Luna gadis remaja yang pintar dan ceria diusianya yang terbilang masih muda dia dihadapkan dengan kenyataan keluarga yang berantakan dan ayahnya sakit parah yang membutuhkan banyak uang untuk penyembuhannya, dia mengorbankan segalanya demi kesembuhan sang ayah, sampai merenggut masa depannya. dia bekerja keras demi bisa menghidupi keluarga dan merawat ayahnya seorang diri sampai pada akhirnya yang ia lakukan merubah hidupnya. keputusan yang ia ambil demi ayahnya mengakibatkan banyak hati yang terluka namun ia tetap berusaha tegar untuk melewati semuanya.
dia terpaksa menjual dirinya demi mendapatkan uang untuk biaya operasa ayahnya semua itu bisa terjadi atas bantuan dokter yang menangani ayahnya.
Namun sampai semua itu terjadi dia tak pernah tau siapa lelaki yang sudah membelinya yang pasti lelaki itu sangat tampan. luna berusaha melupakan yang terjadi malam itu dan memulai kehidupan baru tetapi masalalu itu kembali yah lelaki itu muncul dikehidupannya dan itu membuat tak nyaman hidup luna, kehidupan masalalu luna yang kelam benar benar tak ingin kembali dikehidupan nya yang baru, dia tak ingin jika orang lain tahu dan memgambil harta yang berharga yang selama ini dia rahasiakan dari semua orang dia tak ingin kehilangan harta yang ia miliki untuk kedua kalinya. apakah rahasia dan harta yang ia sembunyikan itu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Jubaidah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Turun
"Semalem beneran mereka itu gak yah bang ?" tanya Toni.
"Menurut lo ?" Adit tanya balik ke Toni.
"Kalau gua jadi Billy gua gak akan sia siakan kesempatan", hahahahaa Toni tertawa.
"Elu mah emang otak mesum" celetuk Rina.
"Kalau emang semalem beneran terjadi ada kemungkinan Lala bisa hamil" ucap Rina.
"Hiissh kamu ini ngawur" ucap Adit.
"Ada benernya juga sih bang apa yang dikatakan Rina, semalem kayanya gak pake pengaman tuh Billy"
"Masa sekali tancep bisa hamil ?" tanya Adit.
"Ya bisa aja bang" jawab Rina.
"Kalau nanti Lala hamil Gila juga Joninya Billy sekali tancep langsung jadi" Celetuk Toni.
"Hiisss udah lah gak usah kejauhan mikirnya kalau kenapa napa abang pasti nyuruh Billy tanggung jawab"
"Kalau Billy gak mau gimana bang" ucap Rina.
"Billy bukan orang seperti itu, abang tau Billy dia orangnya bertanggungjawab"
"Kalau Billy gak mau masih ada Riko, iya kan Rik" lagi lagi Toni meledek Riko namun Riko diam tak menjawab dia pura pura tidur dia malas mendengarkan obrolan yang membuat hatinya tak nyaman.
"Bang kayanya udah cukup istirahatnya kita turun sekarang biar gak kesorean nyampe bawah" Ucap Riko.
"Idiih ada yang buru buru turun aja nih kayanya ada yang gak bisa nahan cemburu nih" ledek Toni.
"Berisik Lo, lama lama gua sumpel mulut lo pakek sepatu" ucap Riko terlihat kesal.
"Woww loe terlihat menakutkan" ejek Toni.
"Ya udah kita siapa siap yuk beresin semuanya jangan sampai masih ada sampah yang tertinggal"
"Iya bang"
"Tuker posisi yah bang, gua didepan abang yang dibelakang" ucap Riko.
"Oke dah atur aja Rik" Adit mengacungkan jempolnya ke Riko.
"Temen temen kita lanjut turun tapi kali ini posisi Riko di depan abang paling belakang, ingat yah semuanya harus tetap kompak dan fokus jangan sampai ada pikiran yang kosong, semua harus saling bantu"
"Siap bang"
Kemudian mereka melanjutkan turun dengan posisi baru, perjalanan cukup mulus karna cuaca saat ini tidak panas dan tidak juga mendung.
"Kamu masih kuat La" Billy menahan tubuh Lala yang terlihat sempoyongan dengan kedua tangannya.
"Aku masih kuat, gak usah pegang pegang" Lala menepis kedua tangan Billy
"Kamu yakin gak papa"
"Iya aku gak papa, udah lanjut jalan lagi.
"Kamu aku gendong yah, cepet naik ke punggung aku" Billy jongkok di depan Lala membelakanginya Ia bermaksud menggendong Lala.
"Gak usah aku masih kuat jalan, tadi cuman capek dikit aja"
"Udah kamu naik kepunggung aku cepet"
"Kenapa kalian berenti" Tanya Toni yang ada dibelakang Billy.
"Kayanya lala gak kuat, gua mau gendong dia"
"Gak papa Ton, gua cuman mau minum bentar ajah"
"Ya udah Bil Tas loe gua yang bawa ajah, biar Lo bisa gendong Lala"
"Gak ngerepotin nih Ton ?"
"Gak santai ajah kitakan harus saling bantu"
"Kenapa Tasnya Billy kamu yang bawa Ton ?" Tanya Adit yang sudah berada bersama mereka, Riko dan Rina ternyata sudah berjalan cukup jauh meninggalkan mereka.
"Lala kecapean Bang, Billy mau gendong Lala"
"Kamu masih kuat La" Tanya Adit pada Lala.
"Masih bang cuman butuh istirahat bentar ajah"
"Ya udah kamu digendong Billy ajah biar kita jalan pelan pelan dibelakang kalian.
"Gak usah Bang Lala masih bisa jalan"
"Udah La cepet naik, kita gak mau kamu kenapa napa lagi, kali ini kamu nurut sama abang deh"
"Iya, maaf yah aku ngerepotin kalian semua"
Dengan terpaksa dan tak enak hati Lala akhirnya digendong juga sama Billy, Entah kenapa punggung Billy terasa sangat nyaman Ia menempelkan wajahnya ke samping wajah Billy kedua tangannya merangkul kebadan Billy, Jantung Lala berdetak sangat kencang Ia sadar Billy juga pasti biaa mendengar detak jantungnya. Billy tersenyum sepanjang perjalanan mereka diam namun Billy merasa sangat bahagia dengan moment itu.
Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan sampai juga akhirnya mereka dibasecamp bawah karna lelah mereka langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur pulas.
"Bang bisa ngomong sebentar" ucap Billy pada Adit.
"Bisa"
"Kita ngobrol disana aja bang"
Mereka pergi ke tempat yang cukup jauh dari tempat mereka beristirahat.
"Mau ngomong apa Bil ?"
"Bang semalem Lala Hipo itu sengaja abang yang buat?"
"Hush ngawur kamu, justru abang pikir itu perbuatan kamu supaya kamu bisa ngapa ngapain Lala"
"Asal aja abang ini, jadi itu bukan ulah abang?"
"Ya bukan lah"
"Jadi itu murni kejadiannya ?"
"Ya iya berarti"
"Tadinya aku mau lempar abang dari jurang kalau itu hasil perbuatan abang"
"Asal aja kamu kalau ngomong, gua gak mungkin lah sampe segila itu ngebuat Lala hampir mau mati"
"Kalau sampe Lala kenapa napa semalem beneran udah gua lempar lu bang kejurang"
"Terus gimana?"
"Terus gimana apa bang?"
"Iya Lo semalem beneran ngituin Lala ?"
"Menurut abang apa yang terjadi?"
"Ya terjadilah buktinya Lala aja sampe nangis gituh"
"Sial Loe beruntung juga ternyata, gak pernah naik gunung sekalinya naik eh naik gunung kembar pula"
"Rejeki jangan ditolak bang" Hahahahaaaa.
"Lu bakalan tanggung jawabkan ?"
"Kalau lala mau udah gua nikahin dia dari dulu bang" ucap Billy.
"Jadi loe seorang Billy anak konglomerat terkaya se Indonesia artinya di tolak sama Lala ?" Hahahahahaahaa.
"Sialan, bukan ditolak tapi waktunya aja belom pas, mana ada wanita yang bisa nolak gua"
"Lala gak sama sama perempuan perempuan diluaran sana bang, dia beda itu yang buat gua gak bisa lupain dia" Billy melanjutkan ucapannya.
"Gila seorang Billy yang terkenal dingin dan cuek sama perempuan bisa sebucin ini sama satu cewe, loe bisa bucin juga ternyata Bil" Hahahahaaa.
"Diem bang jangan keras keras ntar ada yang denger"
"Masih ada yang mau diomongin gak gua takut yang lain curiga"
"Gak bang, BTW makasih ya bang atas bantuannya"
"Oke santai ajah, ya udah kesana yuk"
Flash Back
Semenjak Lala dan Billy bertemu kembali Billy merasa senang dia tidak menyia nyiakan kesempatan untuk bisa dekat dengan Lala, dia selalu membuntuti Lala kemanapun pergi samapai akhirnya dia marah mengetahui Lala membatalkan cathering untuk acara peresmian PT. Steel Group Billy mencari cara agar bisa terus bisa dekat dengan Lala.
Mengetahu Caffe yang disewa oleh alala ternyata adalah salah satu milik perusahaannnya dia pun mencoba mengancam Lala jika Lala membatalkan kesepakatannya, dan kemudian Lala dibawa Doni untuk bertemu dan bernogosiasi masalah ini disuatu tempat.
Lala dibawa oleh doni kesuatu tempat disana Billy sudah menunggu betapa terkejutnya Lala ternyata Billy dibalik semua ini.
Karna mengetahui semua itu ulah Billy dia kesal dan marah bahkan tidak mau duduk Billy yang santai dengan sikap Lala dia malah tidur dan membiarkan lala sendirian.
Lama Lala berdiri akhirnya dia merasakan kakinya kesemutan melihat Billy yang tertidur diapun akhirnya memberanikan diri duduk karna dia lapar dia makan dan minum apa yang sudah disediakan disana setelah perutnya kenyang dia merasa ngantuk dan tak terasa dia tertidur disofa dekat Billy tidur.
Billy yang memang sedari tadi hanya berpura pura tidur dia menghampiri alala dan setelah memastikan Lala benar benar tidur dia mengambil hp Lala dan segera menyadapnya, tak butuh waktu lama Billy pun sudah berhasil menyadapnya.
Setelah hp Lala disadap oleh Billy dia dengan leluasa mengawasi gerak gerik Lala semua yang dilakukan Lala bisa ia ketahui dengan mudah, bahkan obrolan dan percakapn dengan Adam pun dia mengetahuinya. semua kegiatan yang Lala lakukan terpantau oleh Billy sampai akhirnya dia mengetahui Lala mau muncak bersama teman temannya.