Khilaf? ha ha ha ha ha ha ha kau bilang khilaf setelah menghabiskan uangmu di meja judi di temani wanita jaaalang mu ! hemmm?" tanya Pram tenang.
"Maafkan aku tuan muda! aku janji akan memperbaiki kesalahan-kesalahan ku!! ampuni aku tuan muda!"
"Ha ha ha ha ha ha aku bukan Tuhan yang bisa memaafkan dengan mudah bodoh!!!" bentak Pram.
"Buka ikatannya!!" perintah Pram dan sudah bersiap untuk menghajar orang tersebut.
Dan benar saja, setelah ikatannya terbuka Pram melayang beberapa pukulan kepada mantan karyawan nya tersebut, tentu saja Lelaki tersebut melakukan perlawanan terhadap Pram, namun dia buka orang yang mudah di kalah kan, Pram seperti kesurupan kalo sudah di ujung kemarahan nya.
Melihat lawannya tak berdaya, Pram bukan berhenti dia malah melayangkan tendangan demi tendangan ke tubuh lelaki tersebut hingga Rian dan Andi memengang i tubuh Pram.
"Bangsaaat!!! berani loe main api sama gue!!!" Teriak Pram.
"Lepaskan!!! biar gue bunuh penghianat ini!!"
"Tenang Pram!! dia sudah hampir mati!!" teriak Rian.
"Diam loe!!! biar gue cincang tubuh lelaki sialan ini!!"
"Tenang Pram!!! tenang!!!"
Drt.... drt....drt....
Mendapat i ponsel di saku celananya bergetar, Pram diam dan tak meronta lain, Rian melepaskan pegangannya juga, di lihatnya sang istri menelpon.
"Hallo....ya Barbie sayang! ada apa?" tanya Pram tiba-tiba terdengar lembut dan romantis.
Rian hanya melongo dan saling pandang dengan Andi melihat perubahan sikap Pram ketika Chesa menelpon nya.
"Kamu dimana? jadi makan siang di restoran?" tanya Chesa.
"Tidak sayang! aku sedang ada meeting dengan klien, nanti malam saja siapkan makan malam okey?"
"Baiklah, nanti tak usah menjemput ya, aku pulang sore rencananya!"
"Baiklah sayang.... lagian Andi tidak bisa menjemput mu juga, dia sedang bersama ku! hati-hati di jalan ya..aku tutup dulu"
"baiklah!". tut.... sambungan terputus.
"Beres kan semua ini Rian!! dan bawa bukti kerjasama mereka, saatnya menghancurkan perusahaan sialan itu!"
"okey Pram!"
Pram pergi ke kamarnya yang biasa dia tempati jika beraydi villa, sedangkan Andi dan Rian sudah memerintahkan anak buahnya untuk membawa lelaki tersebut ke polisi kenalan Abraham.
"Apa dia sebegitu mengerikan jika jadi Pram?" tanya Andi penasaran.
"Tidak juga! tergantung masalah yang dia hadapi! dia bahkan bisa lebih bengis dari ini!"
"Benarkah?"
"Ya coba saja jika mau melihat serigala itu beraksi! ganggu saja istri atau papanya! gue yakin! gue sendiri gak akan bisa mengatasi dia!"
"Uuhh mengerikan sekali!"
"Menyesal sekarang setelah bertemu Pram?" tanya Rian.
"Tidak! ini menyenangkan!!"
"Ckck loe tuh ya!! nanti malam datang lah ke apartemen ada yang ingin gue diskusikan!"
"penting?"
" banget! hubungi Andreas juga nanti!"
Setelah Pram keluar dari kamarnya dengan baju yang rapi, Andi segera berjalan cepat menyiapkan mobilnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan perjalanan yang terbilang panjang apalagi di jam-jam macet seperti saat ini.
Hingga setelah lebih dari 2 jam perjalanan Pram sampai di rumah juga.
"Maaf aku pulang telat!" kata Pram setelah masuk ke rumahnya dan menempel pada Chesa.
"Abraham!! mandi dulu!"
"Honey sayang!! panggil aku Honey!"
"Iya Honey!! ayo mandi dulu!"
"Aku ingin di mandiin kamu!" kata Pram.
"Gak! mandi sendiri saja!" tolak Chesa
"Aku tidak suka di bantah!!" ucap Pram sambil menggendong Chesa dan mengunci diri mereka di kamar mandi.
"Abraaaaaaaa!!" teriak Chesa dari dalam.
bersambung....
Yang minta double up..... mangga atuh di like.... komen syukur-syukur dapet bunga.. atau secangkir kopi...🤭🤭
genderang drumm..bertalu..
jantung berpacu..
sensasi manisnya..yg memabukan..
kayayakkkkkssss...permen lolipop..
😉😆🤣😂😆😅😄😄
nek dicaplok wong.. mampus lu..
🤣😂😁😀
ya thor..ya..
🤣😂😆😅😄😃
tp kau nasehatin sahabatmu..
kau tak bs move on jg..
dasar..😐🤨😐🤨