Keinginan Sora Rassam untuk liburan terwujud setelah dia bekerja keras, dia mendapatkan cuti selama seminggu.
Dia memilih liburan di negara M yang terkenal romantis dan mewah.
Tapi kejadian demi kejadin yang tak terduga di alaminya, dia melakukan pre wedding dan menikah dengan seorang pria tampan dan kaya keturunan bangsawan,Aaron Markle.
Aaron Markle seorang pria dingin dan licik,yang terlihat hangat hanya saat berhadapan dengan neneknya.
Setelah sora pulang dari liburannya dia menyadari bahwa dia sedang hamil.
Sora sebenarnya adalah satu satunya Nona besar keturunan keluarga Rassam,keluarga terkaya di negara A.
Bagaimana kelanjutan kisah Sora dan Aaron yang melakukan pernikahan tanpa terencana. Penasaran kan di baca yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessiel Karen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Terkejut
Sudah dua hari Sora menghindari keluarganya, keadaan dia yang seperti ini tidak ingin di lihat oleh kakek papa ataupun mamanya.
Dia mau tidak mau harus memperlihatkan ekspresi yang memperlihatkan tidak terjadi apa apa, berperilaku seperti biasa.
Hanya dengan jean dia bisa perlihatkan keadaannya.
Setelah dia mengambil cuti dua hari dia harus berangkat bekerja, waktu masih menunjukkan pukul 8.30 sora keluar dari ruangannya dengan membawa amplop putih di tangannya,sedikit malas untuk berjalan dia memaksakan kakinya untuk melangkah menuju ruangan pak davin. Di tengah perjalanan jean menghentikan langkah Sora.
"Sora bagaimana keadaan mu."
"Baik jean."
Sora berlalu untuk melanjutkan langkahnya lagi.
Tangan Jean menggapai dan ingin sekali memeluk Sora, tapi apa daya Sora berlalu pergi dan mengabaikannya, jean hanya bisa mengepalkan jarinya sendiri melihat Sora tidak bersemangat dengan masalah yang di hadapi.
"Tok tok tok"
"Permisi pak saya ingin berbicara dengan bapak, bisa luangkan waktu untuk saya."
"Duduklah, apakah ada hal penting yang ingin kau sampaikan."
Sora menyodorkan amplop putih di atas meja ke arah pak davin.
"Waktu lalu saya sudah sampaikan setelah proyek salem dapat teratasi saya akan mengundurkan diri."
"Apa kau lupa rara aku juga sudah pernah sampaikan hidup matimu di perusahaan hanya pak Ceo yang memutuskan."
"Tapi pak."
"Tak ada tapi tapian, setengah jam lagi ada pertemuan, kau harus hadir, Ceo kali ini akan datang ke pertemuan, kau bisa mencarinya dan mengajukan sendiri surat pengunduran dirimu."
Sora meninggalkan ruangan pak davin dengan hati yang sedikit kecewa
"Kenapa sih di persulit, aku juga gak lakuin kesalahan kan." Batin sora
Sora di kagetkan oleh suara jean yang tiba tiba muncul dari belakang memanggil namanya.
"So..eh bu rara sebentar lagi akan ada rapat, pak davin sudah mewanti wanti semua divisi harus datang, jika bu rara kurang enak badan saya akan sampaikan pada pak davin anda tidak hadir dalam rapat." Jean berkata dengan sopan karna masih ada pegawai yang lalu lalang di sekitar mereka.
"Aku akan datang,aku sudah gak apa apa."
"Oh,baiklah bu rara nanti kita datang bersama."
Jean berlalu dan berjalan ke arah mejanya.
Di ruang rapat
Para pegawai satu persatu masuk dan duduk menunggu Ceo dan sekretarisnya datang.
Tak selang berapa lama pintu terbuka dan ada seorang pria berpostur tinggi tampan bermata tajam,alis yang hitam,berkulit putih dan halus, semua teralihkan dan terpana memandang sosok yang begitu sempurna.
Hanya jean yang sibuk menata kertasnya, Sora yang tersadar dari keterkejutannya saat melihat bahwa Ceo itu adalah Aaron pria yang di nikahinya, secepat kilat dia langsung bersembunyi di bawah meja dan melewatinya dengan merangkak mengendap endap menuju pintu.
Jean yang melihat kelakuan Sora menjadi bingung, bersamaan itu para pegawai memberi salam pada Ceo, dan pada saat itu juga jean mengalihkan pandangannya ke arah Ceo dan salamnya terhenti ketika dia juga menyadari bahwa pria itu mirip dalam foto Sora beberapa waktu lalu.
Keluar dari ruangan rapat Sora cepat cepat masuk ke ruangannya, dan menghabiskan minumannya sekali teguk,
jantungnya terasa meloncat loncat ke sana kesini seperti bola pingpong yang akan keluar dari tubuhnya.
"Ya Tuhan ternyata dia adalah Ceo di perusahaan ini,dia tau gak ya jika aku kerja di sini."
Sora mengambil sebuah kaca dan melihat dirinya sendiri.
"Dia gak mungkin mengenaliku kan, kakek aja gak bisa mengenali diriku yang kayak gini."
Sora bergumam sendiri, merasakan gugup yang luar biasa, tubuhnya menjadi lemas tak bertenaga.
"Kok aku harus takut ketemu sama dia,harusnya aku senang kan sekarang udah tau siapa dia,ah pasti dia akan balas aku deh,akukan udah ninggalin dia."
"Omg aku harus gimana..."
Sora duduk dan berfikir bagaimana cara untuk menghindari pertemuan dengan Aaron.
"Aku harus secepatnya mengundurkan diri deh, atau aku langsung keluar aja ya tanpa ngasi tau kantor,aah pusing..."
"Kalo di ingat ingat sih kontrak yang tertulis jika pihak kedua keluar sebelum ada persetujuan pihak pertama akan terkena pinalti sepuluh kali lipat gaji satu bulan."
"Tapi kan buat aku gak masalah dengan uang segitu."
Selesai rapat..
"Pak davin,setelah ini masuk ke ruanganku." perintah Aaron.
"Baik pak."
Pak davin bertanya tanya dalam hatinya
"Ada masalah apa ya, bukankah laporanku tadi tidak ada masalah, ah sudahlah temui dulu."
Di ruangan Aaron
"Pak davin apakah nona rara gwen hari ini tidak masuk kerja?"
"Oh nona rara, dia tadi berangkat pak Aaron, saya melihat dia tadi hadir dalam rapat, tapi entah kenapa tiba tiba dia tidak ada di tempat duduknya."
"Dan tadi pagi nona rara menemui saya untuk mengajukan surat pengunduran dirinya."
"Apa kau menyetujuinya?" tanya Aaron dengan wajah yang serius.
"tidak pak, karna itu bukan wewenang saya, saya menyampaikan hanya pak Ceo yang bisa mengambil keputusan."
"Bagus kau boleh pergi."
"Tuan muda saya yakin rara gwen adalah nona Sora, mungkin dia mengenali anda makanya dia langsung melarikan diri."
"Apakah anda punya rencana untuk nona Sora?"
"Suruh dia kesini"
"Baik."
segera fredy menelepon ruangan Sora untuk meminta datang ke ruangan Ceo.
Di ruangan Sora..
"Cekleeeek." suara pintu terbuka, seseorang masuk dan ternyata adalah jean.
"Jean gimana tadi dengan rapatnya?"
"gak ada kejadian apa apa,Sora kok kamu tadi langsung melarikan diri sih?"
"Pak Aaron pasti pria itu kan?"
Sora hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku tadi ngrasain takut dan gugup jean ketemu dia lagi."
"Harusnya kau senangkan, seenggaknya kau udah tau siapa ayah dari anak yang kau kandung."
"Huft... jean gak semudah itu, aku dan dia nikah karna sesuatu yang gak terduga."
"Itupun aku juga gak sadar."
Jean memegang pundak Sora dan berkata
"Sora kamu harus menghadapinya, dan katakan kepada pak Aaron bahwa kamu adalah istri yang habis malam pertama langsung meninggalkannya, katakan juga kau sekarang mengandung anaknya."
"Apaan sih Jean, ngaco deh."
"Kring kring kring."
"Halo"
"Nona rara saat ini anda di minta untuk datang ke ruangan pak Aaron."
"Apa?" oh..ee.. Baiklah, saya akan kesana."
"Gimana ini Jean, aku harus gimana."
"Emang ada apa sora?"
"Aku di suruh ke ruangan pak Aaron sekarang juga, aku beneran takut nih."
"Kira kira dia bisa ngenali aku gak?"
Jean memandang penampilan Sora dari atas ke bawah,ibu jari dan jari telunjuknya menjepit dagunya seperti berpikir dengan keras.
"Sepertinya enggak bakal ketahuan deh kalo itu kamu."
"Beneran?"
"Oke deh jean aku percaya sama kamu."
Sora mempersiapkan hati tubuh dan pikirannya untuk menemui Aaron.
Ada sedikit rasa ketakutan jika Aaron tau bahwa dia wanita yang sudah meninggalkannya saat malam pertama.
kapan lg ya ketemu up nya?
ksh 1 vote ya sambil nungguin karyamu up lg.